NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:994
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: UNDANGAN UNTUK ANAK BUANGAN

Bab 18: Undangan untuk Anak Buangan

Aroma sup buntut premium dan panggangan daging wagyu menguar di udara, memenuhi ruang makan utama mansion Menteng malam ini. Cahaya dari lampu gantung kristal di atas meja marmer panjang memantul mewah, menciptakan atmosfer kehangatan keluarga konglomerat yang begitu draf sempurna di draf permukaan.

Gilbert, Victoria, Nicholas, dan Christian sudah duduk di posisi masing-masing, menikmati hidangan malam dengan draf draf obrolan ringan seputar draf persiapan pesta ulang tahun Alethea yang tinggal menghitung hari. Di ujung meja, Alethea duduk dengan draf gaun rumahan sutra merah mudanya, memancarkan draf kebahagiaan seorang putri mahkota yang draf manja.

Di tengah draf draf makan malam yang hangat itu, pintu koridor dapur kotor terbuka pelan. Valerie Vespera melangkah masuk ke dalam ruang makan. Seperti biasa, penampilannya begitu kontras; seragam sekolah SMA Garuda yang sedikit kusut masih melekat di tubuh tirusnya, dan tas kanvas usangnya tersampir longgar di bahu. Wajahnya sedatar es, sepasang mata hitam pekatnya menatap lurus ke depan tanpa ada draf minat sedikit pun untuk bergabung.

Begitu melihat sosok Valerie, seulas senyuman manis namun sarat akan draf draf kelicikan tersembunyi terukir di bibir Alethea. Dia meletakkan sendok peraknya dengan bunyi dentangan pelan, lalu meraih sebuah draf amplop tebal beludru berwarna biru tua berhiaskan draf draf ukiran emas murni dari atas meja samping.

"Kak Valerie," panggil Alethea dengan draf suara yang sengaja dilembutkan, memutus draf obrolan Gilbert dan Nicholas. Semua mata di draf meja makan seketika beralih menatap ke arah Valerie yang menghentikan langkah kakinya tepat di draf draf tepi karpet ruang makan.

Alethea berdiri dari kursinya, berjalan mendekati Valerie dengan draf langkah anggun yang dibuat-buat. Dia menyodorkan draf amplop mewah tersebut tepat di depan draf dada Valerie.

"Ini draf undangan resmi untuk perayaan ulang tahunku yang ke-18 di Grand Ballroom Hotel Mulia minggu depan," ucap Alethea dengan draf draf wajah polos penuh draf ketulusan palsu. "Aku bener-bener berharap Kak Valerie bisa datang. Semua teman sekelas kita di Garuda dan draf draf kolega bisnis Papa dari bursa efek akan hadir di sana. Sebagai bagian dari keluarga ini... Kakak wajib ada di sana, kan?"

Mendengar ucapan Alethea, Victoria langsung meletakkan draf serbetnya dengan draf draf gerakan anggun yang dingin. "Alethea, untuk apa kamu repot-repot memberikan draf undangan itu padanya? Pesta itu diisi oleh orang-orang dari kalangan atas. Anak tidak tahu sopan santun seperti dia hanya akan mempermalukan draf nama baik Papa di depan draf mitra bisnis kita dengan draf pakaian lusuhnya."

Nicholas ikut terkekeh sinis dari kursinya, menatap Valerie dengan draf pandangan merendahkan. "Betul kata Mama, Lethea. Jangan sampai dia datang pakai sweter rajut birunya yang bau apek itu ke ballroom bintang lima. Bisa jatuh draf harga diri keluarga Elrod di depan draf media bisnis."

Alethea langsung memasang draf draf wajah cemas yang manipulatif, menoleh ke arah Victoria dan Gilbert bergantian. "Ih, Mama, Kak Nicholas, nggak boleh bicara begitu. Kak Valerie kan juga draf anak di rumah ini sekarang. Biar bagaimanapun, aku mau Kakak melihat hari draf draf paling bahagiaku. Kak Valerie pasti datang, kan?"

Alethea menatap Valerie dengan draf draf kilatan mata yang sarat akan draf draf provokasi tersembunyi. Taktik Alethea sangat jelas: dia sengaja mengundang Valerie bukan karena draf rasa sayang, melainkan ingin menyeret anak buangan ini ke atas draf draf lantai dansa yang megah, untuk dijadikan bahan tertawaan dan objek draf draf penghinaan massal di depan seluruh lingkaran sosial elit Jakarta. Dia ingin menunjukkan draf jurang status sosial yang mutlak di antara mereka berdua.

Valerie menurunkan draf pandangannya sedikit, menatap draf amplop beludru biru di tangan Alethea. Di kehidupan masa lalu, Valerie akan menangis tersedu-sedu menerima draf draf perlakuan ini, merasa terhina namun draf terpaksa datang demi mencari draf draf pengakuan draf hubungan darah yang sia-sia.

Tapi malam ini, Valerie Vespera yang berdiri di sana adalah sang kaisar bayangan.

Dengan draf gerakan yang teramat anggun dan pelit emosi, Valerie mengulurkan draf draf tangan rampingnya, meraih draf amplop beludru itu dari draf draf genggaman Alethea. Dia tidak merobeknya, tidak juga melemparkannya. Dia hanya memegangnya dengan draf dua jari, seolah draf undangan mewah bernilai jutaan rupiah itu tak lebih dari sekadar draf draf kertas sampah yang tidak sengaja menempel di draf tangannya.

"Jika kehadiran saya adalah draf draf sesuatu yang sangat kamu draf nantikan, Alethea..." Valerie bersuara, nadanya begitu tenang, dingin, dan beralun konstan tanpa ada draf getaran amarah sedikit pun. "Maka saya pastikan, saya akan berdiri di tengah draf ballroom itu minggu depan."

Valerie menatap lurus ke draf pupil mata Alethea, membuat senyuman kemenangan di draf wajah ular palsu itu mendadak draf membeku karena merasakan draf draf tekanan aura kegelapan yang teramat pekat dari draf draf tatapan Valerie.

"Persiapkan draf dirimu dengan baik untuk draf malam puncakmu," tambah Valerie dengan draf seulas senyuman tipis yang teramat misterius di sudut bibirnya. "Jangan sampai draf dekorasi emas yang sudah susah payah Mama Victoria bangun dengan draf sisa draf kas perusahaan, berakhir menjadi draf latar belakang dari sesuatu yang tidak ingin kamu draf saksikan."

Sebelum Alethea atau Victoria sempat mencerna draf makna draf draf kalimat dingin tersebut, Valerie sudah membalikkan tubuhnya dengan keanggunan seorang draf penguasa mutlak. Dia melangkah pergi meninggalkan ruang makan, menuruni anak tangga semen menuju draf draf kamar gudang bawah tanahnya yang gelap.

Begitu pintu gudang terkunci rapat, Valerie melempar draf undangan beludru itu ke atas draf meja kayu usangnya tanpa menoleh lagi. Di tangannya, ponsel pintarnya menyala, menampilkan draf pesan teks singkat yang dia kirimkan kepada Julian Prakasa:

Umpan undangan sudah saya draf terima. Instruksikan seluruh draf tim siber kita untuk mengunci draf posisi draf eksekusi short-selling saham Elrod properti tepat pada pukul sembilan malam saat draf dansa pertama Alethea dimulai. Mari kita beri draf mereka draf pertunjukan tirai runtuh yang sesungguhnya.

Di atas meja, draf amplop beludru emas itu tampak berkilau redup di bawah draf cahaya lampu bohlam gudang yang draf draf temaram, bersiap menjadi draf draf tiket draf saksi bisu dari malam di mana Valerie Vespera akan draf menghancurkan draf topeng kemegahan palsu dinasti Elrod di depan draf draf seluruh draf dunia atas Jakarta.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!