NovelToon NovelToon
My Poor Life

My Poor Life

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis
Popularitas:566.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: melciballu

Rachel~

Tidak ada yang percaya padaku saat itu, aku begitu terpuruk bahkan rasanya hampir kering air mata ini karena terlalu banyak menangis...


Menceritakan tentang seorang gadis yang begitu menyedihkan, Ia hidup dalam kesendirian bahkan bisa dibilang dirinya tidak punya teman.

Pernah sekali ia merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang sahabat, tapi itu semua tidak berlangsung lama.


Orang tua yang tidak pernah menyayanginya tanpa alasan yang jelas, hingga suatu saat kebenarannya terungkap saat dirinya dijebak juga membuatnya hampir depresi.

Ia bukanlah seorang anak yang bisa melakukan semuanya, ia hanyalah seorang gadis yang lemah. Mempunyai IQ yang rata-rata atau bahkan bisa dibilang rendah membuatnya semakin merasa tidak berguna.

Hidup dari kecil dikalangan orang berada membuatnya tidak bisa membuat sesuatu sendiri, tapi bagaimana jadinya jika tiba-tiba semua kemewahan itu hilang dari pada hidupnya?

Simak selengkapnya disini yah, tentang gadis yang bernama Rachelle Audrey

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melciballu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 18- Dendam

"kamu boleh mengelak Rachel, tapi itu adalah kenyataannya" pak Dirga berusaha baik-baik saja tapi kenyataannya ia tidak bisa. Semakin melihat Rachel semakin pula perasaan benci itu datang dan bayangan ayahnya yang dibunuh didepannya seakan kembali berputar bagaikan film dipikirannya. Dan yang ia ketahui Rachel adalah putri dari pembunuh ayahnya.

Adrian Anderson, orang yang berkuasa dan bisa melakukan apapun sesukanya termasuk melenyapkan ayahnya dalam sekejap mata. Ia yang masih berusia sekitar enam atau tujuh tahun pada saat itu belum mengerti apapun tentang permasalahan orang dewasa tapi ia sangat hafal bagaimana bentuk orang itu, bagaimana pula ia dan ibunya diikat dan bagaimana ayahnya ditembak.

Bahkan namanya tidak pernah terhapus sedikitpun dimemorinya. Diingatannya tersimpan jelas bagaimana pria itu dengan kejamnya menembak ayahnya tepat didepan dirinya dan ibunya.

Rachel tidak tau harus bersikap bagaimana, ia masih belum percaya dengan penuturan pria di depannya. "bagaimana mungkin papa melakukan hal sekeji itu.." lirih Rachel yang sudah terduduk dilantai dengan matanya yang sembab.

"diam Racchell!! kamu jangan munafik didepan saya! saya sudah tau kedok kamu!"

"pak saya tau saya bodoh, tapi tolong jangan fitnah ayah saya seperti itu..dia bukan pembunuh..." Ucap Rachel lagi yang masih belum percaya.

"memang kamu bodoh! bahkan bebal! sudah saya katakan berulang kali bahwa ayah kamu itu seorang pembunuh tapi kamu tidak mau percaya juga, lalu apa itu namanya jika bukan bebal!"

Hati Rachel bagai diremas mendengar penuturan lelaki dihadapannya yang berstatus sebagai gurunya itu. Dengan perlahan ia bangkit dari duduknya dan hendak keluar dari ruangan pak Dirga tapi belum sempat ia melangkah pak Dirga sudah mencekal tangannya.

"mau kemana kamu, urusan kita belum selesai" bisiknya tepat ditelinga Rachel membuat Rachel hendak menjauh tapi sayangnya ia tidak bisa karena cekalan tangan pak Dirga begitu kuat.

"lepasin pak! anda itu seorang guru jadi tolong jaga sikap!" bentak Rachel dengan wajah yang memerah.

"oh ya? lalu saya harus bersikap bagaimana untuk mengatasi anak seorang pembunuh seperti kamu?" pak Dirga kembali berbisik dengan tenang.

Rachel tak tau harus bagaimana, ia menatap tangan kekar pak Dirga yang berada tepat di pergelangan tangannya. 'tidak ada cara lain lagi'

Dengan cepat ia menunduk dan menggigit kuat tangan pak Dirga membuat pak Dirga berteriak kesakitan dan refleks melepaskan tangannya.

"akkhhh"

Tak menyiakan kesempatan, Rachel kembali mengambil ancang-ancang untuk lari tapi lagi-lagi dirinya kalah cepat, tangan pak Dirga kembali meraih lengannya.

Kali ini ia mencengkram sangat kuat lengan kecil itu membuat Rachel mengaduh kesakitan. "pakk sakitt" ucap Rachel yang kesakitan.

"sakit yah?" ucapnya lalu terkekeh pelan. "tapi tangan saya yang kamu GIGIT itu lebih sakit!" lanjutnya lagi dengan menekan kata gigit.

"saya minta maaf pak, tapi tolong lepasin tangan saya," ucap Rachel memelas.

"tidak akan, saya tidak akan melepaskan kamu! selagi masih ada dendam dihati saya maka kamu juga tidak akan pernah lepas dari segala kelakuan buruk yang saya miliki" ucap pak Dirga dengan kejamnya.

"pakk tolong lepasin saya, saya minta maaf.." ucap Rachel dengan penuh permohonan.

"tidak bisa!" ucapnya tegas. "ayah kamu harus merasakan apa yang saya rasa!" lanjutnya lagi dengan penuh dendam.

Rachel terdiam mendengar ucapan pak Dirga, sesaat kemudian ia tertawa dengan penuh kesakitan. "jadi bapak tidak mau melepaskan saya hanya untuk membalaskan dendam?"

"ternyata kamu pintar juga..."

"percuma pak," ucap Rachel dengan lirih, rasa sakitnya kembali lagi saat mengingat kehadirannya tidak di inginkan oleh keluarganya. "nggak ada yang menginginkan saya" lanjutnya lagi.

Sejenak pak Dirga terdiam, tapi sesaat kemudian ia tertawa mengejek. "kamu pikir kamu bisa mengelabui saya dengan omong kosongmu itu? sayangnya saya bukan orang bodoh Rachel!"

"terserah bapak mau percaya atau tidak, tapi begitulah kenyataannya"

'bahkan aku juga bingung siapa sebenarnya aku..' lanjutnya dalam hati.

Pak Dirga memandangi wajah Rachel yang murung. Sebenarnya ada rasa iba dihatinya, dan juga ada sebuah rasa yang tak dapat dimengerti nya. Sebuah perasaan tak rela, rasanya ia melihat adiknya sendiri yang sedang disiksa oleh seseorang.

Dengan perlahan ia merenggangkan cekalan tangannya pada lengan gadis itu. "pergilah..." ucapnya lalu berjalan menuju sofa dan duduk disana.

Rachel menatap tak percaya kepada pak Dirga. "pergilah sebelum saya berubah pikiran" ucapnya lagi lalu mengambil air diatas meja dan meneguknya.

"makasih pak" ucap Rachel yang merasa senang.

saat Rachel hendak berjalan suara pak Dirga kembali menghentikannya. "jangan senang dulu, suatu saat nanti pasti akan saya balas dan targetnya adalah kamu!" Ucapnya tenang.

Rachel mematung ditempatnya. Kenapa harus dirinya? jika saja ayahnya menyayanginya pasti ia akan menerimanya tapi ayahnya sama sekali tidak menyayanginya.

"kamu tau bagaimana keadaan ibu saya saat itu? ia menjadi seorang janda yang harus mengurus dua orang anak!" ucapnya dengan mata yang memerah, hampir saja tumpah air mata. "dan akan saya pastikan kamu mengalami hal yang sama! bahkan lebih!"

Rachel menggeleng dengan air mata yang tumpah. "hidup segan matipun enggan!" ucapnya sadis.

Keduanya terdiam cukup lama dengan Rachel yang terus menangis hingga ketukan pintu membuyarkan keduanya.

tok...

tok...

tok...

Mendengar suara ketukan pintu, sontak saja Rachel menghapus air matanya, sedangkan pak Dirga berjalan menuju pintu dan membukakannya.

"ada apa pak?" tanya pak Dirga langsung didepan pintu karena ia tidak mau ada yang melihat keadaan Rachel dengan mata yang sembab.

"lagi dicari sama pak Yusuf, katanya mau ngomong hal penting" ucap pak Security

"ya udah, sebentar lagi saya kesana" ucapnya.

"kalau begitu saya permisi dulu" ucap Pak Security.

Pak Dirga mengangguk pelan dan kembali masuk kedalam ruangannya. Di sudut ruangannya ia melihat Rachel yang nampaknya sudah hendak pergi.

Rachel menunduk dan berlalu pergi meninggalkan pak Dirga dan segala rasa yang ada dihatinya.

...----------------...

Setibanya Rachel dirumah, ia langsung menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya. Sekarang sudah pukul tiga sore, dan keadaan rumah yang sangat sepi.

Tidak terlihat juga para pelayan yang biasanya mondar-mandir disekitaran sini. Tak mau ambil pusing, Rachel langsung mandi untuk meringankan sedikit bebannya.

Setelah selesai mandi, Rachel berjalan menuju taman belakang, tempat yang biasa ia gunakan untuk menenangkan pikirannya.

Ia tersenyum saat melihat hamparan bunga yang ia tanam di taman itu yang kini sudah tumbuh dan berbunga mekar dengan cantik ditanah yang dihiasi rumput yang terawat itu.

Rachel memang orang yang suka bercocok tanam, ia adalah pecinta bunga makanya setiap ia merasa bosan maka bunga-bunga inilah yang akan menjadi temannya.

"hayy, kalian semua apa kabar? pasti baik, kan kalian ada teman nggak seperti aku yang sendiri ini" ucapnya pada bunga-bunga yang berwarna warni itu. Di petiknya satu bunga mawar putih dan menyelipkannya disela telinga dan rambutnya.

"aku ambil satu ya buat jadiin teman" ucapnya lalu terkekeh kecil. "ngomong-ngomong aku cantik nggak?" ucapnya lagi.

"Cantik banget.." Rachel tersentak kaget saat tiba-tiba ia mendengar suara dari belakang dan sebuah tubuh yang menempel dibelakangnya, bukan hanya itu saja, sebuah tangan kekar juga melingkar di perutnya dan ia merasakan bahu kanannya seperti tertimpa sesuatu.

"siapa bilang kamu nggak ada teman? kan ada kakak yang nemenin kamu" Ternyata itu adalah Alan.

Tapi Rachel merasakan sesuatu yang berbeda. Cara Alan berkata sangat lembut, dan tuturnya juga sopan tidak menggunakan Lo-gue. "kak Alan, sejak kapan kakak disini?"

"sejak kapan yah?" ucap Alan sengaja tidak tau.

"kakk" Rengek Rachel manja.

"iya iya, sejak kamu ngomong sama bunga-bungamu itu" ucap Alan membuat Rachel harus menahan malu. Jika saja itu orang lain pasti mereka akan mengira ia sudah tidak waras.

...To be continued...

1
Fidiya Ratu
lanjut thorr
sakura
...
Mi
ini gada niata buat di lanjut gtu?
sakura
..
putri shelawati
y
Nur Rochimah
lama amat thor ndak up".... jadi lupa kan sama alur ceritanya.... padahal aku penasaran banget lo lanjutanya
Cut Ade Aisyah
lama ya nyambung novelnya hampir setahun
shakira aprilya
kok gak di sambung lagi cerita nya padahal.menarik lo alur nya
Ny Sitorus Boru Manalu
jadi ikut nangis thor
Nur Rochimah
ini uda tamat apa masih up thor... kok lama banget,,, berbulan bulan tiap hari aku lihatin terus lho barangkali up,, ternyata ...... up dong thor...
Aneisha Adisty
😍
Aneisha Adisty
baca ulg lupa m alurny
Aneisha Adisty
😭
Aneisha Adisty
akunangiss😭
Aysah Maulidia Aysah
setuju
Aneisha Adisty
kapan up nya udah nunggu 😩
Aysah Maulidia Aysah
nyimak thoor
Aneisha Adisty
halo ka up dong suka babget😩🙃
Aneisha Adisty
up kaka cantikkk❤️
Rahma Dani Rahma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!