7 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk pasangan suami isteri Mia dan Shendy membina rumah tangga, dan kebersamaan mereka selama ini kurang lengkap karena belum hadirnya buat hati di tengah-tengah kehidupan mereka
Shendy memang tidak mempermasalahkan hal itu, bisa hidup bahagia bersama sang isteri sudah cukup baginya namun berbeda dengan Mia, wanita itu selalu merasa kesepian dan sedih kerap kali membayangkan adanya kehadiran anak di rumah mereka
Bahkan Sendy kerap kali harus menghibur sang isteri setiap kali mendengar kabar berita kehamilan para sahabatnya
Shendy merupakan sosok yang penyabar dan sangat mencintai isterinya tapi rasa cintanya di uji ketika sang isteri mengungkapkan keinginan konyolnya pada Shendy hingga membuat pria tersebut marah besar dan terjadilah pertengkaran hebat diantara keduanya
Apakah keinginan konyol sang isteri hingga membuat Shendy yang penyabar itu marah besar?
Simak terus cerita selanjutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Bruk
Tiba-tiba saja Marisa pingsan dan hal itu membuat Mia dan Sendy cukup terkejut dengan kondisi Marisa yang tidak sadarkan diri
" Ayo bawa dia ke rumah sakit, tunggu apalagi!" teriak Siska dengan memasang wajah panik membuat Mia dan Sendy saling melempar pandangan sebelum menolong Marisa
Mereka pun membawa Marisa ke rumah sakit terdekat dan sampainya dirumah sakit Marisa langsung mendapat penanganan dan dokter yang menangani Marisa pun mengatakan tentang penyakit yang di derita oleh Marisa membuat Sendy benar-benar terkejut
" Apa mas sudah percaya sekarang?" tanya Mia dan Sendy bergeming tidak tahu harus menjawab apa
" Aku tidak mungkin berbohong tentang penyakit seseorang" ucap Siska ikut menimpali ucapan Mia
Sendy terdiam lalu pandangan matanya menatap pintu ruang IGD yang masih tertutup rapat
" Sebentar lagi Marisa akan dipindahkan ke ruang perawatan" ucap Siska memberitahu
" Mas, sebaiknya kamu segera menikah dengan Marisa, aku akan mempersiapkan semuanya mas" ucap Mia
Walaupun hatinya terasa sakit wanita itu berusaha untuk tegar dan kuat
" Apa kamu yakin dengan keputusan mu itu Mia?" tanya Sendy
" Pernikahan itu bukan main-main, aku tidak ingin melukai hatimu sayang" lanjutnya
" Mas aku percaya padamu dan aku yakin kau tidak akan melukai hati ku" ucap Mia membuat Sendy terhenyak mendengarnya
Sendy menarik Mia ke dalam pelukannya lalu mencium keningnya
Sementara Siska yang berada tidak jauh dari tempat mereka memutar bola matanya jengah menatap sinis ke arah sepasang suami isteri tersebut
" Aku mencintaimu sayang, jika dengan menikahinya membuat mu merasa bahagia apapun akan lakukan untuk mu tapi jika suatu hari nanti kau merasa terluka atas apa yang aku lakukan aku mohon ingatkan aku dan beritahu aku, jangan pernah menyimpan kesedihan mu sendiri!" tutur Sendy
Mia yang berada di dalam pelukan Sendy pun mengangguk pelan dengan perasaan penuh haru
" Iya mas" sahut Mia lalu mengurai pelukannya
" Jadi mas bersedia untuk menikah dengan Marisa?" tanya Mia memastikan
" Asalkan kamu bahagia apapun akan aku lakukan sayang!"
...Flashback off...
Mia tidak kuasa lagi menahan air matanya melihat kebersamaan suaminya dengan wanita lain dihadapannya
" Kenapa aku harus sakit hati? bukankah ini yang aku inginkan? aku tidak boleh cemburu aku harus ikhlas melihat kebersamaan mereka"
batin Mia
Sendy dapat melihat dengan jelas luka yang dirasakan Mia saat ini walaupun isterinya itu terlihat sedang tersenyum kearahnya tapi Sendy dapat merasakan kesedihan yang begitu besar di hati isterinya yang sebisa mungkin ia sembunyikan
Diluar dugaan Marisa yang baru dua hari lalu keluar dari rumah sakit dan langsung di persunting oleh laki-laki yang selama ini masih sangat ia cintai dibuat tercengang ketika acara ijab qobul itu selesai Sendy bukannya menggandeng tangannya lalu membawanya pergi apalagi memeluk dirinya tapi justru yang terjadi malah sebaliknya Sendy menghampiri Mia dan langsung menarik wanita itu kedalam pelukannya
" Menangislah jika kau ingin menangis jangan sembunyikan kesedihan mu dari ku!" seru Sendy ketika Mia berada di dalam pelukannya
Mia menggeleng " A...aku tidak apa-apa mas, aku baik-baik saja!" Elak Mia berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja
" Kau tidak usah membohongi diri mu sendiri, jangan menangis sendirian lebih baik menangislah dalam pelukan ku!" ucap Sendy
Akhirnya benteng pertahanan Mia pun roboh juga, sekuat apapun ia berusaha untuk tegar ternyata rasa sakit yang ia rasakan tak kuasa untuk dibohongi
Tangis Mia pun pecah di dalam pelukan sang suami dan Sendy pun semakin menguatkan pelukannya
Beberapa orang yang menjadi saksi pernikahan mereka pun nampak haru melihat Mia yang menangis di dalam pelukan Sendy sementara Marisa mengepalkan tangannya kuat melihat laki-laki yang baru beberapa menit lalu sudah sah menjadi suaminya itu tengah memeluk isteri pertamanya
Bruk
Sendy terkejut ketika merasakan tubuh sang isteri yang tiba-tiba saja melemas dalam pelukannya dan detik kemudian Mia pun terkulai lemas di dalam pelukannya
" Mia... sayang, bangun!"
Sendy langsung menggendong Mia ala bridal style dan membawanya pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa pada Marisa
Merasa diabaikan oleh suaminya Marisa semakin mengepalkan tangannya menatap punggung Sendy yang menghilang di balik pintu
" Kau harus sabar!" Seseorang menepuk bahunya dan mengingatkan Marisa dengan posisinya saat ini
Marisa menoleh ke arah Siska yang saat ini tengah berdiri di sampingnya
" Dia harus menjadi milikku seutuhnya!" Gumam Marisa dan masih dapat di dengar oleh Siska
Wanita itupun tersenyum menyeringai merasa rencananya kini sudah berhasil