NovelToon NovelToon
Suamiku Kekasih Sahabatku

Suamiku Kekasih Sahabatku

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:52.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Dara tak menyangka kalau suaminya akan berhianat. Sebelum menikahinya, ternyata Revan pernah bertunangan dengan Mirna.

Karena sesuatu hal, Revan dan Mirna batal menikah.
Dan saat situasi patah hati, Revan bertemu dengan Dara.

Setelah Dara menikah dengan Revan, muncul konflik dalam rumah tangga mereka. Mirna hadir lagi dalam kehidupan Revan

Mirna balas dendam karena Daralah yang menggoda Revan tunangannya.

Dara tak terima dan berusaha merebut kembali hati suaminya dengan menjadi pelakor, dengan identitas Mutia.

Berhasilkah Dara merebut cinta Revan. Ataukah dia merelakannya untuk Mirna. Yang ternyata adalah sahabatnya sendiri, semasa SMA.

Akankah cinta Yudi bersambut, yang diam- diam mengagumi Dara.

Yuk, kupas abis kisahnya di sini!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Pagi harinya, Dara sengaja menahan Revan untuk lebih lama pergi bekerja. Revan heran, tapi tak berani protes. Sehingga Revan menelepon meminta izin datang terlambat.

Selain karena penasaran dengan rencana istrinya. Revan juga takut, kalau Dara nekad pergi meninggalkan rumah.

Saat mereka sarapan, Dara tetap dengan aksi diamnya. Bicara hanya kalau suaminya bertanya. Selebihnya, Dara hanya bungkam.

Tidak berapa lama, bel berdering. Dara yakin itu adalah Mirna. Dara membukakan pintu, rumah. Dan tersenyum menyambut ke datangan, Mirna. Dan menyuruhnya masuk.

Mirna yang tidak menduga kalau Revan masih di rumah. Terkejut saat melihat Revan muncul dari ruang dapur.

Revan juga tak kalah kaget. Sampai matanya membulat menatap tajam ke arah , Mirna . Hampir saja Revan mengusir, Mirna. Tapi mendadak ia ingat kalau istrinya ada di depannya.

Ada apa pagi- pagi, Mirna datang ke rumahnya. Apakah ini yang telah di rencanakan istrinya, semalam.

" Oya bang, kenalkan ini Mirna. Teman masa SMA ku dulu," Dara menarik lengan Revan, dan bersikap mesra. Revan mendadak kaku. Tapi ia tetap berusaha rileks, karena belum faham tujuan istrinya.

" Dia yang ngechat aku, semalam . Katanya mau mampir ke rumah kita. Makanya aku tahan abang, sebentar." ujar Dara. Seolah tidak tau apa hubungan Mirna dan suaminya.

" Eh, oh iya," gagap Revan. Mulai mengerti. Revan hanya mengangguk, enggan bersalaman dengan Mirna.

Dan Mirna juga tak kalah gugupnya, saat melihat Revan belum berangkat bekerja.

" Yuk, duduk Mir!" ajak Dara untuk duduk di sofa. Dara juga mengajak suaminya. Revan duduk bersisian dengan istrinya. Dan berhadapan dengan Mirna.

" Eh, Mir. Mau minum apa. Tunggu bentar ya, aku buatkan dulu. Bang ajak ngobrol , Mirna dulu ya." Dara langsung pergi ke dapur. Meninggalkan Mirna dan Revan berdua di ruang tamu.

" Mau ngapain kamu ke sini?" ucap Revan tajam. Setelah memastikan istrinya berada di dapur. Dan tak mendengar percakapan mereka lagi.

" Aku kan berteman dengan Dara, istrimu. Jadi wajarkan aku datang berkunjung." sahut Mirna cuek.

" Hem, jadi kamu sengaja datang kesini. Untuk memberitahu kehamilanmu pada istriku, begitu!" kecam Revan emosi.

Mirna terbeliak melihat kemarahan, Revan.

" Aku tidak mau ngomong apa- apa kok. "

" Trus ngapain kau datang ke sini. Kamu itu memang sengaja mau cari masalah! Bukannya semalam kamu dari sini,?" belum sempat Mirna menjawab, tetiba Dara muncul dari arah dapur.

Dara tetap acuh, padahal dia juga mendengar pembicaraan suaminya dengan Mirna

Dara menenteng nampan dengan tiga gelas, coklat susu, beserta camilannya.

Dan meletakkannya di atas meja. Dara menyuguhkannya di hadapan Mirna dan suaminya.

" Eh, abang dan Mirna kok diam aja sih. Mirna juga tumben jadi pendiam. Bukannya kalian sudah saling kenal dan akrab selama ini?" ucap Dara.

Revan terbatuk mendengar, ucapan istrinya yang begitu gamblang. Begitu juga wajah Mirna yang mendadak pias.

" Sudahlah, gak usah pura- pura lagi Mir. Selama ini aku sudah tau kok, kalau kamu itu punya hubungan dengan suami aku. Aku juga tau kalau kamu itu menerorku lewat teman- teman kamu. Dengar mempermalukan aku di depan publik."

Mata Mirna membulat, wajahnya memerah karena merasa di telanjangi Dara. Di hadapan Revan pula.

Sementara Revan juga kaget karena Mirna telah berbuat sejauh itu pada istrinya. Dan istrinya tidak pernah cerita sama sekali.

" Kamu ngomong apa sih ,Ra. Aku kenal suami kamukan baru kali ini." kelit Mirna menahan rasa malu dan marah. Dia tak menyangka Dara akan membuka boroknya seperti ini.

Rencananya dia hendak mengungkapkan hubungannya dengan suami Dara. Eh, malah dia ketauan duluan.

Bahkan sikap Dara sungguh di luar prediksinya.

" Gak usah pura -pura lagi, Mir. Aku bahkan tau kalau saat ini, kamu menuntut pertanggung- jawaban Bang Revan. Atas kehamilan kamu, iya kan?" tatap Dara menusuk.

" Deeek" lenguh Revan mengalihkan ucapan Dara.

" Ayo jawab, Mir. Betulkan apa yang aku bilang. Abang juga harus ngomong sejujurnya." giliran Revan yang di tatap Dara. Revan menundukkan wajahnya.

Tidak tau harus bicara apa lagi. Dia hanya mampu menatap istrinya, yang seperti orang lain saja. Karena tak menduga istrinya melakukan semua ini.

" Kenapa diam, Bang. Mirna! Ayo , ini saatnya kita saling jujur. Dan menyelesaikan masalah ini. Gak usah sembunyi- sembunyi lagi."

" Deek, maumu itu apa, sih. Memperlakukan abang seperti ini." ucap Revan tercekat.

" Apa kurang jelas, bang. Mari kita selesaikan masalah rumah tangga kita, saat ini juga . Tidak perlu lagi saling menyakiti. Abang putuskan, siapa yang akan abang pilih." ucap Dara antusias.

Mata Revan terbelalak. Sejenak hatinya terguncang.

" Dek, maafkan abang.Abang lebih memilih hidup bersama kamu.Tolong, maafkan kesalahan abang."

Wajah Mirna memucat, putih.!

" Lalu, bagaimana dengan Mirna? Apa Abang tidak peduli sama sekali papdanya. Juga janin dalam perutnya?" ucap Dara sarkas.

" Dan kamu, Mirna. Apa tidak akan bersuara juga!? Yang jelas bang Revan harus memilih salah satu dari kita, berdua."

" Dek, abang tetap pada pilihan, abang."

" Lalu bagaimana dengan saya dan anak dalam kandunganku, Van?!" teriak Mirna.

" Aku tidak yakin itu adalah benihku. Aku yakin kamu menjebakku, Mir."

" Jangan kurang ajar kamu ya, Van!"

" Sudah! Sudahlah. Aku muak melihat tingkah kalian yang seperti anak kecil saja! Saling menyalahkan!" hentak Dara.

Revan terdiam begitu juga Mirna.

" Untuk lebih jelas, anak siapa dalam kandungan mu itu, Mir. Sebaiknya lakukan saja test DNA.

Dan bila itu ternyata anakmu bang, kita harus bercerai!"

Seketika ketengangan meraja di antara mereka.

"Sekarang semua sudah jelas kan , Mirna. Semakin cepat kamu melakukan test DNA, semakin cepat kamu memiliki, suamiku.

" Abang juga gak perlu ragu menceraikan, aku. Karena kita punya perjanjian pra nikah. Maka rumah ini, serta segala isinya. Dan juga simpanan abang, mobil dan sepeda motor. Adalah milikku."

" Bagaimana Mir, kamu tentu masih mau menerima bang Revan kan sebagai suami kamu. Meski dia tidak punya apa- apa sekarang? "

" Eh, kamu ngomong apaan, Ra.?"

" Kamu ini ,Mir. Kenapa sih jadi plin plan, begitu. Udah jelaskan kamu itu adalah mantan tunangan suami aku. Lalu kamu ngejar- ngejar dia lagi. Padahal kamu yang ninggalin dia. Kamu tau dia sudah menikah. Apa coba maksudnya, kamu selingkuh denga suami aku. Sampe hamil pula! Kamu memang mau merebutnya dariku kan? Nah, sekarang ambil saja suamiku. Ayo, ambil!" ucap Dara nada ucapannya naik satu oktaf.

" Kamu jangan, memfitnah aku, ya!" suara Mirna tak kalah tingginya. Sedari tadi Dara bicara seenaknya. Menelanjangi dirirnya bulat- bulat lewat perkataannya. Dia tak terima, semua itu.

Tapi apa yang di sebut Dara, adalah skenarionya. Dia memang hendak menghancurkan, rumah tangga, Dara.

Tapi kok Dara sekuat ini. Biasanya dia suka mengalah dan pergi diam- diam.

Tapi kini. Mati kutu dia karena di serang duluan. Dara selangkah di depannya. Jadi langkahnya buntu. Untuk menyerang balik.

Apakah selama ini Dara justru telah melihat sepak terjangnya. Dulu, saat mereka berteman, sikap polos Dara sering dia mamfaatkan! ****

1
Maria Christanti
lanjut thor
Holipah
lanjut Thor
Lilis Yuanita
lnjt
Tipa Ghorky
yg namanya pengkhianat itu ga akan pernah bisa tobat dan selingkuh itu penyakit ga akan sembuh hanya dgn kata maaf , sekali berselingkuh dia akan mengulangi nya lagi dan lagi
Linda pransiska manalu
makasih telah mampir mak.
Shizi🦁🦁
gas mak.
Shizi🦁🦁
mak ah bisa bae buat ceritanya... biasanya kan toko roti atau toko, toko bunga ini toko kain.
Shizi🦁🦁
aku mengintip mak
Sarry Okto
penasaran dgan kehidupannya, trus lama2 ada rasa ketertarikan, jadi CLBK donk, ga ju2r sama istri. kalo gitu cukup sekian lah, jantung gak sanggup, rasanya mau darah tinggi aja.
Sarry Okto: habis laki nya tu kayak ga tegas gitu, ji2k liatnya, ketemuan sama mantan malah salting n canggung gitu
total 2 replies
Noor Zayanah
mirna mcm mana bole jadi kaya?
ada bau2 perselingkuhan lagi kahh
Linda pransiska manalu
iya kayaknya. kita lihat sejauh mana revan, mengahadapinya. makasih komennya , ya.
Sarry Okto
CLBK lgi ni, kalo iya ga kapok jga tu pelakor ma penghianat..
Rizky Sandy
masa kantor gvada cctv, yg berantakan cm Mirna baju rvan msh utuh kan,,, aneh ceritamu thor,,, cukup sampai disini,,,
Linda pransiska manalu: hehe..betul bun, terima kasih untuk kejeliannya. kejelasannya di bab berikutnya ya...
total 1 replies
Linda pransiska manalu
makasih dukungannya ya thor. kita akan mampir nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!