Marisa Caca Abimana atau yang sering dipanggil caca cewek cantik yang selalu menjadi idola kampus, banyak lelaki yang ingin menjadikan ia pacar namun semua lelaki akan mundur ketika ia menggunakan mantra ajaibnya
" ngak usah sok pacaran segala kalo berani halalin gue " mantra itu yang selalu di dengar para lelaki bahkan ia tak segan berucap di depan banyak orang
namun mantra itulah yang akhirnya menjerat caca dengan lelaki yang bernama Arga ALbara putra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LMH 18
arga bangun lebih dulu lalu melihat caca yang masih memejamkan mata di sampinya
pikiran arga melayang ke tadi malam di mana putri menangis karna dion tunangan putri selingkuh tapi disisi lain ia tak ingin caca dan keluarganya kecewa hanya demi wanita lain
"pagi mas " suara caca membuat arga sadar bahwa caca sudah bangun dari tidurnya
"pagi ca " sahut arga dengan senyum
jujur ia senang ketika caca memanggilnya dengan sebutan mas menurutnya itu begitu manis
"kaki kamu gimana.? "
caca tersenyum "udah enakan ngak sakit lagi, mau mandi dulu.? " tanya caca membuat arga menganguk lalu berjalan ke kamar mandi
caca melihat arga yang hilang di balik pintu kemudian pandanganya ke kasur di sebelahnya tempat tidur arga
caca mengusap tempat tidur yang di tempati arga " baru kali ini ga loe mau tidur satu ranjang sama gue" caca tersenyum
"gue harap hati loe bisa secepatnya berubah ga sebelum semuanya benar benar hancur" caca menghembuskan nafas lalu beranjak
semalam mereka sepakat melanjutkan pernikahan tiga bulan yang tersisah sebelumnya arga memilih menyerah karna banyanga putri namun karna caca yang terus memohon akhirnya arga setuju
memulai dengan pangilan yang di ganti gaya bicara hingga sikap agar tiga bulan yang akan terlewatkan terasa manis walaupun akhirnya berpisah
caca meletakan pakaian arga di atas kasur lalu turun kebawah untuk membuat sarapan
"bikin apa bun.? " tanya caca ketika melihat yuni bergelut dengan alat dapur
"eh caca udah bangun, bunda mau bikin nasi goreng " caca duduk di kursi menuangkan air putih untuk diminum
"ca udah bangun " sapa luna yang masuk dari taman belakang
"iya ma, ma mba lisa mana.?" tanya caca karna sedari kemarin ia belum bertemu dengan sepupunya itu
"di belakang nemenin revan narok bunga" caca menuju ke taman belakang tempat dimana dulu arga mengucapkan janji suci untuknya
kini taman ini kembali di hias melihat tawa mba lisa dan mas revan caca berharap pernikahan keduanya tak seperti pernikahan dan arga
"kamu disini" caca berbalik ketika mendengar suara arga di belakangnya
"iya liatin tempatnya" sahut caca
arga mendekati caca " mandi gi kata mama bentar lagi MUA nya datang" caca menganguk lalu menuju ke kamarnya
setelah selesai mandi caca menuju kekamar lisa dan benar saja lisa mama luna bunda yuni bahkan mama Linda pun ada sedang di rias
"caca mau di rias juga ma" linda tersenyum "mama kok jadi kangen sama kamu ya ca" caca melihat mertuanya
"kan caca disini ma" sahut caca yang mala dapat senyum dari Linda
"dania sayang mau di rias juga.? " caca bertanya pada dania yang asik dengan ponselnya
dania mengeleng " ngak buca kata mama dania belum saatnya make up gitu gini aja udah cantik " caca membenarkan poni dania
"iya ngak usa make up dania emang udah cantik kok"
caca duduk lalu di make up
caca hanya mengunakan riasan tipis ia tak ingin mencolok dari yang lain
sedangkan alisa tampil cantik dengan gaun putih nya
setelah di make up semuanya menuju ke taman belakang tempat acara ijab kabul semuanya berkumpul namun berbeda dengan caca yang malah berpegangan erat dengan arga
"kamu kenapa ca.? " bisik arga dengan melirik ke sekitar
caca memejamkan matanya dengan terus meremas tanggan arga "pusing ga" arga langsung melihat wajah caca
arga kaget karna caca begitu pucat dan meringis kesakitan tak ingin terjadi apa apa arga langsung mengendong caca lalu membawanya ke dalam rumah
"pak arga.? " pangilan irene membuat arga menghentikan langkah nya
"caca.? caca kenapa pak.? " tanya doni yang saat ini datang bersama irene
irene mendekat " bantu saya bawah caca kerumah sakit " ucap arga dengan meninggalkan keduanya
irene dan doni berbalik mengikuti arga yang lebih dulu masuk mobil " doni kamu sopir "
"ca caca bangun ca " arga menepuk pipi caca yang masih memiliki kesadaran
"bagun hey ca buka mata kamu ca hey" irene melihat interaksi antara arga dan caca membuatnya binggung
sejak kapan caca dan dosennya itu dekat melihat arga begitu kawatir menimbulkan banyak pertanyaan di benak irene
mobil yang di kendarai doni datang dengan cepat doni membuka pintu agar arga bisa membawa caca
"sus suster " beberapa suster yang mendengar langsung menghampiri arga dengan membawa brangkar
caca langsung di tangani di UGD sedangkan irene dan doni yang baru tiba mendekat ke arga
"pak arga caca gimana.? " tanya irene dengan mengatur napasnya
arga melihat ke arah dua sejoli itu " caca di dalam , makasih ya kalian sudah bantu saya" irene dan doni menganguk
doni duduk "keluarga caca pak sudah di kabari.? "
seakan ingat arga langsung mengambil hpnya
"halo ma"
" arga sama caca di rumah sakit"
"arga ngak tau ma tapi tadi caca merasa pusing dan pingsan, ma mama ngak perlu khwatir"
"iya nanti arga kabari, caca biar arga disini juga ada dua temenya caca"
"iya nanti arga kabari ma" arga langsung menyandarkan badanya di sandaran kursi
irene dan doni saling lirik hingga akhirnya doni memberanikan diri " maaf ni pak kalau bole tau bapak siapanya caca kok kayaknya kawatir banget sama caca.? "
arga melihat irene dan doni " saya suaminya caca" ucapan arga membuat irene dan doni kaget
"bapak serius.? " tanya doni
arga menganguk "iya " arga mengangkat jari lalu melepaskan cincinya
doni melihat nama yang ada di cincin itu seketika ia melihat irene dan menganguk arga hanya tersenyum " caca ngak cerita ke kalian.? " keduanya kompak mengeleng
"mungkin caca berlu waktu "
suara pintu terbuka membuat ketiga nya mendekat " gimana dok keadaan istri saya.? " tanya arga langsung
dokter itu tersenyum "untuk sementara ibu marisa hanya kecapean dan terlambat makan sehingga asam lambungnya naik tapi kami sudah melakukan pengecekan mana kala ada penyakit lain" arga menganguk
"temen saya sudah boleh di jenguk dok.? " tanya irene
"boleh silahkan pasien juga sudah sadar, mari pak buk saya permisi" setelah dokter pergi
arga doni dan irene masuk melihat keadaan caca yang terbaring dengan alat infus di tanggannya
"maaf mas udah bikin kawatir" arga mengeleng dengan memengang tanggan caca yang tidak di infus
"saya yang salah ngak perhatian sama kamu maafin saya ya" caca tersenyum andai pernikahan ini normal ga gue orang pertama yang bahagia dapet perhatian kayak gini batin caca
namun air mata caca seolah menjelaskan semuanya betapa ia berharap dengan pernikahan ini
arga menghapus air mata caca " kenapa nangis.? " tanya arga
caca hanya tersenyum lalu melirik irene dan doni
"hay " sapa caca tersenyum
"4 hari ngilang tau taunya kek gini ngak seru loe ca" sahut doni kesal
irene mendekati caca " loe ngak pa pa.? " tanya irene
caca mengeleng "gue udah baik "
"mas kita bisa pulang.? " tanya caca dengan melihat arga
arga meletakan tanggan caca " bentar ya mas tanya dokter dulu"
"irene doni titip caca " arga keluar ruangan
doni langsung menjewer telinga caca yang malah tertawa "kita ngak butu tawa loe yang kita butuh penjelasan loe " irene menganguk
"loe kok bisa sama pak arga ca.? " caca melirik keduanya
"kepo ya. " irene mendengus kesal melihat kelakuan temannya itu
"gue gantung loe" ancam doni dengan kesal
"gue akan cerita tapi nanti di jakarta ya sedetilnya, tapi jangan kasi tau sela sama Kayla " doni menganguk
"kita tau loe perlu waktu" caca senang melihat kedua teman baiknya kini menjadi sepasang kekasih
"kamu cantik " ucap arga dengan bersandar melihat caca yang lagi makan di kamar
ya setelah arga pergi menemui dokter caca langsung merengek pulang bahkan hasil pemeriksaan harus suster yang menyerahkanya di parkir sakin caca buru buru nya pulang
caca hanya melirik sekilas arga namun kembali memakan buburnya
"ga mana hasil pemeriksaan caca mama mau liat" ucap luna dengan mata yang merah karna menangis
kawatir dengan keadaan caca walaupun arga sudah bilang jika asam lambung caca kumat namun sepertinya wanita satu ini tidak mudah percaya
arga menyerahkan surat keterangan dokter itu lalu masuk ke kamar mandi
luna membaca dengan seksama hinga senyum tercetak di bibirnya
luna langsung memeluk caca menciumi wajah caca membuat caca kebingungan "mama kenapa.? " tanya caca yang risih akan perbuatan luna
" mama seneng ca makasih ya Allah mama akan jadi nenek" ucap luna dengan senyum bahagia
"siapa yang akan jadi nenek.? " tanya arga yang mendengar ucapan luna
luna yang ingin keluar kamar menghampiri arga lalu memeluk arga " makasih nah mama seneng kamu akan jadi ayah caca hamil "
arga melihat kearah caca begitu pun caca
lanjut aah
my brother is my husband
apa yang kamu bayangkan ketika mengetahui jika yang menghamilimu adalah sodarah tirimu sendiri ?
gita merasa dirinya sangat tidak beruntung, setelah percintaannya kandas hidupnya hancur karna kehamilan dan sekarang ayah dari anaknya adalah sodara tirinya sendiri, bagaimana kisahnya ikuti ceritanya