Saat ia terbangun pertama kali ia mendapati dirinya telah melakukan perjalanan waktu kezaman kuno. Yang lebih membuat dirinya terkejut ia tidak hanya terlempar kezaman biasa, tapi zaman Ajaib yang membuat dia sangat takjub.
"Mereka bukanlah manusia biasa, tapi manusia serigala?"
Saat ia masih belum terbiasa untuk hidup dizaman ini cobaan malah datang silih berganti. Abella tidak hanya harus membatu kakaknya yang tiba-tiba kehilangan kekuatannya, tapi dia juga harus menghadapi kegilaan pangeran dari bangsa jin. Belum lagi para siluman dan Iblis yang selalu memburunya.
Gadis yang dulu dianggap lemah entah sejak kapan menjadi keinginan semua orang.
Mampukah ia menjalani hidup barunya?
Simak terus cerita author ya, semoga membantu pembaca terhibur 🙏😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membatu siluman elang
Perjalanan yang awalnya lancar saja sekarang berubah berat setelah ia memilih membantu seorang pria yang terluka. Abella tidak tahu karena kebaikan hatinya malah menyusahkan diri sendiri, sekarang ia sedikit menyesal.
"Dasar menyebalkan,"
Mereka berdua duduk diatas kayu yang telah tumbang di dekat pinggir sungai. Abella mengeluarkan buah-buahan liar yang dia dapati saat perjalanan tadi.
"Hey, tuan. Aku telah membatu mu, bisakah kamu pergi sekarang?"
Abella sangat lelah, tubuhnya sendiri sangat lemah dan sekarang harus membatu membawa tubuh besar siluman burung elang yang sudah berubah sepenuhnya menjadi pemuda tampan.
Lupakan ketampanannya!
Yang terpenting sekarang ia sangat takut pada pria itu, saat ia membatunya seluruh tubuhnya mengigil ketakutan.
"tidak lucu kalau dia memakan aku seperti anak ayam kan."
Rasa kasihanlah yang membuatnya memberanikan dirinya, tapi sial sungguh sial saat pria itu telah sembuh dia malah tak ingin pergi di sisinya.
"Aku masih terluka, jadi aku akan ikut denganmu."
Abella berdecak kesal, "terluka yang mana lagi? lukamu bahkan telah mengering setelah aku berikan obat."
"Tapi kekuatan ku belum pulih. Aku belum bisa merubah wujudku menjadi elang lagi, selama aku lemah aku akan mengikutimu."
Yang tidak diketahui oleh Abella sebenarnya adalah siluman elang itu telah sembuh sepenuhnya, hanya saja dia tertarik dengan ramuan yang gadis itu bawa.
"Kau... Bagaimana kau bisa memiliki ramuan itu?"
Alis Abella terangkat naik, "kenapa?" ia mulai waspada. Apa siluman ini ingin berebut dengannya, atau ingin mencuri obat ajaibnya?
Tidak bisa!
Ia rela mencuri ramuan ini karena ingin mengobati kakaknya yang masih terbaring di suku Serigala. Jika ada yang ingin merebutnya, ia akan mempertaruhkan nyawanya.
"Kalau kau ingin mencuri obatku, aku akan membunuhmu!" Abella tatapan setajam mungkin agar siluman itu merasa takut padanya.
Tapi bukannya takut Siluman elang itu malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi lucu gadis di depannya.
"Hey, mengapa kau tertawa? Aku sedang memberimu peringatan, bukan membuat lelucon!"
Tuan elang masih tertawa, "tapi wajah mu tidak ada seram-seramnya Nona. Kau malah terlihat lucu," ujarnya.
Terang saja Abella semakin kesal. Ia mengambil barang-barangnya yang tersimpan dalam tas kecil dari kulit Serigala yang terikat sederhana, lalu memilih pergi meninggalkan pemuda itu dengan marah.
Tapi saat ia melangkah pergi siluman itu akan terus mengikutinya di belakang. Abella merasa frustasi, tidak tahu lagi bagaimana cara mengusir iblis elang itu.
"Nona, siapa namamu?"
Diam.
"Nona, jika kau menyebut namamu, aku akan membantumu kembali."
Tepat sasaran.
Abella berbalik dengan cepat. Benar saja, mengapa ia bisa lupa. Bukankah siluman burung elang ini bisa menjadi petunjuk arah baginya.
"Kau serius?" ia berkedip senang, ia terlihat sangat lucu dengan rasa antusias yang terlukis di wajahnya.
"Tentu saja. Hamba ini bisa terbang keatas awan, dengan mudah bisa mencari apapun di dalam hutan yang kecil ini."
Sangat sombong. Tapi tidak masalah, Abella dengan antusias mengangguk setuju.
Hilang sudah rasa takutnya pada pemuda itu. Seakan mendapatkan secercah harapan, ia ingin berharap lebih agar bisa kembali ke kawanan serigala.
"Baiklah... Namaku Abella, aku berasal dari suku Serigala. Bisakah kau mencari dimana kawanan serigala berada?"
"Tentu saja aku bisa."
"Terimakasih, tuan elang. Jika kau bisa membantuku kembali, maka kita akan impas. kau tidak perlu merasa hutang Budi lagi." ujarnya.
Tapi Si tuan elang tak menjawab. Ia hanya berkata, "kalau begitu panggil aku Bruno, itu namaku."
Abella mengangguk setuju. "baiklah, kalau begitu bantu aku melihat arah jalan," permintaan itu langsung dianguk oleh tuan Bruno.
Tapi si tuan Elang telah lupa dengan kebohongannya. Saat ia kembali merubah wujudnya menjadi elang besar, ia langsung menyadari tatapan tajam dari gadis di depannya.
Tatapan yang tadi penuh kebahagiaan sekarang berubah dengan cepat menjadi kekesalan lagi. Abella menunjuknya dengan kejam.
"Dasar siluman sialan! kau menipuku ya?"
Bukankah dia baru saja bilang belum pulih dan tidak bisa berubah wujud. Tapi lihatlah sekarang dia dengan mudahnya melakukannya, kebohongan terbongkar begitu cepat.
Abella mengepalkan tangannya, mengapa semua orang suka sekali mempermainkannya. Melihat sifat Tujuan Bruno Abella jadi teringat pada pria penyelamatnya.
"mereka berdua memiliki sifat yang berbeda, tapi sama-sama baik mau membantuku."
Sebenarnya dalam hati ia sedikit menyesal telah kabur dari istana, ia juga merasa bersalah telah mencuri ramuan berharga milik pria itu.
Hanya saja ia tak tahan melihat keanehan makhluk disana, apalagi saat ia melihat orang-orang membunuh di depan matanya, ia merasa takut. Belum lagi hari itu ia melihat seorang gadis cantik disana sedang menyerap energi seekor siluman, ia benar-benar merinding.
Dan masalah Ramuan keabadian ini... ia tak bermaksud mencurinya, hanya saja ia teringat dengan Oscar sang kakak pemilik tubuh ini yang sekarat. Jika memintanya ia takut pria penyelamatnya tak sudi memberikannya.
"Laki-laki jin itu bilang ramuan ini bahkan bisa menghidupkan orang yang telah mati. Kalau begitu kakak pasti selamat."
***
Jangan lupa tinggalkan jejak ya....
****