NovelToon NovelToon
Zahra Istri Pilihanku

Zahra Istri Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:625.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anjana

Kisah yang menceritakan perjalanan pilu seorang gadis yang rela mempertaruhkan masa depannya.

Namanya Aishwa Zahra, wanita ini kerap dipanggil Aishwa. Mau tidak mau, Aishwa terpaksa menerima kenyataan pahit untuk menjadi seorang anak yatim piatu. Meski sangat berat untuk memilih jalan hidup nya, Aishwa terpaksa melakukannya. Walau harus melewati berbagai macam ujian yang menerpanya.

Penasaran? ayo kita simak kisah Aishwa gadis sederhana, pintar dan juga cantik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak terasa

Waktu pun telah berlalu, bulan berganti bulan. Bahkan tahun pun ikut berganti, sudah terasa lama dalam sebuah penantian. Aish masih dengan kesibukannya dalam berkarya dengan seninya, serta giat belajar dalam menuntut ilmu agama serta ilmu dunianya. Tidak terasa juga, hari kelulusannya sudah didepan mata. Aish menatap lurus kedepan sambil membayangkan langkah kehidupannya yang akan mendatang.

"Cie .... yang sebentar lagi menggapai kelulusan, bahagianya diriku. Pujaan hati, yang tidak lama lagi akan segera pulang dengan membawa bekal ilmu untuk mempersuntingmu." Ucap Yunda meledek.

"Iya Aish, bentar lagi Yahya pulang loh. Bagaimana perasaanmu, hei teman?" ledek Afwan tidak mau kalah. Aish yang mendengarnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Disaat itu juga, Zakka yang tiba tiba datang membuat Aish dan kedua temannya kaget seketika.

"Heih! bocah tengil, mau ngapain lagi kamu. Jangan dekat dekat sama Aish, apa kamu lupa dengan peringatan dariku." Afwan yang sedikit kesal langsung mendorong Zakka.

"Maksud kamu itu apa? pakai mendorongku segala." Zakka yang mendapatkan perlakuan kasar dari Afwan, ia tidak tinggal diam ikut emosi.

"Sudah! sudah! sudah! kalian berdua itu udah kek kaya anak kecil aja sih, hah. Dan kamu Afwan! jaga sikap kamu dengan teman kamu." Ucap Aish dengan kesal, dan tanpa pikir panjang langsung pergi begitu saja.

"Aish!!! jangan pergi, tunggu aku." Panggil Yunda sambil berlari dan mengejarnya.

Kini, tinggal Zakka dan Afwan yang masih berdiri saling berhadapan. Keduanya saling menatap dengan rasa kekesalannya masing masing.

"Afwan, kenapa sih! kamu selalu melarangku dekat dengan Aish. Dan kamu sepertinya sangat tidak menyukai jika ada yang mencoba mendekati Aish, kenapa?" tanya Zakka penasaran. Karena tidak ingin berpikiran negatif, Zakka mencoba untuk bertanya lebih detail dan serius.

"Serius, kamu ingin tahu?" tanya Afwan balik bertanya.

"Ya iyalah, aku penasaran. Sudah hampir tiga tahun kamu sangat galak dan sadis denganku, bagaimana aku tidak penasaran? hem."

"Duduklah," perintah Afwan pada Zakka. Tanpa disadari oleh keduanya, Rey tiba tiba datang dan duduk disebelah Zakka.

"Kak Rey! yang benar aja sudah ada disini? mau nguping? dih! dah kek emak emak suka ghibah aja."

"Cerewet! tinggal diam aja susah." Jawabnya sambil melirik tajam pada Zakka. Sedangkan Zakka hanya bisa pasrah jika sang kakak sudah berada di dekatnya.

"Mau aku ceritain, atau kalian berdua mau berdebat?"

"Sudah! cepetan kamu ceritakan semuanya, kakakku hanya menjadi pendengar setia." Jawab Zakka asal memberi alasan.

Ctak!!! "Aw!! sakit tau, kak." Ucap Zakka sambil mengusap keningnya yang baru saja mendapatkan sentilan dari sang kakak, kemudian Zakka hanya melirik tajam pada Rey.

'Rasain lu, Zakka. Tinggal diam dan banyak bertanya apa susahnya, coba." Batin Afwan dengan girang ketika melihat Zakka mendapat sentilan dari sang kakak.

"Sudah deh, cepat ceritakan." Perintah Zakka yang sudah tidak sabar lagi.

"Baiklah, aku akan menceritakannya." Jawab Afwan, kemudian ia langsung mengatur pernapasannya.

"Begini ceritanya, Aish sebenarnya sudah memiliki lelaki pilihan. Namanya Yahya, orangnya sekarang masih menuntut ilmu di Seberang. Setelah pulang diakhir kelulusannya, Yayha akan segera melamar Aish. Ayahnya pernah berpesan pada Yahya, jika kamu ingin mendapatkan Aish dimintanya untuk membawa bekal ilmu yak cukup." Ucap Afwan menjelaskan pada Zakka, Rey dan Zakka yang mendengarnya pun mencoba berpikir dengan cara sudut pandang pikirannya masing masing.

"Hem! soal ilmu, belum tentu orang yang berilmu itu dapat mengamalkannya dengan sempurna. Begitu juga yang tidak berilmu, belum tentu akan bertahan dari kebo*dohannya." Sahut Rey, kemudian ia langsung beranjak pergi meninggalkan Zakka dan Afwan.

Zakka yang mendengar penuturan dari Rey, ia pun kembali mencernanya.

"Benar! benar sekali." Ucap Zakka, kemudian Zakka langsung bangkit dari posisinya. Seblm pergi, Zakka menepuk punggung milik Afwan pelan.

"Terima kasih atas jawabannya, aku pergi. Semoga dihari kelulusan kita, kamu masih mengenaliku." Ucap Zakka, dan langsung pergi meninggalkan Afwan. Sekarang Afwan hanya seorang diri yang duduk disudut lapangan yang begitu luas.

"Benar juga yang dikatakan Rey, semoga saja Yahya tidak ada perubahan mengenai sikap dan sifatnya. Tetap rendah hati dan semakin disegani, semoga saja." Ucap Afwan lirih penuh harap pada teman dekatnya.

Karena tidak ada lagi teman untuk mengobrol, Afwan segera pergi dan meninggalkan tempat tersebut. Lalu, Afwan mencari keberadaan kedua sahabatnya.

Sedangkan Rey dan Zakka kini tengah berjalan menuju ke Asrama miliknya, keduanya seperti pesaing dalam kompetisi.

"Kak Rey!"

"Hem."

"Kak Rey, kak Rey serius nih! jika kak Rey mau melanjutkan pendidikannya di Amerika?" tanya Zakka sedikit keberatan.

"Tidak tahu, sepertinya sih! benar. Kenapa emangnya? kamu tidak mau?" tanya Rey balik bertanya.

"Bukan begitu." Jawab Zakka sedikit bingung untuk menjelaskannya.

"Bukan begitu? maksud kamu apaan? apa karena ucapan Afwan barusan?" tanya Rey.

"Iya, aku ingin mendapatkan Aish. Tapi ... sepertinya perjuangannya sangat berat, ditambah lagi persyaratannya sangat sulit. Kalau diminta jadi orang sukses, aku pasti akan ke Amerika dan belajar tentang bisnis dan lainnya yang berbau kesuksesan." Jawab Zakka memperjelas ucapannya.

"Hem, pikiran kamu rupanya tidak sejauh pemikiranku. Ah! sudah lah, ngapain kamu mengejar cinta yang dimana perempuannya tidak pernah merespon kamu." Ucap Rey mengingatkan.

"Dih! kata siapa, memang kak Rey tahu jika Aish tidak menyukaiku. Wah ... harus di tindak lanjuti jika Aish tidak menyukaiku, lihat lah banyak perempuan yang terkesima dengan penampilan kita." Ujar Zakka dengan rasa percaya dirinya.

"Mimpimu terlalu pendek, jadi durasinya hanya mengagetkanmu. Ayo, kita masuk kedalam. Kita harus bersiap siap, karena besok adalah hari terakhir kita berada di Asrama ini." Ucap Rey, kemudian menarik kerah baju milik Zakka dan menariknya sampai kedalam Asrama.

Sedangkan di lain tempat, Aish dan kedua sahabatnya kini tengah menunggu angkutan umum. Seketika, ingatannya pada Yahya yang sebentar lagi akan segera pulang. Aish tersenyum mengingatnya, tanpa disadarinya jika kedua sahabatnya tengah memperhatikannya.

"Aish! kamu ini, gak disekolahan, di mana aja kamu itu senyam senyum terus. Bahagia, tapi tidak mau bagi bagi." Panggil Yunda pada Aish dan pura pura cemberut.

"Iya nih, sepertinya kamu sudah tidak sabar ingin bertemu Yahya, 'kan? cie ... bentar lagi menuju bahagia nih ... duh! aku sih kapan? bisa dibayangin perempuan cantik kek kamu, ya." Sahut Afwan ikut menimpali.

"Kalau kamu sih, pantasnya bermimpi Lebuh dahulu. Iya, gak Aish?" Yunda menimpalinya.

"Sudah ah, ayo kita pulang. Kita harus bersiap siap untuk hari besok, sepertinya besok adalah hari terakhir kita berkumpul bersama teman teman seperjuangan kita. Karena besok babak akhir dari sebuah cerita kita, ayo semangat." Ucap Aish, kemudian keduanya segera masuk kedalam mobil untuk pulang.

1
Rafanda 2018
najis,,tnggl terus terang
Rafanda 2018
kenapa ga di bawa ke amerika kan suami istri,,anehhhhhh
Rafanda 2018
katanya ahli ibadah ko ga tau arti pernikahan ais
Heri-Wibowo
oke kak,langsung masuk faporit.
Anjana: Terimakasih banyak akak.. 😍
total 1 replies
Novalia Citra
sabar zakkah jodoh di tangan tuhan
Novalia Citra
maksud tantebya aish apa ya, sangat berharga katanya
Novalia Citra
sabar aish akan indah pada waktunya
Novalia Citra
jodoh tuhan yang menentukan
Novalia Citra
sedihnya kehilangan tp kita tidak bisa berlarut larut hidup tetap harus berjalan
Risa Istifa
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Ros Diana
Author cepet pertemukan Zaka dgn gadis yg sholehah, biar bucin 😀😀😀
Wachidul Qohar Al Anshori
yuhuuu pucuk dicinta ulam pun tiba.....
Ros Diana
Mantap Aish berpestasi, sukses.
Wachidul Qohar Al Anshori
oohh sdh dinikahkan rupanya,mski tnp sepengetahuan aish
Wachidul Qohar Al Anshori
gak nyangka abi....tdk prnh mengerti dg perasaan putranya,.
apa bnr yg dktkn ayah aish kl status dipermslhkn????
Susanti
yaAlloh,😭😭😭
saya cantikkj
asyek😄
saya cantikkj
jangan bilang gadis d masa kecilx sela
saya cantikkj
Rena anak siapakah
EDZARD RAFFASYA
udah tamatkah Zahra istri pilihanku...kok endingnya cuma gitu aja
EDZARD RAFFASYA: zakka sama siapa thor
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!