NovelToon NovelToon
PENAKLUK SEMESTA

PENAKLUK SEMESTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arman A

Di benua tempat langit dan bumi saling menyatu, kekuatan sejati bukanlah tentang seberapa tajam pedang yang kau genggam atau seberapa tinggi tingkatan kultivasimu melainkan seberapa murni hatimu dan seberapa tulus kasih sayang yang kau berikan kepada dunia.

Lin Mo seorang pemuda yang lahir tanpa bakat istimewa di mata orang lain memulai perjalanan panjangnya menembus kabut tebal yang menyelimuti langit dan bumi. Ia menghadapi petir surgawi yang menggetarkan jiwa saat menerobos setiap tingkat kekuatan. Ia menembus hutan purba yang dijaga makhluk purba yang tak pernah menampakkan wujudnya kepada siapa pun. Ia mendaki puncak salju abadi yang membekukan jiwa bahkan sebelum membekukan tubuh.

Dengan hati yang tetap murni dan rendah hati meskipun kekuatan di tangannya semakin dahsyat Lin Mo mengumpulkan kembali empat kekuatan suci yang telah terpisah ribuan tahun. Cahaya api yang membakar kejahatan. Cahaya kehidupan yang menyembuhkan luka. Cahaya keheningan yang melatih kesabaran. Cahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arman A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 TANDA-TANDA YANG MULAI MUNCUL

 

Setelah kejadian itu, rumah Nenek He kembali menjadi tenang dan damai. Ketiga pemuda dari Sekte Pedang Cahaya itu tidak pernah kembali lagi. Namun Lin Mo tahu di dalam hatinya bahwa masalah itu belum selesai sepenuhnya. Sekte Pedang Cahaya adalah kekuatan besar di Kota Qingyuan. Mereka tidak akan membiarkan orang asing yang tak dikenal datang dan menegur murid-murid mereka begitu saja tanpa membalasnya. Oleh karena itu Lin Mo tidak pernah melonggarkan kewaspadaannya. Setiap hari setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, ia akan kembali ke kamarnya dan melatih lautan Qi di dalam tubuhnya hingga larut malam.

Batu hitam peninggalan leluhurnya terus bekerja membersihkan dan memperlebar meridian di dalam tubuhnya. Setiap hari lautan Qi-nya terasa sedikit lebih luas dan sedikit lebih dalam dari hari sebelumnya. Energi Qi yang mengalir keluar dan berubah menjadi energi spiritual pun kini semakin kuat dan semakin tahan lama. Cahaya putih keemasan yang dipancarkannya kini sedikit lebih terang dan lebih kokoh. Namun Lin Mo tetap menjaga hatinya tetap jernih dan rendah hati. Ia tahu bahwa kemampuannya masih jauh tertinggal dibandingkan dengan para murid inti Sekte Pedang Cahaya yang telah berlatih bertahun-tahun dengan sumber daya yang melimpah.

Suatu sore, saat Lin Mo sedang mengambil air dari sumur di ujung jalan, ia melihat sekelompok orang berjalan mendekat dengan langkah yang tegap dan penuh wibawa. Mereka mengenakan pakaian berwarna putih bersih dengan lambang pedang emas yang berkilau di dada. Di tengah-tengah rombongan itu berjalan seorang pemuda berwajah tampan namun dingin dan sombong. Cahaya energi Qi yang berubah menjadi energi spiritual memancar samar dari tubuh pemuda itu, terlihat jauh lebih kuat dan jauh lebih luas dibandingkan dengan murid-murid yang datang ke rumah Nenek He tempo hari. Orang-orang yang berjalan di sekitarnya pun tampak sangat hormat dan takut seakan pemuda itu adalah tuan muda yang memiliki kekuasaan tak terbatas.

Lin Mo terus mengambil air dengan tenang seakan tidak melihat apa-apa. Namun pendengarannya yang tajam menangkap setiap kata yang diucapkan oleh orang-orang yang berjalan di rombongan itu. Dari percakapan mereka, Lin Mo memahami bahwa pemuda yang berjalan di tengah itu bernama Murong Hao. Ia adalah murid langsung dari ketua Sekte Pedang Cahaya dan dikatakan sebagai pemuda berbakat nomor satu di seluruh Kota Qingyuan. Ia datang ke bagian pinggir kota itu untuk memeriksa laporan yang dikirim oleh murid-murid bawahannya tentang seorang pemuda asing yang berani melawan peraturan sekte.

Lin Mo mengangkat dua ember air yang penuh itu lalu berjalan perlahan kembali menuju rumah Nenek He. Langkahnya tetap tenang dan teratur. Lautan Qi di dalam perut bawahnya berdenyut lembut namun kokoh. Ia tidak takut. Namun ia juga tidak berniat memamerkan kemampuannya secara sembarangan. Jika Murong Hao datang untuk mencarinya, maka ia akan siap menghadapi apa pun yang terjadi. Jika tidak, maka ia akan tetap hidup tenang dan terus melatih dirinya tanpa mengganggu siapa pun.

Sesampainya di rumah, Lin Mo menaruh ember-ember air itu di tempatnya lalu duduk diam di beranda sambil menatap jalanan yang sepi. Tidak lama kemudian, rombongan Murong Hao muncul di ujung jalan dan berhenti tepat di depan rumah Nenek He. Murong Hao melangkah maju selangkah dan menatap rumah tua itu dengan pandangan yang dingin dan tajam. Matanya menyapu halaman rumah hingga akhirnya berhenti menatap Lin Mo yang duduk tenang di beranda.

Murong Hao melangkah masuk ke halaman rumah tanpa izin. Ia berhenti beberapa langkah di depan Lin Mo. Matanya menatap tajam dari atas hingga ke bawah seakan sedang mencoba menembus rahasia yang tersembunyi di dalam tubuh pemuda itu. Lin Mo tetap duduk diam di tempatnya. Ia tidak berdiri dan tidak pula menunduk. Ia hanya menatap balik dengan pandangan yang jernih dan tenang tanpa sedikit pun rasa takut atau rendah diri.

Kau yang melawan orang-orangku beberapa hari yang lalu tanya Murong Hao dengan suara yang tenang namun membawa tekanan yang luar biasa berat. Kau tampak biasa saja. Pakaianmu lusuh. Tubuhmu kurus. Lautan Qi-mu pun tampak kecil dan dangkal. Namun katanya energi yang kau gunakan sangat murni dan luar biasa. Siapa gurumu? Dan dari mana kau berasal?

Lin Mo menatap mata Murong Hao dengan tenang. Ia merasakan tekanan yang datang dari tubuh pemuda itu. Energi Qi yang kuat dan luas mengalir keluar dari tubuh Murong Hao dan berubah menjadi energi spiritual yang menekan ke arahnya. Namun Lin Mo tidak merasa tertekan. Ia membiarkan lautan Qi di dalam perut bawahnya berdenyut lembut dan teratur. Energi Qi perlahan mengalir keluar dan berubah menjadi energi spiritual yang lembut namun kokoh, membentuk lapisan pelindung tipis namun murni yang menahan tekanan itu dengan tenang.

Aku tidak memiliki guru ujar Lin Mo dengan suara yang tenang dan jelas. Aku datang dari desa yang jauh di seberang bukit. Aku tidak bermaksud melawan siapa pun. Aku hanya tidak tahan melihat orang yang lemah ditindas tanpa alasan yang benar. Jika murid-muridmu datang untuk menagih uang dengan cara yang kejam dan menyakiti orang tua yang lemah... maka aku tidak akan diam saja membiarkannya.

Murong Hao menyipitkan matanya. Ia merasakan dengan jelas lapisan pelindung energi spiritual yang muncul dari tubuh pemuda itu. Cahayanya lembut dan samar namun kemurniannya sungguh luar biasa tinggi. Itu adalah hal yang sangat jarang ditemukan bahkan di antara murid-murid berbakat di dalam sekte besar sekalipun. Kemurnian seperti itu biasanya hanya dimiliki oleh keturunan keluarga kultivasi kuno atau orang yang memegang metode latihan tingkat tinggi yang sudah hilang selama ratusan tahun.

Murong Hao perlahan menarik kembali tekanan yang ia berikan. Ia menatap Lin Mo dengan pandangan yang berubah menjadi sedikit lebih serius namun tetap penuh keangkuhan dan kecurigaan.

Kata-katanya masuk akal ujar Murong Hao dengan suara yang berat. Namun di Kota Qingyuan ini, Sekte Pedang Cahaya memegang aturan. Setiap orang yang tinggal di bawah perlindungan sekte wajib membayar biaya perlindungan sesuai aturan yang berlaku. Jika nenek tua itu tidak mampu membayarnya, ia dapat mengajukan permohonan keringanan kepada sekte. Namun melawan dan melukai murid sekte adalah pelanggaran berat yang tidak dapat dimaafkan begitu saja.

Lin Mo berdiri perlahan dari tempat duduknya. Ia menatap lurus ke arah Murong Hao dengan pandangan yang jernih dan teguh.

Aku tidak tahu aturan sekte ujar Lin Mo. Namun aku tahu bahwa menindas orang lemah dan mengambil uang yang tidak seharusnya diambil adalah perbuatan yang salah. Jika sekte-mu benar-benar melindungi rakyat, maka seharusnya kalian membantu nenek tua itu bukan memerasnya. Jika kalian tetap bersikeras menagih uang itu dengan cara yang kejam... maka aku tetap tidak akan membiarkannya. Biarlah apa pun yang terjadi.

Wajah Murong Hao perlahan berubah menjadi dingin. Di sampingnya, para pengawal dan murid-murid lain mulai melangkah maju dengan tangan mencengkeram gagang pedang di pinggang mereka. Namun Murong Hao mengangkat tangan kanannya perlahan memberi isyarat agar mereka berhenti. Ia menatap Lin Mo cukup lama dalam diam. Di kedalaman matanya yang tajam itu bercampur rasa ingin tahu, rasa hormat terhadap kemurnian energi yang dimiliki pemuda itu, serta rasa tidak suka karena ditentang oleh orang asing yang tak dikenal.

Murong Hao perlahan melangkah mundur selangkah. Ia menatap Lin Mo dengan pandangan yang sulit diartikan.

Kata-katanya berani ujar Murong Hao. Dan kemurnian hatinya sungguh patut dihargai. Namun kau harus paham bahwa aturan tidak dapat diubah hanya karena satu orang merasa benar. Hari ini aku tidak akan melukaimu. Namun aku memperingatkanmu... jangan pernah mencampuri urusan Sekte Pedang Cahaya lagi. Dan bersiaplah... suatu hari nanti kita pasti akan bertemu lagi dalam keadaan yang berbeda. Saat itu datang... aku tidak akan selembut ini memperlakukanmu.

Murong Hao berbalik perlahan lalu melangkah pergi meninggalkan halaman rumah Nenek He. Para pengawal dan murid-murid lainnya menatap Lin Mo dengan pandangan penuh keheranan dan ketidakpercayaan. Mereka tidak menyangka bahwa tuannya membiarkan pemuda yang berani menentang sekte itu pergi begitu saja tanpa memberi hukuman apa pun. Namun tak ada yang berani bertanya. Mereka segera berbalik dan mengikuti langkah Murong Hao yang perlahan menghilang di ujung jalan.

Lin Mo berdiri diam di halaman rumah hingga rombongan itu benar-benar hilang dari pandangan. Ia menghela napas panjang perlahan. Lautan Qi di dalam perut bawahnya perlahan kembali tenang dan berdenyut lembut seperti sedia kala. Energi spiritual yang tadi memancar perlahan masuk kembali menyatu dengan lautan Qi di dalam tubuh.

Lin Mo menyadari bahwa pertemuan itu hanyalah permulaan. Murong Hao tidak memusuhinya secara terbuka karena ia melihat kemurnian energi dan keteguhan hati yang dimiliki Lin Mo. Namun Sekte Pedang Cahaya pasti tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Masalah yang lebih besar pasti akan datang tidak lama lagi. Oleh karena itu ia harus semakin rajin melatih dirinya dan semakin memperdalam pemahamannya tentang lautan Qi dan jalan kultivasi yang sebenarnya.

Malam itu, setelah Nenek He beristirahat, Lin Mo kembali duduk bermeditasi di dalam kamarnya yang remang-remang itu. Cahaya bulan purnama menyelinap masuk melalui celah jendela dan menyinari tubuh pemuda yang duduk diam dengan mata terpejam. Batu hitam di dadanya terasa hangat dan nyaman. Energi Qi perlahan mengalir keluar dan berubah menjadi energi spiritual yang bersinar lembut berwarna putih keemasan. Cahaya itu perlahan menyelimuti seluruh tubuhnya dan memantul lembut ke dinding kamar yang tua itu.

Di dalam keheningan malam itu, Lin Mo berjanji di dalam hatinya. Ia akan terus melatih lautan Qi-nya hingga mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi. Ia akan menjaga hatinya tetap jernih dan tak ternoda apa pun. Dan saat hari pertemuan yang tak terelakkan itu tiba, ia akan berdiri tegak dengan kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya, melindungi orang-orang yang baik seperti Nenek He, dan membuktikan bahwa kebenaran dan kemurnian hati pada akhirnya jauh lebih kuat daripada kekuasaan yang didasari atas keserakahan dan kesombongan.

 

1
Predi Siswanto
katanya mau memahami kekuatan yg baru di dpat kan kok malah prgi lagi ...AQ jadi curiga jangan jangan kepala Ator nya lagi eror🤣🤣
Arman: maaf jika ada cerita/alur yg kurang memuaskan tapi ini cerita yg bertahap kakak baru baca awal bab jadi wajar jika tokoh utama Masi lemah
total 1 replies
Predi Siswanto
tu kan makin letoy
Predi Siswanto
tambah letoy
Predi Siswanto
tu kan mulai letoy
Predi Siswanto
Alang kah hebat nya oi..jangan jangan begitu keluar langsung keok keok🤣🤣🤣
Alia Chans
ceritanya keren thor/Smile/
Arman: terima kasih pujian mu semangat ku💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!