NovelToon NovelToon
Young WIDOWER

Young WIDOWER

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Fantasi / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: intanpermata

Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.


Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.

Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 17

Abrisam sudah tidak peduli dengan Sabrina. Abrisam sudah sangat mengenal bagaimana Sabrina dan ia sudah sangat muak dan merasa jijik dengan Sabrina. Abrisam dari awal memang tidak pernah memiliki rasa cinta kepada Sabrina.

Ia hanya ingin menebus kesalahan yang ia perbuat kepada Sabrina dengan cara ia menikahnya dan mengakui anak yang dikandungnya. Rasa tanggung jawab yang begitu besar yang dimiliki Abrisam seharusnya membuat Sabrina merasa beruntung setelah berhasil mendapatkan Abrisam, sang idola disekolahnya dan diperebutkan oleh semua siswi meski dengan cara kotor.

Namun yang ia dapat dari Sabrina hanya rasa kekecewaan yang begitu dalam. Dan setelah mengetahui sikap asli dari Sabrina, Abrisam bersumpah tidak akan pernah mengingatnya lagi ataupun membiarkan Alan mengetahui tentang siapa ibu kandungnya.

Abrisam kemudian memanggil pelayan dan membayar pesanannya. Setelah itu ia langsung bangkit dan beranjak pergi tanpa menghiraukan Sabrina yang masih terus menangis.

Seketika Sabrina bangkit dan mengejar Abrisam yang telah pargi. Ia berlari dan terus mengejar Abrisam.

"Tunggu Sam!!" Seru Sabrina sambil menarik tangan Abrisam dan Abrisam pun menghempaskan tangan Sabrina dengan kasar lalu berbalik dan menatapnya tajam.

"Sam, aku ingin bertemu dengan Alan!" Ucap Sabrina masih sambil menangis.

"Kau pikir aku akan membiarkanmu bertemu dengan putraku?? Tidak akan pernah!!" Ucap Abrisam dengan sangat tegas dan menatap tajam Sabrina.

"Dia juga putraku! Aku yang telah melahirkannya! Kamu tidak bisa melarangku untuk menemui putraku Sam!!" Ucap Sabrina dengan ngotot dan masih sambil menangis.

"Lalu kemana dirimu sebagai seorang ibu selama empat tahun ini hah??" Tanya Abrisam berusaha untuk menahan emosinya.

"Aku..a-aku..aku minta maaf!" Ucap Sabrina dengan pelan dan menundukkan wajahnya merasa sangat bersalah.

"Maaf kau bilang?? Aku tidak butuh maaf darimu!!" Ucap Abrisam kemudian berbalik dan melanjutkan langkahnya lagi.

Namun Sabrina masih menghentikan langkahnya. Kini ia menghalangi langkah Abrisam dengan berdiri dihadapannya dan menatapnya dengan penuh harap.

Abrisam menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan mencoba untuk meredam emosinya.

"Aku mohon beri aku kesempatan sekali saja untuk menebus semua kesalahanku Sam! Aku akan memperbaiki semuanya! Aku akan menjadi istri dan ibu yang baik!" Ucap Sabrina masih dengan menangis dan memohon kepada Abrisam.

"Setelah kau mengetahui aku sudah menjadi orang sukses dan kaya bahkan jauh lebih kaya dari semua laki-laki yang kau kencani, sekarang kau berusaha ingin kembali lagi kepadaku?" Tanya Abrisam dengan tersenyum sinis.

Sontak membuat wajah Sabrina merah padam dan menunduk karena merasa sangat malu dengan ucapan Abrisam.

Yang diucapkan Abrisam memanglah benar. Sabrina telah melihat berita ditelevisi juga majalah yang sering menampilkan sosok pengusaha muda nan tampan yang sangat sukses dalam bisnisnya dan mampu membangun perusahaan hingga menjadi perusahaan terbesar dinegaranya.

Sejak itu Sabrina merasa kalang kabut dan berusaha untuk mencari tau keberadaan Abrisam.

Ia telah memiliki niat untuk kembali lagi kepada Abrisam dan putranya yang selama empat tahun lalu telah ia tinggalkan begitu saja.

Abrisam kembali menghela nafasnya kemudian ia melewati Sabrina dan dengan langkah cepat ia pergi meninggalkan Sabrina.

Sabrina tidak lagi mengejar Abrisam dan ia melangkah dengan lemas kembali masuk kedalam Cafe karena ia ada janji berkencan dengan teman prianya malam ini.

...***************...

Keesokan paginya.

Abrisam keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi. Ia masih memakai pakaiannya yang kemarin karena ia tidak membawa baju ganti.

Dan kemarin hanya menyuruh sekretarisnya untuk membelikan pakaian untuk Zefanya saja.

Zefanya yang baru saja terbangun dan ia membuka selimutnya lalu turun dari tempat tidurnya dan segera beranjak kekamar mandi.

Lima belas menit kemudian, Zefanya selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.

"Sarapanlah dulu! Setelah ini kita pulang!" Ucap Abrisam ketika melihat Zefanya melangkah keluar dari kamar mandi.

Zefanya hanya menganggukan kepalanya lalu mendekat kearahnya.

Ia duduk disofa dan Abrisam duduk disofa seberangnya. Mereka pun sarapan bersama.

Kenapa aku merasa sangat malu sekali dan menjadi salah tingkah kalau dekat dengannya sih? Dan dia..kenapa dia biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa! Apa mungkin dia sudah terbiasa melakukannya dengan wanita lain?? Oh Ya Tuhan!! Kenapa aku jadi merasa sakit hati begini kalau memang itu benar??! Hufff!!

Gumam Zefanya dalam hati memikirkan kejadian semalam bersama Abrisam kemudian membuang nafasnya.

"Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Abrisam sambil menoleh dan mengamati wajah Zefanya.

"Ah..ti-tidak!!" Jawab Zefanya dengan gelagapan karena terkejut dan tersadar dari pikirannya yang sedang memikirkannya.

"Jangan terlalu banyak melamun! Cepat habiskan sarapanmu!" Ucap Abrisam dengan tersenyum kemudian ia melanjutkan sarapannya.

Ya Tuhan! Dia tersenyum kepadaku??

Gumam Zefanya dalam hati merasa semakin deg-degkan.

Kemudian Zefanya segera menghabiskan sarapannya dengan cepat. Setelah selesai menghabiskan sarapannya, ia segera beranjak dan berkemas.

Ia mengambil pakaian kotor miliknya yang masih ada dikeranjang didalam kamar mandi yang kemarin ia pakai lalu ia masukkan kedalam plastik.

Kemudian ia menyisir rambut panjangnya dan membiarkan tergerai.

Setelah itu ia keluar dari kamar mandi dengan mambawa plastik yang berisi pakaian kotornya.

Abrisam telah selesai sarapan dan sedang menunggunya.

Kemudian mereka keluar dari kamar perawatan VVIP tersebut bersama. Abrisam sebelumnya telah melunasi biaya administrasi Zefanya.

Mereka menuju mobil sport milik Abrisam yang terparkir didepan rumah sakit tersebut.

Abrisam membantu membukakan pintu mobil untuk Zefanya, setelah Zefanya masuk, ia menutupnya kembali.

Ia juga segera masuk dibagian kemudi, lalu ia melajukan mobilnya menuju rumahnya atas permintaan Alan.

...***************...

Di kediaman Abrisam Xander.

Alan selesai mandi dan telah rapi dengan seragam sekolahnya dibantu oleh Bi Asih. Kemudian mereka keluar dari kamar Alan dan turun kebawah.

"Bi, kapan ayah dan kakak Ze datang?" Tanya Alan sambil berjalan dan mendongak menatap Bi Asih.

"Mungkin sebentar lagi ayahmu dan nona Zefanya datang sayang!" Jawab Bi Asih sambil mengusap kepala Alan dengan lembut dan tersenyum.

Kemudian Alan duduk dikursi makan dan Bi Asih menyiapkan sarapan untuk Alan dan juga untuk dirinya. Mereka pun sarapan bersama sambil menunggu kedatangan Abrisam dan Zefanya.

Setelah selesai sarapan, tak lama mereka mendengar suara mobil milik Abrisam datang. Alan dengan cepat turun dari kursinya lalu berlari keluar.

"Alan hati-hati sayang!!" Teriak Bi Asih yang melihat Alan berlari dengan cepat.

Mobil Abrisam telah sampai di halaman depan rumahnya. Kemudian ia turun disusul oleh Zefanya.

"Kakak Ze!!" Seru Alan berteriak memanggil Zefanya dengan senyum yang mengembang dan disusul Bi Asih yang keluar dari dalam.

Alan berlari menuju Zefanya sambil merentangkan kedua tangannya.

"Alan!" Seru Zefanya menyapa Alan sambil berjongkok dan juga merentangkan kedua tangannya lalu menangkap Alan dan mereka saling berpelukan

Seperti bertahun-tahun tidak bertemu saja!

Gumam Abrisam dalam hati yang memperhatikan Alan dan Zefanya.

"Kakak sangat merindukanmu Alan!" Ucap Zefanya sambil melepaskan pelukan Alan dan menatapnya sambil tersenyum manis.

"Aku juga sangat merindukan kakak Ze!" Jawab Alan sambil cemberut.

"Kenapa bersedih? Kakak kan sudah ada didepan Alan sekarang!" Ucap Zefanya sambil mengusap lembut kepala Alan.

"Karena aku tidak menemanimu dirumah sakit!" Jawab Alan masih dengan cemberut.

"Sudah! Ayo masuk dulu!" Sahut Abrisam yang dari tadi berdiri didekat mereka.

Kemudian ia menggendong Alan dan membawanya masuk kedalam rumahnya diikuti oleh Zefanya dibelakangnya bersama Bi Asih.

"Bagaimana keadaan Nona sekarang?" Tanya Bi Asih dengan sangat ramah sambil berjalan disamping Zefanya.

"Aku sudah merasa sangat baik Bi! Terimakasih ya!" Jawab Zefanya juga sangat ramah dan tersenyum manis kepada Bi Asih.

Abrisam menurunkan Alan setelah mereka masuk sampai ruang keluarga rumahnya.

"Ayah mau ganti baju dulu, setelah ini Ayah akan mengantarmu kesekolah!" Ucap Abrisam sambil berjongkok dan mengusap kepala Alan.

"Aku hari ini bolos sekolah saja ya Yah, aku mau bersama kakak Ze!" Ucap Alan dengan wajah memohon kepada Abrisam.

"Alan sayang, kamu harus sekolah, bagaimana kalau kita berangkat bersama!" Ucap Zefanya dengan lembut sambil membungkukkan badannya dan mengusap pipi Alan.

1
YAM
Luar biasa
Dahlia Anwar
tolol semua si huft kenapa selalu emosi yang di kedepankan katanya cinta tapi bego
Dahlia Anwar
iya bego semua marahin aja bal
Neni marheningsih
goblog ze mau2 nya luluh sama Sam...haruse kasih pelajaran..orang udah punya istri masih mikirin mantan aja..Dasar plin plan
Neni marheningsih
dasar ogeb ya ogeb si sam
Neni marheningsih
Sam nya aja bego...kenapa ga punya asisten..udah tau si Clara suka di biarin ikut😬😬
korban perasan Csr
y7
Bzaa
wow semoga benih2 cinta segera menghampiri
vania_: makasih banyak, kak. sudah mampir di karya saya.🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Bzaa
semoga abrisam Mao membuka pintu hati nya buat Ze
Bzaa
akhirnya bertemu dan berteman 👍
Bzaa
menarik 😘
Bzaa
ceritanya asyik 💕
asfar arahman
bagus Fanya...sebagai wanita bermaruah kamu harus bisa menjaga dan melindungi diri kamu....jgn biarkan diri kamu diperkotak katikkan oleh wanita ular itu
asfar arahman
jgn bagitau dulu paman dan bibimu...biar Sam yg katakan semuanya..biar bibi dan sepupumu terkejuttttt
Deandra🕊🌻
gw jadi bininya si Sam, udah gw suruh pecat tu si Clara..
waktuitu
aku mampir thorrr kayanya seruuu
asfar arahman
itu normal sebagai anak gadis ...apa nak dimalukan pembalut itu memang wajib ada bg setiap perempuan
asfar arahman
Sam cari kebenaran kamu dijebak Sabrina...
vania_: makasih banyak kakak udah mampir..🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Oh Dewi
mampir ah, mana tau seru.
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈
vania_: trimakasih kakak, msh ada lagi karya aku yg seru Terjerat Pernikahan Kontrak Dengan Sang IDOLA, Perjalanan Hidup NAURA sp tau suka..😊🥰
total 1 replies
osinry 翔
Wah visualnya keren sis😍
vania_: makasih kakak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!