NovelToon NovelToon
Between Hate And Love

Between Hate And Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lucky One

Dira Namari, gadis manja pembuat masalah, terpaksa harus meninggalkan kehidupannya di Bandung dan pindah ke Jakarta. Ibunya menitipkan Dira di rumah sahabat lamanya, Tante Maya, agar Dira bisa melanjutkan sekolah di sebuah sekolah internasional bergengsi. Di sana, Dira bertemu Levin Kivandra, anak pertama Tante Maya yang jenius namun sangat menyebalkan. Perbedaan karakter mereka yang mencolok kerap menimbulkan konflik.

Kini, Dira harus beradaptasi di sekolah yang jauh berbeda dari yang sebelumnya, menghadapi lingkungan baru, teman-teman yang asing, bahkan musuh-musuh yang tidak pernah ia duga. Mampukah Dira bertahan dan melewati semua tantangan yang menghadang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lucky One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Sendiri

“Dir lo apa di kamar Levin?” tanya Gerry penasaran “apaan sih, gue cuman minta bantuin gue buat ganti perban doang “ jawab Dira “ ngapa apa juga gak papa sih” sindir Gerry. Dinda, dengan semangat bercerita, memecahkan kebisingan dengan informasi terbaru. “Eh iya, di sekolah seru banget, pada ngomongin masalah lo sama si Naomi. Gila banget sih dia.”

Dira yang masih merasa penasaran, menatap Dinda dengan penuh minat. “Dia itu kenapa sih bisa kaya orang gila begitu? Apa dia memang selalu ngebully orang?” Gerry yang mendengar pertanyaan itu mengangguk dan menambahkan, “Engga juga sih, tapi dulu memang ada cewek namanya Fara yang di-bully juga sama si Naomi karena si Levin pacaran sama si Fara itu. Tapi sekarang orangnya sudah pindah ke luar negeri. Katanya sih gara-gara si Naomi.” Dira terkejut mendengar cerita itu. “Jadi, Naomi udah pernah ngelakuin hal kayak gini sebelumnya? Kenapa dia bisa sampai sebegitu obsesinya?”

"Iya, Fara itu dulu sempat pacaran sama Levin," lanjut Dinda sambil memainkan ujung rambutnya. "Tapi sejak Naomi tahu, hidup Fara jadi neraka. Fara nggak kuat menghadapi Naomi, apalagi Naomi waktu itu bener-bener obsesif banget sama Levin." Dira mengerutkan kening, merasa semakin penasaran. "Tapi kenapa Naomi sampai segitunya, sih? Apa dia nggak takut sama konsekuensinya? Maksud gue, dia bener-bener kayak nggak peduli, padahal orang-orang bisa aja laporin dia ke polisi."

Dinda mengangguk pelan. "Iya, itu yang bikin kita juga bingung. Naomi punya pengaruh besar di sekolah ini, dan bokapnya kan kepala sekolah, jadi mungkin itu yang bikin dia merasa kebal. Tapi kalau udah urusan Levin, dia jadi kayak orang nggak waras. Semua orang yang deket sama Levin pasti dibikin susah." Dira terdiam, mencerna informasi yang baru saja didengarnya. Dia berpikir tentang Fara, gadis yang dipaksa keluar dari sekolah gara-gara Naomi.

"Jadi, Naomi pernah ngelakuin hal kayak gini sebelumnya ke cewek lain? Gara-gara Levin?"

"Yup," jawab Dinda, suaranya terdengar sedikit seram. "Fara sampai pindah ke luar negeri karena nggak kuat. Tapi anehnya, Levin nggak pernah ngasih respons yang jelas soal Naomi. Kadang gue pikir dia tahu Naomi begitu, tapi dia milih buat nggak ambil pusing."

Dira berpikir keras. "Kalau Fara aja sampai pindah keluar negeri gara-gara Naomi, gimana kalau gue yang jadi target selanjutnya? Tapi di sisi lain, gue nggak mau kabur. Gue nggak mau kalah dari orang kayak Naomi." Dalam hatinya, Dira merasa ada sesuatu yang lebih besar di balik sikap Naomi. Apa benar hanya sekadar cemburu? Apa Levin tahu tentang semuanya tapi sengaja membiarkan?

Dinda dan Gerry baru saja pulang dari rumah Levin. Di teras rumah, Dira sedang menikmati ketenangan malam ketika tiba-tiba pundaknya ditepuk lembut dari belakang. Ia menoleh dan mendapati Vanya berdiri di sana. "Kak Dira, teman-teman Kakak sudah pulang, ya?" tanya Vanya, suaranya pelan namun penuh rasa penasaran.

Dira tersenyum, lalu mengangguk. "Iya, mereka sudah pulang. Tadi kamu yang biarkan mereka masuk, ya?"

Vanya menggigit bibir, tampak sedikit ragu. "Iya, Kak. Tapi Kakak nggak dimarahin Kak Levin, kan? Dia kan paling nggak suka kalau ada yang tahu alamat rumah kita. Aku sendiri kaget pas lihat mereka di depan gerbang. Tadinya mau aku usir, tapi terus aku ingat mereka teman Kakak. Jadi ya, aku biarkan mereka masuk."

Dira tertawa kecil, menepuk pelan kepala adiknya. "Nggak, Levin nggak marah kok. Santai aja, Van. Kamu sudah benar." Dira duduk di teras, masih terngiang dengan perbincangannya bersama Vanya soal rumah dan privasi Levin. Dengan rasa penasaran, ia bertanya, "Emang Levin nggak pernah bawa teman-temannya ke rumah? Kenapa dia nggak boleh bawa temen ke sini? Ada aturannya gitu?"

Vanya mendesah, matanya menyiratkan pemahaman yang dalam.

"Bukan gitu, Kak. Kakak tahu sendiri, kan, Levin itu terkenal. Fans cewek-cewek banyak banget, termasuk Naomi yang obsesi banget sama dia. Naomi aja, yang temenan dari SD, nggak tahu rumah kita. Levin benar-benar jaga privasi rumah ini dari orang luar." Dira mengangguk, mencoba mencerna penjelasan Vanya. “Oh, gitu ya,” gumamnya pelan.

"Ya udah, Kak, aku mau keluar dulu, ya," pamit Vanya sambil berjalan menuju pintu.

"Eh, kamu mau pergi sama cowok kamu, ya?" Dira menggoda, nadanya penuh rasa ingin tahu. Vanya tersenyum kecil, matanya menyipit nakal. "Iya, Kak. Tapi jangan bilang-bilang ya, ke Kakak atau Mama."

Dira tersenyum sambil menggeleng. "Iya, iya, tapi hati-hati, jangan kebablasan sama cowok itu."

"Tenang aja, Kak. Kita cuma jalan-jalan kok, nggak ngapa-ngapain," sahut Vanya sambil melambaikan tangan, sebelum akhirnya mengambil motornya di garasi dan pergi. Setelah Vanya pergi, Dira beranjak ke kamarnya untuk beristirahat. Namun, langkahnya terhenti di depan pintu. Kata-kata Vanya soal Levin menjaga alamat rumah kembali terlintas di pikirannya. Rasa penasaran merayap. Akhirnya, Dira berbalik dan berjalan menuju kamar Levin. Ia mengetuk pintu kamar adiknya.

"Tok, tok, tok."Dira menunggu beberapa saat, tetapi tidak ada jawaban. Setelah menunggu lebih lama, rasa cemas muncul. "Apa dia marah, ya?" pikirnya. Dengan sedikit ragu, Dira memutar gagang pintu. Ternyata tidak terkunci. Perlahan ia mendorong pintu dan melangkah masuk, namun kamar itu kosong. "Kemana, sih, orang ini?" gumamnya, menelusuri kamar Levin. Matanya tertuju pada rak buku yang penuh dengan koleksi Levin, namun ada sesuatu yang menarik perhatian di meja belajar. Sebuah kalung liontin berkilauan di sana.

"Ini, kan, kalung yang sering diliatin Levin," ujar Dira pelan, tangannya meraih liontin tersebut dan memeriksanya lebih dekat. Saat sedang asyik melihat kalung itu, tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang. Dira tersentak, jantungnya berdegup kencang.

"Lagi ngapain?" suara familiar terdengar dari belakang. Dira berbalik, langsung menyembunyikan kalung liontin itu di saku celananya. "Gue, lagi nyariin lo," jawabnya cepat, berusaha tenang. Namun, matanya melebar saat melihat Levin berdiri di depannya hanya dengan handuk melilit pinggang, memperlihatkan tubuhnya yang berotot.

Refleks, Dira menutup matanya dengan tangan. "AAAA! Levin mesum!" teriaknya keras, wajahnya memerah karena malu. Levin hanya tertawa pelan, sementara Dira tetap berdiri di tempat, merasa ingin segera kabur.

"Diem!" Levin dengan cepat menutup mulut Dira yang berteriak terlalu kencang. "Lo bisa pelanin dikit nggak? Ntar gue disangka ngapa-ngapain lo," gumamnya kesal, suaranya rendah namun tegas.

Dira diam seketika, tapi pikirannya justru melayang. Semerbak wangi tubuh Levin yang baru saja mandi menguar begitu kuat, membuatnya terpesona tanpa sadar. "Aduh, wangi banget... mana roti sobeknya bagus lagi," pikir Dira, tak mampu menahan kekaguman yang muncul begitu saja.

1
Wulan Dari
gak seru:(
Cevineine
Semangat terus yaaa, aku kasih dukungan biar makin semangatt nulisnyaa❤️
merry jen
jgn slhinn dri mu dirr dsnii kmu knn ngebelaiin dr kmu perbuatan Naomi jg ke terlaluan wjr lhh kmu blss
merry jen
Dira berushh sndrii ajj ,,kmu gk bs MTK tp kn kmu pyn kelbhnn yg lainn ,semngtt
Ig : Author_fanie.liem
pocipan mampir
yu follow untuk ikut gabung ke Gc Bcm thx
✍️⃞⃟𝑹𝑨 ••iind•• 🍂🫧
halooo kak,.iklan meluncuuurrr ✈️✈️
merry jen
knp lgg tuu Dinda ,,
and_waeyo
Semangatt nulisnya kak, jan sampai kendor❤️‍🔥
Lucky One: makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!