NovelToon NovelToon
Love For Emelly

Love For Emelly

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Emelly Carolyn seorang model papan atas yang sudah terkenal dimana-mana. Memiliki wajah yang cantik dan body yang bagus membuatnya harus menjadi pusat perhatian, terlebih ia seorang model sekaligus artis yang tak akan pernah jauh dari keramaian.

Namun siapa sangka, sosoknya yang selalu diidam-idamkan para lelaki justru harus bertunangan dengan seorang yang pernah menyakitinya di masa lalu? Terlebih pria itu masih mencintai mantan kekasihnya yang menjadi sekertaris di kantor pria dingin itu.

Emelly semakin dibuat bimbang dengan perasaannya, tentang siapa yang ia berhak ia cintai dan pantas menjadi calon suami? Sampai skandal mengerikan itu terjadi, skandal yang membuatnya harus hengkang dari dunia entertainment.

Lantas apa yang akan terjadi dengan kehidupan cinta Emelly? Apa dia bisa berpaling dari seseorang yang tak mencintainya dan bisa membuka hati untuk orang lain?

Apakah kisah cinta Emelly akan seindah seperti kebanyakan film yang selalu ia perankan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Sebuah kejutan

Emelly masuk ke dalam mobilnya, dengan keadaan mood yang sedang kacau. Wanita itu menyalakan mesin mobilnya, lalu pergi meningalkan area sekolah.

Entah kemana tujuannya, kepalanya rasanya ingin meledak saja. Jika ke rumahnya, ibunya akan menanyainya, Emelly pun tak bisa berbohong. Tiba-tiba, terlintas sesuatu dipikirannya, ya tempat itu! Dengan cepat, Emelly melajukan mobilnya, jaraknya cukup jauh, jadi harus segera sampai agar, nanti pulang tak terlalu malam.

Setelah perjalanan yang cukup panjang, Emelly sampai. Seorang Satpam menghampirinya, beliau tersenyum melihat Emelly. "Sudah lama sekali, Nona tidak kemari. Bagimana kabarnya?"

Emelly tersenyum cerah, moodnya langsung membaik. "Melly, baik-baik saja. Pak Tono, juga sehat-sehat saja kan?"

Pria paruh baya itu mengangguk, namun senyumannnya berubah menjadi raut khawatir. "Bapak, baik-baik saja, Non. Tapi, di dalam sedang ada kekacauan, apa Nona Emelly, akan tetap masuk?"

Emelly berfikir sebentar, lalu menganggukkan kepalanya, dengan yakin Emelly menjawab. "Iya, Melly yakin, Pak."

Pak Tono membukakan gerbangnya, mobil Emelly masuk ke halaman rumah megah itu. Dengan cepat, Emelly keluar dari mobil dan berlari ke arah pintu. Emelly membunyikan bell, namun sudah dua kali tak ada respon. Dengan ragu, Emelly masuk.

Tak ada siapapun, di ruang tamu, lantas ada kekacauan apa yang dimaksud Pak Tono?

Brak!

Suara benda jatuh itu, membuat Emelly terkejut, dengan cepat Emelly berlari ke sumber suara. Emelly, mencari dimana suara itu berasal. Hingga suara menangis pun mulai terdengar. Sepertinya suara itu berasal dari ruangan kerja. Emelly tak berani untuk ke sana, karena tak enak dengan sang pemilik ruangan kerja itu.

Emelly, menghela nafas berat. Wanita itu memilih, untuk kembali berjalan ke ruang tamu. Ia duduk di sofa, memikirkan sesuatu. Dirinya ingin ke sini untuk melepas pikiran yang melelahkan, namun sepertinya keadaan keluarga ini juga, sedang tidak baik-baik saja.

Emelly, duduk di sofa. Menunggu, sang pemilik rumah menghampirinya.

"Aaaa!"

Baru saja dua menit, ia duduk, suara jeritan membuatnya terkejut untuk kedua kalinya.

Emelly spontan menutup telinganya. Suara jeritan itu membuat telinganya sedikit sakit, beberapa bayangan hitam pun mulai menghantui di pikirannya.

Emelly mencoba menenangkan diri, dirinya tak boleh terlarut dalam traumanya. Lima detik kemudian, Emelly bisa mengatasinya, wanita itu dengan cepat berdiri dan berlari ke ruang kerja.

Emelly membuka pintu, wanita itu

membulatkan matanya, tangannya menutup mulutnya yang terbuka.

Semua mata, tertuju padanya, Emelly menelan salivanya, ia merasa takut.

"Kamu tidak apa-apa, sayang?" Seorang wanita paruh baya, langsung memeluknya erat, Maina menangis, beliau mengelus punggung Emelly.

Lelaki, yang tak lain adalah Morgan tersenyum kecut. "Kau datang, di waktu yang tepat."

Mark, menghampiri Emelly dan Maina. "Aku, tak akan merestuimu dengan wanita itu! Hanya Emelly, yang berhak menjadi menantuku!"

Morgan menggenggam tangan Claudia, yang menangis sambil menunduk. Yah, Claudia kemari, atas suruhan Morgan.

"Aku, tak mencintainya! Aku hanya mencintai Claudia!" ungkap Morgan dengan mata yang tajam.

Mata Emelly berkaca-kaca, ia tak menyangka akan dicampakkan seperti ini. Sebenci itukah Morgan kepadanya?

Emelly, beralih menatap Claudia. Wanita itu, masih menundukkan kepalanya disaat keluarga ini menangis karena kehadirannya. Pantas, akhir-akhir ini wanita itu tak mengganggunya, ternyata ia mempunyai kejutan yang membuat Emelly tak mampu berkata-kata lagi.

Morgan, juga! Di sini, dialah yang paling menyakitinya! Dia yang membuat perjanjian, dia juga yang mengingkari!

Maina melototkan matanya, ia semakin memeluk Emelly dengan erat. "Jangan, membuat putriku menangis! Kau, tak boleh membuatnya kecewa untuk kesekian kalinya!"

Morgan tersenyum sinis, mengapa semuanya semakin rumit setelah Emelly kembali? Wanita itu seperti senang sekali membuatnya tak berdaya. Morgan menarik tangan Claudia untuk pergi, lelaki itu berjalan keluar dari ruangan.

"Mau, kemana kau!" teriak Mark yang sangat marah, pria paruh baya itu mengikuti mereka berdua. Emelly dan Maina pun ikut keluar.

"Morgan! Kenapa, kau sangat keras kepala?!"

Lelaki itu berhenti di tempat, dia berhenti melangkah saat Ayahnya berteriak seperti itu. Perlahan, Morgan membalikkan tubuhnya, dia menatap dalam ke arah Ayahnya.

"Apa, maumu? Aku sudah menurutimu untuk membawa calon menantu, tapi mengapa kau malah memperlakukan kami dengan tidak adil!" ungkapnya. Tak ada air mata pun, ia tak bisa menangis di situasi seperti ini.

"Kau malah, memperlakukannya dengan spesial dibanding aku, yang jelas-jelas anak kandungmu!" lanjut Morgan dengan wajah murkanya.

Emelly yang ditunjuk seperti itu oleh Morgan, semakin terpuruk. Kedua tangannya semakin erat memeluk Maina.

Dengan marah, Maina mengusap pipi yang terus basah karena air matanya yang tak berhenti mengeluarkan air mata. Dengan kecewa, wanita itu menjawab. "Dia, juga putriku!"

"Putrimu, sudah mati!"

Plak!

Maina, Emelly bahkan Claudia spontan menjerit, mereka kaget dengan apa yang dilakukan Mark.

Satu tamparan, mendarat di pipi kanan Morgan. Lelaki itu menoleh ke samping, memegang pipinya yang merah. Tamparan ini tak begitu menyakitkan, menurutnya sudah biasa, tak ada yang lebih menyakitkan dari melihat, orangtua kita lebih menyayangi anak orang lain, dibandingkan kita yang sudah jelas anak kandung.

Morgan melepaskan genggaman pada tangan Claudia, lelaki itu maju dua langkah ke hadapan Emelly. Maina tentu saja langsung melindunginya dari Morgan.

Lelaki itu, tersenyum kecut. Ia menatap mata Emelly dengan penuh kebencian. "Kau, sudah puas? Kau tentu saja memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia. Lalu, mengapa kau ingin keluarga orang lain juga?" tanyanya dengan wajah yang meremehkan. "Oh, aku lupa. Kau ingin menjadi tuan putri kan? Kau, selalu ingin menjadi paling utama?"

"Jangan membuat Emelly ketakutan, Morgan!"

"Oh, maaf, karena sudah membuat putrimu menangis."

Morgan dengan cepat, membalikkan badannya, ia kembali menggenggam tangan Claudia lalu pergi dari sana.

Emelly menatap mereka tajam, tangannya mengepal kuat. Ia tak terima diperlakukan seperti ini. "Kau ingin, aku seperi dulu kan? Baik, aku akan melakukannya, aku akan tunjukkan bagaimana, cara tuan putri bermain," batin Emelly.

1
Fina Agustin
up dong
Lina Thea
kpn up lg thor..
anja
apakah tidak lanjut Thor?
MAMa Muda
mana kelanjutan nya
Imah
bab 1ko beda cerita nya
anja
lama gak up thor?
Hanny'76
Emely lebih baik dengan yg lain ya thor....aku ga respeck dengan morgan,biar morgan menyesal ketika emely jatuh cinta ama yg lain
Eva Karmita
ya elaaah Morgan sok perduli loooohh 😏😏 , disaat dulu Emelly ngejar" loh sok jual mahal 😤😤 , Em jangan mau balik sama Morgan biar kan Morgan yang balik ngejar" kamu Em.
jangan" ini ada hubungannya sama Claudia masalah kecelakaan Emelly
Vina Suzanna
sudah lah emelly msh bnyk laki laki yg jauh lebih baik dr morgan , lupakan aja morgan biar dia bucin sm kamu ,
bulu ketek Wang yibo
kyaknya si Morgan kesambet dech
fima12
kenapa elu Morgan... hah????
disaat emely udah mau ngelepasin kamu kenapa kamu jadi sok care Ama dia... habis kejedot pale lu ya...
Thor jangan lama lama dong up nya... sampai hampir lupa alurnya aku thor
anja
jauhi Morgan. biar dia nyadar
Puja Kesuma
morgan sok perhatian...disaat emely sehat kau jual mahal morgan gk peduli sama emely yg trus mengejar cintamu...disaat emely sakit kau sok jadi org yg paling care terhadap emely... apa krn ada saingan ya morgan takut emely pindah ke jevano...😁😁😁
mariammarife
Sebel bngt sama si Morgan ngaku ngaku tunangan Emily kmna kemeren" coy skrng di saat Emily lg kritis lho mengaku tunangan dia.
Siapa yah yg mau menyakiti Emily,msh misterius...?
Puja Kesuma
bnyak kali tabir yg blom ku mengerti....
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Hana Nurul Azizah🍩ᴬ∙ᴴ࿐
Masih banayk misteri yang belum terpercahkan....Aduh kepingin lagi Dan lagi...Bukan kesalahan Emelly kalau Ayahmu menikah dengan Ibunya Emelly.
fima12
top
Jovin Huang
ya ampun emily aku harap morgan mank dah jatuh cinta cuma tidak sadar
fima12
huft .... terkejod aku Thor ... ternyata isi part nya begini ... sungguh di luar dugaan
mariammarife
Apakah Emily tertabrak mobil demi menyelamatkan wanita itu?
baru kali ini aku membaca novel yg pnh dgn teka teki....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!