Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita Kejadian Perampokan
Setelah diantar Rendi pulang Alia memberikan sebungkus pesanan donat yang Rita minta, tapi saat Rita melihat satu bungkusan yang berisi bunga, Rita terus menggoda Alia tiada henti,Alia sudah bilang beberapa kali jika itu diberikan Om nya Amira. (Bang Rendi) Di jalan saat lampu merah ada anak kecil berjualan jadi bang Rendi membelinya, tapi sia sia Alia menjelaskan tetap saja Rita yang usil terus saja menggodanya. Dina baru sampai pulang dari luar kota setelah mengurus proyek dengan bos nya.
" Assalamualaikum, Adik adik mbak pada kemana nih ? " ucap Dina membuka pintu langsung masuk.
Walaikumsalam, Mbak " Rita
" Walaikumsalam, Teh " ucap mereka berdua berbarengan yang masih tertawa dan saling mengelitik badan satu sama lain.
" Aduh-aduh ada apa ini ? kok kayak senang banget pada bercanda nya," ucap Dina yang melihat mereka sedang bercanda.
" Ah teh, mbak kangen banget coba, ucap kedua nya sambil memeluk Dina, Dina yang baru datang dengan wajah capek nya pun tersenyum dengan tingkah dua anak ini.
" Baru saja sehari aneh deh kalian," melepas rindu dengan berpelukan, Dina melepaskan pelukannya.
"Kenapa kalian bahagia banget ? ada apa nih " tanya Dina penasaran. Rita mau bicara tapi kepotong Alia
" Nggak teh, teteh masuk saja dulu ayo baru juga datang, Alia membantu membawa koper Dina. Gimana Lancar Teh, kerjaannya ? ucap Alia bertanya.
" Lancar jaya karena si bos, nggak lagi kambuh " ucap Dina sambil tersenyum
" Jangan gitu dong Mbak, Nanti Jatuh cinta sama bos garangnya " Ucap Rita sambil tersenyum meledek
Dina memelototkan mata nya "Yah", kamu ngomong lagi kaya gitu, Mbak Nggak kasih oleh-oleh yang kamu mau yah".ucap Dina sedikit meninggi suaranya karena sebal dengan Rita yang selalu menjodohkannya dengan si Bos.
" Ya Mbak gitu saja marah, mana mbak (sambil melihat barang barang yang disimpan dilantai tadi) tadi aja mbak Alia bawain Donat Loh, dan ada yang kasih seikat Bunga mawar loh mbak sama mbak Alia, mbak sih nggak lihat tadi om nya Amira ganteng habis waktu itu saja Rita melihat wajahnya Beehg .. Mau langsung di jadiin imam mbaaak, Ucap Rita
" Dih, mau di jadiin Imam kamu tuh masih kecil, ucap Dina meledek. Kok bisa dikasih bunga ? tanya mbak Dina menatap Alia
" Ah, Teh dengerin omongan nih panda, dia kan memang jahil orangnya. ucap Alia sambil mencubit pipi Rita.
" Ih mbak, mbak senang kan ada yang kasih mbak bunga ? ucap Rita bertanya dengan alis di naik turun kan.
" Mbak memang suka bunganya, tapi itu kan bukan ada maksud apa-apa, itu dibeli karena ada anak kecil yang jual pas lampu merah, jadi dibeli sama omnya Amira. ucap Alia jujur.
"Wah udah dikasih bunga aja nih", meledek sambil duduk di sofa merenggangkan badannya.
"Apaan sih Teh, sama saja ya kayak Rita, Alia nggak suka teeeeeehh, ucap Alia dengan pipi memerah.
Melihat Alia dengan pipi memerah karena terus digoda membuat Rita dan Dina tertawa terbahak-bahak, Alia paling anti di jodohin atau diledek soal cowok. Alia hanya mendengus kesal.
Setelah membersihkan badan Dina bergabung bersama Alia dan Rita di ruang tengah.
" Oh, iya Al kamu besok nggak usah kerja" ucap Dina memberi informasi
" Loh kok nggak usah kerja sih Teh, besok kan aku harus lembur Teh ada File yang harus diberesin", Ucap Alia bingung kenapa besok dia harus bekerja.
" Kamu dipanggil ke kantor polisi " membuat Rita yang sedang memakan asinan tersedak ucapan yang baru setengah dilontarkan Dina.
" Apa ? ucap Rita shock sambil berteriak dan langsung tersedak.
Uhuk .... uhuk ... uhuk, ahh mbak uhuk ... uhuk.. Rita terbatuk.
Ini nih minum " Ucap Alia Buru buru memberikan minum sambil menepuk-nepuk pundak Rita, minuman langsung di tegug habis oleh Rita.
"Pelan pelan kalau makan, untung nggak kesedek tuh buah berabe nanti, sambil tertawa teh Dina
Rita mulai merasa lega di tenggorokannya lalu langsung menjawab.
" Sudah mbak keselek nya, kenapa mbak ngasih tahu pas sudah nya sih, Huh, menghirup dari hidung langsung dibuang di mulut. Mbak Ya, Yang Ngagetin Kenapa juga Mbak Alia ke Kantor Polisi bukannya waktu itu, Mbak bilang Mbak Alia cuman bantu Kenapa sekarang jadi harus ke sana ? " bertanya dengan berapi-api tak terima Alia harus dibawa kekantor polisi
" Emang nya apa salah nya, " Tanya Dina melanjutkan
" Kok apa salah nya, mbak ini gimana sih ? liat dong mbak Alia kok diem saja ! ucap Rita melihat Alia yang diam
"Udah duduk kenapa ! Rit, mbak nggak kenapa-napa paling juga ada hal lain mbak disuruh kesana, Ada Apa emang nya Teh ? Alia bertanya lagi.
" Katanya sih mereka mau ngasih apresiasi sama kamu, karena menjadi warga negara yang baik sudah membantu Warga dalam perampokan, Ucap Dina memberitahu
" Wow, Wah mbak keren deh, kenapa nggak bilang dari awal sih mbak Dina ! sambil harus kesedek dulu baru bilang juga " Rita terkejut sekaligus senang buat mbak Alia dan memeluknya, membuat Dina tersenyum.
" Salahmu sendiri, kalau makan nggak doa dulu terus buru-buru makannya kalo doyan tuh jangan berlebihan semua di makan. Ucap Dina meledek kelakuan makan Rita
"Ah, mbak aku udah baca doa kok mbak tahu sendiri kalau aku makan suka khilaf, karena enak saja asinannya pedes asin manis gurih. Kayak ka Dina Sekarang, ucap Rita menyamakan Dina dengan sebuah asinan.
" Enak saja kamu nyamain mbak kayak asinan buah" Ucap Dina menyibik kan bibirnya.
Alia hanya melihat mereka tapi pikirannya entah kemana.
Dina dan Rita yang sudah selesai berdebat pun melihat Alia yang bengong mata Dina dan Rita saling pandang dan melirik.
" Mba kok jadi bengong, mbak terkejut karena dikasih apresiasi atau apa ?" ucap Rita sambil melambaikan tangannya. Mbak !
" Yah " ucap Alia Sadar dari lamunannya.
" Nggak kok nggak apa-apa, Kayak nya nggak harus deh Teh, Orang itukan Mereka sendiri yang nyelamatin dan nangkap penjahatnya. Ucap Alia tidak mau.
" Apanya yang nggak harus? Orang mereka mau kamu datang kok. Lagian itu pantas buat kamu Alia, kamu tuh nyaris celaka tahu, Dari awal yang berusaha menyelamatkan mereka sampai kamu nyamar jadi bagian dari
perampok. Mereka tuh benar orang dalam. Salah satu dari perampoknya Security Disana udah kerja 2 bulan gila nggak tuh makannya dia tau semua tempat dan pada hari itu dia mulai beraksi karena jalanan kan sepi jam segitu lagi pula nggak jalanan umum juga.
Alia dan Rita mengangguk saja.
" Dapat dimana infonya mbak ? , kan di berita nggak ada tuh soal perampokan, ucap Rita penasaran.
" Emang nggak ada diberita. Kayak nya saat mbak lapor dan kasih bukti rekaman suara Mereka langsung bergerak dan nggak boleh ada yang tahu ada perampokan. Karena jalanan itu nggak dipakai umum, Makannya Akses kesana ditutup, dan orang yang biasa jalan dialihkan jadi nggak ada orang yang tahu selain cafe didepan yang baru buka itu, cuman ada 6 orang yang lihat. Dan saat mereka ngeluarin Hp langsung dilarang polisi, Ambulance pun sirine nya nggak di nyalain biar para penjahat nggak tahu mereka dikepung.
" Wah, mbak kayak lagi baca berita aja di TV " Ucap Rita yang Takjub dengan penjelasan Dina, Rita pun bertepuk tangan beberapa kali.
" Wah mbak aku malah nggak tahu tuh jalan tempat ke sana ditutup, bisa juga yah jalanan ditutup, ucap Alia bertanya Lagi penasaran
" Iya bisa kan itu jalanan bukan untuk jalan raya gitu jadi ditutup tuh, kamu buat mbak khawatir saat kamu telepon mbak dan mbak angkat kamu diam saja. Tapi tiba-tiba kamu kirim pesan suara dan pesannya itu tentang penjahat yang mau merampok mbak panik dan langsung pergi dan tinggalin si Pak Dani yang lagi meeting, tapi mbak kirim pesan pada pak Dani pulang ke kantor lebih dulu karena mbak juga nggak dibutuhkan di Sana, itu cuman alasan mbak saja. Biar orang lain nggak banyak bertanya setelah itu Mbak menghubungi polisi dan mengirimkan pesan suara kamu. kalian tahu ? mbak nggak tahu harus ngapain, sepanjang jalan mbak cuman berdoa dan mbak sampai di kantor polisi dan mbak diminta bareng mereka pakai mobil, mbak bilang pada polisi apa yang kamu saranin ke mbak. Sampailah kita Disana dan polisi langsung ke blok jalan nggak ada yang bisa masuk dan Ambulance pun sudah siap. Mbak memberikan airphone mbak ke salah satu polisi entah dia pimpinan nya atau apa mbak nggak tahu, pokoknya mbak kasih saja biar kamu bisa ngomong langsung sama polisi,setelah itu Mbak lihat seseorang bertopeng di atas lantai 3 mengeluarkan anak kecil mbak nangis dong mbak yakin itu kamu Alia, kamu langsung masuk setelah ngasih aba-aba ke Tim polisi.
Setelah itu Mbak Ga tau lagi, karena mbak nggak tahu harus apa jadi mbak yang nangis disuruh masuk mobil sama polisi. Mbak cuman lihat merek saja dari jendela mobil saat mereka naik ke atap dan saat mereka masuk menangkap para penjahat, saat para penjahat sudah dibawa keluar dan para korban juga sudah dibawa ke rumah sakit mereka kena obat bius dan ada yang terluka di kepala.
Mbak dilarang masuk tapi mbak, langsung menyerobot ingin melihat Alia pada saat mbak masuk, mbak langsung peluk Alia dan lihat kondisinya tidak ada yang terluka . Ucap Dina menceritakan kejadian saat Alia terjebak dalam perampokan.
" Mbak tahu nggak ? Waktu sebelum mbak masuk itu Mbak aku tuh mau diborgol sebenarnya. ucap Alia memberitahu
" Oh ya ? Mbak juga kesal tahu mereka mau nangkap kamu sedangkan kamu lah yang bantu mereka mbak kesal banget mbak sudah marah tapi mbak tahan karena polisi itu bilang ada darah, saat dia tanya darah Siapa Tiba-Tiba , ucap Dina menggantung.
" Tiba-tiba apa mbak, mbak mah kalau lagi cerita tuh suka di cut kan nggak lagi seru serunya mbak " ucap Rita sebal.
Dina melirik Alia, yang dilirik pura-pura nggak lihat.
" Ini nih, mbak mu ini dia nggak ngerasa atau apa dia itu terluka di bagian tangan dan terkena pisau, muka nya berkeringat dingin dan tiba-tiba pingsan dan langsung ditangkap dan di gendong polisi yang mbak serahin airphone mbak, ucap Dina mengebu- ngebu sambil menepuk pundak Alia Beberapa kali.
" Iya maaf mbak, Alia nggak ngerasain sakit pisaunya. Tiba-tiba saja kepala pusing dan berkeringat dingin dan pandangan mulai blur tahu-tahu ada di rumah sakit saja, ucap Alia memberitahu.
" Oh ya mbak gimana ceritanya saat mbak nolong mereka dan menyamar " tanya Rita
" Ya gitu, mbak kan sudah dengar rencana mereka dan kebetulan banget salah satu perampok badannya sama kayak mbak walau dia sedikit besar sih, mbak kasih dia obat bius langsung pinjam bajunya ambil hpnya langsung kunci tuh toilet. Terus mbak dipanggil dan mbak disuruh keatas giliran pas mbak mau ke dekat meja ada suara orang jatuh ternyata anak kecil. Mbak lihat dan kasihan anak itu mukanya sudah pucat dengan kaki tergores, aku langsung nolong dia, tapi anaknya nggak mau dan nggak percaya bahwa mbak ini orang baik yang mau nolongin nya jadi mbak terpaksa muka topeng mbak dan terus merayunya biar mau keluar dari sini, mbak lihat dilantai dua ada yang dipukul dan nggak baik jika anak itu melihat Mbak bilang semuanya akan keluar termasuk mamahnya asalkan saja anak itu keluar dan akan dibawa sama polisi
Pas aku udah Keluarin dia ditempat aman karena ada balkon juga buat tanaman.
Langsung masuk lagi karena aku dengar ada orang yang naik, benar aja teh, Rit, ada dia. Suruh aku turun pas turun baru deh aku ngomong lagi ke polisi untuk bawa anak kecil.
Lebih baik anak kecil ini keluar duluan dari pada dia ketangkap dan ngeliat bapak bapak yang luka berdarah.
sampai aku harus ikut turun biar pastiin mereka jalan kejalan pintu belakang parkiran pas dibuka tuh pintu, mereka langsung kocar-kacir mau kabur
Dan memberontak apalagi pas lihat aku membuka topengku seperti dikelabui oleh ku yang mereka pikir itu orang mereka. Padahal sudah aku kunciin dia di toilet pake obat bius. Alia menarik napas panjang setelah selesai ceritain keadaan waktu itu.
langsung cerita lagi,
Dan penjahat nya lepas dan lari langsung nodong pisau ke leher ku. Langsung aku diam dong.
" Ya, kenapa nggak mbak banting saja. Bukannya mbak itu sabuk hitam. "Tanya Rita kan Alia Itu ikut bela diri dan rajin latihan buat keamanan dirinya.
" Iya karena mbak mulai pusing mungkin efek kerja lembur. Tapi melihat mereka para polisi maksud mbak mulai tegang dan penjahat lain udah pada dibawa keluar si penjahat ini bilang jangan mendekat atau saya lukai dia "sambil menirukan nya ke Rita " dan perlahan mudur
Langsung mbak memberi isyarat agar mereka nggak maju pas dia lengah mbak cengkram tangannya sampai pisau jatuh baru mbak banting deh sambil diperagakan ke Rita
" Ah jangan mbak jangan dibanting nanti sakit semua nih badan , protesnya karena Alia hampir saja membanting Rita
Alia dan Dina pun tertawa terbahak-bahak
Sudah capek tertawa Dina pun bilang
" Besok Alia pergi sama Rita saja yang antar, kamu liburkan Rit kuliah nya ?
" Iya mbak aku libur, siapa yang akan nolak ketemu sama bapak polisi . Siapa tahu ada yang kemarin yang boncengin aku kayak nya si Ganteng mbak tapi sayang nggak bisa liat full mukanya ketutup masker" ucap Rita penuh semangat.
" Alah kamu banyak gaya, nanti Disana jangan kecentilan oke jangan malu-malu in mbak mu ini. ucap Dina
" Iya mbak ku siap, aku istirahat duluan deh persiapan buat besok biar cantik " ucap Rita
" Yeh orang mbak kok yang ke sana, kenapa jadi kamu yang ribet " ucap Alia dan mengacak acak rambut Rita, gemas
" Yah mbak Alia kan aku satu komplit sama mbak Alia," Ucap Rita dengan bibir manyun
" Yah deh Ayo istirahat, mbak ayo istirahat mbak pasti capek.
Mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
" Ah aku lupa lagi mau tanya ke Teh Dina sama siapa aku dibawa ke rumah sakit? tanya Alia pada dirinya saat sudah di kamar.
*
*
*
*
*
*
...Sebuah Hati Yang Perlahan Bersemi...
cepet ya lanjutnya
🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..