NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Naga

Reinkarnasi Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
​Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Teror Tengah Malam

​Mobil Bentley hitam milik Keluarga Tang berhenti dengan mulus di depan kediaman Keluarga Su. Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.

​Lin Chen turun dari mobil. Sebelum pintu ditutup, Tang Yuyan membuka kaca jendela, menatap Lin Chen dengan tatapan rumit yang dipenuhi rasa hormat dan sesuatu yang lebih dalam.

​"Tuan Lin, mengenai Keluarga Zhao... apakah Anda butuh pasukan Keluarga Tang untuk 'membersihkan' mereka malam ini?" tawar Tang Yuyan dengan suara pelan.

​Lin Chen menggeleng pelan. "Tidak perlu mengotori tangan Keluarga Tang. Pembunuhan fisik terlalu mudah bagi mereka. Aku ingin mereka melihat dengan mata kepala sendiri kerajaan yang mereka bangun hancur menjadi debu. Besok pagi, kau akan melihat pertunjukannya."

​Setelah mobil itu berlalu, Lin Chen melangkah masuk ke dalam rumah.

​Suasana rumah sangat sepi. Namun, saat ia menyalakan lampu ruang tengah, langkahnya terhenti. Di atas sofa, Su Ruoxue tertidur dalam posisi meringkuk. Ia masih mengenakan pakaian kerjanya, dengan sebuah laptop yang menyala di meja dan secangkir kopi yang sudah mendingin. Ratu Es itu rupanya menunggunya pulang hingga ketiduran.

​Hati Lin Chen yang sedingin es saat membunuh Tetua Gu, perlahan menghangat.

​Ia mendekat, berniat mengangkat tubuh Su Ruoxue untuk dipindahkan ke kamar. Namun, saat tangannya menyentuh bahu wanita itu, Su Ruoxue tersentak bangun. Matanya yang mengantuk mengerjap, dan begitu melihat Lin Chen, raut kelegaan langsung terpancar di wajahnya.

​"Kau sudah pulang?" gumam Su Ruoxue, suaranya serak. Pandangannya kemudian turun dan menangkap kemeja hitam Lin Chen yang robek besar di bagian dada akibat serangan Cakar Hantu Tetua Gu.

​Wajah Su Ruoxue langsung pucat. Ia menyentuh dada Lin Chen dengan panik. "Lin Chen! Bajumu... apakah kau diserang?! Apa kau terluka?!"

​"Aku tidak apa-apa," Lin Chen menangkap tangan Su Ruoxue dengan lembut, tersenyum menenangkan. "Hanya kucing liar besar yang mencoba mencakarku di jalan. Untungnya, kulitku cukup tebal."

​Su Ruoxue menatap dada Lin Chen yang memang tidak memiliki luka gores sedikit pun dari balik kain yang robek. Ia mendesah lega, meskipun ia tahu pria ini pasti menyembunyikan sesuatu.

​"Lain kali, jangan pulang selarut ini," tegur Su Ruoxue pelan, memalingkan wajahnya yang sedikit merona karena sadar tangannya masih digenggam oleh Lin Chen. "Kakek menelpon, dia bilang ingin bertemu denganmu akhir pekan ini. Perusahaan sudah stabil, aku... aku juga ingin berterima kasih dengan benar padamu."

​"Baiklah. Sekarang kembalilah ke kamarmu dan tidurlah," ucap Lin Chen hangat.

​Setelah Su Ruoxue naik ke lantai dua, senyum di wajah Lin Chen perlahan memudar, digantikan oleh ketajaman seorang ahli strategi.

​Ia duduk bersila di atas karpet ruang tamu dan memeriksa kondisi tubuhnya.

​"Sistem, berikan laporan status fisikku."

​[Ding!]

​[Status Host:]

[Tulang Fisik: Tulang Giok Naga (Sempurna - Tahan terhadap serangan fisik/Qi di bawah level Grandmaster Puncak).]

[Kultivasi Qi: Tahap Awal Tingkat Bumi.]

[Peringatan: Meskipun tulang Host sangat kuat, kapasitas penyimpanan Qi di Dantian Host masih kecil. Jika Host menggunakan serangan skala besar secara berturut-turut, Qi akan terkuras habis dalam 3 menit, menyebabkan kelelahan ekstrem.]

​Lin Chen menghela napas. Seperti yang kuduga.

​Meskipun fisiknya sekarang sekeras baja titanium, energi bensinnya (Qi) masih terbatas. Ia tidak bisa terus-menerus menjadi One-Punch Man di setiap pertarungan jika dikeroyok oleh banyak ahli bela diri tingkat tinggi. Ia harus meningkatkan level Dantian-nya perlahan-lahan. Langkahnya untuk membalas dendam pada Keluarga Lin di Ibukota tidak boleh terlalu gegabah. Ia butuh lebih banyak fondasi dan sekutu.

​Namun untuk Keluarga Zhao... mereka hanyalah semut lokal.

​Lin Chen mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor khusus.

​"Sistem, gunakan 2.000 Poin untuk meretas server internal Keluarga Zhao dan kumpulkan semua bukti kejahatan mereka. Penggelapan pajak, penyuapan pejabat, pencucian uang, hingga operasi faksi bawah tanah. Kirimkan semuanya secara anonim ke email Sekretaris Provinsi Liu dan Kepala Kepolisian Jiangnan sekarang juga."

​[Ding! Misi Peretasan selesai. Bukti telah dikirim dengan enkripsi tingkat tinggi yang tidak bisa dilacak.]

​Lin Chen menyandarkan tubuhnya ke sofa, menatap langit-langit dengan senyum dingin. "Selamat menikmati malam terakhir kalian, Keluarga Zhao."

​Di saat yang sama, Kediaman Utama Keluarga Zhao.

​Kepanikan melanda seluruh rumah mewah tersebut.

​Zhao Hai berlari masuk ke ruang kerjanya dengan wajah sepucat mayat, diikuti oleh Zhao Tian yang terus-menerus gemetar dan menggigit kuku jarinya.

​"Cepat! Panggil semua akuntan! Hubungi manajer bank Swiss kita!" teriak Zhao Hai kepada kepala pelayannya. "Liquidasi semua aset saham yang bisa dijual malam ini juga! Beli tiket jet pribadi ke Kanada untuk penerbangan jam 4 pagi!"

​"A-Ayah, apakah kita benar-benar harus kabur? Donghai adalah wilayah kita!" tangis Zhao Tian putus asa.

​Plak!

​Zhao Hai menampar putranya dengan keras. "Wilayah kita?! Kau buta?! Lin Chen membunuh Tetua Gu dalam satu pukulan! Jika kita tetap di sini, besok pagi kepala kita sudah terpisah dari leher! Kita harus melarikan diri, mengumpulkan kekuatan di luar negeri, dan meminta perlindungan langsung ke Markas Utama Sekte Gunung Hitam!"

​Seluruh staf Keluarga Zhao bergerak panik, memasukkan emas batangan, uang tunai, dan perhiasan ke dalam koper-koper besar.

​Namun, pada pukul 03.30 pagi, tepat saat Zhao Hai dan Zhao Tian bersiap masuk ke dalam mobil anti-peluru mereka untuk menuju bandara...

​Ngingg... Ngingg... Ngingg!

​Suara sirene polisi yang memekakkan telinga memecah kesunyian malam.

​Puluhan mobil polisi bermotif biru-putih, ditambah lima truk taktis bersenjata lengkap dari Pasukan Anti-Teror Kepolisian Jiangnan, mengepung kediaman Keluarga Zhao dari segala arah. Lampu rotator merah-biru menyilaukan mata Zhao Hai.

​Pintu gerbang didobrak dengan mobil lapis baja. Puluhan petugas bersenjata senapan serbu merangsek masuk, menodongkan senjata ke arah pengawal Keluarga Zhao yang langsung menyerah tanpa perlawanan.

​Seorang pria berseragam perwira tinggi melangkah maju. Ia memegang setumpuk dokumen tebal.

​"Zhao Hai! Zhao Tian!" suara perwira itu menggema melalui megafon. "Kalian ditahan atas tuduhan percobaan pembunuhan, pencucian uang triliunan Yuan, penggelapan pajak, dan keterlibatan dalam sindikat kejahatan terorganisir tingkat provinsi! Berdasarkan perintah langsung dari Sekretaris Liu, seluruh aset Grup Zhao malam ini dibekukan dan disita oleh negara!"

​Kaki Zhao Hai lemas seketika. Ia jatuh berlutut di aspal yang dingin, koper berisi emas batangan terlepas dari tangannya dan tumpah berhamburan.

​"B-Bukti... dari mana kalian mendapatkan bukti-bukti itu?! Server kami dijaga oleh pakar IT terbaik!" raung Zhao Hai tidak percaya.

​"Kami menerima paket data anonim tiga jam yang lalu. Sangat lengkap, hingga ke riwayat transfer terkecilmu ke rekening luar negeri," jawab sang perwira dingin. "Borgol mereka!"

​Zhao Tian menangis histeris saat borgol besi yang dingin mengunci pergelangannya. "T-Tidak! Aku Tuan Muda Zhao! Aku tidak mau masuk penjara! Ayah, lakukan sesuatu!"

​Namun Zhao Hai hanya menatap kosong ke depan. Kerajaan bisnis yang dibangun keluarganya selama puluhan tahun... hancur lebur hanya dalam waktu satu malam.

​Dan ia tahu persis siapa dalang di balik semua ini. Pemuda yang mereka sebut sebagai 'sampah cacat'. Pemuda yang telah mereka remehkan.

​"Lin Chen..." bisik Zhao Hai dengan air mata penyesalan bercampur keputusasaan. "Kita... telah memprovokasi iblis sejati."

​Keesokan paginya, berita meledak di seluruh penjuru Provinsi Jiangnan.

​Tajuk utama di semua stasiun TV dan surat kabar bisnis sama: "RUNTUHNYA KELUARGA ZHAO! ASET DIBEKUKAN, KEPALA KELUARGA DITANGKAP!"

​Di saat yang sama, saham-saham perusahaan afiliasi Keluarga Zhao anjlok menyentuh angka nol (delisting). Sebaliknya, saham Grup Kosmetik Su melonjak drastis hingga mencapai batas atas bursa, membuat nilai perusahaan Su Ruoxue berlipat ganda dalam hitungan jam.

​Keluarga Su, yang dulunya hanya keluarga kelas menengah di Donghai, kini tanpa pesaing melesat menjadi keluarga kelas atas yang dihormati.

​Di ruang makan Keluarga Su, Wang Qin sedang membaca berita di tabletnya dengan tangan gemetar. Ia menelan ludah, sesekali mencuri pandang ke arah Lin Chen yang sedang menikmati teh paginya dengan tenang di seberang meja.

​Wang Qin kini sangat ketakutan pada menantunya itu. Ia ingat bagaimana ia menghina Lin Chen kemarin pagi. Jika Lin Chen bisa meruntuhkan raksasa seperti Keluarga Zhao dalam semalam, apa yang bisa ia lakukan pada wanita tua sepertinya?

​"L-Lin Chen... apakah sarapannya enak? Kalau kurang, Ibu bisa menyuruh pelayan memasak lagi," ucap Wang Qin dengan nada menjilat yang luar biasa canggung.

​Lin Chen meletakkan cangkir tehnya, tersenyum tipis. "Cukup, Nyonya Wang. Tidak perlu repot-repot."

​Su Ruoxue yang juga sedang membaca berita bisnis, menatap Lin Chen lekat-lekat. Ia tidak bertanya apakah Lin Chen yang melakukan ini. Ia sudah tahu jawabannya. Pria ini melindungi keluarganya dengan cara yang paling absolut.

​Namun, di tengah kedamaian pagi itu, di tempat yang sangat jauh dari hiruk-pikuk kota Donghai...

​Jauh di kedalaman Pegunungan Kunlun – Markas Rahasia Sekte Gunung Hitam.

​Di dalam sebuah gua raksasa yang diterangi oleh obor-obor berwarna hijau kebiruan, aura kematian begitu pekat hingga tidak ada binatang buas yang berani mendekat dalam radius sepuluh kilometer.

​Di ujung gua, terdapat altar batu besar. Di atas altar itu, tersusun ratusan Slip Giok Kehidupan—token spiritual yang terikat dengan jiwa para petinggi sekte.

​Tiba-tiba...

​KRAK! PRANG!

​Salah satu Slip Giok di barisan kedua hancur berkeping-keping. Tulisan nama 'Tetua Gu' pada giok itu meredup dan mati.

​Seorang pria tua berjubah hitam legam yang sedang bermeditasi di bawah altar, perlahan membuka matanya. Matanya tidak memiliki warna putih, sepenuhnya hitam kelam seperti jurang tak berdasar. Dia adalah Guru Sekte Gunung Hitam, eksistensi mengerikan di Tahap Akhir Tingkat Bumi.

​"Tetua Gu... telah gugur," suaranya bergema bagaikan gesekan dua batu nisan.

​Beberapa tetua lain yang berjaga di dalam gua segera berlutut dengan gemetar. "Guru Sekte! Siapa yang berani membunuh Tetua kita di wilayah sekuler Jiangnan?!"

​Guru Sekte itu menyipitkan matanya, meraba sisa-sisa energi spiritual dari giok yang pecah. "Aku bisa merasakan sisa aura yang sangat murni dari pembunuhnya. Sangat kuat, tapi... tidak stabil. Pemilik energi ini bukanlah monster tua yang sudah berlatih ratusan tahun, melainkan seseorang yang sangat muda."

​"Kirimkan tiga Utusan Bayangan ke Donghai," perintah Guru Sekte dengan nada membunuh. "Selidiki siapa yang berani membunuh orang dari Gunung Hitam. Jangan langsung bertindak gegabah jika musuh memiliki dukungan militer atau Keluarga Besar Ibukota. Namun, jika dia bertindak sendirian... culik kerabatnya, siksa perlahan, dan bawa kepalanya ke hadapanku."

​"Baik, Guru Sekte!"

1
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff 😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini 😎 ☕☕☕
Arinto Ario Triharyanto
yoiii lanjutken..😎
Arinto Ario Triharyanto
yoiii😎
Arinto Ario Triharyanto
yoi😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!