kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
Hari ini Dean sedang cuti, jadi ia ingin menghabiskan waktu bersama Anna dan kebetulan hari ini bukan jadwal shift Anna di rumah sakit.
Sehabis mandi pagi, Dean berjalan menghampiri Anna yang sedang asyik memasak nasi goreng untuk sarapan mereka berdua.
Dean memeluk pinggang Anna dari belakang lalu menaruh kepalanya di atas bahu Anna. Itu membuat Anna sedikit merinding apalagi aroma shampo yang menyeruak dari rambut basah Dean.
"Kak Dean gak ke kantor?" Tanya Anna untuk sekedar menghilangkan rasa gugupnya.
"Lagi cuti, pengen berdua terus sama Anna hari ini." Jawab Dean tak mengubah posisinya.
"Geli ih, gimana masaknya kalo begini." Protes Anna pada Dean yang terus mengecup pipinya.
"Gak usah masak, gini aja udah kenyang kok." Jawab Dean santai.
Anna membalikkan badannya lalu berkacak pinggang.
"Kak Dean please, Anna lagi masak jangan ganggu". Anna mengomeli Dean hingga membuat pria itu mengalah lalu duduk di meja makan dengan wajah yang ditekuk.
Anna terkekeh melihat ekspresi Dean itu, hal kecil yang begini saja sudah membuatnya bahagia dan melupakan kejadian beberapa Minggu yang lalu saat Adit datang dan memperkenalkan diri sebagai salah satu dokter di tempat kerjanya. Untungnya saat di rumah sakit ia tidak pernah bertemu dengan Adit, entah karena mereka berbeda jadwal shift atau Tuhan yang menyelamatkan Anna dari masa lalunya.
"Udah belum? saya udah laper ini". Ucap Dean yang mengetuk-ngetuk meja.
"Lah katanya tadi udah kenyang?"
"Kan belum puas, jadi belum kenyang, emang kamu mau lagi?"
Anna menggeleng lalu meletakkan dua piring nasi goreng di atas meja beserta lauknya.
"Suapin." Ucap Dean bergelayut manja pada Anna.
"Gak ah bosen, tiap kali makan disuapin mulu udah kayak anak kecil." Tolak Anna sambil memakan bagiannya.
"Yaudah saya gak mau makan."
"Oh yaudah sini biar Anna yang makan." Jawab Anna menarik piring yang ada di depan Dean.
"Eh gak jadi, saya gak bisa nganggurin masakan selezat ini." Ujar Dean tersenyum memperlihatkan deretan gigi-giginya yang rapi.
Selesai sarapan, Dean menemani Anya mencuci piring sambil memperhatikan gerak-geriknya Anna yang telaten membersihkan peralatan makan.
"Kenapa liat-liat?" Tanya Anna saat memergoki Dean sedang memperhatikannya.
"Kamu cantik." Pipi Anna bersemu kemerahan saat mendengar pujian yang dilontarkan Dean padanya.
"Kenapa diam?" Ujar Dean lagi.
"Ah itu."
"apa?" Dean mengernyitkan dahinya, lalu bukannya mendapat jawaban, Anna malah memberi cipratan air ke wajah Dean.
"Nih rasain." Ucap Anna yang terus menciprati Dean dengan air.
Dean yang tak mau kalah, juga membalas Anna bahkan tak segan menyiramnya hingga Anna basah kuyup.
"Aissshh curang." Kesal Anna Karena pakaiannya sudah hampir basah semuanya.
"Yang mulai duluan siapa?"
"Kak Dean nyebelin." Ucap Anya yang masi kesal.
Dean lalu mematikan air tersebut lalu mengambil handuk untuk Anna lalu menyelimutinya dengan handuk tersebut.
"Sekalian mandi! Kamu belum mandi kan? Udah cepet siap-siap kita jalan." Ucap Dean yang membuat Anna berbinar.
"Jalan?" Tanya Anna antusias.
"Iya cepetan siap-siap."
...🌿🌿🌿...
"Udah belum dek? keburu siang ini kamu lama banget dandannya." Ujar Dean yang sudah lama menunggu di depan pintu kamar.
"Iya, iya bentar." Jawab Anna lalu membuka pintu kamar.
"Anna udah siap ayo." Dean memperhatikan istrinya yang sangat cantik itu, ia masih terpaku pada kecantikan wajah di depannya itu. Kemudian Dean masuk kembali ke dalam kamar lalu keluar dengan membawa tissue basah di tangannya.
"Eh kenapa dihapus?" Tanya Anna saat tissue itu mendarat di bibirnya.
"Kamu terlalu cantik hari ini, saya gak rela orang lain menikmati kecantikanmu itu." Jawab Dean sambil terus menghapus make up Anna.
Setelah cukup dengan semua itu, Dean menggandeng tangan Anna menuju garasi.
"Pake motor aja ya! Anna bosen naik mobil mulu." Ucap Anna sembari memberikan kunci motornya pada Dean.
"Oke." Dean menerima kunci motor tersebut dari tangan Anna lalu memasangkan helm padanya.
"STNK-nya kamu bawa kan? Jangan sampai kamu ngajak saya kabur lagi kayak waktu itu." Ucap Dean terkekeh saat mengingat Anna yang kabur darinya saat ia tilang.
"Ihh Anna kabur karena buru-buru, lagi pula ini STNK-nya udah dibawa." Ujar Anna kesal.
"Ayo naik!"
"Siap kapten." Jawab Anna lalu duduk di belakang Dean sambil melingkarkan tangannya di pinggang pria itu.
Dean yang menyadari itu tersenyum simpul lalu menjalankan motornya menuju salah satu pusat perbelanjaan.
...🌿🌿🌿...
"Ini". Ujar dean menyodorkan sebuah kartu pada Anna.
"Apa ini?" Tanya Anna
"Kamu boleh belanja apa aja pake kartu ini."
"Kak Dean aja yang pegang." Jawab Anna tersenyum.
"Tapi ini nafkah dari saya buat kamu."
"Saya yang milih barang kak Dean yang bayarin." Ujar Anna lalu melangkah ke dalam toko boneka.
"Kamu mau beli boneka?" Tanya Dean lalu Anna mengangguk antusias.
"Iya buat Nayla."
Setelah beberapa lama memilih boneka akhirnya tercatat ada hampir 10 boneka yang terlebih dengan ukuran besar.
"Bagaimana bawanya ini?" Tanya Dean kebingungan melihat boneka-boneka di hadapannya.
"Kan ada kurir nanti dikirim lah."
Dean lalu berjalan ke arah kasir untuk membayar semuanya sekaligus memintanya untuk mengirimkan ke rumahnya.
"Pulang yuk!" Ajak Anna pada Dean karena tujuannya sudah tersampaikan yaitu membeli boneka.
"Pulang? Yakin mau beli itu aja? Gak yang lain?" Tanya Dean memastikan.
Anna menggeleng cepat lalu Dean mengiyakannya. Sungguh Anna berbeda dari wanita yang lain yang bila ditawari berbelanja sepuasnya seperti ini sudah pasti memborong barang-barang yang menarik sekalipun itu tidak dibutuhkannya.
"Kita minum dulu ya." Ajak Dean lalu memasuki salah satu cafe yang ada di mall tersebut sambil menggandeng tangan Anna.
Tak berapa setelah memesan akhirnya pesanan mereka datang, mereka hanya memesan dua gelas minuman.
Anna memotret Dean dengan ponselnya saat saat pria itu sedang meminum minumannya dengan berbagai macam pose yang menurut Anna suaminya itu juga berbakat menjadi seorang model:v
...🌿🌿🌿...
Sesampainya di rumah, Anna mendudukkan dirinya di sofa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia merasakan nyeri di perutnya hingga ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
Dean yang melihat wajah Anna yang pucat yang berlari ke kamar segera menyusulnya dan ternyata Anna berada di dalam kamar mandi.
"Kamu baik-baik aja kan dek?" Tanya Dean sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Tak ada jawaban dari Anna, Dean memutuskan duduk di tepi ranjang sambil menunggu Anna ke luar dari kamar mandi.
Tak lama kemudian Anna keluar dengan wajah yang pucat sambil terus memegangi perutnya dan merintih kesakitan.
"Kenapa dek?" Tanya Dean khawatir melihat keadaan Anna.
"Sakit." Jawab Anna merintih sambil duduk di samping Dean lalu menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.
"Kamu haid?"
Anna mengangguk lalu terus memegangi perutnya yang sakit.
Dean hanya memperhatikannya saja tak tau harus berbuat apa dia juga bingung.
"Kamu mau makan apa? biar saya belikan."
Anna menggeleng
"Sakit banget ya?" Tanya Dean lalu Anna hanya mengangguk lagi.
"Aku hamilin ya! Aku gak tega liat kamu sakit." Ucapan Dean seketika dibalas lemparan bantal oleh Anna.
"Itu sih maunya kak Dean!" Ujar Anna kesal dan terus melempari Dean dengan bantal bahkan semua benda yang ada di dekatnya.
Dean jadi ngeri sendiri apalagi ia pernah mendengar bahwa wanita yang sedang haid itu bagaikan monster yang mengamuk jika sedang marah.
To Be Continued ...
note: Maksudnya Dean disini yang hamilin itu kalo Annanya udah selesai haid biar seterusnya gak haid lagi😁
thor...
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗