NovelToon NovelToon
CEO DINGIN ITU MEMANJAKANKU

CEO DINGIN ITU MEMANJAKANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nacha Adhi

Sejak usia sembilan tahun, Naura harus menelan pahitnya hidup. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia diasuh Paman Surya dan Bibi Rina yang tidak mampu namun terobsesi pada kemewahan. Naura sering disiksa dan dimanfaatkan, dipaksa bekerja keras demi menghidupi dirinya sendiri dan membiayai sekolah. Meski demikian, ia tumbuh menjadi gadis yang kuat, jujur, dan cerdas hingga berhasil lulus kuliah.

Bekerja di sebuah perusahaan swasta pun tidak membuat hidupnya lebih mudah. Atasan iri memfitnahnya, sementara paman dan bibinya terus memeras gaji dengan ancaman. Saat dipecat secara tidak adil dan berjalan dalam kesedihan, ia hampir tertabrak mobil mewah milik Aldo Pratama—CEO muda yang dingin, berwibawa, dan disegani banyak orang. Pertemuan tak terduga itu mengubah segalanya.

bagaimana kisah menarik selanjutnya... ???? lanjut bacanya sampai akhir yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nacha Adhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Menghadapi Kabar Bohong

Suasana di kantor pusat Grup Pratama terasa sedikit tegang. Tim humas dan hukum bekerja lembur memantau perkembangan berita palsu yang menyebar di media sosial dan beberapa portal berita kecil. Tuduhan yang disebarkan tidak berdasar, namun cukup untuk menimbulkan keraguan di sebagian masyarakat dan mitra bisnis yang tidak mengetahui secara jelas perjalanan kasus yang telah selesai.

Aldo duduk di ruang kerjanya, membaca laporan lengkap yang disusun timnya. Di sampingnya, Naura juga ikut memeriksa, memberikan pandangan dari sisi yang lebih menyentuh aspek kepercayaan publik.

"Sepertinya ini dirancang secara sengaja, waktunya tepat sebelum kamu tampil di seminar. Tujuannya jelas—merusak citra perusahaan sebelum kamu bisa berbicara secara terbuka," ujar Naura sambil menunjuk bagian laporan yang menganalisis pola penyebaran berita.

Aldo mengangguk setuju, matanya tetap tajam. "Benar. Mereka ingin membuat seolah-olah kita masih menyembunyikan sesuatu, padahal semua kasus sudah diproses secara hukum dan diputuskan oleh pengadilan. Tapi kita tidak akan membalas dengan cara yang sama. Kita akan tunjukkan fakta dan bukti yang jelas."

"Apakah kita sudah bisa melacak siapa di balik akun-akun yang menyebarkan ini?" tanya Naura.

"Tim teknologi informasi sedang melacak alamat IP dan sumber penyebaran utamanya. Biasanya, berita bohong seperti ini memiliki satu atau dua sumber utama yang kemudian disebarkan oleh akun-akun pendukung. Kita akan ketemu pelakunya," jawab Aldo tegas.

Sementara penyelidikan berjalan, mereka juga harus mempersiapkan penjelasan untuk publik. Tim humas menyarankan untuk mengeluarkan pernyataan resmi, namun Aldo memiliki ide yang lebih baik.

"Saya tidak hanya akan mengeluarkan pernyataan tertulis. Saya akan sampaikan semuanya secara langsung di seminar nanti. Di hadapan banyak orang, saya akan jelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi, menunjukkan bukti keputusan pengadilan, dan menegaskan komitmen perusahaan kita," ujar Aldo dengan keyakinan penuh.

"Kamu yakin? Bisa saja ada orang yang datang dengan niat untuk memprovokasi," tanya Naura dengan sedikit kekhawatiran.

"Aku yakin. Kebenaran tidak perlu ditakutkan. Justru dengan berterus terang, kita bisa membangun kepercayaan yang lebih kuat daripada sebelumnya," jawab Aldo sambil memegang tangan istrinya.

Hari pelaksanaan seminar pun tiba. Tempat acara dipenuhi oleh ratusan peserta—pengusaha muda, akademisi, wartawan, dan tokoh masyarakat. Suasana cukup ramai, dan bisa terlihat beberapa wartawan yang tampak siap untuk mengajukan pertanyaan yang mungkin cukup tajam.

Saat giliran Aldo naik ke panggung, awalnya terdengar bisikan-bisikan kecil dari beberapa peserta yang telah mendengar berita yang beredar. Namun, Aldo tetap tenang dan tersenyum tipis, memulai pembicaraannya dengan nada yang tenang dan meyakinkan.

"Selamat pagi semuanya. Terima kasih telah hadir. Hari ini saya tidak hanya akan berbicara tentang strategi bisnis atau manajemen keuangan. Saya juga ingin menjawab keraguan yang mungkin muncul belakangan ini, terkait kabar yang beredar tentang perusahaan kami," ujarnya membuka pembicaraan.

Ia kemudian menjelaskan secara kronologis, mulai dari sejarah berdirinya perusahaan, peristiwa yang menimpa orang tuanya dan orang tua Naura dua puluh tahun lalu, hingga proses hukum yang telah berjalan hingga vonis yang dijatuhkan pengadilan. Ia juga menampilkan salinan resmi keputusan pengadilan dan laporan keuangan yang telah diaudit secara independen.

"Semua kasus yang pernah terjadi telah diselesaikan melalui jalur hukum yang sah dan terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Sebaliknya, kami justru menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran berharga. Kami berkomitmen untuk menjalankan bisnis secara transparan, jujur, dan bertanggung jawab kepada masyarakat dan karyawan kami," tegas Aldo.

Setelah sesi pemaparan selesai, tibalah sesi tanya jawab. Seorang wartawan dari media besar mengangkat tangan.

"Tuan Aldo, terima kasih atas penjelasannya. Namun, masih ada yang bertanya-tanya—mengapa kabar ini muncul kembali padahal kasusnya sudah lama selesai? Apakah tidak ada yang tersisa yang belum terungkap?" tanyanya dengan nada sopan namun tajam.

Aldo menatapnya dengan tenang. "Pertanyaan yang bagus. Menurut penyelidikan kami, kabar ini disebarkan oleh pihak yang merasa dirugikan dan ingin membalas dendam, atau bisa juga oleh pesaing bisnis yang ingin memanfaatkan situasi untuk merusak nama baik kami. Namun, seperti yang saya tunjukkan, fakta dan bukti tidak bisa diubah oleh berita bohong. Kami telah meminta bantuan pihak berwenang untuk menindak tegas penyebar informasi palsu ini sesuai hukum yang berlaku."

Pertanyaan lain datang dari seorang pengusaha muda. "Bagaimana cara Tuan dan perusahaan memastikan hal serupa tidak terulang di masa depan? Apakah ada perubahan sistem yang signifikan?"

"Kami telah melakukan perombakan besar-besaran pada sistem pengawasan internal. Setiap transaksi besar harus melalui verifikasi ganda, dan laporan keuangan diaudit secara berkala oleh lembaga independen. Selain itu, kami juga memiliki komite etika yang mengawasi setiap kebijakan perusahaan. Kami percaya bahwa bisnis yang sehat adalah bisnis yang didasari oleh kepercayaan dan kejujuran," jawab Aldo dengan rinci dan meyakinkan.

Penjelasan Aldo yang jujur, terbuka, dan didukung bukti yang kuat perlahan mengubah pandangan peserta. Awalnya ada keraguan, namun akhirnya banyak yang mengangguk setuju dan memberikan tepuk tangan yang meriah. Beberapa orang bahkan mendekatinya setelah acara selesai untuk menyampaikan dukungan.

Setelah acara selesai, Aldo dan Naura segera menerima kabar dari tim penyelidik. Mereka berhasil melacak sumber utama penyebaran berita bohong itu. Ternyata, di baliknya ada seorang pengusaha yang pernah kalah bersaing dengan Grup Pratama dalam proyek besar beberapa tahun lalu, dan merasa kesempatan ini bisa digunakan untuk menjatuhkan reputasi Aldo.

"Namanya Rendra. Ia merasa dendam dan bekerja sama dengan beberapa orang yang masih memiliki hubungan dengan lingkaran Widodo untuk menyebarkan kabar ini. Mereka menyewa jasa penyebar berita palsu dan akun-akun tidak aktif untuk memperbesar dampaknya," lapor kepala tim penyelidik.

"Apakah ada bukti yang cukup kuat untuk menuntutnya?" tanya Aldo.

"Ada. Kami memiliki rekaman percakapan, bukti transfer dana, dan jejak digital yang menghubungkannya langsung dengan akun-akun penyebar berita. Ia bisa dikenai tuntutan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong," jawabnya.

Naura berpikir sejenak, lalu berkata, "Mungkin kita tidak perlu langsung menuntutnya secara hukum. Kita bisa mengumpulkan bukti, memanggilnya, dan memberikan peringatan tegas. Jika ia berhenti dan meminta maaf secara terbuka, mungkin itu sudah cukup. Kita tidak ingin terus terjebak dalam perselisihan yang tidak ada habisnya."

Aldo menatap istrinya, tersenyum tipis. "Kamu selalu melihat sisi yang lebih luas. Baiklah, kita akan coba cara itu terlebih dahulu. Tapi jika ia tidak mau berhenti, kita tidak akan ragu untuk menempuh jalur hukum."

Beberapa hari kemudian, Rendra dipanggil secara tertutup. Saat dihadapkan dengan bukti yang lengkap, ia akhirnya tidak bisa mengelak. Ia mengakui perbuatannya, menyadari bahwa rencananya gagal total. Ia meminta maaf dan bersedia membuat pernyataan terbuka untuk meluruskan kabar yang telah disebarkannya.

Segera setelah pernyataan permintaan maaf itu disebarkan, berita bohong itu perlahan menghilang dan digantikan dengan apresiasi atas sikap terbuka Grup Pratama. Nama baik perusahaan justru menjadi lebih kuat karena kepercayaan yang tumbuh kembali.

Beberapa minggu kemudian, suasana kembali damai. Aldo bisa lebih fokus pada pengembangan perusahaan dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Arka yang kini sudah berusia beberapa bulan tumbuh sehat dan ceria, seringkali menjadi sumber keceriaan di rumah besar itu.

Suatu sore, saat mereka sedang bermain bersama Arka di taman, asisten Aldo datang membawa sebuah surat undangan.

"Ada undangan dari yayasan pendidikan nasional. Mereka mengundang Tuan dan Nyonya untuk menjadi pengurus kehormatan dan mendirikan beasiswa atas nama orang tua Nyonya," lapornya sopan.

Naura menerima surat itu dengan mata berbinar. "Ini kesempatan yang baik. Kita bisa membantu anak-anak yang kurang mampu mendapatkan pendidikan, sama seperti yang selalu diimpikan orang tuaku."

Aldo mengangguk setuju. "Baiklah. Kita akan terima. Ini cara yang indah untuk mengenang mereka dan memberikan manfaat bagi banyak orang."

Namun, saat mereka sedang merencanakan hal itu, telepon genggam Aldo berdering. Wajahnya berubah sedikit serius saat mendengarkan penjelasan dari seberang sana. Setelah menutup telepon, ia menoleh ke arah Naura.

"Ada kabar dari kepolisian. Mereka menemukan dokumen lama di tempat penyimpanan milik Widodo yang belum sempat diperiksa. Dokumen itu berisi daftar nama orang yang pernah bekerja sama dengannya selama bertahun-tahun—dan ternyata masih ada satu nama yang cukup penting yang belum terungkap sepenuhnya perannya."

1
elfanaya 💞
kamu udh dpt gaji mending keluar dari rumah yg berasa seperti neraka itu
Kim Borahae
seru😍. semangat terus ya 💪

Btw, saya pun baru mula menulis novel kalau ada masa boleh tinggalkan komen. Tinggal tekan profile saja, terima kasih /Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!