Allea tak pernah menyangka jika pernikahannya dengan Samuel yang selama ia jaga akan berakhir karena sebuah perselingkuhan.
Di saat ia memutuskan menutup rapat-rapat hatinya untuk pria lagi, tiba-tiba seorang pria bernama Leon hadir memberikannya cinta yang baru.
Akankah Allea membuka hatinya dan menerima cinta Leon? Akankah Allea dapat melupakan Samuel dan hidup bahagia bersama Leon?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Lama
Dari kejauhan Allea sudah melihat senyum manis yang mengambang dari sudut bibir Leon. Begitu juga dengan Allea, saat ia keluar dari mobilnya, Allea pun langsung saja membalas senyuman yang tak kalah manisnya sehingga membuat Leon begitu terpesona melihat senyuman yang Allea berikan. Bukan hanya itu saja, perasaannya ikut berdebar tak karuan, perasaan cintanya untuk Allea semakin lama semakin bertambah saja dan hatinya begitu bergejolak ingin mendapatkan wanita itu segera.
"Al, kamu sudah sampai rupanya," ucap Leon saat jarak mereka sudah dekat.
"Iya Kak Leon. Kamu sudah dari tadi ya menunggu aku di depan sini?" Tanya Allea.
"Enggak juga sih, kebetulan tadi aku baru dengar ada suara mobil kamu jadi aku langsung keluar," jawab Leon yang malu untuk mengakui hal yang sebenarnya
"Oh gitu, Arsya ada kan Kak?" Tanya Allea.
"Ada kok di dalam. Dia kan masih sakit, mana boleh keluyuran sama Bunda," jawab Leon.
"Ya sudah Kak, kalau gitu aku boleh kan langsung jenguk Arsya," ucap Allea.
"Ya boleh dong Al, yuk aku antar ke dalam. Sini aku bawa buahnya," ucap Leon yang melihat Allea keberatan membawa parcel buah-buahan yang cukup banyak.
Segera saja Allea menyerahkan parcel tersebut kepada Leon, "Terimakasih ya Kak," ucapnya.
"Iya sama-sama, seharusnya kamu nggak perlu repot-repot bawa buah-buahan seperti ini Al. kamu sudah datang aja itu sudah lebih baik," ucap Leon.
"Nggak repot kok Kak, lagipula ini hanya sedikit saja," ucap Allea.
"Ya sudah yuk masuk," ajak Leon.
Lalu Allea dan Leon pun jalan beriringan masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Arsya.
****
Saat mereka berdua sudah tiba di depan kamar Arsya, Allea tampak ragu untuk masuk ke dalam. Pasalnya Leon tadi mengatakan jika ibunya juga berada di dalam sana, sehingga membuat Allea pun merasa segan. Bahkan ia sendiri sebenarnya sama sekali lagi tidak merasa mengenal Arsya. Tetapi entah kenapa tiba-tiba saja ia sangat ingin menjenguk adik dari pacar bohongannya itu. Atau mungkin memang karena ingin membalas kebaikan Leon saja, karena pria itu sendiri sudah melihat dan sangat peduli terhadap adiknya yang juga sedang sakit.
"Allea, kenapa kamu malah bengong di situ? Ayo masuk," ajak Leon.
"Aku malu Kak, ucap Allea. Ya ampun kamu malu kenapa sih. Bukannya kamu bilang mau jenguk Arsya ya. Di dalam hanya ada Arsya dan Bunda saja kok, nggak ada orang lain," ucap Leon.
"Iya justru aku malu sama mereka Kak," ucap Allea.
Melihat wajah Allea yang tampak malu membuat Leon tersenyum dan merasa gemas. Rasanya ia ingin mencubit pipi Allea yang menggemaskan itu, hanya saja ia tidak berani karena Allea hanya menganggapnya sebagai teman biasa.
Akhirnya Allea pun mengangguk menyetujuinya dan segera saja Leon membukakan pintu dan langsung masuk ke dalam kamar Arsya diikuti oleh Allea di belakangnya.
"Leon, kamu sama siapa?" Tanya Alyssa yang melihat ke arah Leon, begitu juga dengan Arsya.
"Oh iya, kenalkan Bunda ini teman Leon, Allea. Allea datang ke sini mau jenguk Arsya," ucap Leon.
Allea yang tadinya bersembunyi di balik badan Leon itu pun segera saja menampakan dirinya lalu tersenyum kepasa Alyssa. Akan tetapi di saat pandangannya itu menuju ke arah Arsya, mereka berdua pun sama-sama membelalakkan mata dan tampak terkejut.
"Allea? Kamu Allea kan?" Tanya Arsya.
"Kamu Arsya teman kuliah aku kan?" Tanya Allea.
Allea tidak menyangka jika Arsya adik Leon itu adalah temannya di masa kuliah. Ya mereka berdua memang sama-sama berkuliah dalam jurusan bisnis di salah satu kampus terbesar dan ternama di kota Surabaya.
Meskipun tidak bersahabat, tetapi bisa dibilang mereka dulunya adalah teman dekat, karena sering mendapatkan tugas kelompok bersama sehingga menyebabkan keduanya sering berinteraksi dan bertemu. Akan tetapi sejak lulus kuliah pun mereka sudah tak lagi berkomunikasi dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Walaupun semasa kuliah Arsya juga mengetahui jika Allea berpacaran dengan Samuel, akan tetapi ia tidak pernah mengetahui jika Allea sudah menikah dan saat ini sudah berpisah dengan suaminya itu.
Bukan hanya Allea dan Arsya saja yang merasa semua itu kebetulan, begitu juga dengan Leon yang tak menyangka jika selain teman masa sekolahnya dulu, ternyata Allea juga teman kuliah adiknya. Sedangkan Alyssa ikut merasa bingung karena ternyata kedua anaknya itu sudah mengenal Allea.
"Tunggu, tunggu, Leon jadi ini Allea teman SMA kamu yang kamu ceritakan ke Bunda itu. Lalu Arsya, Allea ini teman semasa kuliah kamu?" Tanya Alyssa.
"Iya Bunda," jawab Leon dan Arsya secara bersamaan.
"Benar-benar kebetulan sekali ya, tidak menyangka ternyata Allea sudah mengenal kalian berdua," ucap Alyssa tersenyum.
"Iya Tante, aku juga nggak menyangka ternyata Arsya adiknya Kak Leon adalah Arsya temen kuliah aku. Oh ya Tante, kenalkan aku Allea," ucap Allea lalu menyalami serta mencium punggung telapak tangan Alyssa.
Alyssa tersenyum, ia merasa sangat kagum melihat Allea yang begitu sopan, santun, terhadap orang tua, baik, cantik pula. Pantas saja Leon sama sekali tidak pernah berpaling dari wanita ini sejak dulu. Itu yang ada di dalam pikiran Alyssa saat ini.
"Kamu jangan panggil Tante ya Sayang, panggil saja Bunda, seperti Leon dan Arsya memanggilnya. Nama Bunda, Alyssa," ucap Alyssa.
"Iya Tante, eh Bunda," ucap Allea yang merasa sangat canggung dan membuat Alyssa pun tersenyum menatapnya.
Arsya dan Leon pun ikut merasa senang dan bahagia melihat Bunda dan Allea yang langsung akrab, ada kebahagiaan sendiri di dalam diri mereka.
Lalu Allea pun berjalan mendekati Arsya, diikuti dengan Leon yang meletakkan buah-buahan di atas nakas.
"Ini buah-buahan dari Allea," ucap Leon.
"Iya Kak," jawab Arsya. "Al Makasih ya sudah repot-repot bawa buah-buahan. Padahal kamu datang ke sini buat menjenguk aku aja aku sudah senang kok," ucap Arsya.
"Iya sama-sama Ar, nggak ada yang repot kok. Kamu dengan Kak Leon ini sama aja bilang aku repot, padahal yang angkat buah-buahan itu aja Kak Leon tadi, jadi aku sama sekali nggak merasa direpotkan. Oh iya jadi gimana keadaan kamu sekarang? Kok kamu bisa berantem sih, memang berantem gara-gara apa?" Tanya Allea.
"Hm iya, yang jelas aku berterimakasih sekali sama kamu karena sudah datang menjenguk aku dan membawa buah-buahan ini. Aku baik-baik saja Al, ini hanya luka kecil. Biasalah laki-laki, ada sedikit masalah aja. Sebenarnya ku juga malas mau meladeni anak kecil seperti dia, tapi karena dia yang memukul aku terlebih dulu, ya sudah lebih baik aku lawan aja lah," kata Arsya.
"Anak kecil bagaimana maksud kamu?" Tanya Allea yang mendadak ingin tahu.
"Iya anak kecil, bukan tandingan aku lah. Yang aku tau dia masih anak kuliahan semester akhir," ucap Arsya.
"Bukan tandingan, anak kecil, tapi kenapa kamu bisa babak belur seperti ini? Bahkan tangan kamu keseleo. Lawan kamu itu bagaimana keadaannya sekarang, apa sampai masuk rumah sakit juga?" Tanya Leon tiba-tiba.
"Ck, apa-apaan sih Kak ikut campur aja. Yang pasti dia juga babak belur lah dan aku yakin dia juga masuk rumah sakit," jawab Arsya ketus.
"Hei sudah-sudah, Arsya, Leon, kalian mulai lagi ya. Tidak malu apa di depan Allea pun kalian harus ribut seperti itu, malu-maluin saja," ucap Alyssa. "Maaf ya Allea, kamu harus melihat Arsya dan Leon jika bertemu selalu saja seperti Tom and Jerry," ucapnya.
"Nggak apa-apa kok Bunda, itu sudah biasa. Bukan hanya Kak Leon dan Arsya saja yang seperti itu, aku dan adik aku juga sering berdebat seperti itu," ucap Allea.
"Oh ya? Jadi kamu punya adik juga?" Tanya Alyssa.
"Punya Bunda dan kebetulan banget adik aku juga barusan berantem," ucap Allea yang masih menganggap jika semua yang terjadi ini hanyalah kebetulan.
Bersambung …
padahal waktu itu ngaku hamil udah 3 bulan dan Allea belum resmi pisah sama Samuel
harusnya sekarang ini udah lahir dong?