NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lorong lorong yang terlupakan

Hujan deras mulai mengguyur Neo-Veridia ketika Rian, Maya, dan Evan menyusup ke dalam saluran drainase tua yang menghubungkan Distrik 4 dengan Distrik 9. Udara di bawah tanah itu terasa lembap, beraroma besi berkarat dan oli busuk. Suara gemericik air limpasan menyamarkan langkah kaki mereka dari kejauhan, tetapi ketegangan di antara ketiganya terasa begitu pekat.

Maya berjalan di depan dengan senjata teracung, matanya yang berpengalaman memindai setiap sudut kegelapan. Di belakangnya, Evan memeluk komputer portabel kusamnya rapat-rapat, sementara Rian berjalan di tengah, menatap dinding-dinding beton tua yang dipenuhi grafiti pudar dan bekas tembakan dari era perang pembebasan.

"Sektor ini seharusnya sudah ditutup sejak Archivia Pusat runtuh," bisik Evan, suaranya gemetar menahan dingin. "Sistem navigasi publik bahkan tidak mencatat keberadaan jalur bawah tanah tingkat tiga ini."

"Karena tempat ini memang sengaja dihapus dari peta," sahut Rian pelan.

Maya menoleh sejenak. "Kau mengingat tempat ini, Rian?"

Rian menggeleng pelan, lalu menatap telapak tangannya sendiri. "Aku tidak menyimpannya dalam bentuk ingatan visual... tapi seperti refleks. Setiap kali kita membelok di persimpangan, dadaku terasa sesak. Ada sensasi membakar yang memberitahuku bahwa aku pernah berjalan di lorong ini dengan membawa sesuatu yang sangat mengerikan."

Langkah mereka terhenti di depan sebuah pintu baja raksasa yang tertutup rapat. Di permukaannya, logo Archivia yang tergores dalam tampak memudar, tertutup lapisan lumut hitam. Panel biometrik di samping pintu itu mati total, tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

"Ini jalur masuk ke *Sub-Level 0*," kata Evan seraya memeriksa panel tersebut. "Tapi sistemnya terkunci dari dalam. Tanpa daya utama, kita butuh pemotong plasma untuk menembusnya, dan itu bisa memakan waktu berjam-jam."

Rian melangkah mendekati pintu baja itu. Tanpa meragukan tindakannya, ia berlutut dan meraba bagian bawah rangka pintu. Tangannya menemukan sebuah tuas mekanis tersembunyi yang tertutup kerak besi. Dengan satu dorongan kuat, Rian menarik tuas tersebut ke bawah.

*Klek-klak.*

Suara mekanisme kuno bergema di dalam lorong. Lampu indikator darurat warna kuning redup mendadak berkedip di atas pintu, diikuti derit nyaring saat pintu baja itu terangkat perlahan sejengkal demi sejengkal.

Maya menatap Rian dengan tatapan rumit—campuran antara kekaguman dan rasa prihatin. "Sistem keamanan Archivia tidak pernah didokumentasikan di arsip perlawanan mana pun. Hanya perancangnya yang tahu tuas manual itu."

"Aku tidak ingin mengingatnya, Maya," ujar Rian jujur, matanya menatap kegelapan di balik pintu yang baru terbuka. "Tapi jika pengetahuan kelam ini adalah satu-satunya cara untuk menghentikan mereka, aku tidak akan lari."

Di dalam fasilitas bawah tanah itu, udara terasa sangat dingin dan steril—sangat kontras dengan kelembapan saluran air di luar. Lorong beton yang luas terbentang di depan mereka, dihiasi kabel-kabel tebal yang menjalar di sepanjang langit-langit menuju satu arah: ruang server pusat *Oblivion Prime*.

Namun, sebelum mereka sempat melangkah lebih jauh, gema tepuk tangan perlahan terdengar dari dalam kegelapan lorong.

"Luar biasa, Dr. Rian. Bahkan tanpa ingatanmu, insting sang arsitek masih bekerja dengan sempurna."

Dari balik bayang-bayang, beberapa sosok melangkah keluar. Di tengah mereka, berdiri seorang wanita berambut perak yang mengenakan jas seragam tinggi Dewan Pemulihan Sipil. Di sampingnya, beberapa prajurit berzirah berat bersenjata lengkap telah membidikkan pemicu gelombang kejut tepat ke arah mereka.

Ketua Dewan Pemulihan—Ketua Varro.

Maya langsung mengangkat senjatanya, melindungi Rian dan Evan di belakang tubuhnya. "Varro... jadi kau yang berada di balik semua ini? Kau yang memimpin faksi pembusuk ini?"

Varro tersenyum tipis, tatapannya dingin dan penuh perhitungan. "Pembusukan, Maya? Tidak. Kami adalah pemurni. Kau dan perlawananmu hanya menghancurkan fasad luar Archivia, tetapi kalian tidak memberi solusi atas kekacauan jiwa manusia. Kota ini tidak butuh kebebasan yang melahirkan perang baru. Kota ini butuh kedamaian abadi... dan Dr. Rian telah menyediakan kuncinya."

Varro lalu mengalihkan pandangannya pada Rian, mengulurkan tangannya yang bersarung kulit putih. "Selamat datang kembali di rumah, Dokter. Serahkan inti data itu, dan mari kita selesaikan mahakaryamu."

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!