Masih ingat dengan saya kan? Ya Jihan aulia dan suami saya Zain Musthofa
Hm.... di season ke 2 ini, cukup ngeri ya judulnya , tapi gak papa, mudah mudahan banyak juga pembacanya Amin...
Okey... Sepulang dari ibadah haji, keromantisan kami makin bertambah, apa lagi bang Zain, semakin hari semakin bucin dan lengkat dengan gue, begitu juga dengan gue yang makin bucin dan gak mau jauh dari beliau
Dan gue pikir itu akan berlangsung dan terus romantis dan makin bucin sampai tua nanti, apa lagi kejutan demi kejutan yang sering kami berikan secara bergantian , kebahagiaan yang terus kami dapatkan setiap saat setiap hari, ditambah putra kami Muhammad Haidar Al-Musthofa yang makin aktif dan lucu tentu menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga kami
Tapi... Rencana,Ujian dan Rahasia Allah tidak pernah ada yang tau,
Ya.... di tengah kebahagiaan keluarga kami, Ujian dan cobaan yang luar biasa datang, yang membuat DERAI AIR MATA yang luar biasa
Gimana kisahnya...??
Hayuk pantengin terus novel nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyeleneh bin Ancur
Kini mereka sampai di pusat perbelanjaan di daerah sana, tepat pukul 17:00 mereka sampai, padahal tadi berangkat sekitar jam 16:20, ya cukup memakan waktu sekitar 40 menit untuk sampai ke kota
Yang minta beli mainan masih tertidur pulas di pangkuan Uminya, yang mana sedari tadi ngoceh terus, banyak cerita dan nyangi serta sholawatan merdu
" Yah bobok ini sound sistemnya.." ucap Zain saat menoleh pada putranya
" Abah Ih... Anaknya sendiri di juluki sound sistem" protes Jihan gak terima
" Ya habisnya ngoceh terus, gak mau diem, mana atong Toha aja yang di sebut, " jawab Zain mulai mendekat dan mencium pipi gembul baby Al
" Uh... Gemes Abah, sekarang jadi temannya atong Toha ya, iya,? kawan nyeleneh atong Toha ini, mau ikut nyerang Abah iya?" ucap Zain gemas dengan nguyel nguyel baby Al yang masih bobok cakep
" Udah lho... Bangun nanti anaknya, " ucap Jihan menyingkirkan wajah Zain yang terus mendekat pada baby Al
Zain pun menyingkir tapi beralih pada wajah Jihan, dan terus mencium pipi mulus Jihan,
" Gantian Uminya deh kalau gitu, mumpung penghalangnya tidur..." ucap Zain sambil terus menghujani wajah Jihan dengan ciuman
Jihan sebagai istri hanya tersenyum dan diam ikut menikmati, sama suami gak harus jual mahal dong, justru jadi ladang pahala dan keuntungan akhirat untuknya
Tapi saat Zain sedang asyik menikmati dan memciumi wajah Jihan, tiba tiba
Plak..... Satu pukulan kecil mendarat di pipi berok Zain
Ya baby Al terbangun dan melihat Abahnya sedang mencium Uminya, jadi spontan tangannya langsung mukul pipi Abahnya dari bawah
" Aduh..... " ucap Zain langsung melihat kebawah dan nyengir,
Sama Halnua dengan Jihan, tak lagi nyengir, tapi malah tertawa ngakak, melihat baby kecilnya hang sangat posesif pada Uminya
" Umitu...." ucap baby Al tajam pada Abahnya
" Okey Bos, tau... Itu Umimu, tapi itu juga istriku..." jawab mulai gak mau ngalah
" Dangan ium ium Umitu agi gak uyeh ( jangan cium cium Umiku lagi, gak boleh) " perintah baby Al lucu
" Eh... Ini is..." ucap Zain terpotong karena udah di tutup mulutnya oleh Jihan
" Sutss......Suts.... Udah, " relai Jihan, karena bisa jadi perdebatan yang panjang nantinya
" Gak jadi beli mainan, gak jadi makan, gak usah belanja, kalau ribut terus kayak gini, Ayo pulang aja Bah.." ucap Jihan mengancam keduanya
" No... No... Eyik ainan (beli mainan)" bantah baby Al lucu
" Okey.. Tapi janji gak boleh marah marah lagi sama Abah" jawab Zain yang menadahkan tangannya
" Ote.. (okey)" jawab baby Al lucu dan Jihan tersenyum serta mencium pipi gembul anaknya
Kemudian mereka langsung turun dari mobil, dan Zain meminta menggendong baby Al dari gendongan Jihan,
Jihan jalan berdampingan dengan Zain yang menggendong baby Al, dengan terus menggandeng suaminya
Sebenarnya dalam hati Jihan masih ada rasa ketakutan akan kehilangan suaminya nanti, bukan hanya takut, tapi sangat takut,
Dia yang merasa anak kecil, yang hanya merasakan indahnya cinta pertama, dia takut kalau Zain benar benar meninggalkannya untuk kembali kepada sang cinta pertama suaminya
Zain yang berjalan dengan mengajak ngobrol baby Al, Jihan terus menyunggingkan senyumnya melihat keduanya kembali akur dan saling ngobrol
" Semoga kita bisa selalu tersenyum dan bahagia seperti ini terus ya Bang, " batin Jihan menahan air matanya
Setelah masuk ke Mall, Jihan memutuskan untuk berbelanja kebutuhan di Villanya, untuk 3 minggu kedepan sampai di pulang nanti,
Dan menemani baby Al memilih mainan, yang mana baby Al sekarang sudah tau nama nama mainan yang akan di pilih, bahkan Zain sendiri tak faham apa nama nama mainan itu, ya karena Zain juga gak pernah update tentang mainan anak,
Bahkan Zain yang pernah yang namanya game online, dulu waktu sebelum menikah, dia di sibukkan dengan pekerjaan, sama ngaji, begitu juga sampai saat ini, kalau lagi longgar paling aktif di sosial media, kalau sekarang milih mainan dengan anak dan istrinya saja,
Setelah selesai mereka kembali bertemu dan melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu, sebelum makan, di musholla mall tersebut
15 Menit sudah mereka selesai menunaikan sholat, dan lanjut mereka kesalah satu resto di dalam mall
Di sana juga terdapat resto milik Zain, yaitu " Masyaallah Nikmat" yang tidak di sadari oleh Jihan bahkan Jihan malah tidak tau di mana saja cabangnya
Mereka kini duduk di salah satu bangku di bagian pojok, dan memilih makanan ala jepang, seperti yang Jihan inginkan dari rumah tadi
" Al makan dulu ya sayang, mainannya nanti lagiq" ucap Jihan sambil menyuapi baby Al
Baby Al sedari umur 9 bulan dan mulai makan sudah Jihan biasakan makan apa saja, yang penting baik untuk bocah seumurannya ,biar sewaktu waktu pergi kayak gini dia gak perlu repot bawa makanan khusus untuk anaknya
" Dia tau lho sayang, nama nama semua mainan, padahal Abang sendiri gak dong" ucap Zain bercerita
" Oh ya? apa saja memang?" tanya Jihan dan baby Al langsung nyaut apa saja yang dia beli tadi
" Oh ya ya, itu Adek tau Bang, dulu pas masih hadis sering main game online, seperti itu" jawab Jihan setelah mendengar anaknya bercerita
" Emang Adek pernah main game onlie?" tanya Zain
" Pernah dong, justru Adek dulu gak punya sosial media sama sekali karena asyik mainan game online saat pulang kerumah" jawab Jihan nostalgia
" Hem.... Pantesan, dulu Abang cari sosial medianya sama sekali gak ketemu, orang bukan selepgram" ucap Zain juga tak kalah nostal gia
" Gam selu lo Bah, ayak om Ayip ( Game seru lho Bah, kayak Om Alip)" saut baby Al
" Eh... Tau juga, sama game online nih putra Umi?" heran Jihan menoleh pada putranya yang ada di sebelahnya, yang duduk di kursi khusus bayi
" Wah... Gak bapak gak anak memang beangnkerok nih, racunnya.." umpat Zain pada Alif dan juga Toha
Jihan tertawa mendengarnya, ya sebenarnya gak terima juga karena anaknya di ajari dengan main game online, tapi mau gimana udah jadi resiko nitip anak pada mereka
Zain langsung menyambungkan panggilan video call pada Toha, mau protes gak terima, bayi masih kecil usah di ajari game online parah memang
" Assalamualaikum..." ucap Toha saat sambungan video call terhubung
" Waalaikumsalam... Wah parah loe Om" jawab Zain langsung to the poin
" Kenapa Zain, tiba tiba bilang parah parah" jawab Toha di sebrang sana
" Anak gue loe ajarin game online, makin nyeleneh tau gak, 3 minggu sama loe, parah parah anak gue" jawab Zain tanpa segan, tapi Toha cukup mengerti dan faham
" Hahahahaha.... Gimana cerdik kan anak loe? pokonya generasi gue deh..." jawab Toha dengan tertawa menang
" Ancur.... Kalau ngikut generasi Om" saut Jihan dengan merebut ponsel Zain
" Hahahaha" jawab Toha terus tertawa
" Pokoknya nyeleneh bin ancur kalau sama kalian tuh, panresan anteng gak rewel katanya " tambah Jihan lagi
" Hahaha... Resiko itu han, " Jawab Toha lagi masih tertawa kemenangan
" Terus mana anaknya? enak makan kalian ya gak ngajak ngajak" ucap Toha lagi
" Nih nih... Bocilnya, " ucap Jihan melihatkan wajah baby Al yang imut
" Hallo brow..." ucap Toha pada baby Al
" Hallo uga atong blow (Hallo juga kakung brow)" jawab baby Al imut membuat Jihan dan Zain tak bisa lagi menahan tawa
" Udah beli mainan brow?" tanya Toha dan Al mengangguk
" Beli yang banyak ya, sama tokonya, uang Abahmu masih banyak" ucap Toha mengkompori baby Al
persis kaya bojo ku klu pkai dapur