Hati Kanaya hancur saat mengetahui bahwa suaminya berselingkuh bahkan sudah menikah siri selama lima tahun dan lebih menyakitkan lagi keluarga suaminya mengetahui dan mendukung pernihakan Riko dan Sinta. Selama ini Kanaya selalu bertahan dan menerima semua perlakuan keluarga suaminya itu. keluarga Riko tidak pernah mengaggap Kanaya sebagai bagian dari keluarga mereka hanya menganggap Kanaya sebagai pembantu di rumah itu.
Kanaya lebih sakit hati lagi pada saat mendengar pengakuan anaknya bahwa keluarga suaminya itu menyakiti anaknya bahkan Riko sendiri tidak perduli sama sekali terhadap anaknya.
Apakah Kanaya akan tetap mempertahankan pernikahannya atau memilih berpisah setelah mengetahui pengkhianatan suaminya itu serta perlakuan keluarganya terhadap putrinya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18
“Sudah mas ayo kita makan saja nanti lagi kita bahas soal ini, aku sudah lapar banget” ucap Sinta yang malas mendengar perdebatan mereka itu.
“Iya, ayo nanti keburu Kanaya dan Ana pulang” ucap Jihan setuju dengan sinta.
Jihan tidak mau semua ini ketahuan saat ini karena dia belum mendapatkan warisan milik Kanaya itu.
Namun sayang semua sudah di ketahui oleh Kanaya dan keluarganya.
“Assalamualaikum” ucap Arumi, Kanaya, Anisa, dan Rehan bersamaan.
“Waalaikumsalam” jawab Ria.
Sedangkan yang lainnya kaget melihat kedatangan Kanaya dan keluarganya itu kecuali Ria dan Sinta.
Ria senang akhirnya Kakak iparnya datang sedangkan Sinta senang karena dia bisa memberitahukan Kanaya bahwa dia adalah istri Riko juga.
“Saya benar-benar tidak menyangka kalian sejahat ini dengan Kanaya” ucap Arumi yang masuk ke dalam rumah Jihan itu.
“Be, besan, kapan datangnya” ucap Jihan gugup melihat kedatangan besannya itu.
“Jadi ini yang kalian lakukan pada putri saya” ucap Arumi tidak menggubris ucapan Jihan.
“Besan ayo duduk dulu kita bicarakan ini baik-baik” ucap Jihan mengajak Arumi untuk duduk namun Arumi tidak mau.
Arumi ingin cepat menyelesaikan masalah ini. Dia tidak mau lagi berurusan dengan orang yang licik seperti keluarga Riko itu.
“Besan ini tidak seperti yang kalian sangka, ini salah paham” ucap Jihan berusaha berbica tenang dan santai.
Walau sebenarnya ada rasa khawatir mereka akan membawa Kanaya pergi dari rumahnya. Itu artinya dia tidak mendapatkan bagian uang warisan dari Kanaya.
“Cukup saya sudah mendengar semuanya” ucap Arumi tegas dan lantang.
“Bagus kalau tante sudah tau kalau saya istrinya Riko” ucap Sinta yang semakin memperkeruh suasana.
Riko dan Jihan kesal dengan Sinta kenapa Sinta malah berbicara seperti itu. Mereka yakin masalah ini akan panjang.
“ma, ayo duduk dulu ma, Riko akan jelaskan semuanya ke mama” ucap Riko membujuk mertuanya itu.
Riko tidak mau kehilangan uang warisan itu, Riko tidak rela Kanaya yang memilikinya. Riko ingin dia menguasai semua harta warisan milik Kanaya itu. Sungguh egois sekali Riko.
“Kamu mau menjelaskan apa Riko?” tanya Anisa.
“Yang kalian dengar itu tidak benar, kalian salah paham, kalian salah dengar tadi” bukannya Riko yang menjelaskan tapi Jesika lah yang menjelaskannya.
Jesika yakin Arumi datang ke sini pasti ingin memberikan uang warisan untuk Kanaya. Jesika tidak akan membiarkan uang itu lepas.
“Kamu pikir saya ini tuli, kami sudah mendengar semuanya yang kalian ucapkan tadi” ucap Anisa.
“saya tidak habis pikir Kalian sejahat ini kepada anak saya” ucap Arumi berusaha setenang mungkin.
“Kenapa kamu selalu merebut apa yang aku miliki Sinta?” tanya Kanaya kepada Sinta.
Kanaya dan Sinta saling mengenal namun Sinta tidak pernah suka dengan Kanaya. Sinta selalu ingin mendapatkan apa yang Kanaya punya.
Awalnya mereka itu berteman namun Sinta yang melihat Kanaya selalu hidup senang dan bahagia membuat Sinta iri dan ingin memiliki semua yang Kanaya punya.
Mulai dari merebut pasangan Kanaya yang membuat Kanaya dan pasangannya berpisah. Selain itu Sinta juga merebut kasih sayang Kanaya namun sayang keluarga Kanaya tidak terpengaruh dengan Sinta yang selalu mencuri perhatian keluarga Kanaya dan menjelekkan Kanaya di hadapan keluarganya.
Pada saat Sinta menjelekkan Kanaya di hadapan keluarganya mereka tidak ada yang percaya, merasa tidak membuahkan hasil akhirnya Sinta menyerah untuk mengambil perhatian keluarga Kanaya dan tidak lagi menjelekkan Kanaya di hadapan keluarganya karena bagi Sinta apa yang dia lakukan itu percuma.
Selain itu Sinta juga merebut perkerjaan Kanaya mengantikan posisi Kanaya yang membuat Kanaya kehilangan pekerjaan. Kanaya yang tak kunjung mendapatkan pekerjaan akhirnya Arumi menyuruh anaknya itu untuk mengurus restoran keluarga seperti Anisa.
Anisa sebenarnya juga pernah bekerja di sebuah perusahan namun ada yang tidak suka dengannya yang membuat citra buruk Anisa yang membuat Anisa di pecat dan akhirnya Anisa memutuskan untuk mengelola restoran saja.
Sebenarnya anak Arumi semuanya merupakan sarjana namun Anisa dan Kanaya memutuskan untuk tidak lagi mencari perkembangan Karana susahnya mencari pekerjaan dan hanya Rehan saja yang bekerja saat ini. Sedangkan Anisa dan Kanaya memutuskan untuk mengurus restoran saja.
“Aku tidak merebut apapun dari kamu memangnya aku merebut apa dari kamu?” tanya Sinta santai.
Sinta tersenyum penuh kemenangan karena dia bisa merebut Riko dari Kanaya dan ini juga menjadi alasan dia ingin ke rumah mertuanya itu. Ingin menunjukkan bahwa dia berhasil merebut Riko dan Kanaya.
“Lo benar-benar dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah” ucap Kanaya tidak habis pikir.
“Sudahlah Kanaya tidak usah banyak bicara, sekarang kamu harus ikhlas untuk membagi suami” ucap Sinta santai.
“Aku tidak mau” jawab Kanaya yang tidak mau berbagi suami.
“Aku kasih pilihan sama kamu mas, kamu pilih sinta atau aku mas?” tanya Kanaya kepada Riko.
“Maaf sayang aku tidak bisa memilih antara kalian berdua, aku mencintai Sinta dan juga kamu Kanaya” ucap Riko yang tidak ingin melepaskan Kanaya dan juga Sinta.
“Kamu harus memilih Riko” ucap Anisa.
“Eh kamu tidak usah ikut campur Anisa” ucap Jesika kepada Anisa.
Terjadi perdebatan antara Anisa dan Jesika. Sampai akhirnya perdebatan itu di hentikan oleh Jihan dan Arumi secara bersamaan. Akhirnya mereka berus diam tidak lagi berdebat.
“Apa pilihan kamu mas, aku atau Kanaya mas?” tanya Sinta kepada Riko.
Riko benar-benar bingung harus memilih siapa, dia tidak mau melepaskan Kanaya karena dia belum mendapatkan apa yang dia inginkan sedangkan dia juga tidak mau melepaskan Sinta karena Riko mencintai Sinta dan Riko tidak ingin berpisah dengan anaknya Dito.
Riko sedari dulu memang menginginkan anak laki-laki dan Sinta yang bisa memberikan Riko anak laki-laki. Jika Riko melepaskan Sinta pasti dia tidak akan bisa lagi bertemu dengan anaknya itu.
“Aku tidak bisa pilih antara kamu dan Kanaya, Sinta” jawab Riko yang membuat Kanaya dan Sinta kesal dengan suami mereka itu.
“Aku tau kamu mencintai Sinta kan dan kamu tidak bisa memilih antara aku dan Sinta Karena uang warisan kan mas” ucap Kanaya yang bisa menebak apa yang Riko pikirkan saat ini.
Riko terus mencari alasan dan mengelak namun sayang Kanaya sudah bisa menebak itu.
“Aku sudah ambil keputusan, aku mau pisah sama kamu mas” ucap Kanaya akhirnya mengambil keputusan untuk mengutarakan niatnya untuk berpisah.
“Tidak Kanaya, aku tidak mau berpisah dari kamu Kanaya” ucap Riko memohon yang tidak ingin berpisah.
Riko terus memohon sampai akhirnya Riko meminta bantuan mertuanya untuk membujuk Kanaya agar tidak mengambil keputusan untuk berpisah.
“Ma aku mohon tolong bujuk Kanaya agar dia tidak mengambil keputusan untuk berpisah sama aku ma” ucap Riko memohon namun tidak di gubris oleh Arumi.
“Tidak, Kanaya bereskan semua barang kamu dan Ana kita pergi dari sini, Rehan bantu kakak kamu” ucap Arumi tidak terbantahkan.
Kanaya dan juga Rehan langsung menurut mereka pergi ke lantai atas untuk mengambil barang Kanaya dan juga Ana.
Sedangkan Riko mengikuti Kanaya, Riko berusaha mencegah Kanaya. Namun Sinta juga ikut serta mengikuti Riko dan Kanaya.
“Kanaya dengar penjelasan aku dulu” ucap Riko berusaha mencegah Kanaya pergi ke lantai atas.
Kanaya telah menyerahkan kunci kamar Ana dan menyuruh adiknya itu membawa koper mereka.