Saat mantan suami istri di pertemukan kembali setelah sekian lama, dengan banyak perubahan dari masing-masing. Apa kedua orang itu masih bermusuhan? Atau malah saling jatuh cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eighteen
Vote sebelum membaca 😘
.
.
"Mama sebenarnya kita mau kemana?"
Ara hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan putranya. Siang ini mereka sudah tampil rapih dengan pakaian yang di kirimkan Arion, tapi bukan pria itu yang menjemput melainkan salah satu supirnya.
Sebenarnya Arabelle juga tak tahu kemana mereka akan pergi. Tapi kemarin Arion hanya bilang jika Ia harus bersiap-siap dan memakai baju ini. Pakaian Ia dan Finn pun seperti seragam, Ara memakai gaun merah selutut dan putranya memakai kemeja putih yang di bungkus dengan rompi berwarna merah.
Mobil berhenti di salah satu restoran mewah berbintang, Ara bingung kenapa Arion membawanya kesini? Wanita itupun masuk sambil menggandeng tangan Finn, berjalan mengikuti salah satu pelayan yang menunjukan jalan padanya.
Langkah Ara terhenti saat didepan salah satu ruangan besar, matanya terbelak melihat banyak orang dengan anak-anak disana. Dan seingatnya anak-anak itu adalah teman Finn di sekolah. Ruangan itu juga sudah dihiasi dengan banyak balon, juga background besar bertulisakan 'Happy Brithday Finn'
Perhatian Ara teralih pada anak disampingnya, anak itu juga hanya diam melihat semua itu. Apa Finn juga terkejut melihat ini?
"Selamat ulang tahun Finn."
Kedua orang itu berbalik mendengar suara Arion dibelakang, pria itu terlihat tampan dengan setelan sama seperti Finn. Jadi baju mereka seragam?
Arion berjongkok lalu memakaikan topi berbentuk kerucut dikepala Finn. "Happy Brithday." Ucapnya sambil mengusap belakang kepala Finn sayang.
"Terimakasih Om." Bisik Finn lalu memeluk leher Arion dan tentu saja pria itu membalas pelukannya.
Arion pun membawa Ara dan Finn masuk ke aula itu, mereka lalu berdiri dipanggung kecil yang ada didepan. Semua tamu yang hadir sudah duduk dimeja yang telah di siapkan. Di panggung itupun sudah ada kue besar bertingkat 3 bertema salah satu kartun super hero, dan Ara ingat jika kartun itu kesukaan putranya.
"Selamat siang semuanya." Ucap Arion sambil memegang micnya menyapa semua tamu yang hadir.
"Siang." Jawab serentak para tamu.
"Hari ini kenapa saya mengundang anak-anak kalian tak lain untuk merayakan ulang tahun Finn Kailli."
"Sekarang usianya sudah tujuh tahun, dan saya sangat bangga karena dia sudah bisa bersikap dewasa diusianya yang masih kecil. Menjadi pria baik yang dapat menjaga dan menyanyangi Ibunya."
Arion sempat menatap mata Finn, anak itu menatapnya dalam. Benar-benar sangat mirip dengannya, semuanya. Jantung Arion berdetak cepat, sebenarnya Ia sangat gugup sekarang, tapi ini memang sudah waktunya Ia mengungkapkan semua rahasia itu.
"Finn adalah putra saya, anak kandung saya. Selama ini saya harus bekerja di luar negeri sampai harus meninggalkan istri dan juga putra saya."
Setelah mengatakan itu terdengar riuh obrolan tak percaya dari para tamu yang hadir. Arion memang sengaja mengundang teman-teman Finn beserta wali mereka, tak lain ingin mengungkapkan rahasianya. Pria itu tahu jika mereka sangat terkejut, tapi memang ini waktu yang tepat.
Sudah cukup selama ini Finn menderita mendapat bullian juga cemoohan dari teman-temannya hanya karena tak memiliki keluarga yang utuh. Arion tak mau lagi melihat anaknya menderita, Finn harus bahagia.
"Ya, saya Arion Kailli adalah Papah kandung dari seorang Finn Kailli. Siapa yang bilang Finn tak punya Papah? Selama ini kalian salah besar karena telah merendahkan anak saya!"
Para tamu hanya diam menunduk karena merasa malu atas apa yang pernah mereka lakukan pada seorang anak dari pengusaha terkaya di negaranya ini.
Lain halnya dengan Arabelle, kini wanita itu menatap tak percaya Arion. Kenapa pria itu mengungkan rahasia itu tanpa meminta persetujuan darinya? Sungguh Ara sangat terkejut karena dengan tiba-tiba Arion mengungkapkannya tadi.
Genggamana erat ditangganya membuat Ara menundukan pandangan, Finn menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Seketika itu juga jantungnya berdetak sangat cepat, antara takut dan gelisah.
"Maaf Papah datang terlambat." Ucap Arion sambil berjongkok didepan Finn. Kedua tangannya menggenggam tangan mungil itu, percayalah Arion sedang menahan tangisnya sekarang.
"Kamu putra Papah, maaf jika selama ini Papah pergi meninggalkan kalian. Tolong jangan benci Papah hm?"
Finn terisak lalu memeluk leher Arion erat, anak itu menangis tersedu menumpahkan semua rasa dihatinya. Kenyataan itu tentu saja membuatnya terkejut, jadi Ia punya seorang Papah? Papah yang selama ini tak pernah ada dalam kehidupannya, sosok yang selalu Ia rindukan akan kehadirannya.
"Maaf, Papah sayang Finn." Bisik Arion mengecupi kepala putranya yang masih terisak dipelukannya.
Sebenarnya Arion sempat takut Finn tak menerimanya, dan akan marah juga memakinya. Tapi anak ini malah memeluknya erat sambil menangis. Apa berarti anak itu menerimannya dan memaafkannya?
****
Pesta ulang tahun itu telah selesai sekitar pukul lima sore, mereka tetap melanjutkan acara itu walau dengan keadaan yang sempat canggung. Acara berlangsung lancar dan meriah, Arion sangat bersyukur karena Finn masih mau melanjutkan acara yang sudah disiapkannya. Walaupun wajah sendu itu masih tetap terlihat dan terngiang selama acara dipikirannya.
"Kenapa lo gak bilang dulu sama gue?"
Arion sempat menoleh ke samping tetapi kembali fokus menyetir. "Maaf, kamu pasti gak akan setuju. Aku udah gak bisa ngeliat penderitaan Finn, kasihan dia."
Arabelle menghembuskan nafasnya berat lalu menatap Finn yang terlelap dipangkuannya. Sepertinya putranya ini sangat kelelahan karena harus merayakan acara tadi, selama ini Finn tak pernah merayakan ulang tahun sebesar tadi. Apalagi acara sangat lama dan malam harinya baru bisa pulang.
"Kenapa kesini?"
"Malam ini kalian nginap disini."
Ara belum turun dari mobil, rumah besar dihadapannya sekarang sekitar sudah enam tahun lalu terakhir dirinya kesana. Dan sekarang apa Ia akan kembali menginjakan kaki dirumah itu?
"Ayo masuk."
Ara masuk dengan gugup sambil menggenggam tangan Arion, sedangkan tangan kanan pria menggendong Finn yang tertidur.
"Arion?"
Kedua orang itu berbalik melihat wanita paruh baya yang masih cantik di mata Ara, wanita yang dulu sempat menjadi Ibunya.
"Arabelle? Apa benar ini Ara?" Nyonya Mawar memegang kedua tangan Ara. Menatap tak percaya wanita dihadapannya, dengan mata berkaca-kaca wanita tua itu memeluk Ara erat.
"Dasar anak nakal, kenapa menghilang. Apa kau tak merindukan Bunda hm?"
Ara terisak di pelukan Mawar, memeluk erat wanita paruh baya itu. Ia juga sama rindu, sangat rindu.
"Kamu kemana saja selama ini sayang, Bunda sangat merindukanmu."
"Maaf."
Mawar tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Sungguh Arabelle selalu menjadi putrinya, bahkan itu sampai sekarang. Dulu Ia sangat sedih karena Arion dan Ara memutuskan untuk berpisah tanpa alasan yang jelas. Kemudian Ara dan keluarganya menghilang tanpa kabar seolah ditelan bumi, dan itu tentu saja membuatnya sedih.
"Siapa ini?" Tanya Mawar melihat Arion menggendong seorang anak laki-laki. Kedua mata wanita itu langsung terbelak melihat wajah anak kecil itu. Perhatiannya lalu teralih pada Arion dan kembali menatap anak kecil yang tertidur digendongan putra tunggalnya itu.
"Ini.. kenapa wajahmu dan anak ini-"
"Bun Dda cucumu."
"APA?!!"
Mawar menggeleng pelan sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan, menatap tak percaya anaknya. "Maksudnya bagaimana?"
Arion tersenyum maklum melihat reaksi Ibunya, pria itu membenarkan tidur Finn terlebih dahulu. "Aku janji akan ceritakan semuanya, tapi aku mau nidurin dulu Finn, Kasihan dia."
"Iya."
Sebenarnya ada apa? Batin Mawar bertanya-tanya.
Ekspresi Finn lihat Mama Papahnya romantisan👇
hanya org bodoh yg mengagungkan cinta sampai mati, krn bertepuk tangan tdk bisa dilakukan sendirian
.