NovelToon NovelToon
My Possessive Badboy

My Possessive Badboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Romansa / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yoru Akira

Maura Algol Sirius - akrab disapa Ara - tak pernah menyukai Mizar Sirius Rigel. Meski mereka memiliki nama yang sama.

Faktanya hal itu semakin membuat Ara membenci Mizar. Bukan tanpa sebab. Cowok yang juga ketua geng motor Andromeda itu, sudah membuat Ara kehilangan sahabat terbaik, Raisa.

Lantas bagaimana jika mereka justru terlibat dalam takdir yang tak bisa dihindari? Apakah Ara masih tetap membenci Mizar? Atau justru sebaliknya?

Apa yang akan dilakukan Ara, saat tahu bahwa Mizar menyimpan rahasia masa lalu si gadis yang terlupakan?

Simak selengkapnya My Possessive Badboy hanya di Mangatoon dan Noveltoon.

#badboy #possessivebadboy #gengmotor #romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoru Akira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

His Enemy

Tekad Mizar sudah bulat. Ia pergi ke tempat yang sudah dijanjikan Sagara tanpa mengajak seorang pun dari temannya. Sekalipun mereka bersikeras memaksa untuk ikut. Tetap saja, Mizar melarang mereka untuk pergi.

Ini urusannya dengan Sagara. Tidak ada yang boleh ikut campur. Begitulah yang ia ucapkan ketika Sky memaksa mendampingi pemuda itu.

Jelas wajah Sky menunjukkan raut khawatir. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Mizar?

Mereka tahu betul, apa yang bisa diperbuat Sagara untuk membalas dendam. Cowok itu tak akan pernah main-main. Dia bisa menggunakan segala cara hanya demi membuat lawannya terkalahkan. Termasuk cara kotor sekalipun.

Sky bisa menduga, ini bukan hanya soal adu ketangkasan ataupun kecepatan. Tantangan Sagara mengartikan hal lain yang seharusnya sudah bisa dibaca oleh Mizar. Namun, Sky tak habis pikir, mengapa pemuda yang katanya jenius itu justru menangkap umpan tanpa berpikir panjang.

Dan, tentu saja hal itu membuat Sky dan yang lain lebih khawatir. Jelas kelima pemuda itu tak ingin melihat teman mereka celaka.

Meski Mizar tak ubahnya manusia kulkas, tengil, nyebelin, sering bikin emosi, tapi tetap saja pemuda itu teman mereka. Bagaimana mungkin mereka meninggalkan Mizar begitu saja?

"Serius lo harus ajak salah satu dari kami. Lo percaya kalau Sagara bakal datang sendirian?" Sky masih berusaha mencegah Mizar yang nekat hendak berangkat sendirian.

Pemuda itu menipiskan bibir. Sepasang netra Mizar yang tak lebih besar dari biji almond itu ikut terpejam ketika garis senyum membingkai wajahnya.

"Tenang aja, gue bisa atasi ini sendiri." Bukannya membuat yang lain lega justru semakin cemas begitu mendengar pengakuan Mizar.

"Lo tahu gimana Sagara, Zar. Dia tetep bakal berbuat curang." Bastian yang jarang melibatkan diri dalam urusan seperti ini sampai gemas dibuatnya.

Mizar menepuk pundak pemuda yang mencemaskannya itu. Ia kembali menipiskan bibir.

"Si Anjing, senyum mulu dia dari tadi. Makin ngeri gue. Nggak mau tahu, gue bakal tetep ikut sama lo!" Raka kesetanan.

Dia yang paling tak bisa diam dari tadi. Meskipun cowok itu pula yang semula mengomel saat tahu Sagara memberikan tantangan kepada Mizar dan menuduh bahwa sang wakil ketua Andromeda itu sudah mencari gara-gara. Namun, tetap saja dia yang paling was-was ketika Mizar menunjukkan sikap yang tak biasa.

Mungkin akibat tumbuh di lingkungan keluarga Jawa tulen yang masih mengangkat tradisi leluhurnya membuat Raka menjadi sosok yang paling peka. Seakan mendapat firasat bahwa Mizar tak akan baik-baik saja.

Ya, walau tanpa itu pun mereka semua juga tahu, bahwa bukan ide bagus menghadapi Sagara seorang diri.

"Dahlah, gue cabut dulu. Jangan ada yang coba-coba ikutin gue!" ancam pemuda itu dengan wajah serius. Sampai akhir pun Mizar tetap bersikeras melarang teman-temannya untuk terlibat.

"Nggak tahu lagi gue. Keras kepala banget sih! Heran, teman siapa sih dia?" Arlan ikut mengomel menghadapi sikap keras kepala Mizar.

Pemuda itu memang yang paling tahu, bagaimana sikap keras kepala seorang Mizar Sirius Rigel, tapi yang tidak dia pahami, entah mengapa semakin dewasa justru membuat Mizar kian keras kepala. Seperti sekarang. Apa tempurung kepala cowok itu memang dari batu?

"Udah-udah, biarin aja. Kita pantau aja dari jauh." Jerome menengahi teman-temannya yang sedang berdebat. Lalu menambahkan pada Mizar. "Lo, boleh pergi sendirian. Tapi, hubungi kami begitu ada yang nggak beres. Gue belum mau kehilangan teman kayak lo!"

"Sial,lo berharap gue cepet mati?"

"Ya makanya jangan batu kalau nggak mau mati konyol" Raka yang masih uring-uringan menyela cepat ucapan Mizar.

"Thanks, Bro.Gue pastiin bakal pulang malam ini!"

"Lo mati juga bakal dipulangkan, Zar!"

Mizar tertawa menanggapi ucapan Raka. Temannya itu memang terkadang tak pakai otak jika sedang menyumpahi seseorang.

"Dahlah, gue cabut. Gue bakal panggil kalian kalau butuh bantuan. Gitu beres kan?" Meski setengah hati, Mizar memberikan kelonggaran pada teman-temannya yang tampak seperti zombie. Alias pucat pasi.

Lantas, tanpa membuang waktu, ia segera pergi dari basecamp ketika jam telah menunjukkan pukul sembilan malam.

***

Sore tadi, Mizar langsung menerima jawaban begitu mengirim pesan pada Sagara. Mereka membuat janji untuk bertemu di sebuah kawasan yang ditentukan oleh cowok itu. Namun, hingga pukul sepuluh malam, Sagara belum juga kelihatan batang hidungnya.

Pemuda itu menunggu dengan gelisah. Bukannya ia takut menghadapi sang musuh. Hanya saja, menunggu terlalu lama hanya membuang-buang waktunya. Padahal dengan sisa waktu yang ada, Mizar bisa melakukan hal lain yang lebih berguna. Mencari cara meluluhkan hati Maura misalnya.

Huft!

Mizar menghela napas panjang. Mulai suntuk menunggu Sagara yang tak kunjung datang. Kalau tahu bakal seperti ini kejadiannya, ia bakal menyerahkan urusan tantangan ini kepada Rendra seperti biasa.

Hampir dua puluh menit lewat dari pukul sepuluh, barulah sebuah motor mendekat di kawasan tempat mereka janjian. Disusul tiga motor lain yang mengapit di bagian kiri serta kanan.

"Cih!" Mizar mendecih dengan senyum dingin membingkai wajahnya.

Pemuda itu memang sudah menduga bakal begini jadinya. Sagara tak mungkin benar-benar datang sendirian. Padahal dia sendiri yang membuat aturan.

Sagara: Oke, kita ketemu di Jalan Cakrawala nanti malam. Pukul 09.45. Jangan bawa anak buah lo! Datang sendirian kalau memang ini urusan kita berdua.

Bahkan pesan yang dikirimkan Sagara masih melekat dalam ingatan Mizar, tapi cowok itu sama sekali tak berniat menepati janji.

"Takut lo!" sindir Mizar ketika Sagara melepas helm full face-nya yang melindungi kepalanya.

Cowok itu tertawa. Punggungnya hingga terbungkuk di atas tangki motor sambil memegangi perutnya. Diikuti oleh ketiga temannya yang lain.

"Lo kira urusan di antara kita bakal selesai hanya dengan adu kecepatan aja?! Lo naif apa goblok?!" ucap Sagara dengan senyum bengis membingkai wajahnya.

"Untung lo kasih ide yang lebih bagus. Kalau nggak, kita pasti bakal kuwalahan dengan peraturan yang diberikan Rendra," imbuh Sagara disambut tawa oleh teman-temannya.

'Sial, dia sengaja jebak gue!' umpat Mizar dalam benaknya. Tidak butuh waktu lama bagi Mizar untuk memahami ucapan cowok itu.

Dengan geram, ia segera turun dari motor dan menghampiri Sagara dengan helm berada di tangan kanannya. Tanpa membuang waktu, pemuda itu melayangkan helm ke wajah Sagara yang tampak terkejut akibat serangan tiba-tiba.

Kalau saja cowok itu tak berhasil menangkisnya, mungkin bakal mengalir sungai darah dari hidung bangirnya.

"Berengsek, lo berani lawan kami!" umpat Sagara sama sekali tak membuat Mizar gentar. Pemuda itu justru semakin berdiri menantang.

"Kenapa nggak? Cuma banci yang beraninya main keroyokan!"

Ucapan Mizar menyulut emosi. Sagara turun dari motor disusul ketiga temannya yang lain.

Bugh!

Sagara membalas pukulan yang tak sempat dihindari. Tubuh Mizar terhuyung. Kehilangan keseimbangan.

"Coba aja lawan kami kalau lo bukan banci!" Sagara berteriak penuh dendam.

Tangan Mizar mengepal. Tanpa membuang waktu, ia membalas serangan.

Bugh! Pukulannya mengenai perut Sagara yang tak terhalang.

Pertikaian tak bisa terelakkan. Kelima anak muda itu saling baku hantam. Empat lawan satu. Jelas bukan jumlah yang seimbang. Namun, Mizar berhasil melumpuhkan salah satu di antara mereka di saat menghadapi serangan yang bertubi-tubi dari segala arah.

Meski begitu, tetap saja ia kalah jumlah. Mizar tak lagi bisa membalas serangan ketika dua orang anak buah Sagara, mengunci tangannya dari kiri dan kanan.

Dengan leluasa, cowok itu menghajar Mizar tanpa ada perlawanan.

Seluruh tubuh dan wajahnya lebam. Sagara baru benar-benar berhenti ketika tubuh Mizar ambruk ke atas tanah.

"Selanjutnya, lo nggak bakal bisa deketin Maura!" ancam Sagara sebelum pergi. Meninggalkan Mizar yang tergeletak di jalanan.

1
Vie ardila
Luar biasa
Dian Puspus
kak yoru g ada kah rencana buat selesaiin cerita ini??
padahal bagus lhoo kak, sayang kalo cuma ½ jlan... nanggung banget,
lanjutin PULANG, ma MISSION (UN)COMPLETE juga....
yaaa....
pleaseeee
Qaisaa Nazarudin
Oh berarti Ara yg menyingkirkan paku2 itu..
Aina Amaira
Sangat bagus... Ciri khas yoru karakter wanita yg keras kepala.. Sama seperti kanya di awal2..
santi astuti
kapan.lanjutnya yaa
Nanonano 🌱
hemm Ara dan Sagara adalah defenisi hubungan yg aku pahami bnget. aku tau bnget.
kondisi hubungan dimana bikin org kesel, gemess, dan gak abis pikir sama cara yg kamu ambil. kamu akan di cap sbg cewek egois yg mementingkan perasaan kamu sendiri. 😔
Nanonano 🌱
karya kak Yoru selalu yg terkeren 💞
Engkur Kurniasih
lebih cepat lebih baik, biar kesalahpahaman antara Mizar dan Ara cepat selesai, pengen cepat ketahuan yang salah siapa
miyura
jadi penasaran neh..lanjut othor..
Anna Kusbandiana
sis cerita yg lagi jalan2 ke kotea itu sengaja digantung gitu aja apa ada rencana hiatus, gitu...?
lagi nunggu oleh2 dari korea nih...
apa ya kira2 oleh2nya 😆😆😆
Engkur Kurniasih
pepet terus
miyura
tetap semangat dan sehat selalu ya othor ...gaspol
Yoru Akira: segera update normal begitu pulih Kak 🥲
total 1 replies
Siti Dede
Kakak kelasku di SMA namanya Baruna juga thoor, guantengnya poll
Yoru Akira: Jadi penasaran sama kakak kelasnya 😁😂
total 1 replies
miyura
the best buat othor..yg bisa up dlm kondisi kurang sehat ..semangat othor 😗😗😗
Engkur Kurniasih
semangat thor
Ibunya Dzalu
gws thor ......
@tik jishafa
Semoga cepet sehat kembali, Semangaat!!!💪🙏
miyura
tetap semangat othor..sehat2 selalu ya othor..
santi astuti
Gws....tetap semangat 💪💪💪
Engkur Kurniasih
semoga lekas sembuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!