NovelToon NovelToon
Air Mata Di Atas Mahkota

Air Mata Di Atas Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:49.8k
Nilai: 5
Nama Author: Frenzy hrp

Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.

Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.

Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.

Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

begadang

Detik jam dinding di kamar VIP terasa lambat banget, berdentang monoton membelah keheningan malam.

Suasana Rumah Sakit Arka Medika sudah sunyi senyap, cuma ada suara dengung halus AC yang mengembuskan hawa dingin. Di atas ranjangnya, Kayla masih belum bergerak. Wajahnya pias dan kuyu di bawah sorot lampu nakas yang temaram. Keringat dingin merembes di pelipis, bercampur dengan sisa air mata yang mulai mengering.

Tiap kali menarik napas panjang, ulu hatinya terasa mual dan jahitan di perut bawahnya berdenyut ngilu. Membedah puluhan lembar laporan keuangan yang penuh manipulasi angka lewat layar HP yang retak seribu itu rasanya kayak siksaan fisik yang nyata. Matanya perih, kepalanya pening, tapi jemarinya menolak berhenti mengetik di kolom memo.

Sedikit lagi... batin Kayla. Dia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat biar gak ketiduran. Bagan rekonsiliasi pajak ini harus kelar sebelum subuh.

Di jam yang sama, sebuah klub malam eksklusif bernuansa remang-remang lagi riuh oleh dentuman musik bas yang berat. Di sofa VIP yang empuk, Adrian Wijaya duduk santai sambil merangkul posesif pinggang Valerie Amanda.

Botol-botol minuman mahal berjejer di atas meja kaca, dikelilingi tawa beberapa rekan bisnis Adrian yang bermuka dua.

"Selamat ya, Bro Adrian! Wijaya Corp makin mantap sejak Valerie masuk jadi Direktur Kreatif. kedepannya pasti bakal jadi sorotan media nasional," ujar salah satu rekan bisnisnya sambil mengangkat gelas.

Adrian tertawa lepas, wajahnya agak memerah karena pengaruh alkohol. "Tentu saja. Bisnis itu butuh citra yang menjual. Valerie punya aura bintang, beda jauh sama mantan istriku yang cuma bisa dasteran di dapur dan bikin aura rumah jadi miskin."

Valerie terkekeh manja, menyandarkan kepalanya yang wangi parfum mahal ke dada Adrian. Jemari lentiknya yang mengenakan cincin berlian baru—pemberian Adrian tadi siang—bergerak membelai rahang pria itu.

"Hubby, kamu jahat banget deh ngomong gitu," ucap Valerie dengan nada manja yang dibuat-buat, meskipun matanya berkilat penuh kemenangan. "Tapi... kamu beneran gak berniat cari tahu dia ada di mana sekarang? Ini udah dua malam, lho. Gimana kalau dia gak punya uang terus menggelandang di pinggir jalan?"

Adrian mendecih kasar, langsung meneguk sisa minumannya sampai habis. "Peduli amat. Biar dia tahu rasa. Biar dia sadar kalau tanpa nama Wijaya di belakang namanya, dia itu bukan siapa-siapa di kota ini. Paling ujung-ujungnya dia bakal balik merangkak di depan pintu rumahku buat mengemis maaf."

Tawa renyah Valerie kembali pecah, menyatu dengan kebisingan musik malam yang menenggelamkan rasa kemanusiaan mereka.

Kembali ke keheningan kamar VIP rumah sakit.

Oek... oek...

Suara tangisan kecil yang serak mendadak memecah kesunyian.

Kayla tersentak. Dia buru-buru menoleh ke samping. Di dalam boks bayi, Arsen kecil mulai menggeliat gelisah. Kedua tangan mungilnya yang terbungkus kain bedung bergerak-gerak, dan tangisannya perlahan mulai mengencang.

"Cup... cup... anak pintar, Ibu di sini, Sayang," Kayla mulai panik.

Dia mencoba menggeser tubuhnya buat meraih boks itu, tapi gerakan yang terlalu cepat itu langsung memicu rasa nyeri yang luar biasa tajam di perutnya. Jahitan pasca-operasi sesarnya rasanya kayak robek lagi.

"Akh—" Kayla mengerang pelan, tubuhnya lemas dan langsung ambruk lagi ke bantal sambil mendekap perutnya sendiri.

Tangis Arsen makin pecah. Kayla menatap bayinya dengan pandangan frustrasi, air matanya mulai menggenang lagi. Rasa gak berdaya langsung menghantam dadanya. Di saat anaknya butuh pelukannya, fisiknya justru sekaku ini.

Cklek.

Pintu kamar terbuka perlahan.

Aroma mint yang segar seketika menyeruak masuk. dr. Raditya Arka melangkah masuk dengan jubah putih dokter yang tersampir rapi di bahunya. Pria itu tampaknya baru selesai visit malam di bangsal anak.

Sepasang mata teduh Raditya langsung menangkap situasi di dalam kamar: Arsen yang menangis, Kayla yang bersimpuh menahan sakit di ranjang, dan sebuah HP dengan layar retak yang masih menyala di atas kasur.

Raditya gak membuang waktu. Dengan langkah tenang tapi sigap, dia langsung melewati ranjang Kayla dan mendekati boks bayi. Tangannya yang besar dan hangat mengangkat tubuh kecil Arsen dengan gerakan yang sangat lembut dan telaten.

Raditya menimang Arsen di dadanya, menepuk-nepuk punggung bayi itu dengan ritme yang teratur. Ajaibnya, cuma dalam hitungan menit, tangis Arsen perlahan mereda, berganti dengan suara celotehan kecil sebelum akhirnya kembali tenang di pelukan sang dokter.

Kayla menatap pemandangan itu dengan napas yang masih memburu. Ada rasa hangat yang asing sekaligus rasa bersalah yang besar menyergap hatinya.

Raditya perlahan meletakkan kembali Arsen yang udah terlelap ke dalam boksnya. Setelah memastikan bayi itu aman, dia membalikkan tubuh, menatap Kayla dengan tatapan mata yang dalam dan serius.

Langkah kaki Raditya mendekat ke sisi ranjang. Tanpa suara, tangannya terulur ke atas kasur, mengambil HP retak milik Kayla, lalu memasukkannya langsung ke dalam saku jubah dokternya.

"Dok... HP saya..." Kayla bersuara panik, suaranya serak nyaris habis.

"Satu jam yang lalu, perawat lapor kalau lampu kamar Ibu belum padam. Dan sekarang, saya lihat Ibu justru lagi menyiksa diri sendiri di tengah malam," ucap Raditya. Suaranya terdengar tenang, tapi sarat akan ketegasan seorang dokter yang gak menerima bantahan.

"Saya harus nyelesaiin pekerjaan itu, Dok. Saya butuh uang buat susu Arsen," Kayla menunduk dalam, jemari tangannya meremas ujung selimut erat-erat. "Kalau saya gak kirim sebelum subuh, saya gak akan punya apa-apa lagi setelah keluar dari sini."

Raditya diam beberapa detik. Tatapannya melembut melihat pundak kurus Kayla yang bergetar hebat. Pria itu menarik sebuah kursi di samping ranjang lalu duduk di sana, memberikan jarak yang aman tapi terasa protektif.

"Ibu Kayla, dengar saya," Raditya menjaga suaranya tetap rendah agar gak membangunkan Arsen. "Otak yang cerdas itu aset yang berharga, tapi gak akan ada gunanya kalau tubuh Ibunya ambruk. Arsen lahir prematur, dia butuh ASI dan dekapan ibunya yang sehat, bukan seorang ibu yang harus balik lagi ke ruang ICU gara-gara pendarahan."

Raditya mengembuskan napas perlahan, lalu menepuk pelan pinggiran ranjang Kayla. "HP ini saya sita sampai besok pagi. Sekarang, tugas Ibu adalah memejamkan mata dan istirahat. Untuk urusan Arsen... saya udah janji semalam buat menjaga kalian tetap aman di sini, kan? Percayalah sama saya."

Kalimat sederhana yang penuh keyakinan itu entah kenapa rasanya kayak jangkar yang kokoh di tengah badai pikiran Kayla.

Berbanding terbalik dengan Adrian yang menganggapnya sampah, pria asing yang baru ditemuinya ini justru memperlakukannya seperti sesuatu yang berharga.

Kayla akhirnya mengangguk. Dia merebahkan tubuhnya perlahan, memejamkan mata di bawah tatapan teduh dr. Raditya yang tetap setia berjaga di samping ranjangnya hingga fajar mulai menyingsing.

1
Hari Saktiawan
kok covernya ganti bagusan dulu
Ester Natalia
kok lom up kak
Erus Miati
dri awal bc udh nyesek
Erus Miati
😭😭😭😭
Adinda
waktu kayla hamil Kamu sibuk selingkuh
Adinda
Kayla hampir keguguran juga gara gara Kamu Andrian
Adinda
jambak atau buat tu pelakor menyesal kayla
Adinda
Memang Kamu Kasih duit berapa Kayla palingan juga buat isi rumah Kamu Dan selingkuhan Kamu bukan istrimu yang berjuang Dari nol buat Kamu, sombongnya kebangetan
Adinda
biadab Kau siksa istrimu,keluar Kayla buat apa bertahan sama pria Iblis gak Tau Terimakasih
Sanda Rindani
ko oon gk pergi,katany pintar
Mundri Astuti
ya ampun mantan papa mertuanya gitu amat y
Mundri Astuti
sok aja atuh....lagian Arsen juga masih bayi..kelewatan kalian...bener" ga mandang Kayla sebagai ibunya
Lee Mba Young
Syukurin laki yg hidup dlm ketek orang tua ya kayak km Adrian. di setir ortu. semoga Kalah di pengadilan Dan mlh rusak kehormatan kluarga itu.
Mundri Astuti
tuh masih di dlm perut aja emang kamu peduli...ngga kan, mang kamu mikir Kayla melahirkan siapa yg dampingi, siapa yg membayar perawatan, tinggal dimana, mknnya gimana ....mikir kesana ngga kamu sama papamu ....
heran ...horang kaya ga ada akhlak
Kale Ganindra Awan
thor,jngn sampai Adrian dpt hak asuh arzen,,dulu dicampakkn,diusir,dihina,,skrng dicari,,bin tentang arzen,tp Adrian butuh cara kerja kayla
Kale Ganindra Awan
jngn sampai terlena Kay,,,adrian itu cma butuh kepintaranmu,,,jngn sampai terkecoh untuk kedua kalinya
Kale Ganindra Awan
nanti klau dibalik sama Kayla,,klau sang pelakor ,hayooo,,malunyaaa
Imas Masitoh
keren, penasaran sama alur nya👍
Kale Ganindra Awan
klau Devan single,,smoga author menjodohkn dia dng Kayla,,,
kay harus bhgia,dng laki"yg bisa mencintai jga melindungi Kay jga Arsen
Kale Ganindra Awan
membuang berlian demi memungut batu kerikil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!