NovelToon NovelToon
Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami

Status: tamat
Genre:Komedi / Nikahmuda / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:575.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: sopiakim

kehidupan pernikahan tidak pernah seindah yang kita bayangkan butuh persiapan mental dan juga hati yang kuat tentunya.Khusus nya bagi pernikahan yang tak didasari oleh cinta dan kasih.

pernikahan penuh dendam apakah bisa dipadamkan oleh cinta? atau malah sebaliknya harus rela dan juga ikhlas saat cinta kalah karena kebencian yang mendalam.

tambahan yah gaes ke perpustakaan kalian. semoga suka😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Mendadak gugup.

...🍃Soundtrack #I'm gonna love you-Do(EXO) 🍃...

...🌾🌾Hari, orang orang disekitar, dan bahkan cuaca sering kali membuat ku merasa tertekan🌾🌾...

Angkasa sudah lebih dulu sampai dikantor sebelum Feli, mungkin gadis itu baru saja naik bus.

"Angkasa tersenyum licik saat tiba-tiba ia mendapat ide untuk membuat gadis itu sengsara. "

Ia berjalan pelan menuju tempat penyimpanan yang biasanya Feli lah yang bekerja disana. Dan benar saja sudah ada beberapa OG(office girl) disana.

"Kenapa ruangan ini belum dibersihkan? " Angkasa berpura-pura berpatroli dengan wajah tegasnya.

"Ma,, maaf pak. Sebenarnya kami sudah membagi tugas masing-masing dalam membersihkan juga menjalankan tugas lainnya. Untuk bagian ruangan ini seharusnya dikerjakan oleh Feli salah satu rekan kerja kami, tapi sejak kemarin ia tidak hadir dan hari ini juga kami belum melihat kedatangan nya. "

Merasa timing dan suasana sudah pasti Angkasa yakin ini akan berhasil ia lakukan.

"Saya tidak tahu ada karyawan tidak profesional seperti itu dikantor saya, apa dia sudah sering begini saat sebelum saya datang kesini? "Tanya Angkasa berbasa-basi.

" Baru kal,,, "ucapan seseorang dari belakang terhenti karena dipotong oleh gadis berambut pendek yang menjawab pertanyaan Angkasa diawal tadi.

" Sering banget pak, bahkan sampai satu minggu ia tidak hadir. Mungkin bosan kerja kali pak. "

Angkasa dapat mencium bau kebohongan dari gadis itu, tapi karena mereka sama-sama tidak menyukai Feli makan Angkasa memilih untuk tetap diam saja.

"Tolong nasihati rekan kerja kalian, berikan contoh dan ajarkan bagaimana cara kerja yang benar sebelum saya sendiri yang turun tangan memecatnya. " Angkasa berlalu dengan senyuman smirk menunggu kisah selanjutnya setelah ini.

"Baik Pak. "

"Bukannya baru kali ini Feli seperti ini? "

"Kamu diamlah, jangan banyak omong ayok lanjut kerja saja. Lihat saja gadis itu akan aku berikan pelajaran karena bolos kerja. "

Baru saja beberapa saat mereka membicarakan sosok Feli gadis itu pun tiba disana dengan penuh keringat dan nafas yang ngos-ngosan karena berlari dari tempat pemberian Bus.

"Maaf aku telat, "

Seketika wajah rekan kerja Feli mengarah kearahnya dengan tatapan kesal. Khusus nya gadis berambut pendek bernama Deva itu. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan Feli, bagaimana bisa gadis itu datang setelah bolos kerja dan datang nya malah terlambat lagi?.

"Wahhh,, hebat yah kamu! Bagaimana bisa setelah bolos kerja kamu datang terlambat hari ini? " Wajah mengintimidasi lagi-lagi Feli dapatkan hari ini.

Feli menggeleng "Maaf bukan maksud ku bolos kerja kemarin. Dan hari ini juga aku tidak bermaksud untuk datang terlambat. "

"Alahh mana ada maling mau ngaku, dasar mantan narapidana tidak tahu diri. Sudah bosan kerja yah? " Kesal Deva begitu juga dengan rekan kerja yang lain.

"Maaf, aku permisi ganti baju dulu. " Feli hendak pergi mengganti bajunya untuk segera menyelesaikan pekerjaan mereka.

Namun, tangannya ditarik paksa oleh Deva begitu juga dengan rekan kerjanya yang lain.

"Enak aja main pergi, kamu akan seperti ini lagi kalau tidak diberi pelajaran. Berani-beraninya kamu seenaknya dikantor ini. " Deva membawa Feli kearah kamar mandi diruangan penyimpanan itu dan rekan kerja yang lain buru-buru menutup pintu.

"Kenapa kalian bawa aku kesini? Aku mau ganti baju agar pekerjaan kita secepatnya selesai. " Feli terlihat sangat bingung dengan ulah mereka.

Deva tersenyum licik dan mendorong Feli memasuki kamar mandi, ia terus memojokkan Feli hingga gadis itu mentok di dinding kamar mandi.

"Mau apa kalian? " Panik Feli karena tiba-tiba tatapan mereka seolah mengatakan akan melakukan sesuatu padanya.

"Orang yang tidak patuh dan tidak disiplin tentunya harus diberikan pelajaran agar faham bukan? Jadi hari ini kami sebagai rekan kerjamu akan memberikan pelajaran agar kamu tahu posisi mu yang sebenarnya. "

"Aku tau aku salah aku minta maaf dan aku benar-benar tidak sengaja, ak,,, "

Byur..

Saat masih berbicara Feli langsung terdiam saat ia merasakan sekujur tubuhnya basah karena Deva menyiramkan air dari wajahnya hingga bajunya.

Feli menatap kesal kearah Deva begitu juga dengan yang lain, mereka terlihat sangat jahat Karena diam saja membiarkan Deva berbuat semena-mena kepadanya.

"Kenapa kalian sampai sejauh ini memerlukan ku hanya karena tidak suka dengan keberadaan ku? " Kesal Feli meremas rok yang ia kenakan.

Saat ia merasa tertekan dan takut ia akan meremas rok, baju juga tasnya. Melihat Tatapan mereka membuat Feli merasa sangat terluka.

"Bagaimana? Siraman itu sudah cukup kah membuat mu sadar bahwa kamu tidak berhak untuk semena-mena dengan kami. Berani-beraninya kamu bolos kerja seperti itu? " Deva masih dengan wajah seolah ia adalah orang yang pantas dan berhak menghakimi Feli.

Feli merasa kalau Deva sudah sangat salah faham.

"Huh, " Senyum Feli sinis kearah Deva. Gadis itu dibiarkan malah semakin menjadi-jadi saja sifat bossy nya.

"Huh? Kamu sedang tersenyum meremehkan ku? " Deva benar-benar tak habis pikir dengan Feli yang tiba-tiba tersenyum seperti itu.

"Bukannya kamu yang tidak sadar akan posisi? Memberikan pelajaran yah? Apa pangkat dan jabatan mu hingga berhak memperlakukan ku seperti ini? Ingat posisi kita sama-sama karyawan pembersih ditempat ini. " Feli berbicara tepat didepan wajah Deva hingga gadis itu kian menjadi-jadi amarah nya.

"Sialan,, gadis ja*lang, " Bentak Deva menampar wajah Feli hingga pipinya memerah lebam.

Feli kaget bukan main begitu juga dengan rekan kerja yang lain.

"Merasa hebat setelah memperlakukan ku seperti ini? Apa kalian merasa hebat menindas ku seperti ini? Aku tidak tahu alasannya kenapa kalian merasa memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan aku. " Feli keluar dengan paksa dari kamar mandi itu dengan baju nya yang masih basah itu.

Ia melewati satu persatu rekan kerjanya yang sejak tadi menyaksikan kelakuan Deva tapi mereka memilih untuk diam saja dan tak mencegahnya sama sekali.

"Kalian semua sama saja. " Feli dengan sendu keluar dari ruangan penyimpanan itu menuju ruang ganti namun tiba-tiba saja ia merasakan tangannya ditarik keras hingga ia sedikit terhuyung.

"Ma,, mas? " Bingung Feli saat setelah mereka sampai didalam ruangan pribadi milik Angkasa.

Angkasa melihat penampilan Feli dari atas sampai bawah, rambut basah dan berantakan begitu juga dengan baju yang ikutan basah itu. Belum lagi pipi gadis itu terlihat lebam dan kemerahan.

"Kenapa penampilan mu seperti ini? " Basa-basi Angkasa.

"Aa,,, ini tadi dijalan ada yg sedang mencuci mobil dan tidak sengaja mengenai ku mas. Apa ada sesuatu yang ingin mas sampaikan. "

"Bohong! Jelas sekali dia berbohong soal itu, dia pikir aku tidak tahu semua yang terjadi dikantor ini? " Batin Angkasa.

Angkasa melihat kearah Feli dengan seksama begitu juga dengan gadis itu masih menunggu apakah ada sesuatu yang ingin Angkasa sampaikan padanya hingga ia ditarik kedalam ruangan itu.

Angkasa merubah air mukanya yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi mode serius dan terlihat tidak bersahabat.

"A,, ada apa mas? Apa ada sesuatu yang mas perlukan? "

Angkasa berjalan maju menuju Feli hingga Feli yang kebingungan pun mundur perlahan karena kaget dengan Angkasa yang tiba-tiba mendekat kearah nya.

"Aa, ada apa mas? "

Namun, Lagi-lagi Angkasa hanya diam dan terus saja maju hingga Feli yang tadinya mundur mentok kedinding.

Bugh,,

Angkasa mengunci Feli dengan kedua tangannya hingga Feli semakin dibuat bingung dengan Angkasa. Belum lagi jarak antara mereka berdua sangat lah dekat dan hanya beberapa senti saja.

Lagi-lagi jantung Angkasa tidak tenang karena melihat wajah Feli begitu dekat dibandingkan tadi pagi. Rambutnya yang basah itu membuat kesana seksi diwajah Feli semakin terlihat.

"Sial, kenapa lagi dengan ku? Aku hanya ingin memberikan ia pelajaran dan mengancamnya kenapa malah aku yang merasa terancam? " Batin Angkasa.

"Ada apa mas? Ke,, kenapa tiba-tiba seperti ini? " Gumam Feli pelan.

Dan suara Feli itu seolah sebuah bisikan bagi Angkasa, membuat sekujur tubuhnya kaku dan merinding karena tak kuasa menahan rasa yang bergejolak didasar hatinya.

"Kenapa aku seperti ini? Ayolah langit! Kamu harus tegas dan jangan jatuh kepesona gadis jahat ini. " Batin Angkasa tak mengerti dengan dirinya sendiri.

"Ma,, mas? " Bingung Feli berkali-kali mencoba untuk melepaskan diri dari Angkasa.

"Ka, kamu. " Angkasa hendak membuka suara namun siapa sangka ia malah terbata-bata hanya karena melihat bibir merah Feli yang berjarak dengan dengan bibir nya itu.

"Kenapa mas? Apa aku melakukan kesalahan? " Panik Feli yang masih berusaha lepas dari kungkungan Angkasa.

"Ka,, kamu kenapa terlambat hah? " Angkasa yang tak bisa fokus dan jelas berbicara hanya karena melihat bibir Feli dan wajah cantik itu langsung melepaskan Feli dengan paksa.

"Hah? Bukannya mas tau kalau aku terlambat bangun tadi pagi? " Bela Feli dengan pelan.

"Ja,, jangan banyak alasan kamu. " Angkasa masih saja tak bisa membendung perasaan nya hingga berbicara saja ia tergagap seperti itu.

"Kenapa dengan mas? Apa mas sakit? " Feli hendak mendekat memeriksa keadaan Angkasa namun ia dikagetkan oleh bentakan Angkasa.

"STOP! Jangan mendekat. Ka,, kamu keluarlah. "

"Hah? "

"Keluar! "

Karena melihat Angkasa yang terlihat kesal itu Feli memilih untuk keluar saja, bagaimana jika laki-laki itu akan lebih kesal dan marah kepadanya.

"Permisi mas. "Feli keluar menutup pintu karena melihat wajah tak bersahabat Angkasa.

" Kenapa dengan nya? Seperti melihat setan saja. Jelas-jelas hanya kami berdua disana. "Feli merasa bingung dengan perubahan sikap Angkasa tadi.

" Jangan-jangan mas Angkasa beneran melihat setan disana, ihhh seremmm. "Feli merinding kemudian berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti bajunya yang basah itu.

...🎋🎋Bersambung🎋🎋...

Yang mau ngehukum siapa? Yang tersiksa siapa? Udahlah mas langit yang terhormat kalau cinta yah cinta aja jangan sok keras apalagi sama perasaan sendiri.

Jangan lupa like, komen dan votenya yah man teman.

See you guys 🌺

1
cungun
mampir
Yupii
Luar biasa
lilie 5678
astaga torrrr basahhh aq nya sumpah nyut2 an pyku,hayo spa di sini yg sm kayak aq
lilie 5678
pdhl bisa traveling kmn2 kita tor bacanya😀😀😀😀
lilie 5678
tor msh sm oertanyaan ku.fahdan kakanya felly kah tor
lilie 5678
sma tor..aq malah bca jg sambil ngs
lilie 5678
min fahman apa kakanya felly kq tau selama ini udh menderita
Defi
alur ceritanya bagus thor.. Tetap semangat ya dalam berkarya 🌹
Defi
Alhamdulillah sekarang kamu Feli dan Jodi telah mendapatkan kebahagiaan masing-masing
Defi
Angkasa jurus merajoknya berhasil ya 😂😂
Defi
jadi gantian ya merajoknya 😂🤣
Defi
Hahaha.. Papah sih mengingatkan Mamah sama kesalahannya
ANtHo BAna
crtanx bagus kk
ANtHo BAna
slmatya ka angkasa ka feli anaknxa kmbar smga shat sllu ya ka🥰
ANtHo BAna
smgA persalinan ka feli lancar
ANtHo BAna
kaka yg perhatian
ANtHo BAna
ngidam
ANtHo BAna
slmatnxa feli ahirnxa kamu hamil jga
ANtHo BAna
kasihan jodi dan feli jadi ikut sedih
ANtHo BAna
ahirnxa semua terbukti bahwa feli bkan pelakunxa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!