NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fanfic / Tamat
Popularitas:138.6k
Nilai: 5
Nama Author: Orpheus

Naoto Raiden, seorang tentara yang tewas dalam konspirasi militer, bereinkarnasi ke masa perang klan di dunia Naruto sebagai bagian dari keluarga Senju. Namun, identitas aslinya jauh lebih agung: ia membawa darah murni Otsutsuki beserta mata Tenseigan yang legendaris.

Memilih untuk hidup santai namun tetap melindungi keluarga angkatnya, Raiden tumbuh sebagai kakak dari Hashirama dan Tobirama. Setelah melewati hibernasi panjang demi berevolusi di planet asing dan mengalahkan Momoshiki, ia kembali ke era Naruto dengan kekuatan yang melampaui dewa. Kini, dengan identitas sebagai suami Tsunade dan mentor rahasia bagi Naruto, Raiden bergerak di balik bayang-bayang untuk membersihkan Konoha dari kegelapan dan menghadapi ancaman klan Otsutsuki yang mulai mengintai bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orpheus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unknown

Raiden terbang cukup lama hingga tiba di sebuah danau yang sangat luas. Ia turun perlahan dan berdiri dengan tenang di atas permukaan air yang jernih itu.

"Hmm, sepertinya aku pernah melihat danau ini. Tapi di mana, ya? Aku lupa," gumamnya sambil berusaha mengingat-ingat.

Raiden terdiam cukup lama, namun jawaban yang ia cari tak kunjung muncul. Tiba-tiba, ketenangan itu pecah. Air danau mulai bergejolak hebat.

"Areeee?"

Sesuatu yang menyerupai ekor raksasa muncul dari dalam air, menghantam ke arah Raiden dengan kecepatan tinggi.

BAAAANGGG!

Dengan santainya, Raiden menahan hantaman ekor besar itu hanya dengan tangan kirinya. Sementara itu, tangan kanannya tetap memegang dagu, masih asyik dengan pikirannya sendiri. Raiden kemudian tersenyum lebar. Tanpa beban, ia melemparkan ekor itu kembali ke air.

"Hahaha! Ternyata danau ini tempat si Ekor Tiga, Isobu... Hmm? Tapi di mana dia?"

Ia menatap sekeliling. Tepat saat ia menoleh ke kiri, sebuah gumpalan bola air raksasa meluncur deras ke arahnya. Raiden hanya mengarahkan telapak tangannya ke depan dengan tenang.

"Shinra Tensei."

BOOM! Bola air itu seketika hancur berkeping-keping. Air danau di depannya bahkan seakan terbelah, mengikuti lebar gelombang jutsu yang dilepaskan Raiden.

"Ternyata di sana! Yang kudengar tubuhnya sangat keras, apakah itu benar?"

Tanpa menunggu lama, Raiden berlari kencang dan melompat tinggi. Tangan kanannya sudah terkepal erat, siap menghantam.

"Hooraaaaaa! Sineeee!"

BAMMMMM!

KRAK!

Suara retakan terdengar jelas dari kulit kepala Isobu yang terkenal sekeras baja.

GRRRRRRGGGHHHHHH! Isobu meraung kesakitan.

Raiden menyeringai. "Yare-yare... Ternyata keras juga."

Isobu yang mulai terdesak segera mengangkat keempat ekornya dan mendongakkan kepala. Chakra biru dan merah mulai berkumpul di depan mulutnya, memadat menjadi sebuah bola hitam pekat yang mengerikan.

"Bijuu Dama, kah?" gumam Raiden. "Mungkin aku harus sedikit serius."

Di punggungnya, muncul beberapa Gudoudama. Salah satunya melayang ke depan dan berubah bentuk menjadi sebuah tongkat hitam. Di saat yang sama, Bijuu Dama ditembakkan dengan daya ledak yang luar biasa.

Melihat bola hitam yang meluncur ke arahnya, Raiden segera mengambil kuda-kuda layaknya pemain bisbol.

"Sedikit lagi... Sedikit lagi... SEKARANG!"

"SMASSSSSHHHHHH!!!!!"

Raiden berteriak kencang. Dengan kekuatan penuh, ia memukul balik Bijuu Dama tersebut. Bola energi itu terpental jauh ke arah lain.

Raiden menaruh tangan kanannya di atas mata, memperhatikan bola itu terbang. "Woahhh... Ini Home Run!"

Tanpa membuang waktu, ia berlari sangat cepat mengelilingi Isobu.

DUAARRRRRRRR!

Ledakan dahsyat terjadi di kejauhan, menghancurkan sebuah bukit kecil hingga rata dengan tanah.

Sementara itu, di kantor Mizukage...

Mei Terumi yang sedang fokus mengerjakan tumpukan berkas tersentak mendengar ledakan tersebut. Tanpa sengaja, tangannya bergetar hingga goresan tinta mengotori lembaran yang baru saja ia tanda tangani.

"Ara-ara... Ao, bisakah kamu lihat perbuatan siapa itu?" tanya Terumi dengan senyum khasnya, namun auranya terasa mencekam.

Di mata Ao, senyuman itu terlihat sangat menyeramkan. "Ba-baik, Nona!"

Ao segera bergegas keluar Kirigakure menuju sumber ledakan. Namun, di perbatasan, ia dihadang oleh dua orang bawahan bertopeng.

"Lapor! Terdapat orang yang sedang bertarung dengan Sanbi di danau tersebut. Sebenarnya kami ingin mendekat, tapi tekanannya terlalu kuat," lapor mereka.

Ao terdiam sejenak. 'Siapa orang itu? Ah, lebih baik aku melaporkan ini segera pada Mizukage.'

"Baik, laporan diterima! Kalian kembalilah dan terus amati orang itu. Aku akan menyusul bersama Nona Mizukage," perintah Ao.

"Laksanakan!"

Mereka menghilang dalam sekejap, sementara Ao kembali menemui Terumi.

"Lapor Nona! Ledakan itu disebabkan oleh seseorang yang sedang bertarung sendirian dengan Sanbi!"

Terumi berdiri dari kursi kebesarannya. Ia berjalan anggun menuju pintu. "Ara-ara... Mari kita lihat, apakah orang itu memang sudah tidak menyayangi nyawanya lagi."

Mereka berdua tiba di dekat danau. Setelah berjalan beberapa saat, mereka melihat dua ninja pengamat tadi berdiri mematung di bawah pohon, menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.

"Hei kalian! Apakah sudah tahu siapa orang itu?" tanya Ao.

Namun, kedua ninja itu tidak menoleh sedikit pun. Ao mengulangi pertanyaannya beberapa kali, tapi tetap tidak digubris. Merasa kesal, Ao mendekat dan memukul kepala salah satu dari mereka.

PLAKKK!

"Kenapa kalian diam saja?! Bukankah kau tipe sensor, hah?!" bentak Ao.

Mereka tersentak dan segera berbalik. Menyadari kehadiran Mizukage, mereka langsung berlutut dengan satu kaki menyentuh tanah.

"Maafkan kami, Mizukage-sama, Ao-sama!"

Ao hendak memarahi mereka lagi, namun ia terhenti saat melihat Terumi tertegun menatap ke arah danau. Penasaran, Ao menepuk pundak atasannya.

"Maaf Nona, kenapa Anda diam saja? Tidak biasanya..."

Belum selesai Ao berbicara, tangan Terumi memegang pipi Ao. Wajah Ao memerah seketika, pikirannya melayang ke mana-mana. Namun, harapannya pupus saat Terumi justru memutar kepala dan badan Ao secara paksa ke arah danau.

Ao terbelalak. Apa yang ia lihat benar-benar di luar nalar. Ekor Tiga yang dianggap sebagai monster berbahaya dan bencana bagi desa, kini diperlakukan layaknya bola mainan.

Orang asing itu menendang Isobu ke udara, menghilang, lalu muncul di atasnya untuk menendang makhluk raksasa itu kembali ke bawah. Kejadian itu terus berulang-ulang dengan kecepatan luar biasa.

"I-i-ini... Apa yang sebenarnya terjadi?" Ao terbata-bata, mulutnya menganga lebar.

Kembali ke sisi Raiden.

Raiden berdiri tegak di atas air. Saat Isobu meluncur jatuh dari atas, dengan gerakan cepat ia kembali menendang cangkang keras itu hingga terpental tinggi. Namun, di tengah aksinya, ia menyadari kehadiran orang lain.

"Ternyata ada tamu. Hmm, baiklah, lebih baik menyapa mereka."

Raiden tiba-tiba muncul di samping Isobu yang masih melayang.

"Salam kenal, kalian!" serunya santai.

BAAAMMM!

Satu tendangan terakhir mengirim tubuh raksasa Isobu meluncur deras tepat ke arah Terumi dan rombongannya.

"MENGHINDAR!" teriak Terumi.

DUAAARRRRR!

Debu beterbangan saat Isobu menghantam tanah dengan keras. Di tengah kepulan asap, Raiden berjalan santai mendekati mereka berempat seolah-olah baru saja menyelesaikan olahraga pagi.

1
???
Jadi bagaimana dengan Senioritas? Hashirama adalah adik angkat MC dan juga Kakek Tsunade 🗿
???
uhh, Bung dia itu cucu adikmu 🗿
vangard jose: kan cuma saudara tiri jadi aman
total 1 replies
herawan herawan
padahal memang salah si raiden
agustinus noya
semoga cepat kelar masalah ya Thor 🙏
andang permadi
up
andang permadi
uppp
agustinus noya
lanjut yang bayak soal seruh novel Thor
Ahmad anzan
masuk ngacak ngacak kelas pulang🤣
Carol
bagus
mafia Lucifer
crazy up master
agustinus noya
lanjut Thor
anonim: sehari paling 1500-2000 kata. lagi bikin animasi😁
total 1 replies
Kasma Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
agustinus noya
lanjut lagi Thor
Putri Rayhannisa
gaskan
agustinus noya
lagi Thor dua bab doang
agustinus noya: semoga cepat sembuh Thor 🙏
total 2 replies
badakpunah
👍👍👍👍
Kasma Wati
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
agustinus noya
lagi dong Thor
agustinus noya
lagi yang bayak Thor biyar seruh baca Thor 🙏🙏🙏
agustinus noya
lanjut Thor yang banyak
anonim: nanti malem akan saya lanjut🙏 sekarang lagi mikir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!