Bermodal paras cantik dan tubuh yang indah. Gendhis, bukan nama aslinya. Bertahan hidup dengan bekerja sebagai koki di sebuah hotel bintang lima. Namun, sesuatu hal yang tak terduga terjadi padanya, hingga Gendhis bertekad untuk mengambil pekerjaan sampingan sebagai "teman kencan semalam" tamu-tamu VIP hotel Pacifik.
Narendra Arjuna Guinandra, pengusaha di bidang perhotelan dan pariwisata yang terobsesi untuk menyewa jasa Gendhis. Berapa pun budget yang dia keluarkan, dia tidak perduli. Asalkan gadis itu tetap berada dalam genggaman dan menuruti segala perintahnya.
Sebuah fakta terungkap, membuat Narendra terperosok semakin jauh ke dalam dendam dan kebencian atas kejadian yang tidak pernah dilakukan oleh Gendhis. Hingga gadis itu harus berjuang untuk sebuah kepercayaan yang menyakinkan hati seorang Narendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatuh Cinta
Happy reading..
Sementara di tempat lain yang terbentang jarak berkilo-kilo. Dua anak manusia berbeda gender yang sedang bersitegang.
Pria yang berdiri tak jauh dari wanita yang sedang menatap nyalang itu mengulurkan tangannya ke bawah dan langsung menangkap pergelangan tangan wanita itu.
Wanita yang berusia sekitaran dua puluh delapan tahun itu, tersentak. Ia langsung mendongakkan kepalanya menatap pria yang sedang menatapnya juga dengan tatapan sulit diartikan.
"Kau pikir, aku tidak mencintai mu, Keyla!" suara bass milik Heru menggema di ruangan yang sedikit pencahayaan.
"Aku tahu, kau sangat mencintai ku. Tapi kau lebih memilih untuk menikahinya dan menikmati setiap kalian berhubungan in_tim!" timpal Keyla dengan seulas senyum tipis meremehkan pria yang sedang menahan amarahnya.
"Kamu pikir aku menikmatinya? Tidak! Dia tidak seperti mu, yang selalu bisa membuatku ketagihan!"
"Hahaha..," tawa Keyla menggema mengejek Heru. "Tidak katamu? Omong kosong apa itu! Jika kamu tidak menikmati nya, kenapa tidak segera kau ceraikan saja Nindy! Apa harus menunggu mati dulu, seperti sekarang. Baru kau meninggalkan nya!" Keyla meluapkan kekesalannya.
Tangan Heru terulur ke atas dan mendarat di wajah Keyla, lalu dia menggerakkan tangannya menyingkirkan anak rambut yang menjuntai ke sela daun telinga Keyla, karena Heru tidak ingin ada yang mengganggu penglihatan nya pada wajah sang wanita pujaan hatinya.
"Kenapa kamu bicara seperti itu, padahal kamu tahu jelas kalau aku menikahi Nindy hanya demi hartanya saja. Tidak ada cinta untuk dia, karena hatiku telah terpatri oleh namamu," ucap Heru pada Keyla agar terlihat di mata wanita selingkuhan itu, dirinya benar-benar sangat mencintainya.
Rasa bangga dan bahagia langsung terpancar di wajah Keyla. Karena pria di hadapannya itu sungguh memikat hati dan pikirannya. Menurut Keyla, Heru adalah pria yang sangat diimpikan nya. Bagaikan mendapatkan durian runtuh.
"Ya.. Ya, demi harta. Hanya demi harta, Keyla! Kamu jangan selalu curiga dan cemburu!" Keyla berbicara sendiri, seolah memarahi dirinya. "Tapi, jika demi harta. Kenapa hingga kini kamu tidak mendapatkan harta itu, sedang wanita itu telah mati! Jangan bodohi aku, Heru!"
"Tidak semudah yang kamu bayangkan, Keyla! Karena Nindy telah menuliskan wasiat pada pengacaranya untuk siapa saja yang berhak menerima harta yang bernamakan dia!" ujar Heru, meredam kemarahannya pada wanita yang telah membantunya untuk melancarkan semua rencananya. Setelah dia mendapatkan apa yang dia mau, pria itu akan membuang wanita itu ke jalanan.
"Hingga kini, aku pun harus tetap bersikap baik di depan mertua dan adik ipar ku. Agar mereka tidak mencurigai dan menyelidiki penyebab kematian Nindy yang sebenarnya!" ucap Heru berakting bak aktor kawakan di hadapan Keyla dengan memasang wajah yang seolah-olah tersiksa dengan semuanya.
"Maafin aku, darling. Maaf jika cemburuku membuatmu kesal, karena aku takut kehilangan cinta dan jiwamu. Bagiku, kamu adalah titisan dewa yang dapat memberikan anugerah yang terindah dalam hidupku. Kamu segalanya bagiku, aku tak ingin membaginya dengan wanita lain. Cukup aku yang kau cinta dan miliki," Keyla melingkarkan kedua tangannya pada leher Heru. Dia tidak perduli dianggap sang penggoda oleh pria yang memandangnya tak bergeming.
"I love you, darling," ucap Keyla sambil menggerakkan jari jemarinya menelusuri wajah tampan Heru dan berhenti pada bibirnya yang sangat menggoda.
Nampak jelas di wajah Keyla, jika dia menginginkan lebih dari seorang Heru. Deru napas memburu Keyla terdengar merdu di rungu Heru. Dia tersenyum penuh arti pada wanita yang sudah tidak bisa menahan gejolak di dalam dirinya.
Tak ragu, Keyla langsung menyambar bibir Heru yang sedikit ada celah. Seolah sang pria mengundang wanita nya untuk masuk. Tak mau membuang waktu sia-sia, Keyla pun semakin memperdalam ciumannya pada Heru.
Tak ada penolakan yang ditunjukkan oleh Heru. Tapi mendadak sang pria menghentikan permainan wanitanya yang sudah terbakar na fsu. Heru tersenyum menyeringai.
"Tunggu dulu, jangan keburu-buru, baby. Pintunya belum tertutup rapat. Aku tutup dulu, baru setelah itu kita gaskeun semalam suntuk, oke?" ucap Heru seraya berjalan ke arah pintu, lalu menguncinya dari dalam.
Tapi tanpa mereka tahu, beberapa menit yang lalu. Seseorang telah meletakan sesuatu dibalik vas bunga yang ada dipojokkan ruangan itu.
"Huh! Menyebalkan! Pakai terhenti segala!" cemberut Keyla.
Setelah menutup pintu dan menguncinya, Heru segera berjalan kembali ke arah wanitanya yang sudah menunggu dirinya untuk bergulat panas di atas ranjang empuk.
Sekujur tubuh Keyla yang sudah panas dan berhas_rat tinggi, ingin segera disentuh oleh lelakinya.
Heru yang melihat reaksi tubuh wanitanya, segera membopong tubuh yang menjadi semangatnya itu, lalu membaringkannya di atas ranjang king size di hadapannya.
Keduanya tak ingin membuang waktu nya lagi dengan banyak berbicara. Mereka hanya ingin menghabiskan waktu nya untuk saling meneguk kenikmatan surgawi semalam suntuk.
****
Kembali lagi pada Gendhis.
Narendra menarik kasar tangan Gendhis, lalu melemparkan tubuh perempuan itu ke atas ranjang.
"Kau selalu menjadi pemberontak, Naya! Bahkan kau tidak mendengarkan kata-kataku!" dengan tatapan yang susah diartikan.
Gendhis menggertak kan gigi. "Aku butuh ponsel itu untuk mengetahui keadaan Ibuku! Bebaskan aku! Aku akan mengembalikan uangmu!" teriak Gendhis.
Narendra tersenyum menyeringai. "Sampai kamu bekerja tengah malam pun, tidak akan bisa mengembalikan uangku, Nayaka. Perempuan pembangkang!" Narendra hendak menyentuh wajah Gendhis, namun secepat kilat perempuan itu berpaling dari hadapan Narendra.
Tangan Narendra menggantung di udara, akibat penolakan Gendhis. "Well!" Pria itu menarik kembali tangannya, lalu membuat gerakan seolah-olah memberikan ciuman dari jauh untuk perempuan yang sedang marah padanya.
"Oke! Istirahatlah dulu untuk merilekskan saraf-saraf tegang tubuhmu! Aku akan kembali setelah beberapa jam lagi untuk memberikan pekerjaan baru untukmu!" Narendra mengatakan itu sembari mengedipkan sebelah matanya. Dan memutar lututnya beranjak pergi dari meninggalkan Gendhis sendirian di dalam kamar itu dan menguncinya dari luar.
"Aarrgghh! Brengseeeekk, kamu Narendra!" Gendhis berteriak kencang, tapi sayangnya pria yang telah keluar dari ruangan itu tidak bisa mendengarkan suara Gendhis.
"Sabar, Gendhis. Kamu harus tenang, agar dapat berpikir dengan baik! Bagaimana cara untuk terlepas dari manusia dingin tak berperasaan seperti Tuan Gapian itu! Apa dia terlahir dari batu, ya? Tidak punya perasaan kasihan sama sekali pada perempuan. Apa dia tidak pernah jatuh cinta pada perempuan?" Gendhis mondar-mandir bagaikan setrika sambil bermonolog. "Ataukah aku harus menggunakan cara terakhirku? Menuruti yang dia mau dan membuat dia jatuh cinta padaku!" senyum licik Gendhis tersungging di sudut bibirnya.
Telah berkali-kali Gendhis memukulkan tangannya pada pintu kayu yang tertutup rapat dan terkunci dari luar itu. Suara nya pun nyaris habis dan mengakibatkan tenggorokan nyaris putus. Tidak ada satu orang pun yang mau mendengar dan menolong Gendhis.
Hingga akhirnya, Gendhis membalikkan tubuhnya dan merosot ke lantai.
🍁🍁🍁🍁
dan semoga nayaka berbahagia dengan ...... tuan gapian . yesss 😍
ganbatte, nay 💪💪💪
di novel aja ada judulnya tuh
CINTA DAN DENDAM
atau
CINTA DI ANTARA DENDAM
atau
MENIKAH KARENA DENDAM
awalnya mah dendam, nay.... eehhhh ujung ujung nya duit ...ehhh salah 😅
ujung ujungnya cinta lahhh
kaya miskin
cantik jelek
....... bukanlah suatu patokan akan hadirnya cinta dan kemana cinta akan bermuara .
jadi .... jangan pesimis, nay ..... 💪😁