Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.
Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.
Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.
Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.
Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.
yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berdandan
Setelah menginap di rumah Nita, Senin pagi Tiara pulang ke rumahnya dan beruntungnya lebam yang ada di sekitar bibir dan pipinya sudah menghilang tapi masih terlihat dengan samar bekas yang membiru setelah dia mengobatinya selama di rumah Nita.
Tapi dengan usaha Nita yang memberikan masukan agar menutup bekas lebam dengan sempurna, Tiara harus memberikan beberapa foundation yang banyak.
Pagi itu Nita berangkat terlebih dahulu ke butik, sedangkan Tiara sendiri pulang dulu ke rumahnya untuk mengganti bajunya. Sebelumnya Nita sudah menawarkan bantuan untuk mengantar Tiara pulang, tapi Tiara menolaknya dan malah menyuruh Nita untuk berangkat ke butik terlebih dahulu.
" Kamu berangkat duluan saja ke butik aku naik taksi saja dan nanti aku datang ke butik agak siang" Tiara menyuruh Nita untuk berangkat sendirian tanpa mengantarnya pulang duluan.
" Beneran gak pa pa kamu naik taksi?" tanya Nita dan Tiara mengangguk. " Ya sudah aku antar ke depan sekalian berangkat" ajak Nita yang mengantar Tiara ke jalan raya untuk mencari taksi.
Mereka berpisah di persimpangan jalan dengan Tiara yang berdiri dipinggir jalan raya menunggu taksi yang lewat. Nita yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan Tiara sendirian menunggu taksi.
Tidak lama ada taksi yang melintas dan Tiara langsung menghentikannya. Dia langsung naik dan taksi melaju menuju rumah Tiara setelah dia mengatakan alamat rumahnya pada sopir.
Setengah jam kemudian taksi telah sampai di rumah Tiara. Di sana terlihat ibunya yang sedang menyiram bunga yang ada didepan rumahnya. Dan sepertinya ayahnya sudah berangkat bekerja di sekolah karena ayahnya berprofesi sebagai guru disalah satu sekolah menengah pertama.
" Assalamualaikum bu..." sapa Tiara yang baru saja turun dari taksi dan membuka pagar rumahnya yang hanya setinggi dada orang dewasa.
" Waalaikumsalam..." jawab Bu Suci yang langsung berhenti dengan kegiatannya menyiram bunga bunga kesayangannya. " Loh kamu kok pulang...? gak langsung berangkat kerja bareng Nita?" tanya ibunya merasa heran melihat anaknya yang pulang dari rumah Nita karena dia mengira putrinya itu langsung berangkat bekerja dari rumah Nita karena dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 9.
" Tidak bu... Nita aku suruh berangkat duluan, aku mau ganti baju dulu, rasanya gak nyaman kalo ke butik pake baju Nita yang terlihat seksi seperti ini" sahut Tiara yang mencium tangan ibunya.
Tiara memang tidak begitu suka dengan baju Nita. Karena selera Nita selalu membeli baju yang seksi ataupun terbuka. Mungkin hanya ada beberapa baju tidur Nita yang berupa piyama selebihnya baju tidurnya semuanya lingerie. Dan untungnya tadi Tiara meminjam baju yang sedikit longgar dan dia juga meminjam jaket Nita untuk menutupi lekuk tubuhnya yang sedikit terlihat.
" Ayah sudah berangkat bu?" tanya Tiara basa basi menanyakan keberadaan ayahnya yang sudah pasti sudah berangkat dari pagi untuk mengajar.
" Iya dia sudah berangkat dari pagi, sejak pagi dia menunggu kamu pulang" menjawab pertanyaan putrinya. " Ya sudah kamu cepat ganti baju, lalu sarapan, biar ibu siapkan sarapan buat kamu" bu Suci ingin beranjak masuk kedalam rumah tapi tangannya ditahan oleh Tiara.
" Gak usah bu, tadi Tiara sudah sarapan di rumah Nita" menahan tangan ibunya agar tidak repot dengan kebutuhannya. " Ibu lanjutkan saja menyiram bunga kesayangan ibu, hehehe.." lanjutnya terkekeh menyindir ibunya.
Bu Suci sangat suka sekali menanam bunga sehingga terasnya penuh dengan tanaman kesukaannya. Mungkin itu adalah kesibukan yang bisa dilakukannya selama dia di rumah sendirian tidak ada yang menemani dirinya selama putri dan suaminya bekerja.
Tiara masuk kedalam rumahnya setelah ijin pada ibunya. Sedangkan bu Suci melanjutkan menyiram dan membersihkan bunga bunganya.
Sementara itu Tiara yang sedang didalam kamarnya duduk sejenak di atas tempat tidurnya. Lalu dia membersihkan make up milik Nita yang dia pake untuk menutupi bekas lebamnya yang masih terlihat samar. Lalu mengganti dengan make up miliknya sendiri, dia mengolesnya sedikit tebal dan dia juga merias wajahnya sedikit.
Padahal selama ini Tiara sangat jarang merias wajahnya kecuali menghadiri pesta, kalo hanya pergi ke kantor dia tidak pernah merias wajahnya. Tapi kali ini dia terpaksa sedikit merias wajahnya agar lebam diwajahnya tertutupi dengan make up nya.
Lalu untuk menutupi lebam ditangannya dia memakai outer panjang sehingga menutupi lebamnya dengan sempurna tanpa terlihat sedikitpun. " Sempurna.." ucap Tiara sendiri yang sedang bercermin didepan meja riasnya.
Begitu selesai berdandan dia mengambil tas kerjanya yang terletak di lemari lalu keluar dari kamarnya. Didalam rumah masih terlihat sepi, sudah dipastikan ibunya masih sibuk dengan tanamannya di teras. Tiara keluar rumah dan dilihat ibunya sibuk memindah beberapa tanamannya.
" Bu... Tiara berangkat kerja dulu ya" panggil Nita yang ingin berpamitan dengan ibunya.
Ibu Suci yang merasa dipanggil langsung menghentikan aktifitasnya dia menoleh dan langsung membelalakkan matanya melihat penampilan Tiara yang tidak seperti biasanya. "Tumben kamu ke kantor pakai make up tebal?" tanya bu Suci yang terkejut dengan perubahan putrinya. " Nah kalo kayak gini kan kamu tambah cantik, pasti banyak pria yang terpesona melihat kecantikan kamu" lanjutnya memuji putrinya tapi ujung ujungnya selalu menyangkut pautkan dengan laki laki.
" Ck..." Tiara hanya bisa berdecak dan menggeleng pasrah dengan ledekan ibunya yang selalu menyangkut pautkan segala sesuatunya dengan pria.
Tanpa berkata lagi Alya langsung mencium tangan ibunya pamit berangkat kerja. Tiara langsung membuka pintu pagar rumahnya dan berjalan ke depan kompleks perumahan yang tidak jauh dari rumahnya untuk mencari tukang ojek langganannya.
Sedangkan ibunya yang melihat tingkah putrinya hanya bisa menggelengkan kepala. "Selalu saja menghindar kalo ibu bicara tentang laki laki" mengembuskan nafasnya dengan berat dan menggelengkan kepalanya. Lalu dia melanjutkan kegiatannya dengan bunga bunga kesayangannya.
*
*
*
Sementara itu Tiara yang sudah naik ojek sampai dengan cepat di butiknya. Lalu dia turun dan membayar tarif ojek yang sudah menjadi langganannya. " Terima kasih mbak Tiara" pengemudi ojek langsung berterima kasih pada Tiara karena Tiara memberinya uang lebih.
" Sama sama pak , kalo begitu Tiara masuk dulu ya pak" pamit Tiara yang sudah terbiasa mengobrol dengan tukang ojek tersebut.
Tiara langsung masuk kedalam butiknya dan dilihatnya semua orang melihat kearahnya dengan tatapan kagum. " Kalian kenapa melihat saya seperti itu? apa ada yang aneh dengan penampilan saya?" tanya Tiara yang merasa risih ditatap seperti itu.
" Ahh... gak mbak... mbak Ara cantik banget makanya kami terpesona melihat mbak Ara..." jawab salah satu karyawannya dengan terbata.
Bukan hanya pegawainya yang menatap kagum pada Tiara tapi juga para pengunjung. Mereka semua melihat seorang wanita cantik dengan polesan make up tebal tapi terlihat natural sehingga memperlihatkan wajah cantiknya.
" Ya sudah kalian lanjutkan kerjanya..." tidak ingin menjadi bahan gosip karyawannya.
' Ini semua gara gara Nita yang nyuruh berdandan, tapi kalo aku gak dandan semua orang bakalan lihat bekas lebamku dan bakalan banyak yang tanya.' batin Tiara yang langsung berjalan menaiki tangga menuju kedalam ruangannya yang ada di atas.