Ribeena (Bee), 26 tahun awalnya gadis cupu yang selalu mendapatkan bullyan di kampusnya akhirnya bertransformasi menjadi model dingin tidak tersentuh dan populer setelah beranjak dewasa. Ia harus menjalani hidup mandiri yang tidak tau siapa orangtua kandungnya. Berkat dari atasannya lah Bee menjadi model terkenal. Bee gadis cupu bersama sahabatnya mendirikan agency model, Bee mampu membuktikan dirinya bisa bangkit dari kerasnya kehidupan.
Sean, 28 tahun lelaki tampan kakak angkat Bee yang selalu melindungi dan diam-diam mencintai Bee, mereka berpisah karena Sean harus melanjutkan S2 nya di luar negeri. Bee sendiri semenjak berpisah dari Sean tidak ingin di ganggu dan di hubungi oleh Sean, Bee ingin fokus mencari jati dirinya.
Bagaimanakah kisah Bee dan Sean selanjutnya, apakah Bee akan bertemu dengan kedua orangtuanya, apakah perjalanan hidup nya masih akan mendapatkan ujian? Yuukk.. mampir dan ikuti perjalanan Ribeena (Bee)..
Salam author,
ariista
ig: aritanti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persaingan
Bee akan melakukan show di peragaan busana para disainer yang di adakan di salah satu resort ternama dan mewah di kota A.
Bee dan Miss Selyn sudah mempersiapkan diri, Bee juga mengajak Dea untuk ikut menyaksikan pertunjukkannya.
Undangan VIP juga sudah Bee berikan ke kakak angkat dan keluarga nya. Pertunjukan akan di adakan Sabtu malam.
"Bee, kamu sudah mempersiapkan dirimu?" tanya Miss Selyn di ruangan Miss Selyn mereka akan berangkat ke resort sebentar lagi.
Dea juga akan pergi bersama mereka dengan membawa mobilnya sendiri.
"Sudah Miss,"
"Ada beberapa busana nanti yang akan di tampilkan, peragaan busana ini akan di hadiri oleh orang-orang penting,"
"Iya Miss,"
"Setengah jam lagi kita berangkat, kita akan melakukan GR dulu sampai di sana, ada 5 disainer yang akan menunjukkan koleksi busana terbarunya nanti,"
"Oke, Miss,"
"Baiklah Miss turun dulu ke bawah, mengecek apa saja yang sudah disiapkan oleh tim property dan akomodasi,"
"Siap Miss,"
Ponsel Bee berdering, diambilnya ponsel di atas meja.
"Hallo, De,"
"Bee, aku sudah di bawah ya,"
"Oke, bentar lagi aku turun, De,"
Setelah semuanya Bee cek dan ricek di dalam tasnya, Bee turun ke bawah, ia akan berangkat satu mobil dengan Dea. Bee tidak membawa mobilnya.
" Hai, Bee,"
"Hai De,"
Rombongan tim Miss Selyn berangkat menuju resort. Menempuh perjalanan satu jam lima belas menit mereka akhirnya sampai di resort mewah.
Bee memandangi kagum resort di depannya. Mereka masuk ke lobby resort. Suasana agak ramai karena dari tim disainer yang lain juga sudah datang.
Dea menyikut lengan Bee.
"Apa sih De nyikut-nyikut,"
"Coba kamu liat di seberang itu, itukan Claudya Bee,"
Bee menoleh ke seberang, seorang gadis cantik peranakan bule yang sedang berbicara dengan seorang disainer.
Bee tau siapa disainer dan model itu. Sudah lama Bee tidak bertemu dengan mantan teman kuliahnya itu.
Claudya memang cantik tetapi ia sangat angkuh, berteman hanya maunya yang selevel. Claudya cantik tetapi attitudenya tidak bagus.
Mereka berjalan melewati Claudya. Bee dan Dea memasuki hotel kamar mereka terlebih dahulu, acara GR nya masih satu jam lagi.
Bee dan Dea menginap dalam satu kamar. Setelah istirahat sejenak Bee dan Dea keluar kamar mereka akan ke restoran untuk makan siang.
Di lorong akan menuju lift, Bee dan Dea berpas-pasan dengan Claudya dan tim nya.
Bee dan Dea pura-pura gak kenal tapi seperti nya Claudya mengenali Dea.
Claudya menghentikan langkahnya. Ia mendekati Dea.
"Kamu si cupu kan?" Claudya menegur Dea saja iya tidak tau jika di sebelah nya adalah gadis yang selalu di rundungnya di kampus.
"Iya" jawab Dea.
Claudya memperhatikan gadis cantik model yang sama dengannya hanya dia tidak tau kalau gadis itu yang suka di bully nya dulu di kampus.
Claudya hanya memperhatikan Bee saja, ia tidak bertanya atau menegurnya.
Claudya melanjutkan jalannya. Begitu juga dengan Bee dan Dea.
"Apa dia tak mengenalmu Bee?" tanya Dea.
Bee mengedikkan bahunya. Bee tak peduli.
Selesai makan siang Bee dan Dea langsung ke panggung untuk mengadakan GR.
Di panggung sudah ramai orang. Salah satu disainer dan model-modelnya sudah mulai GR. Setelah itu baru giliran Miss Selyn dan tim.
Tiba giliran Miss Selyn dan para modelnya. Bee menaiki panggung mereka akan melaksanakan GR, setelah Miss Selyn dan tim dilanjut kan dengan disainer kubu Claudya.
Claudya yang sudah datang memandangi terus ke arah Bee. Pandangan nya menunjukkan rasa iri karena kecantikan Bee mendekati sempurna.
"Oke Bee, kamu berputar di sebelah sana nanti di lanjutkan oleh Nayra, Jaka dan yang lainnya. Semua harus fokus dengan pandangan ke depan tidak ada yang berjalan dengan menunduk, iya seperti itu ya, Bee kamu sudah bagus, pertahankan penampilan dan cara jalanmu,"
Setelah mengarahkan gaya para modelnya yang disewa juga model-model dari B & D Agency. Akhirnya GR tim Miss Selyn selesai. Dilanjutkan dengan tim disainer nya Claudya.
Bee dan Claudya berpas-pasan di belakang panggung. Claudya menatap tajam ke Bee, Bee tidak menghiraukan nya.
Bee berjalan dengan tenang di samping Claudya. Claudya semakin kesal di cuekin oleh Bee.
"Sombong sekali tu model," ucap Claudya dan Bee mendengar nya.
***
Malam pertunjukan acara para senior disainer dimulai. Bee sedang berada di ruang make up. Penampilan disainer yang lainnya sedang berjalan di panggung. Sebentar lagi giliran Bee dan rekan-rekannya akan tampil.
Bee dan tim sudah bersiap akan maju ke panggung. Bee berpas-pasan kembali dengan Claudya. Claudya menatap sinis Bee. Bee heran kenapa Claudya selalu memusuhinya.
Tiba giliran Bee dan tim maju menampilkan koleksi terbaru gaun malam oleh disainer Selynna.
Pertama-tama yang muncul model-model yang di bawah Bee popularitasnya. Tiba saatnya Bee maju ke panggung.
Bee berlenggak lenggok dengan sangat percaya diri dan elegan. Dari sudut matanya Bee dapat melihat kakaknya Sean datang bersama Grasia tunangannya. Seperti biasa Grasia menampilkan kemesraan di depan umum. Tangannya Tak lepas dari lengan Sean.
Bee berjalan memutar panggung panjang, berhenti untuk berpose para fotografer antusias untuk memotret dirinya. Bee sudah menjadi super model, penampilan nya dan busana-busana yang diperagakannya pasti ditunggu oleh para kaum jet-set, Bee menjadi tren setter bagi para sosialita muda yang selalu ingin berpenampilan elegan.
Bee berjalan kembali ke depan, pandangannya bersirobok dengan kakaknya. Sean menunjukkan jempolnya ke Bee dan tersenyum. Gerakan dan mimik wajah Sean tertangkap oleh Grasia. Grasia menghela napasnya.
Setelah Bee tampil ia turun dari panggung, di tangga ketika berpas-pasan dengan Claudya, kaki Claudya sengaja di letakkannya di dekat kaki Bee yang akan melangkah.
Bee yang tak siap dan tidak memperhatikan, tubuh nya oleng. Bee jatuh dari tangga. Insiden di belakang panggung terendus oleh para pencari berita.
Kehebohan melanda belakang panggung, Sean yang mendengar samar-samar nama Bee di sebut segera bergegas ke belakang panggung.
Sean meninggalkan tunangannya di meja, Sean mencari keberadaan Bee. Setelah bertanya dengan orang yang di temuinya di belakang panggung Sean segera masuk ke ruangan yang seharusnya hanya untuk para model dan disainernya.
Sean sempat bersitegang dengan para penjaga yang tidak memperbolehkan nya masuk. Akhirnya dengan negosiasi alot Sean akhirnya bisa masuk ke ruangan model.
"Bee?" panggil Sean bergegas menghampiri Bee.
Bee kaget, "Kak Sean? Kenapa bisa kesini?"
"Kamu gak papa?"
"Gak papa Kak, hanya terkilir sedikit aja,"
Sean melihat pergelangan kaki Bee bengkak.
"Sedikit gimana? Bengkak ini, ayo ke rumah sakit,"
"Bee gak papa Kak,"
"Gak, gak kamu harus ke rumah sakit, biar Kakak bicara sama Miss Selyn,"
Sean pergi sebentar mencari Miss Selyn. Dengan izin Miss Selyn, Bee bisa pergi dengan Sean ke rumah sakit.
Grasia yang di tinggalkan Sean akhirnya pulang bersama kedua orang tuanya yang juga hadir di acara tersebut.
tp jgn cuek in Sean donk
kok gk diangkat Bee....
btw Sean pergi nyatain perasaannya gk y🤔🤔