NovelToon NovelToon
Setelah Kata Usai

Setelah Kata Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: Fahri Sohil Munawar

Beberapa hubungan berakhir bukan karena rasa cinta yang pudar, melainkan karena rahasia yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.
​Diputus sepihak oleh Putri membuat Alex terjebak dalam labirin pertanyaan tanpa jawaban. Rasa patah hati membawanya pada titik terendah, memaksa Alex merangkak bangkit dan menata ulang takdirnya lewat kata demi kata yang ia tulis.
​Kehadiran Syafa seperti cahaya senja yang tenang—menghangatkan hatinya yang beku dan membantunya menyembuhkan luka. Namun, saat batas antara masa lalu dan masa depan semakin kabur, Alex dihadapkan pada kenyataan pahit yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
​"Setelah Kata Usai" adalah perjalanan emosional tentang bagaimana menyembuhkan diri dari pengkhianatan, memahami arti melepaskan, dan menemukan cinta sejati di tempat yang paling tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahri Sohil Munawar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 diantara luka,senja dan kita

Lex, bisa ketemu?"

Membaca pesan singkat itu, Alex mengernyitkan dahi. Ia bingung. Tumben sekali Marko menghubunginya, padahal sudah dua bulan mereka tidak pernah berkomunikasi sama sekali.

Kenapa? balas Alex singkat.

Penting, Lex. Angel kemarin datang ke gue, balas Marko tak lama kemudian.

Alex sempat terdiam menatap layar ponselnya. Ada keraguan di hatinya—apakah ia harus menerima ajakan tersebut atau mengabaikannya saja? Alex tahu betul, kalau Marko sampai ingin bertemu setelah didatangi Angel, pasti ada kabar buruk. Bisa jadi Marko sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Namun, rasa penasaran di kepala Alex terlalu kuat untuk diabaikan. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengiyakan ajakan itu.

Kapan? balas Alex.

Nanti sore? Atau siang? Malam gue enggak bisa, ada acara keluarga, balas Marko lagi.

Membaca balasan itu, Alex langsung menolak. Siang ini ia harus menjaga toko, sedangkan sore harinya ia sudah punya janji penting dengan Syafa.

Hari ini enggak bisa. Kalau mau besok, itu pun malam, balas Alex. Ia mengambil waktu besok malam karena pagi harus kuliah dan sorenya kembali menjaga toko.

Besok malam? Ya udah, oke, jawab Marko singkat.

Setelah percakapan itu berakhir, pikiran Alex mendadak berkecamuk. Berbagai kemungkinan berputar di kepalanya. Jika besok Marko dan Putri benar-benar putus, apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia mengejar Syafa yang merupakan orang baru di hidupnya, atau justru kembali memperjuangkan Putri?

Jam dinding menunjukkan pukul tiga sore. Alex mulai berkemas untuk menutup toko lebih awal dari biasanya demi menepati janjinya pada Syafa.

"Huuft, capek juga. Tapi alhamdulillah hari ini lumayan ramai. Saatnya tutup dan bersenang-senang," gumam Alex pada diri sendiri sambil mengayunkan sapu di lantai toko.

Drittt... drittt... drittt...

Ponsel di saku celananya bergetar. Nama Syafa terpampang di layar.

"Kamu masih di toko?" tanya Syafa begitu Alex mengangkatnya.

"Nggak, ini udah beres-beres tutup kok. Aku mau pulang dulu buat mandi, terus langsung jemput kamu," jawab Alex.

"Ohhh, oke. Hati-hati ya, Alex akuuu!" sahut Syafa manis, lalu dengan cepat mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Mendengar kata terakhir dari Syafa, senyum Alex langsung mengembang lebar. Wajahnya memerah seketika. Perlakuan kecil itu sukses membuatnya salah tingkah di tengah toko yang sepi.

Tanpa membuang waktu, Alex segera menaiki motornya dan melaju pulang. Sesampainya di rumah, ia langsung mandi dan berhias rapi. Setelah siap, ia mengirimkan pesan singkat pada Syafa.

Alex: Aku OTW ya, kamu siap-siap.

Syafa: Okeh, hati-hati! Aku tunggu di depan rumah. Jangan lupa bawa helm dua ya!

Alex memacu motornya menuju rumah Syafa. Begitu sampai di depan gerbang, ia melihat gadis bertubuh mungil itu sudah berdiri menunggunya dengan wajah berseri-seri.

"Akhirnya datang juga!" seru Syafa sambil melempar senyum manis ke arah Alex.

"Yoo! Nih, pakai helmnya," sahut Alex seraya menyodorkan helm pelindung.

Namun, Syafa tidak langsung mengambil helm dari tangan Alex. Gadis itu hanya berdiri bergeming sambil menatap Alex, seolah memberi kode dan berharap Alex yang memasangkannya seperti kemarin.

Menyadari kodenya, Alex terkekeh kecil. Ia lalu mendekat dan membantunya memasangkan helm di kepala Syafa dengan lembut. Setelah memastikan penguncinya aman, mereka pun berangkat menembus angin sore menuju pantai di ujung barat kota—tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam bersama.

Sesampainya di pantai, mereka berdua duduk berdua di atas pasir putih. Suasana pantai sore itu cukup sepi, tak banyak orang yang lalu lalang. Suasana tenang seperti ini terasa sangat pas bagi Alex untuk menuntaskan rasa penasarannya soal sorotan di Instagram Syafa.

"Syaf... mau tanya boleh?" ucap Alex ragu-ragu.

Syafa menoleh, menyunggingkan senyum manisnya. "Boleh, mau tanya apa?"

"Mmm... itu, yang di sorotan Instagram kamu... makam siapa?" tanya Alex hati-hati.

Mendengar pertanyaan itu, senyum di bibir Syafa perlahan memudar. Pandangannya beralih menatap lurus ke arah garis pantai tempat matahari mulai tenggelam.

"Itu... mantan aku. Yang pernah aku ceritain ke kamu waktu kamu liat bunga matahari di rumahku," jawab Syafa pelan. Seketika, bulir air mata menetes membasahi pipinya. "Dia meninggal pas di hari ulang tahunku. Hari itu dia berniat bawain kue ulang tahun buat aku, tapi di perjalanan... dia ditabrak sama wanita yang enggak bertanggung jawab."

Melihat Syafa meneteskan air mata, Alex langsung diserang rasa bersalah.

"Eh, maaf ya, Syaf... Aku beneran enggak bermaksud," ucap Alex panik sambil berusaha menenangkan. Tanpa ragu, Alex merengkuh lembut wajah Syafa dan mengusap air mata yang terus menetes di pipi gadis itu.

Syafa menyapu sisa air matanya, lalu mengalihkan pandangannya menatap lekat wajah Alex. "Enggak apa-apa, Lex. Tapi... aku boleh tanya balik enggak?"

"Tanya apa?"

"Aku tahu dulu kamu sering post foto kamu di Instagram. Dan aku juga tahu kamu pernah punya pacar. Aku dapat info dari temen sekelasmu, katanya kamu putus tiga bulan lalu. Itu... kenapa?" tanya Syafa penasaran.

Alex menghela napas pendek. "Mmm... aku putus karena mantanku itu suka sama temenku. Tapi dia minta mantan aku yang sebelumnya lagi buat menyebarkan fitnah seolah-olah aku masih berhubungan sama mantan lama itu."

Syafa mengernyitkan dahi, tampak pusing mencerna cerita Alex. "Hah? Gimana-gimana?"

Alex terkekeh kecil melihat ekspresi kebingungan Syafa, lalu mencoba menjelaskan lebih detail. "Jadi gini... Putri, mantan aku yang terakhir, itu suka sama Marko waktu kami masih pacaran. Tapi Putri enggak mau terlihat sebagai pihak yang mutusin duluan. Akhirnya, Putri minta tolong ke Angel—mantan aku sebelum Putri—buat bikin foto rekayasa seolah-olah aku jalan berdua sama Angel."

Syafa menepuk jidatnya pelan. "Ohhh... ribet banget ya," ucapnya lalu tertawa tipis.

"Ya begitulah. Aku juga bingung kenapa bisa se-anak kecil itu," sahut Alex menggelengkan kepala.

Suasana di antara mereka mendadak hening sejenak, hanya ada suara deru ombak yang menyapu tepi pantai. Tidak ingin merusak momen yang sudah begitu hangat, Alex mengumpulkan sisa keberaniannya untuk menyampaikan perasaan yang mengganjal di dadanya.

"Syaf..." panggil Alex pelan. "Mmm... entah kenapa, sejak pertama kali ketemu, rasa tertarik aku ke kamu tuh besar banget. Aku bingung ngomongnya gimana, tapi... aku suka sama kamu, Syaf."

Mendengar pengakuan jujur itu, Syafa sempat tertegun. Namun raut terkejut itu perlahan berganti menjadi senyuman hangat.

"Hahaha, aku kira cuma aku doang yang ngerasain," balas Syafa terkekeh. "Sama, Lex. Entah kenapa waktu pertama kali liat kamu, rasa suka itu langsung muncul. Apalagi tiap kali di samping kamu, aku merasa tenang dan nyaman banget."

Mendapat balasan yang di luar ekspektasinya, perasaan Alex membuncah. Ia menatap lekat mata Syafa sambil tersenyum mantap.

"Syaf... mau enggak kita pacaran?"

"Boleh, Lex," jawab Syafa tanpa ragu, membalas tatapan dan senyuman Alex.

Di bawah jingganya langit sore dan pemandangan sunset yang memukau, mereka berdua resmi berpacaran. Rasa bahagia menyelimuti dada Alex.

Namun, saat mereka sedang asyik menikmati momen mesra tersebut, ponsel di saku Alex bergetar. Sebuah notifikasi pesan dari Umam muncul di layar:

Umam: Lex, Marko sama Putri putus.

Alex membaca pesan singkat itu. Sejenak dadanya berdesir, tetapi ia memandang Syafa yang sedang tersenyum manis di sampingnya. Alex tak ingin merusak suasana indah ini. Tanpa membalas, ia kembali memasukkan ponselnya ke saku dan mengabaikan pesan tersebut.

1
Putry Chan
deskripsi terlalu bertele-tele, belum nyambung.
judul dan tagar tidak nyambung " dusta yang sempurna" tema balas dendam, romansa fantasi tapi deskripsi nya hanya berbicara putus cinta dan trauma tidak ada unsur kebohongan, fantasi, atau persaingan.
tidak memancing penasaran.
kurang emosi yang terasa

dan cover tulisan belum menyatu
kurang memikat mata
belum ada menggambar isi cerita
Fahri Sohil Munawar: terimakasih kak atas sarannya akan saya perbaiki terimakasih mohon bimbingannya
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
lanjut kakk
Fahri Sohil Munawar: makasih kak sudah mampir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!