NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Hitam 3

Warisan Mutiara Hitam 3

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kokop Gann

(Warisan Mutiara Hitam Season 3)

Gerbang dimensi di atas Pulau Tulang Naga telah terbuka, menyingkap "Dunia Terbalik" peninggalan ahli Ranah Transformasi Dewa. Langit menjadi lautan, dan istana emas menjuntai dari angkasa.

Chen Kai, kini menyamar sebagai "Tuan Muda Ye" yang arogan. Berbekal Fragmen Mutiara Hitam, ia memiliki keunggulan mutlak di medan yang melanggar hukum fisika ini. Namun, ia tidak sendirian.

Aliansi Dagang Laut Selatan, Sekte Hiu Besi, dan seorang monster tua Ranah Jiwa Baru Lahir memburu Inti Makam demi keabadian. Di tengah serangan Penjaga Makam dan intrik mematikan, Chen Kai harus memainkan catur berdarah: mempertahankan identitas palsunya, menaklukkan "Istana Terbalik", dan mengungkap asal-usul Mutiara Hitam sebelum para dewa yang tidur terbangun.

Ini bukan lagi perburuan harta. Ini adalah perang penaklukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang di Langit Terbalik

Langit di atas Alun-alun Langit Runtuh terbakar.

Seratus lima puluh kapal perang Sekte Naga Teratai tidak membuang waktu untuk negosiasi. Begitu mereka menembus lapisan luar badai dimensi yang telah "sengaja" dilonggarkan oleh Chen Kai, mereka melepaskan neraka.

BOOM! BOOM! BOOM!

Meriam Naga Api di haluan setiap kapal memuntahkan bola api raksasa. Ribuan bola api itu jatuh seperti hujan meteor ke arah Istana Terbalik. Jika serangan ini mendarat, bukan hanya alun-alun, tapi struktur utama istana juga akan rusak parah.

Di atas takhta, Chen Kai menatap hujan api itu dengan tenang.

"Zhuge Ming," panggilnya.

"Siap, Raja," suara Zhuge Ming terdengar melalui jimat komunikasi. Dia berdiri di menara pengawas timur, memegang bendera komando.

"Formasi Cermin."

Zhuge Ming mengibarkan benderanya. "Divisi Perisai! Aktifkan 'Tembok Langit'!"

Di tengah alun-alun, Tie Niu dan dua puluh lima prajurit Divisi Perisai menghentakkan kaki mereka serentak. Mereka tidak mengangkat perisai fisik. Mereka mengangkat tangan mereka ke langit.

"GRAAAH!"

Mereka menyalurkan seluruh Qi mereka ke dalam Rune Gravitasi yang ditanam Chen Kai di lantai alun-alun.

WUUUUUNG!

Sebuah dinding distorsi gravitasi transparan melengkung di atas alun-alun.

Saat ribuan bola api itu menghantam dinding gravitasi tersebut, mereka tidak meledak. Mereka tergelincir. Gravitasi di permukaan perisai itu membelokkan lintasan bola api, membuat mereka meluncur ke samping, kembali ke angkasa, atau jatuh ke lautan awan di bawah.

Tidak ada satu pun api yang menyentuh lantai marmer.

"Apa?!" Di atas kapal induk utama, Patriark Long Xiao menyipitkan matanya yang merah menyala. "Mereka membelokkan serangan artileri kelas berat? Dengan tenaga manusia?"

"Patriark!" teriak Tetua Hei Long yang berdiri di sampingnya. "Itu pasti manipulasi gravitasi bocah itu! Kita harus mendaratkan pasukan elit untuk menghancurkan formasi mereka dari dalam!"

"Jangan bodoh," dengus Long Xiao. "Kau ingin terjebak di lantai itu lagi? Kita akan serang dari udara. Kirim Unit Wyvern!"

Pintu hanggar kapal-kapal perang terbuka. Ribuan penunggang Wyvern (Naga Kecil bersayap) terbang keluar, menutupi langit seperti awan belalang hitam. Mereka membawa tombak petir dan jaring penangkap jiwa.

Di bawah, Chen Kai tersenyum miring.

"Mereka pikir udara adalah wilayah mereka."

"Gui," bisik Chen Kai.

"Hadir," suara desisan Gui terdengar dari bayangan pilar di dekat Chen Kai.

"Bawa Divisi Bayangan. Ajari mereka bahwa di makam ini... tidak ada tempat yang aman. Bahkan di langit."

"Dengan senang hati."

Gui menghilang.

Di menara pengawas, Zhuge Ming mengubah pola bendera. "Divisi Bayangan! Operasi: Hujan Mayat!"

Dua puluh lima anggota Divisi Bayangan, yang mengenakan jubah hitam ketat, melompat dari balkon istana.

Mereka tidak terbang. Mereka berkedip.

WUSH! WUSH! WUSH!

Menggunakan Langkah Hampa jarak pendek yang telah mereka latih selama dua tahun di ruang waktu, mereka berpindah dari satu puing batu yang melayang ke puing lain, mendekati armada musuh dengan kecepatan hantu.

Seorang penunggang Wyvern sedang membidikkan tombaknya ke arah Tie Niu di bawah. Tiba-tiba, dia merasakan hawa dingin di lehernya.

"Permisi."

Gui muncul di punggung Wyvern itu, jongkok di belakang si penunggang.

SRET.

Cakar Gui merobek tenggorokan penunggang itu sebelum dia sempat berteriak. Mayatnya ditendang jatuh.

Gui kemudian menempelkan sebuah Bom Korosi (racun Mei Lin yang dipadatkan) ke leher Wyvern itu, lalu melompat ke Wyvern berikutnya.

BOOM!

Kepala Wyvern itu meledak menjadi cairan hijau.

Dalam hitungan detik, kekacauan terjadi di udara. Anggota Divisi Bayangan lainnya melakukan hal yang sama. Mereka membajak Wyvern, memotong tali kekang, atau meledakkan sayap monster itu.

Hujan mayat manusia dan naga mulai turun ke alun-alun.

"Divisi Racun! Sambut mereka!" teriak Mei Lin dari parit pertahanan.

Dua puluh lima anggota Divisi Racun menembakkan panah gas ke arah mayat-mayat yang jatuh itu. Saat mayat itu menyentuh tanah, gas beracun menyebar, menciptakan zona kematian bagi siapa saja yang mencoba mendarat untuk menyelamatkan teman mereka.

"Kurang ajar!" Patriark Long Xiao meremas pegangan kursinya hingga hancur menjadi debu. "Pasukan macam apa ini?! Mereka bergerak seperti pembunuh bayaran tapi terkoordinasi seperti tentara kerajaan!"

Dia tidak bisa membiarkan moral pasukannya hancur di menit pertama.

"Tetua Agung!" perintah Long Xiao. "Kalian berlima! Turun dan ratakan mereka! Jangan pedulikan korban jiwa!"

Lima sosok dengan aura Jiwa Baru Lahir (termasuk Hei Long yang ingin balas dendam) melesat turun dari kapal induk. Tekanan gabungan mereka seperti lima gunung yang jatuh dari langit.

"Akhirnya, ikan besar," Chen Kai berdiri dari takhtanya.

Dia menatap Luo Sha.

"Bai, kau ambil Hei Long. Kau punya hutang pedang padanya."

"Siap, Tuan!" Luo Sha menghunus pedangnya, matanya berkilat dingin.

"Automaton! Tahan empat Tetua lainnya!"

Dua belas Automaton Logam Dewa meluncur ke udara, membentuk formasi Jaring Logam untuk memblokir empat Tetua Jiwa Baru Lahir itu.

"Dan kau..." Chen Kai menatap lurus ke arah Patriark Long Xiao yang masih duduk di kapal induk.

Jarak mereka terpisah satu kilometer vertikal.

Chen Kai mengangkat tangannya, membidik seolah memegang busur panah tak terlihat.

Di tangannya, Mutiara Hitam memadatkan energi.

"Patriark Naga Teratai. Mari kita lihat apakah kau bisa menahan ini."

"Hukum Ruang-Waktu: Panah Detik yang Hilang."

Chen Kai melepaskan "tali busur" imajinernya.

Tidak ada proyektil yang terlihat meluncur.

Namun, di atas kapal induk, insting bahaya Patriark Long Xiao menjerit.

CRAAAK!

Tiba-tiba, tiang layar utama kapal induk—yang dilindungi oleh sepuluh lapis formasi pertahanan—patah begitu saja.

Bukan karena ledakan. Tapi karena bagian tengah tiang itu tiba-tiba hilang. Terhapus dari ruang dan waktu selama satu milidetik, cukup untuk membuat struktur fisiknya runtuh.

Kapal induk raksasa itu miring hebat.

"KAU!" Long Xiao meraung, berdiri dan menatap Chen Kai dengan kebencian murni. "Kau menantangku secara langsung?!"

Chen Kai menurunkan tangannya, senyum provokatif terukir di wajahnya.

"Turunlah, Orang Tua. Atau aku akan memotong kapalmu sepotong demi sepotong sampai kau tidak punya tempat berpijak."

Perang gerilya telah berakhir. Sekarang saatnya duel para raja.

1
Rully Frizandy
Chen Kai udah selevel Kaisar Yao kah, makanya Kaisar Yao lebih banyak diam? Atau dunia kultivasi yg dijelajahi Chen Kai lebih banyak daripada Kaisar Yao?
Paman Sam
ini baru baru tau paus terbang .... hehehehe
Paman Sam
cincin harta Patrick kuali mas tidak di rampas boss 😇😄
Paman Sam
waaadu' sudah ada aspal di jalan ya - lama lama timbul mobil "Wuling , BYD" hehehehe
Paman Sam
bos ... maksud ku .... tuan penulis (kalimat ini kayak pernah di tulis 😄 , tapi bagus lah
Rully Frizandy
Dimanapun Chen kai pergi, pasti ada suatu rahasia tentang keluarganya, seolah-olah dunia kultivasi hanya berputar di keluarganya. Lucu aja 😄😄🤣🤣
Rully Frizandy
Author lagi capek untuk menuliskan perkelahian Chen Kai dengan bayangan cermin. makanya dihancurkan aja 🤣🤣🤣
Paman Sam
tulis " bisu" tidak boleh bersuara takut di dengar orang lain 😇😇
Suyudana Arta
katanya akting bisu🤦
Paman Sam
jara' harta musuh - rampas semua buat kenaikan level & rakyat 👍
Paman Sam
ini triknya penulis ( tarik ulur) biar MC bisa memperpanjang cerita 😄😄
Paman Sam
hebat ya Chen kai bahkan bisa melawan balik level ketiadaan 😄
Paman Sam
sudah sampai level k BRP si leluhur itu , level transformasi seperti 🐜 semut 😰😇
BCDs
Tetiba jadi ribuan. Bayangan plus para arwah yg sdh metong kali yaa
BCDs
Btw sayang banget ya lumbungnya di bakar.
Paman Sam
tidak di bunuh dulu - baru lempar k temannya 😰😇
szwarc
lanjott
Suyudana Arta
Bai mana?
Suyudana Arta
busines is busines🤣
Paman Sam
10 tahun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!