Siapa yang percaya jatuh cinta pada pandangan pertama?
Nayla merasakan getaran di kalbunya ketika bertemu dengan seorang laki-laki jenius, tampan, berkharisma, dan humoris. Laki-laki bernama Dito berhasil menghadirkan cinta di hatinya.
Setelah menjalani hubungan bersama Dito, akhirnya Dito meminta Nayla menikah diam-diam dengannya ketika mereka masih duduk masa putih-abu-abu.
Akankah Nayla menerima lamaran Dito?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu Naning
Setelah Nayla ganti pakaian dengan seragam sekolah Nayla berjalan menuju kantin seorang diri, karena ketika kembali ke ruang ganti Naning sudah tidak ada di sana, Nayla memutuskan untuk ke kantin seorang diri. Nayla sudah merasakan lapar yang amat sangat, sesampainya di kantin Nayla memesan makan dan minum, kondisi kantin memang agak sepi karena belum istrahat kedua, sehingga pelayanannya pun cepat hanya mereka peserta seleksi saja yang berada di kantin.
Setelah selesai memesan makanan dan minuman Nayla memilih untuk duduk sendiri. Nayla melihat sekeliling kantin namun tidak melihat Naning di sana, mau menghubungi Naning juga hapenya ketinggalan di tas. Nayla menikmati makanannya, di sela-sela dia menikmati makanannya Rizal mendekati Nayla dengan membawa makan dan minumnya juga.
"Sendirian saja Nay? " Tanya Rizal
Nayla menoleh sambil mengangguk dan tetap melanjutkan makannya, Rizal pun duduk di depannya.
"Naning mana? " Tanya Rizal lagi
Sekali lagi Nayla tidak menjawab dan hanya mengangkat bahunya pertanda dia tidak tahu. Rizal pun tersenyum melihat tingkah Nayla.
"Kamu lapar banget yah? " Tanya Rizal
Nayla menganggukkan kepalanya dan tetap melanjutkan makannya. Rizal pun tidak bertanya, dia pun menyeruput minuman di depannya. Keduanya asyik dengan hidangannya masing-masing.
Selesai makan Nayla bersandar, sudah merasa kenyang karena energinya terkuras di saat main voli. Rizal masih asyik menyantap makanannya.
"Izal, "
"mmmm... "
"Ada nomornya Naning nggak? "
Rizal hanya membalas dengan anggukan,
"Pinjam donk hape kamu" pinta Nayla, tanpa basa basi Rizal langsung menyodorkan hapenya yang terletak di atas meja.
"Ekh.. kamu ada SMS masuk nih" sambil memperlihatkan layar kepada Rizal.
Rizal hanya langsung mengangkat wajahnya melihat hapenya. "Abaikan saja dulu" kata Rizal setelah selesai menengguk minumannya.
"Kali aja penting" Sambil menyodorkan kembali hapenya Rizal.
Rizal langsung membalas SMS pada pengirimnya, setelah selesai Rizal menyerahkan kembali hapenya kepada Nayla.
"Aku mo sms Naning, mo tanya di mana dia sekarang," Lanjut Nayla sambil mencari menu pesan di hape Rizal.
Rizal hanya menganggukkan kepalanya.
"di mana? By Nayla" Tulis Nayla.
Tidak lama tanda pesan masuk berbunyi.
"*di hatimu, hahahahahhahaa" jawab Naning.
"Is aku serius, habisin pulsa orang saja, aku di kantin byee... " balas Nayla
"hahahaha.. ok aku ke sana sekarang" balas Naning*.
Selesai membaca pesan Naning, Nayla mengembalikan hape Rizal.
"Thanks yaaa"
"Ok.. Hape kamu di mana? "
"Di Tasku, bodohnya juga tadi minta Jojo antar pakaian seragam malah nggak sekalian saja sama hape. " ucap Nayla
Keduanya kembali diam dan hanya mendengarkan musik yang di putar pelan sama penjaga kantin.
"Kamu nggak ke kelas"
"Nggak, nanggung, sekalian saja selesai istirahat kedua. Sambil menunggu pengumuman hasil seleksi tadi. "
"oooo"
"Naning lama amat yah.. kemana dia" batin Nayla.
"Nunggu Naning? "
"Iya, nggak tau tu bocah ke mana" ucap Nayla yang mulai bosan
Keduanya kembali terdiam. Rizal memang cowok pendiam, semasa SMP Nayla tak banyak bicara kalau bersama Rizal, walaupun mereka masih satu kepengurusan OSIS, kalau pun Rizal bicara nanti seperlunya saja. Banyak yang protes kepada Nayla kenapa harus memilih Rizal kala itu jadi pengurus OSIS. Nayla punya penilaian tersendiri kepada Rizal dia adalah orang yang disiplin, konsisten, dan tanggungjawab dengan tugas yang diberikan. Semasa dalam pengurusan OSIS Rizal selalu membantunya walau kadang banyak kata, hanya Nayla yang bisa akrab dengannya, kesan teman-teman cewek di dalam kepengurusan OSIS Rizal adalah cowok yang dingin dan cuek.
Lama dalam kebisuan akhirnya Naning datang.
"Nay.. dah lama di sini? " tanya Naning
"Lumayan, apalagi sama anak ini, ngomong juga irit sangat" sambil menunjuk ke arah Rizal yang hanya senyum mendengar perkataan Nayla.
"Sorry deh.. " ucap Naning
"Kamu kemana sih? " tanya Nayla.
"Tadi pas kamu pergi ambil baju, aku keluar sebentar niatnya nunggu kamu di depan pintu, ekh malah diajak sama kak Jodi ke ruang osis"
"Ngapain kamu di situ? "
"Ada beberapa hal penting yang disampaikan kak Jodi mengenai kamu, nanti aku cerita deh sama kamu, aku lapar sekarang, bentar yah aku pesan dulu" ucap Naning
"widih.. horor pake hal pemnting lagi"
"Nay, aku pergi dulu yah, kan audah ada Naning yang temani kamu" Ucap Rizal
"Ooo.. iya, makasih yaaa"
"Iya sama-sama " ucap Rizal dan cowok itu pun berlalu.
Tidak butuh lama Naning kembali membawa makanan pesanannya.
"Izal ke mana? "
"Pergi"
"oooo, ekh.. tau nggak Nay, apa yang kak Jodi bilang ke aku tentang kamu? " Tanya Naning
" Mana ku tahu "
"Dia Naksir kamu, " ucap Naning
" Hahahahahah.. lucu deh mana mungkin bisa begitu?"
"Yah mungkinlah orangnya juga Naksir. Dia tanya kalau kamu punya pacar apa tidak? "
"kamu bilang apa? "
"Nggak ada, dikiranya kamu pacaran sama Dito. "
"Ye' mau jadi mak comblang ya"
"Aku bilang ke Kak Jodi, Dito lagi PDKT sama Nayla juga kak, karena saya lihat dari raut wajahnya Dito suka sama Naya, tapi Naya yah gitu cuek orangnya. "
"Sembarangan kalau ngomong "
"Yah.. emang benar kan, jelas-jelas Dito to the point kasih perhatian lebih sama kamu, ekh malah dicuekin"
"Terserahlah apa katamu, "
"Terus Nay, dia tanya apa benar kamu pernah jadi Ketua OSIS, terus Nayla tu keren banget kalau lagi main voli, terus katanya lagi dia suka sama kamu"
"Bodo' amat, kamu mau ngomong apa?"
"Dia minta ke aku untuk bisa mempertemukan kamu sama dia, karena dia pengen banget dekat sama kamu"
"Nanti Dito bisa cemburu loh kalau aku dekat sama kak Jodi" Ucapan Nayla membuat Naning tersedak dan terbatuk-batuk langsung menyambar minumannya. " Makanya kalau makan jangan sambil ngomong tu akibatnya keselek kan" sambung Nayla sambil tersenyum
"Loo benaran jadian sama Dito?"
"Hahahahahahaha" Nayla tertawa mendengar pertanyaan konyol Naning, Naning hanya bisa bengong melihat temannya itu
"Benar-benar loo yah Nay, aku tanya sekali lagi looo jadian tidak sama Dito? " tanya Naning yang makin kesal
" Bukan jadian lagi, bentar lagi menikah. Hahahahaha.. " Kata Nayla sambil berdiri hendak meninggalkan Naning karena Nayla melihat makanan Naning sudah hampir habis dan bel berbunyi tanda istirahat kedua sudah berbunyi.
"Heyi.. mau ke mana kamu? tungguin woyiii.. jahat banget jadi teman"
Nayla berjalan meninggallan Naning sambil melambaikan tangan ke atas. Terpaksa Naning mempercepat makannya dan mengejar Nayla.
***
ka Ella kapan mau nerusin yg sebelah,,,aku kangen dengan kehangatan Dito,Nayla,,,,