[ Gendre: Fantasy, Petualang, Sci Fi, Petualang, Romance, Slide Life, Mafia, Militery, Fanfic dan Isekai.]
[ #Arc 1: Crazy Deluxe Hotel Dungeon.
Bab 01 - Bab 33.
# Arc 2: Dungeon Master jadi petualang.
Bab 34 - Bab 53.
**
Dungeon adalah penjara bawah tanah yang sangat gelap dan menakutkan juga berbagai monster – monster kuat yang didalamnya.
Tapi, tidak dengan Bagas Wijaya, dia pada awalnya hanyalah seorang pekerja kantoran biasa namun, dia mengalami kecelakan dan jiwa dipanggil oleh seorang Dewi Keharmonisan, Arathena.
Pada saat Bagas bertemu dengan Arathena dirinya di tawarkan untuk bekerja di dunia lain dan Bagas memilih untuk perkerjaan yang santai dan tenang yaitu Dungeon Master.
Tidak hanya itu, Bagas pun mendapatkan bonus poin yang berlimpah hingga dia menciptakan Dungeonnya menjadi sebuah tempat yang nyaman dan mewah dengan berbagai fasilitas didalamnya.
Akan tetapi, permasalahan dan peperangan terus terjadi di dunia tempat yang dihuninya tersebut.
Bagaimanakah cara Bagas untuk mempertahankan hidup mewah dan santainya?
Selamat membaca, guys!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Cerita Dunia Luar.
Leanne yang diantarkan oleh Lucy dibawa ke lantai 40 dan setibanya disana terlihat ada sosok pelayan yang sama dengan yang mengantarkan dirinya juga seorang wanita dan seorang pria yang sedang duduk di kursi antic dengan meja bundar berbahan kaca juga ada beberapa kue dan teh.
Dan terlihat seorang wanita berambut pirang pendek dengan pedang yang di sarungkan pada pinggangnya sedang berdiri disamping pria itu serta posisi tangan yang dilipatnya menatap dirinya.
Leanne pun menghampiri mereka dan Lily tersenyum kepadanya.
“Nona, Silahkan duduk!” ucap Lily.
“Iya, terima kasih,” jawab Leanne.
Bagas yang mendengar sapaan dari Lily, dia pun menoleh kearah Leanne.
“Hei, silahkan duduk!” ujar Bagas.
“Terima kasih, Tuan!” jawab Leanne.
Leanne pun duduk di salah satu kursi bersama Lily dan Bagas.
Saat dia duduk matanya tidak berhenti melihat keindahan taman tersebut.
“Tuan, ini taman yang indah,” ucap Leanne.
“Sangat benar dan taman ini dibuat sendiri oleh Master,” jawab Lily yang mengarahkan pandangannya kepada Bagas.
“Master?!” kaget Leanne.
Leanne pun menatap Bagas dan menundukan kepalanya.
“Terima kasih, Master telah menyelamatkan saya bersama rekan-rekan saya,” ucap Leanne.
“Tidak perlu sungkan sudah seharusnya kita saling tolong menolong,” jawab Bagas.
“Anda pria yang rendah hati,” ucap Leanne yang menundukan kepala dan tersipu malu.
Lily dan Bagas hanya tersenyum melihat reaksi dari Leanne.
“Oiya, aku belum memperkenalkan diri. Aku Bagas Wijaya, Master dari Saga Company Dungeon ini,” ucap Bagas yang memperkenalkan diri.
“Saya Lily, direktur dari dungeon ini,” ucap Lily.
“Iya, Aku Leanne Harvart, seorang petualang dan penyembuh,” ucap Leanne.
“Petualang?! Kelompok itu benar-benar ada?!” ucap senang Bagas.
“Tentu saja ada!” jawab Leanne yang menganggukan kepalanya.
Lily yang berada disamping Bagas mengelengkan kepalanya dan tertawa kecil.
“Master, anda sungguh polos,” gumam Lily.
“Nona Leanne, bisa ceritakan tentang para petualang itu?” seru Bagas.
“Iya, aku akan ceritakan …” jawab Leanne dan dia memulai ceritanya.
Para petualang adalah sekelompok orang yang dibayar untuk melakukan sesuatu dari para peminta pekerjaan atau misi. Para petualang sendiri merupakan dari Guild yang sudah dibuat dari 1.000 tahun yang lalu oleh Raja dari kerajaan manusia bernama Lucis Noa.
Karena perang yang tidak pernah berhenti membuat Raja Lucis membuat kelompok Guild untuk membangun kerajaannya dan Guild sendiri terdiri dari 5 kelompok yaitu Guild Petualang, Guild Pedagang, Guild Barang Pusaka dan Senjata, Guild Penjinak Monster dan Guild Suci.
Leanne tidak mengetahui semua detail semua guild tapi dia mengetahui Guild Suci dan Guild Petualang.
Guild Suci selalu berpusat pada gereja yang dipimpin oleh pemilik kekuatan suci tertinggi yaitu Oracle atau peramal setelah itu ada uskup, pendeta lalu para anak suci.
Lalu, Guild petualang dalam pengetahuan dari Leanne, Guild ini memiliki beberapa peringkat berdasarkan kekuatan dan pengalaman menjadi petualang. Peringkat itu diawali dengan plakat besi, tembaga, perak, emas, platinum, mystril, dan peringkat tertinggi adamanite dengan ukiran pedang dan pistol.
Setelah menjelaskan tentang Guild di dunia, Leanne juga menjelaskan tentang mata uang yang di gunakan oleh dunia yang mereka tinggali.
Pada dasarnya, nilai mata uang sama diseluruh dunia namun setiap Kerajaan atau Negara memiliki nama mata uang yang berbeda-beda dan lokasi dungeon berada di kerajaan Alexandria yang mengunakan mata uang ‘Billis’.
Nilai mata uang itu terdiri dari;
1 koin besi senilai 1 Billis, 1 koin tembaga senilai 10 Billis, 1 koin tembaga besar senilai 100 Billis, 1 koin perak senilai 1.000, 1 koin emas senilai 10.000 Billis, 1 koin emas putih senilai 100.000 Billis dan nilai tertinggi 1 koin platinum senilai 1 juta Billis.
Beberapa jam pun berlalu dan Leanne menceritakan berbagai hal kepada Bagas dengan tawa dan canda.
Setelah Leanne menceritakan semua kisah dan pengetahuannya tentang dunia. Leanne pun terdiam.
“Ada apa, Leanne?” tanya Bagas.
“Master, bisakah anda menyembuhkan rekan-rekan saya?” tanya Leanne.
Bagas menghela nafas panjang saat mendengarkan pertanyaan Leanne.
“Kamu tahu, Leanne? Sebenarnya mereka sudah mati dan aku telah mencoba mengunakan sihir pembangkit namun, tidak berhasil tapi menurut Lily dan Ailin. Mereka bisa disembuhkan oleh nano machine,” ucap Bagas.
“Nano Machine?!” ucap bingung Leanne.
“Yang jelas, Leanne. Kita hanya bisa menunggu sadarnya mereka,” ucap Lily.
“Benarkah, terima kasih. Master … Nona,” ucap Leanne.
“Tapi itu tidak gratis,” ucap Lily.
Lily dan Bagas pun saling menatap serta saling tersenyum.
“Tentu saja. Aku akan melakukan apapun untuk bisa membayar hutang budi Master kepada kami,” jawab Leanne.
“Tenang saja, Leanne. Aku hanya ingin kamu bekerja disini,” ucap Bagas.
“Ehh … benarkah,” kaget Leanne.
“Tentu saja,” ucap Bagas dengan senyuman lebar.
Leanne berdiri dan membungkukan badannya.
“Baik, Master. Saya akan menuruti anda,” jawab Leanne.
Waktu pun tanpa terasa sudah malam dan Lucy menghampiri Bagas dan lainnya.
“Master, makan malam sudah siap,” ucap Lucy.
“Bagus, mari kita makan!” seru Bagas yang berdiri dan mengajak Lily dan Leanne.
“Maaf, Master ada pekerjaan yang harus aku selesaikan,” ucap Lily.
“Begitukah, baiklah,” ucap Bagas.
Bagas dan Leanne pun pergi ke penthouse miliknya untuk menyantap makan malam bersama.
“Wuaahhh … bagusnya,” gumam kagum Leanne yang melihat penthouse Bagas.
Bagas membiarkan Leanne berkeliaran di rumahnya karena kaguman dirinya melihat benda-benda yang bagus dan antic di dalam penthouse.
Setibanya di ruang makan, Leanne pun terpesona saat melihat masakan yang begitu mewah dan terlihat lezat dan mereka pun makan malam bersama.
“Hmm … enaknya!” ucap Lily yang menyantap makanan di meja dengan lahapnya.
Di tengah makan, Bagas berhenti menyantap makanannya dan melihat gambaran kenangan lagi yang merupakan diri Leanne yang masih kecil.
“Leanne, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Bagas.
“Apa Master?” balas tanya Leanne.
“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Bagas.
“Hmm …” gumam Leanne yang menghentikan makan dan mencoba mengingat.
“Sepertinya tidak Master, saya baru kali ini bertemu dengan anda,” jawab Leanne setelah mengingat kenangan.
“Begitu ya, maaf telah bertanya yang tidak-tidak,” ucap Bagas.
“Hehe …” tawa kecil Leanne dan dia melanjutkan santapannya.
Seusai makan malam, Leanne pun kembali ke kamarnya yang diantarkan oleh Lucy.
Sedangkan, Bagas pun kembali ke kamar dan merebahkan dirinya.
Diatas kasur, Bagas membantalkan tangannya dan melihat ke atas.
“Sepertinya aku harus mencari sendiri gambaran yang aku lihat,” gumam Bagas.
Dilantai 26, Lily tiba disana dengan jalan cepat dan mencari tempat yang lebih tertutup. Lalu, disana dia mengambil DMP nya dan menghubungi seseorang dari DMP tersebut.
“Pasukan anda kalah, tuan,” chat Lily kepada seseorang dengan nama Syel.
“Bagaimana disana?” balas chat Syel.
“Tetap keadaan Diam,” chat Lily.
“Bagus, terus awasi jangan sampai dia menghalangi langka ku,” balas chat Syel.
“Dimengerti,” chat akhir Lily.
Setelah chat itu Lily, bergegas pergi ke kamarnya.
Pergerakan dan isi chat itu terpantau oleh Alice dari tempat Lily berdiri.
jawab nya 👎
malah jadi ngawur thor ceritanya