NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:803.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: ZiOzil

Cerita ini diangkat dari sudut pandang yang bebeda, dengan alur kehidupan sehari-hari.
Dan menyebabkan kebaperan. Semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini.

Amanda, gadis cantik dan lembut. Harus terikat hubungan terlarang dengan pria beristri yang bernama Satria. Berawal dari pertemuan tak sengaja dan hutang budi, akhirnya mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan yang tak semestinya.

Akankah mereka bersatu? Atau malah berpisah.

IG : nona_vie90
FB : Nevi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Satria 2

Setelah menculikku dari tempat kerja, sekarang Satria membawaku ke sebuah apartemen yang menurutku cukup mewah, seketika jiwa misquinku keluar melihat designe ruangan apartemen ini. Di dominasi dengan warna putih dan coklat, membuat apartemen ini semakin terlihat elegan, apalagi barang-barang bagusnya yang tersusun rapi, sungguh mengagumkan.

"Silahkan duduk!" Setelah Satria mempersilahkan, aku segera mendudukkan tubuhku di sofa coklat yang begitu empuk, bahkan lebih empuk dari kasur usangku.

"Ini apartemen siapa?" Tanyaku bingung sambil mengedarkan pandangn kesegala arah.

"Apartemenku. Aku kesini jika aku sedang malas di rumah saja." Satria meraih sebuah remot dan menyalakan pendingin ruangan, seketika ruangan apartemen mewah ini terasa sejuk sekali, begitu nyaman rasanya. Namun lama kelamaan tubuh norakku kedinginan, aku sampai melipat tanganku di depan dada.

"Kau mau minum apa?" Satria bertanya dari jauh, sepertinya itu dapur, karena kau melihat ada kulkas dan beberapa alat masak disana.

"Teh hangat saja!" Jawabku dengan suara yang bergetar karena kedinginan. Padahal setiap hari aku bekerja di ruangan ber AC, tapi mengapa disini aku bisa kedinginan?

"Kalau coklat panas mau? Persediaan tehku habis." Satria berteriak menawarkan yang lain.

"Iya, apa saja yang penting tidak dingin!"

"Kenapa kau mengajakku kesini?" Aku bingung, mau apa Satria mengajakku bertandang ke apartemen mewahnya ini? Jangan bilang dia ingin pamer!

"Nanti kau juga akan tahu!" Satria berbicara dari arah dapur.

Beberapa saat kemudian Satria datang dengan segelas coklat panas dan segelas jus jeruk.

"Kau kenapa?" Satria meletakkan coklat panas di atas meja sambil memandang bingung aku yang gemetaran.

"Aku kedinginan."

"Oh ... maaf ... maaf, aku sengaja menyalakan pendingin ruangannya dengan suhu yang sangat rendah, karena aku merasa kepanasan saat di ruangan sempit tadi. Pantas saja kau minta yang hangat-hangat!" Satria tertawa sambil menekan remot tadi untuk menaikkan suhu alat pendinginnya.

Aku hanya tertunduk malu sambil mengutuki tubuh norakku yang malu-maluin ini.

"Bagaimana, apa kau masih kedinginan?" Satria menjatuhkan tubuhnya di sampingku dan memandang dengan senyum yang mengembang. Sumpah demi Syifa yang tak mau dipanggil anak kecil, aku semakin terpesona dengan ketampanan lelaki yang satu ini.

"Sudah tidak kok!"

"Sayang sekali ya, padahal kalau kau masih kedinginan, aku bisa memberi kehangatan." Satria tersenyum licik membuatku mendadak ngeri dengan lelaki ini. Oh, ya Tuhan ... aku baru tersadar alasan dia sengaja membawaku ke apartemennya, apa dia akan melecehkan ku? Atau malah memperkosaku?

"Kenapa wajahmu merah begitu? Kau pasti berfikiran kotor kan?" Satria meledekku. Aku merasa malu sendiri, dari mana lelaki ini tahu isi pikiranku.

"Ah ... hmmm ... tidak!" Ucapku gugup.

"Lalu kenapa gugup? Hahaha ..." Satria semakin menjadi, dia tertawa puas sekali.

"Ih ... apaan sih!" Untuk menutupi kegugupanku, aku meraih gelas di hadapanku itu dan segera meminum isinya yang masih panas dan akhirnya aku pun menyemburkan coklat panas yang benar-benar panas itu, rasanya mulutku seperti terbakar. Gelas yang ku pegang sampai terlepas dan terjatuh sehingga menumpahkan semua isinya yang panas itu ke bajuku. Sontak aku berdiri dan sibuk mengibas-ngibaskan bajuku yang sudah dipenuhi coklat panas yang tertumpah. Sialnya kau Amanda!

"Kau tidak apa-apa?" Satria bertanya dengan cemas.

"Mulutku perih sekali, seperti terbakar rasanya." Aku mengadu seperti anak kecil. Bahkan air mataku sudah bergenang.

"Kita harus ke rumah sakit!"

"Tidak usah! Aku sudah biasa, hampir setiap hari aku terkena cipratan minyak panas saat memasak. Jadi ini bukan apa-apa!" Aku mencoba menutupi kecemasan Satria.

"Kalau begitu, segera bersihkan pakaianmu, sebelum lengket dan dikerumuni semut." Satria masih sempat meledekku. Dia tidak tahu apa, meskipun sudah sering terkena cipratan minyak panas, tapi itu ditangan. Kali ini di mulutku dan rasanya perih sekali.

Aku beranjak dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan bajuku yang kotor akibat ketumpahan coklat panas sialan itu, dan lagi-lagi aku terkesima melihat designe kamar mandi apartemen ini, sungguh mewah dan menakjubkan.

Cukup lama aku bersih-bersih di dalam kamar mandi, setelah kurasa cukup, aku pun segera keluar dengan baju dan rok yang basah.

"Kenapa pakaianmu basah begitu?" Satria memandang heran ke arahku.

"Ya, tentu saja basah, kan tadi habis dicuci!" Aku menjawab apa adanya. Aneh sekali pertanyaan lelaki ini, sudah tahu aku mencuci pakai air, ya tentu saja basah. Kalau tidak mau basah, ya tayamum sajalah.

"Ya sudah, ganti pakaianmu dengan ini!" Satria menyodorkan sebuah kemeja putih lengan panjang miliknya yang baru dia ambil. Ragu-ragu aku meraih kemeja itu dari tangannya.

"Aku harus pakai ini? Apa tidak ada pakaian lain?"

"Aku hanya punya itu, pakailah sampai bajumu ini kering. Nanti kau bisa masuk angin kalau tetap memakai pakaian yang basah begitu." Ya, ampun lagi-lagi perhatian lelaki ini membuatku meleleh bagai ice cream yang mencair.

Aku pun masuk kembali ke dalam kamar mandi dan segera mengganti pakaianku dengan kemeja yang diberikan Satria tadi, lalu pakaianku yang basah ini aku jemur di rak handuk. Tapi aku sedikit risih dengan kemeja Satria yang aku pakai ini, walaupun terlihat kebesaran ditubuhku, tapi hanya menutupi sampai sebatas pahaku saja. Dan rasanya aku tidak pede memakainya di depan Satria, tapi aku tak ada pilihan lain, aku terpaksa harus keluar dengan perasaan malu.

"So sexy." Aku terkejut mendengar ucapan Satria, walaupun pelan, tapi aku masih bisa mendengarnya. Lelaki itu memandangi dari kaki hingga kepala, aku semakin risih dibuatnya.

"Kenapa memandangiku begitu?" Tanyaku dengan nada yang ketus.

"Hmmm ... tidak apa-apa! Mari sini!" Satria mengajakku duduk di sebelahnya, aku tahu lelaki aneh ini sedang mengalihkan pembicaraan.

"Ada apa?" Aku menurutinya, aku duduk di samping Satria tapi sedikit memberi jarak. Dan benar saja, saat aku duduk, kemejanya semakin tertarik ke atas dan memamerkan pahaku lebih banyak. Aku bisa melihat mata Satria melirik ke arah pahaku ini, membuatku semakin risih.

"Bagaimana, kau suka dengan apartemen ini?" Satria bertanya sambil memandang lekat wajahku. Aneh sekali pertanyaan lelaki ini, memangnya kalau aku bilang suka, apa dia mau memberikan apartemen ini untukku?

"Kenapa kau bertanya begitu?"

"Kalau kau suka, mulai besok kau dan ayahmu bisa tinggal disini!" Ucap Satria dengan senyuman di bibirnya. Apa aku sedang bermimpi? Dia benar-benar memintaku untuk tinggal di tempat sebagus ini.

"Tapi kenapa aku dan ayah harus tinggal disini? Kami masih punya tempat tinggal." Aku menautkan kedua alisku, menanti jawaban dari Satria.

"Amanda, bukankah kau bilang ada yang meneror mu? Kalau kau pindah kesini, dia pasti tidak akan tahu tempat tinggal mu dan sudah tentu tidak bisa meneror mu lagi. Dan yang terpenting, aku bisa menemanimu kapanpun tanpa takut digosipin tetangga-tetangga usil mu itu." Satria menjelaskan maksudnya meminta aku dan ayah untuk tinggal di apartemen ini.

Apa yang Satria katakan ada benar juga, tapi alasan apa yang akan aku berikan kepada ayah? Ayah pasti tidak setuju jika harus pindah dari rumah itu.

Bagaimanapun juga, di rumah itu banyak kenangan masa kecilku dan saat-saat bahagia kami bersama ibu. Ayah juga pernah berpesan ingin mati di rumah itu, makanya aku pertahankan rumah itu agar tetap menjadi milik ayah, bahkan aku rela banting tulang untuk membayar hutang ibu agar rumah itu tidak disita rentenir.

***

1
Eda
mungkin cincin
Christy Ling
bagus 👍👍👍
PUJIWIDODO 18
bagus critanya
milkk_uuuu
hmm
Mita Karolina
Lha biyen di pilih,,,inilah kalau nikah modal cuma cinta,,,tp iman lemah
Kelly Lim
bagus ceritanya
Sulistyawati
wah sama kok saya juga curiga sich sama si Dimas
Kar Genjreng
mampir nanti ku teruskan bacanya ya Thor
Momy Ida 🌹
Hallo kakak autor, salam kenal saya Momy Ida 🙏. Saya akan mendubbing novel kakak ini ☺ semoga kakak suka dengan pembawaan saya ya, mohon dukungannya juga nanti di Audiobooknya 🌹 terima kasih.
Author Gabut.: hai kak, wah senang sekali. tapi apa tidak perlu saya rapikan dulu tulisannya?
total 1 replies
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Sulati Cus
klu sudut pandang ku sih tetep salah kewajiban suami membimbing istri jk istri salah jgn membenarkan diri sendiri dg nyari kenyamanan pd wanita lain wajar disebut pelakor lah wong dia msh sah suami orang ng jika emang udah g sanggup bertahan y lepaskan ceraikan baru kau cari wanita lain jika udah status duda sah2 aja mau deket sama sp aja warning selingkuh biasanya akibat dr keenakan curhat sm lwn jenis jd selesai kan urusan RT mu dulu jika g mau wanita mu di sebut pelakor.
Sulati Cus
😂😂😂😂😂gitu y?
Mawar berduri
sngkat padat jelas & hapy ending. terima kasih
Riska Wulandari
apapun alasannya berhianat adalah salah,,jika sudah tidak nyaman dgn pasangan bukankah lebih baik d akhiri daripada saling menyakiti??
Sulati Cus: bener nih g mau di sebut pelakor pdhl jelas status si pria msh suami orang apapun alasannya hrsnya tunggu sp dia cerai keliatan jika si cewek g laku sm yg msh bujang😂
total 1 replies
Fransiska Siba
makanya jadi cewek itu harus tahu arti Terima kasih
NUR(V)
aku sedih aku terhanyut dengan ceritamu kak tak terasa aku juga menyumbangkan air mata ku.... 😭😭😭😭
NUR(V)
satria kamu kayak orang yang baru jatuh cinta aja 🤣🤣🤣
NUR(V)
satris knpa gak ceraikan aja sih si renita kelakuanya dah kayak gitu kenapa kamu masih bertahan.... 😣😣😣
NUR(V)
renita jangan kau sampai menyesal kemudian 😔😔😔
NUR(V)
cuma ada di novel orang kaya mau bayar hutang orang yang baru dikenal,, kalau didunia nyata mana ada mas satria kamu baik banget sihhh.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!