NovelToon NovelToon
Dunia Akan Lebih Baik Jika Kita Bersama

Dunia Akan Lebih Baik Jika Kita Bersama

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:108.5k
Nilai: 5
Nama Author: Liu woile

Denisa tak menduga perjalanan cinta jarak jauhnya dengan Rayend berakhir dengan kenyataan kalau Denisa lah menjadi orang ketiga di pernikahan Rayend. Lalu pertemuan tidak sengaja dalam sebuah kecelakaan membawa Denisa bertemu sosok lelaki yang selanjutnya selalu muncul tiap Denisa mengalami kesusahan. Lelaki itupun mulai menunjukkan ketertarikan kepada Denisa. Namun Disisi lain lelaki itu juga mempunyai trauma masa lalu yang kelak akan mempengaruhi hubungan cintanya dengan Denisa. Sanggupkah mereka terus bersama menghadapi setiap masalah yang silih berganti menggoyahkan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liu woile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 18 konflik Denisa 3

Jam kerja Denisa berakhir jam 5 sore. Tadi sekitar jam 4 Catra memberi tahukan bahwa dia mungkin tak bisa tepat waktu menjemput karena ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan. Entah kenapa Denisa merasa kecewa tapi memang dari awal Denisa tak ingin merepotkan Catra.

Denisa menyetop bajaj untuk menuju tempat kostnya. Saat tiba dirumah Denisa segera mandi dan nanti selepas magrib dia mungkin akan keluar ke warung nasi terdekat untuk membeli makan malam.

Dan setelah magrib berlalu Denisa pelan pelan turun dari kamar kostnya menuju warung. Agak tidak enak hati Denisa ketika membeli sebungkus nasi dan lauknya di warung yang hanya berjarak beberapa rumah dari tempat kost nya. Mendapat kesan kalau ibu warung nasi yang biasa ramah ini terkesan sedikit judes. Apalagi ibu warung itu dan anaknya terasa seperti membicarakan Denisa tapi menggunakan bahasa daerah yang tidak terlalu dimengerti. Tapi Denisa tidak mau berpikir banyak, setelah mengucapkan terima kasih Denisa pun pulang.

Denisa tak menyadari si ibu warung dan anaknya tersebut memperhatikan cara Denisa berjalan dari belakang. Denisa naik kembali ke kamar kostnya dilantai 2. Baru saja Denisa hendak membuka makanan yang baru beli nya tiba tiba kamarnya diketuk. Denisa membuka pintu kamarnya. Terlihat wajah tak bersahabat dari ibu kost menyuruh Denisa turun kebawah.

Dengan ragu dan cemas Denisa pun mengikuti ibu kost berjalan turun ke bawah. Dan alangkah terkejutnya Denisa ketika dibawah sudah banyak warga berkumpul. Jantung Denisa berdebar kencang. Bertanya tanya dalam hati ada masalah apakah ini. Sampai dibawah langsung ibu kost menunjuk wajah Denisa.

" Dasar tidak tahu malu. Bisa bisanya mencoreng nama baik saya dan tempat kost saya"

Denisa yang tak mengerti memandang ibu kost dengan heran " Maaf , ini ada apa sebenarnya Bu?"

" Kamu jangan Pura pura tidak tau ya.? " hardik nya keras.

" Ibu, saya benar benar tak tahu ada masalah apa? " ujar Denisa mulai menciut hatinya disaat suara suara warga mulai bersahutan.

" Kamu habis melakukan aborsi kan kemarin. Maka nya dua hari yang lalu kamu tidak pulang kerumah. Ternyata selama ini kamu beberapa kali tidak pulang ke rumah karena kamu bersama pacar kamu" Ujar ibu kost dengan kasar.

Denisa menggelengkan kepalanya dengan keras " Apa Bu? Aborsi, saya tak pernah melakukan hal itu " Tetapi suara Denisa tenggelam oleh suara riuh dan sorakan warga. Denisa mulai menangis tak tau bagaimana cara membela diri diantara banyak orang yang menyalahkan nya.

" Ada yang melihat kamu menginap di hotel.. dan bekas kamar yang kamu tinggalkan.. banyak noda darah di sprei nya... Masuk dan keluar hotel tak sanggup berjalan sendiri... Apalagi yang terjadi selain kamu habis melakukan aborsi. Dasar perempuan murahan.." setiap kata yang keluar dari mulut ibu kost disambut sorakan dari warga.

Bahkan mulai ada yang memulai mendorong tubuh Denisa hingga terjatuh dan ada yang menarik nya berdiri kembali. Lalu ada yang menarik rambut nya, menarik bajunya lalu didorong lagi . Ada pula yang menggunakan kamera video untuk merekam kejadian itu.

Dalam keadaan tak mengerti, tak berdaya dan tak bisa membela diri dan serta sendiri diantara ramai nya orang menyalahkan nya Denisa hanya bisa menangis menahan kepedihan hati dan rasa sakit di yang diderita nya sambil berteriak minta ampun. Berharap semua penyiksaan ini berhenti mendengar ratapannya.

Sampai akhirnya ada suara keras yang berteriak meminta semua dihentikan. Catra datang sedikit terlambat dia melihat Denisa sudah berantakan dan sangat menyedihkan. Rambut acak acakan , baju yang sudah ada bagian robek akibat ditarik sana sini. Ketika Melihat kearah Catra beberapa orang yang sedang memegang Denisa melepaskan pegangan nya dan Denisa jatuh terduduk dengan lemas.

Catra segera berjalan cepat kearah Denisa menyingkirkan warga yang menghalangi jalannya dengan kasar dan tergesa. Catra ikut terduduk di lantai memeluk Denisa yang lemah.

Catra mengambil ponsel dari saku nya dan menelpon Gilang teman klub motornya lokasi bengkelnya tak terlalu jauh dari tempat kost Denisa. "Gilang, tolong ini situasi gawat. Tolong panggil polisi secepatnya. Teman gue di persekusi. Lokasi Jl anyelir. Segera gue share lokasi nya." Setelah itu Catra menelepon pengacara yang biasa dipakai oleh perusahaan nya.

" Pak pengacara tolong segera ke Jl anyelir Jakarta timur. Situasi urgent. Teman saya di persekusi. Nanti saya share lokasi "

Selesai dengan telponnya Catra menatap marah ke orang yang berkumpul didepannya. Sebagian dari mereka mulai terlihat gentar ketika Catra menyuruh memanggil polisi dan pengacara.

" Siapa yang bertanggung jawab disini? " tanya Catra setengah berteriak. "Panggil petugas RT dan RW disini" Ujar Catra dengan nada marah. Tubuhnya masih memeluk Denisa yang saat itu yang sudah tak sadarkan diri. Menyandarkan kepala Denisa di dadanya.

Keadaan perlahan lahan kondusif dan warga sudah tidak ada yang bersuara namun mereka masih berkumpul di tempat itu. Tak lama datang lah pak ketua RT lingkungan tempat Denisa kost. Dia kaget melihat kondisi Denisa. Lalu melihat ke arah ibu kost Denisa.

" Bu, kenapa harus begini? Tadi kan saya sudah berpesan nanti habis isya kita akan tanya baik baik ke neng ini. Kenapa harus ada kejadian seperti ini. Walaupun dia bersalah cara seperti Ini melanggar hukum Bu " Pak RT menyesali tindakan terburu buru warga nya.

" Lho kok saya disalahkan? Nama baik saya yang dirugikan disini " ibu kost Denisa masih mengelak .

" Tapi bukan begini caranya bu, cara ibu salah. Lagi pula belum tentu yang dituduhkan itu terbukti " Pak RT masih berusaha menasihati ibu kost Denisa.

" Sebaiknya mbak nya dibawa kerumah saya saja dulu. Si mas nya bisa bantu bawa si mbaknya kan? " Pak RT berkata kepada Catra, Catra mengangguk.

" Ibu ikut kerumah saya. Dan siapa saja yang menjadi saksi masalah ini harap kerumah saya" Pak RT berkata kepada warga yang berkerumun. Catra membawa Denisa ke rumah Pak RT.

Diperjalanan pak RT menelpon Pak RW yang ternyata juga sudah menuju kerumah pak RT. Sesampai disana Catra menyempatkan diri membagikan lokasinya saat ini kepada Gilang dan juga pengacara nya.

Ibu RT membawakan teh manis hangat dan minyak angin aroma terapi untuk Denisa. Catra mengoles kan minyak angin ke pelipis Denisa dan membaui minyak angin ke hidung Denisa. Perlahan Denisa bergerak dan melihat Catra didepannya Denisa kembali menangis dan langsung memeluknya erat dan ketakutan. Catra hanya menerima pelukannya sambil menenangkan Denisa.

Pak RW datang bersama dua anggota hansip lingkungan. "Ada kejadian apa ini" tanyanya.

Catra berinisiatif merekam pembicaraan ini melalui ponsel, Ia meminta izin kepada pak RT dan pak RW untuk merekam semua pembicaraan ini karena beralasan pengacara nya belum datang. Karena dia berniat menempuh jalur hukum untuk masalah ini.

Dan pak RT dan RW memperbolehkan Catra merekam pembicaraan mereka.

" Begini Pak RW , tadi pagi ada warga melapor kepada saya karena curiga dengan salah satu penghuni kost dirumahnya melakukan aborsi, Yaitu si mbak yang ini " ujar Pak RT sambil menunjuk ke arah Denisa. Denisa yang masih berada di dekapan Catra menggeleng kan kepalanya dan Catra berusaha menenangkannya.

" Iya pak, si Denisa udah bikin Malu saya dan tempat kost saya " Ibu kost Denisa langsung berkata kata.

" Ibu bisa diam dulu Bu. Saya mau dengar kronologinya. Nanti ada giliran ibu bicara." Pak RW memerintahkan supaya si ibu diam.

" Saya sudah bilang nanti sore sekitar habis isya saya akan datang untuk menanyakan baik baik ke si mbak nya. Tapi sebelum saya datang rupanya sudah terjadi kejadian yang tidak di ingin kan" lanjut Pak RT

" Kejadian apa Pak ?"

" Ketika saya datang, Denisa sedang di perlakukan dengan kasar dan tidak manusiawi oleh warga pak. Di dorong kesana kemari , dijambak, di tarik baju nya. Mungkin juga dipukul, saya tidak melihat jelas tapi akan saya cari detailnya karena saat saya datang banyak warga yang merekam pakai ponsel " Catra menjawab pertanyaan pak RW.

" Benar pak RT ? " tanya pak RW memastikan

" Untuk hal itu saya tidak melihat dengan mata saya sendiri pak." jawab pak RT

" Ya karena pak RT dipanggil datang setelah saya berteriak ke warga yang berkumpul untuk memanggil pak RT dan RW " ujar Catra

" Mas nya siapa? " Tanya pak RW kepada Catra

" Saya temannya Denisa, Yang datang untuk melihat keadaannya." ujar Catra " Dan walau terlambat untung saya datang hari ini, kalau tidak entah apa yang terjadi pada dia" ujar Catra menyesal karena sudah datang terlambat.

1
Elly Supriaty
Bravo Author dari pertama baca sampe akhir aku sangat suka novel mu thor ,....
smg sll sehat thor ,sll sukses dengan karya mu yg semangkin greget ,ku tunggu karya mu yg lain ...
Author its the best 💪💪💪👍👍👍❤❤❤❤
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
Trimakasih atas karyanya author......semakin maju n sukses dlm berkarya, saya tunggu karya selanjutnya.
Wina Faujji
dari awal sampe akhir cerita nya saya suka, saya tunggu karya mu yg baru...
Yuli Yuliah
sukses buat author,happy ending
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
saya suka....saya suka ceritanya Thor. Sukses sll ya thor. gbu
Yuli Yuliah
Thor kemana dirimu
Isri Nurhidayah
hamil kali Denisa nya
Wina Faujji
ngak ada visual nya ya thor
Yossi Yosvizar
Haadeh delisa kenapa dibikit ribet sendiri pikiran jelek hrs segera di konfirmasi jd ngga salah paham .rumah tangga hrs salibg terbuka dgn apa yg mengganjal dihati dan pikiran 😔😔😔
Yossi Yosvizar
thor catra jgn dibikin jd orang yg ribet kasian denisa hrs sabar dan kuat.😔😔
Isri Nurhidayah
semoga bukan masalah baru
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
ceritanya bagus....semangat thor .
Yossi Yosvizar
Denisa tipe perempuan hebat tp ngga sadar kalau dia hebat walau penuh kekurangan
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
aku suka thooor
Yuli Yuliah
kok blm up Thor,aku dah bolak balik intip nih
Tera Dwi Retina
selaluuuu menungguuu
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
ikut seneng baca nya thor.....
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
banjiiiiirrrr......tapi seneng
Tera Dwi Retina
akhirnya aaaaaa
Wina Faujji
akhirnyaaa ..... semangat terus ya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!