Merupakan cerita seorang putri tunggal Manajer terkenal yang selingkuh karena menikah dijodohkan..
Perjodohan terjadi tanpa meminta kepastian dari kedua belah pihak.. baik perempuan maupun laki laki..
Perjodohan itu dilakukan hanya karena ayah nya Prillya telah menyelamatkan Yoga dari maut karena kecelakaan tunggal yang terjadi..
Dan setelah di cari tahu oleh Daddy Yoga mengenai siapa yang telah menyelamatkan nya.. Maka Daddy Yoga berkeinginan untuk menjodohkan Yoga dengan Putri tunggal sang penyelamat yang tak lain adalah manajer di salah satu perusahaan nya Daddy Yoga..
Tanpa minta persetujuan dari Yoga,, sang Daddy langsung mengatur jadwal pertunangan hingga pernikahan nya.. Yoga begitu sangat marah dan sempat memberontak,, tetapi karena Yoga adalah anak yang tidak pernah mengecewakan orang tua,, maka mau tidak mau akhir nya Yoga menerima perjodohan itu..
Begitu juga dengan Prillya yang di awal sangat tidak terima dengan perjodohan itu,, pada akhir nya luluh juga dan menerima perjodohan tersebut..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeAsda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA
Menjelang hari pernikahannya, Prillya hanya berdiam diri di rumah.
Acara pernikahan akan dilangsungkan secara sederhana sesuai dengan permintaan pihak laki laki.
Tidak akan ada pesta mewah
Tidak akan ada undangan undangan
Tidak akan ada jamuan makan besar
Tidak akan ada tamu tamu yang membludak
Semua akan dilangsungkan secara sederhana dan yang akan datang hanya pihak pihak keluarga saja seperti saat pertunangan kemaren.
"hhhhmmmm.. tidak lama lagi status ku akan berubah" batin Lily
"Ly.. Prillya" panggil bunda
"ya Bun.. aku di kamar.. masuk aja, ga di kunci"
sahut Lily dari dalam kamar nya.
"sayang, kita ke butik tante Tari ya.. bunda sudah buatkan janji ketemuan dengan tante Tari tuk buat baju pernikahan mu"
kata bunda menghampiri Lily yang lagi duduk di depan meja rias nya karena memang saat itu Lily baru saja selesai mandi.
"iya Bun.. tapi bunda ikut kan?" kata Lily
"tentu donk sayang.. kan bunda juga pengen lihat seperti apa selera gadis bunda ini dalam memilih pakaian pengantin nya.. dan nanti Yoga juga akan datang.. bunda sudah menelpon nya" balas bunda
Lily hanya memberikan anggukan sebagai tanda ia setuju dengan keinginan bunda nya.
Setelah selesai mengatakan maksud nya, bunda kembali meninggalkan Lily di kamar nya dan pergi menuju ke kamar nya untuk bersiap siap.
Lily yang sudah selesai bersiap siap, langsung turun menuju ruang tengah sambil menunggu bunda nya.
Setelah dirasa semua selesai, bunda pun menghampiri Lily dan berkata
"yuk sayang.. kita berangkat"
Lily tersenyum dan berjalan mengikuti bunda nya.
Cukup lama mereka di jalan karena terjebak kemacetan.
Jarak tempuh yang tadi nya dekat menjadi jauh karena kemacetan panjang.
"akhir nya sampai juga.. yuk turun"
kata bunda pada Lily yang langsung di iya kan oleh Lily dengan anggukan
"selamat siang Bu dokter.. nona muda"
sapa penjaga butik pada tamu istimewa nya tepat nya langganan setia butik Tari.
"siang" balas bunda dan Lily serentak.
Yang ternyata kedatangan mereka sudah di tunggu oleh pemilik butik yang masih cantik walopun usia nya sudah tidak muda lagi.
"hii.. Bu dokter"
tegur sapa pemilik butik pada pelanggan nya.
"kamu ini, masih aja seperti itu.. jangan terlalu formal gitu.. aku jadi ga enak"
balas bunda Lily pada tante Tari yang selalu saja memanggil nya dengan sebutan Bu dokter.
"kan emang itu kenyataan nya jeng.. kamu kan emang seorang dokter.. dokter terkenal lagi.. siapa sih yang ga tau nama besar mu" kelakar tante Tari pada bunda nya Lily
"jadi ini calon penganten nya kita? wiidiiihhh Prillya, ternyata kamu sudah tumbuh besar dan cantik ya.. seperti bunda mu yang selalu cantik"
lanjut tante Tari yang tidak henti henti nya menggoda bunda dan Lily.
Lily hanya tersenyum menanggapi ciloteh nya tante Tari.
"ok.. mari langsung saja.. kita langsung lihat koleksi nya ato kamu ada pesanan khusus gadis?"
ajak tante Tari dan juga bertanya pada Lily, kalo kalo Lily sudah ada desain khusus impian nya karena hari pernikahan merupakan hari yang spesial bagi seorang wanita.
Tapi tidak bagi Lily karena ini merupakan moment yang tidak di tunggu tunggu nya.
Lily hanya mengikuti ke mana arahan tante Tari.
Dan bunda begitu semangat untuk melihat koleksi koleksi nya sahabat bunda itu.
"e ya.. pengantin pria nya mana?" tanya tante Tari pada bunda
"bentar lagi datang.. tadi kata nya udah dekat kok" jawab bunda
Emang benar apa yang dikatakan bunda bahwasanya si tuan muda keberadaan nya sudah dekat dengan butik nya Tari, karena baru saja nama nya di sebut, dia langsung muncul di lokasi.
"naahh.. itu dia si calon penganten pria nya"
kata bunda seraya menunjuk ke arah Yoga yang baru muncul.
Secara bersamaan, tante Tari dan Lily menoleh ke arah Yoga yang baru saja datang.
"selamat siang Bun, Tan.. maaf telat"
sapa Yoga pada bunda dan tante Tari.
Lily yang terkejut dengan kedatangan Yoga hanya terdiam melihat dan memperhatikan Yoga yang ternyata Yoga adalah orang yang telah menolong nya.
Dan reflek Lily langsung melihat ke handphone yang dia pegang, karena handphone itu berasal dari Yoga yang saat itu Yoga lah yang telah membelikannya handphone untuk mengganti handphone yang hancur saat kejadian itu beserta nomor nya.
"pria itu?" batin Lily
Dan Yoga hanya memberikan sedikit senyuman pada Lily pertanda dia menyapa Lily.
"iya ga pa pa sayang" balas bunda
"uluh uluh.. cah ganteng.. ganteng kali kamu.. Bu dokter, kamu beruntung sekali, anak cantik dan calon mantu ganteng.. wiiddiihh serasi bangetzzz"
lagi lagi tante Tari mengeluarkan candaan nya.
Bunda hanya tersenyum dan geleng gelang kepala melihat kelakuan sahabat nya itu yang tidak juga berubah.
Bunda dan tante Tari sibuk memilih seperti apa desain gaun pengantin nya nanti.
Sementara itu kedua calon penganten hanya saling diam dan membisu.
Yoga hanya melirik sedikit ke arah Lily yang sibuk dengan handphone.
"ternyata kamu pakai ya handphone itu? aku kira kamu akan membuang nya"
batin Yoga dan terulas sedikit senyuman di bibir nya.
Setelah semua nya selesai.
Yoga langsung berpamitan untuk kembali ke kantor.
Sementara Lily dan sang bunda langsung pulang ke rumah nya.
Sesampai nya di rumah, Lily langsung menuju ke kamar nya dan menghempaskan tubuh nya di tempat tidur kesayangan nya.
Lily hanyut dengan pikiran nya sendiri hingga tak terasa ia terlelap di atas kasur king size nya..
***
tuk hari ini, cukup itu dulu ya readers karena sudah tidak kuat lagi menahan sakit nya 😭😭
bukan si Lily nya yang sakit ya readers tapi author sendiri yang tadi siang habis di tabrak Leh pengendara motor yang ugal ugalan
duuuhhh sakit nya kebangetan 😭
*semua kesalahan suami diperjelas salah sedangkan semua kesalahan istri dianggap hal biasa saja
*pelakor dilaknat tapi pebinor dipuja, semua kelakuan pebinor dibenarkan dengan alasan2 munafik dan murahan wanita
*dll
paling tidak 1 x dlm seminggu ato 2x gitu 😄😅