Warning! (18+)
Berawal dari Pertengkaran hingga pada akhirnya tumbuh benih-benih cinta diantara mereka,tetapi ketika cinta mulai tumbuh muncul seorang wanita dimasa lalu.
Belum lagi bocah kecil yang bernama Rio yang selalu buat ulah.
"Sekarang aku memiliki Bunda"
"What"
Gimanakah kisah cinta mereka,akankah mereka bersatu selamanya? ketika Lily berpaling dengan pria lain.
Sakit...?
Itulah yang dirasakan Varrel.
Yuk mampir gaes kekaryaku,jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😄
Follow ig.yutriatel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkejut
Yuk mampir gaes kekaryaku jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😅
Tekan tanda ❤️,beri tanda jempol 👍🏻,jangan lupa di Koment dan Votenya🤗.
Selamat membaca...
Lily sedang mengacingkan baju suami nya dengan Varrel memeluk pinggang istri nya,hari ini Lily akan bertemu klien yang memesan gaun pernikahan dan setelah itu dia akan kekantor suami nya bersama dengan Rio untuk makan bersama.
"Honey hati-hati dijalan nanti ya dan jangan lama-lama" ucap suami nya mengelus pipi istrinya dengan sayang.
"Tentu Be" jawab Lily yang sedang memasang dasi dan Varrel sedikit menunduk karena dia lebih tinggi,setelah selesai Varrel memeluk istrinya dan mengecup bibir istrinya tak lupa dia mengucapkan terimakasih juga.Mereka pun turun kebawa untuk sarapan dengan Rio yang lagi makan disuapin surti
"Ayah...Bunda"
"Pagi Boy...?
"Pagi sayang"
Mereka pun duduk dan sarapan bersama Lily mengambil sarapan suaminya serta kopi mendekatkan nya di dekat Varrel.
"Surti jaga Bao-Bao ya" ucap Rio setelah dia sarapan karena Bunda nya akan pergi dan Bao-Bao tinggal dulu dimansion sengan pelayan.
"Baik Tuan muda"
Selesai sarapan mereka pun pergi dengan Varrel menuju perusahaan dan Rio akan ke TK yang diantar oleh Varrel.Rio mencium pipi Bunda nya serta Varrel mencium kening istri nya mereka pun berangkat dan Lily segera masuk karena menuju kamar untuk bersiap-siap karena sebentar lagi dia akan pergi,melihat Bao-Bao yang sudah bangun dan mengendus-gendus kakinya.
"Bao-Bao,hari ini kau tinggal dulu nanti kami akan menjemputmu okey"
Bao-Bao hanya mengerakkan ekor nya pertanda mengerti.
"Pergilah mandi dan makan bersama Surti" suruh Lily sambil mengelus Bao-Bao dia pun segera pergi menemui Surti.
Lily segera masuk kamar dan bersiap-siap.
setelah selesai Lily keluar dari mansion dengan supir yang siap membawa Nona nya ke boutiqu Lily's,dan disinilah Lily sekarang diperjalanan sambil tukar kabar dengan Mama nya dan Papanya bahkan dia juga sering menginap dimansion dan tidur disana begitu juga dengan Rio.
"Nona kita sudah sampai"
"Terimakasih"
"Sama-sama Nona"
Lily pun turun dan segera masuk yang disambut oleh karyawan toko dan asisten Nya Tina.
"Bu...Bos"
Lily mengangguk dan segerea masuk dalam ruangan nya dan mendengarkan semua yang disampaikan Tina tentang masalah toko mereka dan lain-lain.
"Apakah Mama sering datang?"
"Iya Bos, Nyonya kemarin lusa dia datang mengecek semua nya"
"Baiklah,jam berapa klien kita datang Tin"
"Dia lagi dijalan Bos dan ada klien yang akan bertemu juga,saya panggilkan sebentar"
Lilypun mengangguk dan tak lama seorang ibu-ibu sosialita yang banyak emas datang keruangan Lily.Lily pun menyapa nya dengan ramah mereka berbicang karena dia ingin memesan gaun yang elegant untuk menghadiri pesta teman nya .Lily pun menunujuk kan hasil rancangan nya dan setelah salah satu ada yang cocok bagi klien nya tersebut,dia segera mengukur dan menyerahkan pada Tina selajutnya,mereka pun bersalaman dan mengucapkan terimakasih bersama karena dia puas akan hasil rancangan Lily.
Tak lama klien mereka masuk lagi Lily pun mempersilahkan dia masuk dan dia ingin memesan gaun pernikan yang sangat bagus dan mewah,Lily membawa dia diruangan yang berisi gaun pernikahan untuk memilh model apa yang klien dia mau,Setelah memilih dan Lily menyuruh dia untuk melakukan fitting besok lusa dan mereka pun sepakat bersama.
Mereka pun bersalaman dan klien tersebut pergi,Lily berbincang pada Tina yang sudah masuk setelah klien nya pergi dan menyuruh Tina menghandel semuanya.Lily pun keluar dari ruangan nya berkeliling sebentar dan mengecek semua nya setelah dirasa cukup karena hari sudah siang dia pun keluar akan menjemput Rio dan kang supir sudah tiba dengan tepat waktu menjemput majikan nya.
"Bunda..." teriak Rio saat Lily keluar dari mobil dengan mereka sudah bubar bersama.
Lily berlutut dan memeluk Rio serta mencium pipi Rio dan sepanjang perjalanan Rio bercerita mengenai kegiatan nya di sekolah,sedangkan dimansion Bao-Bao sudah menunggu di halaman depan, menunggu Rio menjemput nya bahkan berapa kali Surti menyuruh dia masuk tapi dia nggak mau masuk karena jam sudah menunjuk kan siang dan tadi Lily juga bilang akan menjemput nya dan disinilah dia sekarang sedang menunggu majikan nya.
Saat mobil sudah berada didepan mansion dengan security yang membuka pagar Rio pun berteriak memangil nya.
"Bao-Bao ayo masuk..."
Bao-Bao pun mengangkat wajah nya dan segera berlari menuju mobil serta masuk setelah pintu mobil dibuka sedikit bahkan Rio memberikan nya sosis dan dengan senang hati Bao-Bao memakan sambil mengerak gerakkan ekornya. Mereka tiba diperusahaan dan disambut oleh Varrel,lalu mereka makan bersama sambil tertawa setelah makan mereka duduk sejenak dengan Lily yang berada dipeluk kan suaminya, Rio sedang bermain di karpet bulu dengan Bao-bao yang sedang menyusun mainan.
"Honey sebentar lagi istrahat ya" ucap Varrel mencium kening istirnya dan memainkan rambut panjang istrinya.
"Iya Be" ucap nya yang sedang bergelayut manja dipelukkan suami nya.
Drrt...Drtt...
Bunyi ponsel Lily berdering yang ternyata adalah Mama nya ia pun menerima panggilan telpon tersebut dan Mamanya memberitahu bahwa Valen kakak ipar nya sudah melahirkan tentu saja dia sangat sengang sekali dan tak sabar melihat keponakan nya.
"Be ayo kita kerumah sakit ,Kakak ipar sudah mellahirkan dan kita beli hadiah dulu"
"Baiklah..."
Lily pun memangil Rio yang berbinar bahagia setela Lily beritahu bahkan Valen sudah punya baby bahkan dia tak sabar menyeret ayah nya untuk cepat pergi dan menyuruh Bao-Bao juga dan disinilah mereka lagi belanjan membeli hadiah dan setelah mereka beli dan dibungkus rapi diberi pita.Mereka pun menuju rumah sakit sambil berlari masuk kedalam meninggalkan Varrel.
"Honey...Boy,kalian jangan lari".ucap Varrel dengan segera mempercepat langkah kaki nya dan untuk mengejar anak dan istrinya yang sedang berlari.
•••
Kevin pulang kerumah nya dengan keadaan lelah setelah mandi dan makan malam bersama ibunya ,dia segera menuju kamar nya dan tak lupa mengambil berkas yang dikirim anak buah nya untuk mencari identits yang waktu itu mereka tidur bersama,dia membaca dengan teliti sampai mata nya melotot terkejut tak percaya bahwa perempuan waktu malam itu adalah sahabat istri tuan nya sendiri,dia pun bingung bahkan itu perempuan yang bernama Megan tidak datang kepada nya dan menuntun dia,apakah dia kasih tahu sama tuan nya saja atau bagaimana monolog Kevin dalam hati, merebakan dirinya dan tertidur pulas.
🍀🍀🍀
Beberapa bulan kemudian berlalu semua nya tampak baik baik saja orang tua Varrel akan selalu menelpon dan menanyakan kabar anak anak dan cucu mereka Rio.Bahkan Valen kakak ipar nya sudah melahirkan dan mereka akan sering kesana menjenguk dede bayi,Lily sekarang jarang kebutik dan fokus pada keluarga nya dengan dihandel oleh asisten Tina bahkan dia kerja mendesain rancangan dirumah dan akan kesana jika ada klien yang ketemu langsung ke dia dan dia selalu pergi keperusahaan suami nya bersama dengan Rio,hubungan Varrel dan Lily makin hari makin romantis saja dan akan ada saja keributan dan tragedi kekecilan dimana kemarin Bao-Bao tercebur ke kolom renang dengan Rio yang mengejar nya karena Rio mencoret coret wajah Boa-Bao dengan alat lukisnya.Alhasil Bao-Bao kesal padahal dia lapar tapi tuan nya Rio tak peka.Mereka pun panik satu mansion saat Bao-Bao kejang kejang,Rio sudah menangis bengek karena dog yang dia pelihara dan aniaya masuk rumah sakit hewan.
Dan siang ini disinilah Lily di ruangan suami nya setelah mereka melakukan kegiatan panas dan sekarang Lily sedang duduk dipangkuan nya entah mengapa belakangan ini Lily sangat jutek dan posesif terhadap suaminya bahkan dia tidak suka saat melihat karyawan kantor yang berpenampilan seksi sedikit ia merasa cemburu.Varrel hanya geleng kepala saat mendengar keluhan istrinya dan ia suka itu.
"Be,aku pengen makan yang enak-enak"
"Mau makan apa Honey katakan"
"Entahlah aku mau yang enak enak dan manis tapi kau yang mana Be"
Varrel hanya menghela nafas belakangan ini istrinya minta ini itu alhasil dia yang makan dan Rio.Bahkan sekarang berat nya naik begitu juga dengan berat badan Rio.
Varrel hanya pasrah dan menyuruh Kevin memesan makanan tersebut yang selalu melamun entah kenapa.
Setelah makanan tiba Varrel pun memakan nya mereka makan bersama sambil berbincang bincang.
Sedangkan Megan sedang menangis disudut apartem nya sambil memegang tespack yang hasil positif,ia menangis sejadi jadinya,tak menyangkan ia hamil saat melakukan itu dengan pria asing yang tak ia kenal sama sekali.
Drrttt...Drrttt...
Tak lama handpone Lily berdering dan ternyata sahabat nya mengajak ketemuan.
"Halo Me"
"Ly bisa kah kau ke apartemnku" ucap Megan tak kuat menyembunyikan terus bahkan Lily selalu tanya keadaanya tapi ia menyembunyikan itu sama sahabatnya.
"Wow,ada angin apa,boleh,aku segere kesana"
sambungan telpon terputus.
"Be,bolehkan aku ketemu sahabatku Megan" ucap Lily meminta izin.
"Boleh Honey,aku antar ya"kata Varrel memeluk pinggang istrinya.
"Tidak usah,be aku naik taksi saja,ingat jangan macam-macam" ucap Lily tegas dan ia mendapatkan hadiah ciumam dari suami nya
"Siap Honey"
Lily pun berangkat menuju apartemen Megan tak lupa ia membeli makanan untuk sahabat nya dan cemilan juga.
Setibanya ia turun dan segera masuk mengetuk pintu dan dibuka kan oleh Megan.
"Ly"
Mereka pun saling berpelukkan
Lily mengamati wajah sahabat nya yang pucat.
"Are you okey Me"
Megan pun menangis dan memeluk Lily kembali bagi nya Lily adalah satu satu nya sahabat yang selalu ada untuk nya saat susah dan senang.Lily mengusap punggung sahabatnya yang menangis memberi ruang bagi Megan dulu untuk tenang.
Megan adalah sahabat Lily waktu kuliah dilondon tak ada yangg tahu jika Megan adalah anak broken home ,meskipun ia berkecukupan tapi semua sia-sia bahkan seringkali melihat pertengkaran orang tua nya sampai main tangan hingga berakhir perceraian karena orang tua nya sama-sama selingkuh dan hingga pada akhirnya Mamanya meninggal akibat kecelakaan,Megan tak terlalu pandai bergaul tapi semenjak ketemu sama Lily ditaman london waktu itu dengan dia yang lagi menangis dan dari situlah mereka mulai akrab dan menceritakan semua nya pada Lily hingga ia pindah ke indonesia dan menetap disebuah apartemen dan bekerja di sebuah Hotel milik keluarga Alexsander.
"Mau sampai kapan kita berdiri kakiku kebas"keluh Lily cemberut
"kau ini,merusak suasana saja"
"Hmm...Apakah kau putus sama pacar mu?"
"Iya aku sudah memutuskan nya"
"Lalu kau menangisi dia"
"Tidak,tapi ada sesuatu hal yang aku bilang"
"Baiklah,awas jika itu tidak penting"
Mereka pun duduk disofa,Megan menghela nafas lalu mengambil sesuatu di balik meja dan memberikan nya pada Lily.
Lily menyerhit dahi tentu saja ia tahu alat apa itu,ia melihat Megan dengan tatapan sulit diartikan ia tahu Megan sangat agresif orangnya tapi bisa menjaga diri bahkan berapa kali ia curhat pada Lily jika pacar nya memaksa ia bercinta tapi Megan tidak mau.
Megan menuduk dengan air mata bercucuran ia tahu Lily akan marah saman nya.
"Me,bolehkan kau jelaskan apa ini" ucap Lily penuh penekanan.
"Ly,Hiks...Hiks...Maafkan aku,Hiks...Hiks...aku hamil"
"Apa...!jangan bilang kau hamil anak pria itu "pekik Lily terkejut tak percaya,Lily sewot dan marah,kemarin dia sudah tahu ternyata Bagas yang tak lain kekasih Megan adalah teman suaminya dulu diclub.
"katakan" bentak Lily menahan amarah karena Megan masih terdiam dan menangis tersedu-sedu.
"Tidak..."
"Lalu,itu anak siapa Megan"
Lily pun memeluk Megan dengan erat,mereka berpeluk kan dengan Megan menangis sejadi-jadi nya.
"Coba kamu cerita"ucap Lily,Megan pun mengangguk dan bercerita
Flash Back On
Waktu itu Bagas mengajak aku ketemuan di sebuah club dan aku pun pergi lalu,setelah aku sampai kami berbincang bersama lalu dia memberikan aku minum yang ternyata minuman itu dia kasih obat perangsang.Karena aku tidak tahu aku meminum nya hingga beberapa menit tubuh aku panas lalu aku ijin kekamar mandi karena masih panas juga aku pulang dan menyebrang jalan lalu tak sengaja aku melihat mobil warna hitam melintas,karena efek obatnya semakin jadi aku minta tolong mengetuk pintu mobil berkali kali,karena aku tak tahan lalu menangis pria itu pun membuka mobil dan aku segera masuk lalu dia membawa akau ke apartemen dan kami melakukan itu dengan aku yang bersalah,tapi aku tidak tahu siapa pria itu"
Flash Back Of
Lily yang mendengar itu antara mau marah dan iba juga pada "Aku akan minta tolong pada suamiku untuk menyuruh anak buah nya mencari siapa pria itu"
"Tidak usah Ly,aku selalu merepotkanmu dan maaf"
"Hey,kita ini sahabat"
Tinggalkan jejak gaiis,bersambung...
Lanjut❤️semangat up ya kak💪🥰😊
semangat 💪🥰💪
sdah dfavorit..
mampir jg ktmpatq y
slaam kenal yaa