Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGAGUM RAHASIA
Hari libur telah tiba karena Kelas 12 memasuki ujian semester genap, waktunya kelas 10 dan 11 Libur untuk belajar di rumah. Waktu menunjukan pukul 07.00 wib di pagi hari, Diana membuka pintu kamarnya dengan cuaca yang cerah lalu dia segera bergegas ke kamar mandi dan sarapan pagi bersama keluarga. Selesai makan bersama ia kembali ke kamarnya.
Kemudian dia membuka ponselnya yang berada di meja kamarnya, dan mengirimkan pesan ke kak Erlangga untuk memberikan semangat karena ia tahu kalau kak Erlangga akan memasuki ujian akhir.
" Semangat ujian nya ya kak Erlangga... " ucap Diana yang mengirimkan pesan singkat ke kak Erlangga namun saat itu kak Erlangga hanya membaca pesan singkatnya.
"Mungkin kak Erlangga sedang belajar" Ucap Diana yang selalu berpikir positif.Diana yang sambil menunggu jawaban kak Erlangga, lalu mengambil tas nya yang dia letakan di lemari.
Diana mengambil buku yang dia pinjam dari perpustakaan. Kemudian Diana duduk di kursi meja belajarnya, Diana membuka bukunya selembar demi selembar sampai menemukan Kertas "Pengagum rahasia" .
"Ini dari siapa ya, kok ada nomor ponselnya? Jangan-jangan dari kak Erlangga." ucap Diana yang kebingungan.
Lalu ia memasukan nomor pengagum rahasia ke dalam ponselnya siapa tau beneran dari kak Erlangga dengan ekspresi bahagia sambil tersenyum-senyum. Pantesan aja, pesanku tidak di balas.
"Ini dengan siapa ya?" ucap Diana mengirimkan pesan orang yang tidak kenal.
"Pengagum rahasiamu, karena aku tahu dalam hal ini tidak akan ada penolakan "— Pengagum rahasia.
"Tadi, kenapa kamu cuek sama aku kak?" ucap Diana yang mengira kalau itu Erlangga.
"Tadi lagi sibuk, kalau boleh tau alamat rumahmu dimana ya?" ucap nomor tidak di kenal.
"Bukannya kakak tahu ya rumah ku? Asrama Merpati No 18 loh kak,,, belum pindah rumah aku nya hehe " ucap Diana mengirimkan pesan. Ywdh aku mau belajar dulu ya kak.
Setengah Jam Kemudian...
PAKET PAKET PAKET ujar kang paket yang berteriak di halaman rumah.
"Din.... loh pesan paket!"Ucap kak Nanda yang berteriak di kamarnya mendengar suara paket yang berteriak di halaman rumah.
"Enggak kok kak, lu kali yang pesan" Ucap Diana yang sedang belajar.
"Ambil sana gw masih sibuk" ucap Kak Nanda berteriak memanggil diana di kamarnya.
"Iya-Iya bentar..."Ucap Diana yang segara mengambil paket.
"Paketnya besar amat ! Dari siapa nih kang?" Ucap Diana yang binggung paket dari siapa.
"Untuk Diana lestari! Dari nama yang tidak di kenal" ucap kak paket sambil menyuruh tanda tangan lalu bergegas pulang. Datang Kakak Nanda dari belakang pintu.
"Hayo Ooo dari siapa nih?" Ucap kak Nanda sambil ngeledek adiknya yang ke bingungnya.
"Gak tau nih kak, namanya gak di cantumkan" ucap Diana lalu mengambil kadonya dan membawanya ke dalam kamar. Diana segera duduk di kasur sambil menatap kado yang belum sama sekali ia buka. Lalu ada motif ponsel dari nomor pengagum rahasia.
"Kadonya udah terkirimkan?" ucap mengirim pesan pengagum rahasia.
"Oh,,, ini dari kakak makasih ya" ucap Diana yang mengirim pesan yang mengira dari kak Erlangga.
"Iya nih, dengan motif senyum"
Kemudian Diana segera membuka kadonya yang merupakan Boneka Beruang yang sangat lucu. "Wih romantis sekali ya kak Erlangga" ucap Diana yang memeluk boneka.
"Gw mau kasih nama apa ya??? Huggy yang artinya: suka dipeluk hehe" Ucap Diana yang memeluk boneka nya.