NovelToon NovelToon
My Arrogant Woman

My Arrogant Woman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Teen / Romantis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Tamat
Popularitas:111.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Dea Arsyila, gadis yang tidak menginginkan sebuah pernikahan dalam hidupnya. Kejadian masalalu membuatnya tak ingin membina sebuah rumah tangga.

Richard Kevin, pria yang selalu mengejar cinta Dea, namun terus saja di tolak oleh Dea. Pria itu begitu putus asa sehingga memutuskan bertunangan dengan gadis pilihan sang nenek.

Tapi siapa sangka jika sebuah kesalahpahaman membuat Richie dan Dea harus menikah dan membina sebuah rumah tangga. Mampukah Richie menaklukkan hati keras Dea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I love you istriku

18

"Kalian saling mengenal?" tanya Tuan Abraham seraya mendudukkan dirinya di seberang sofa.

"Tentu saja Abraham. Dea adalah rekan bisnisku sekaligus istri dari Richie," sahut Arsen.

"Saya tahu jika Nona Dea adalah istri Richie. Richie adalah teman kuliahku dulu. Tapi Aku tidak tahu kalau kalian rekan bisnis juga?" Abraham nampak terkejut. "Kalau begitu kebetulan sekali, Nona. Arsen adalah seseorang yang telah memberikan pasokan dana ke dalam bisnis yang akan kita jalani. Jadi sekarang kita bertiga akan bekerja sama." tutur Abraham membuat Dea menelan ludahnya kasar.

Dea sedikit melirik ke arah Arsen. Pria itu terlihat kesal saat Abraham terus saja membicarakan Richie. Apalagi ketika Arsen menatap Dea. Terlihat begitu banyak sekali penyesalan dalam matanya.

Selama pertemuan, Dea selalu membuang muka kepada Arsen. Dea ingin menjaga jarak dengan pria itu. Ia tidak ingin jika suatu saat nanti akan timbul masalah.

Satu jam kemudian pertemuan itu selesai. Dea tidak ingin berlama-lama di tempat itu. Jadi ia memutuskan untuk kembali ke kantor lebih dulu daripada harus menikmati beberapa hidangan yang telah di persiapkan oleh pelayan restoran.

"Maaf, Tuan Abraham. Saya harus kembali lebih dulu karena ada urusan penting." ucap Dea membungkukkan badannya. Padahal masih ada beberapa hal yang masih perlu di pertimbangkan untuk di bahas.

Dea melirik ke arah Celine yang kini juga menatapnya. Celine menganggukkan kepalanya mengerti akan maksud dari tatapan Dea padanya.

"Kenapa buru-buru, Nona Dea? Bukankah masih ada yang musti perlu kita bahas nanti?" tanya Abraham.

Dea tersenyum sungkan. "Maaf Tuan Abraham. Asisten Saya yang akan menghandle semuanya nanti. Kalau begitu, Saya permisi," ucap Dea kembali membungkukkan badannya. Kemudian segera berlalu dari sana.

"Sepertinya Nona Dea memang memiliki keperluan penting. Yasudah, lebih baik kita lanjutkan breakfast kita. Baru setelahnya kita lanjutkan lagi," ajak Abraham.

Namun Arsen nampak begitu gelisah. Iapun tiba-tiba berdiri membuat yang lainnya menatap ke arahnya.

"Ada apa, Arsen? Kenapa Kau tiba-tiba berdiri?" tanya Abraham heran.

"Aku harus ke toilet sebentar, nanti Aku akan kembali," ucap Arsen yang langsung keluar dari ruangan tersebut.

***

Dea berjalan dengan cepat menuju mobil. Ia ingin segera sampai ke kantor. Rasanya hari ini ia begitu sial karena kembali bertemu dengan Arsen. Ia masih mengingat semua insiden yang menimpanya karena mengikuti ajakan Arsen.

Disaat dia hendak membuka pintu mobil, seseorang menarik pergelangan tangannya. Sungguh membuat Dea begitu terkejut. Matanya terbelalak ketika mengetahui siapa seseorang yang menariknya.

"Kau?! Mau apa Kau?!"

"Aku hanya ingin menjelaskan tentang semua yang terjadi, Dea," ucap Arsen dengan sorot mata memohon.

"Tidak ada yang perlu di jelaskan, Arsen. Lepaskan Aku, Aku harus segera pergi!" Dea tidak ingin lagi membahas tentang hal yang akan membuatnya mengingat insiden waktu itu.

"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum menjelaskan semuanya padamu," kekeh Arsen.

"Arsen, lepaskan Aku! Aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun lagi!"

"Kau harus mendengarkannya, Dea. Aku benar-benar tidak mengetahui yang terjadi waktu itu. Ketika Aku kembali, Aku sudah tidak mendapati mu lagi. Aku juga tidak pernah menyuruh seseorang untuk menemui mu. Percayalah padaku, Dea. Yang terjadi waktu itu bukanlah ulahku. Karena Aku tidak akan pernah melakukannya, Dea." Arsen berkata dengan suara putus asa.

"Kenapa Aku harus mempercayai mu huh!?"

"Karena Aku mencintaimu, Dea. Jadi Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitimu."

Dea terdiam mematung mendengar ucapan dari Arsen.

Tepat di saat itu, seseorang benar-benar merasakan hawa panas ketika melihat Arsen memegang pergelangan tangan Dea.

Dengan segera ia datang dan menarik Dea kedalam pelukannya. "Jangan pernah menyentuh istri Ku!" Teriak Richie dengan tatapan nyalang.

Tangan Dea terlepas dari pegangan tangan Arsen.

Richie datang menjemput Dea karena tidak mendapati Dea di kantor. Dia juga menemukan ponsel istrinya yang tertinggal di kantor. Jadi Richie mengirimkan pesan kepada Celine untuk mengetahui lokasi istrinya saat ini dan segera menjemputnya.

Namun Richie di buat terkejut ketika melihat Arsen memegang tangan Dea. Pria itu merasakan cemburu yang sangat luar biasa ketika istrinya di sentuh oleh pria lain. Apalagi pria itu adalah Arsen.

Arsen menatap sinis kearah Richie. "Kau pikir Aku takut denganmu, Richie? Harusnya Kau sadar jika Akulah yang seharusnya ada di posisimu dan menjadi suami Dea saat ini!"

"Hanya dalam mimpimu. Karena Aku tidak akan pernah membiarkan pria manapun mendekati milikku!" Perdebatan mereka tak kalah sengitnya.

Dea yang mendengarnya pun menjadi kesal dengan keduanya.

"Hentikan!" Suara Dea membuat keduanya menatap gadis yang membuat mereka jatuh cinta.

"Dea, katakan padaku kalau Kau sebenarnya tidak pernah mencintai Richie kan? Kau menerimanya karena insiden kesalahpahaman waktu itu kan?" tanya Arsen menatap lekat Dea.

Dea memejamkan matanya sejenak dan mengambil nafas panjang. "Tolong hentikan, Arsen. Saat ini Aku sudah menjadi istri Richie. Jadi tolong Kau hargai itu. Dan untuk masalah cinta dan tidak cinta. Itu sudah menjadi urusan ku. Jadi tolong jangan ikut campur. Dan satu lagi. Tolong jauhi Aku, Arsen." ucap Dea.

Arsen tercenung mendengar kata-kata Dea. Kata-kata Dea bagaikan belati yang menghujam jantungnya. Sakit, sungguh-sungguh sakit. Baru kali ini ia merasakan hal seperti ini. Inilah yang dinamakan patah hati. Dan Arsen mengalaminya saat ini.

Sementara Richie menatap Dea penuh bangga. Dea adalah istrinya yang begitu tegas. Senyumnya pun mengembang saat ini juga.

"Kau lihat sendiri kan? Istriku ingin Kau menjauhinya. Jadi sekarang Kau bisa meninggalkan kami!" ucap Richie kepada Arsen.

Sementara Arsen menatap Dea sendu. Ia tak dapat lagi berbuat apa-apa. Arsen tidak ingin Dea menjadi ilfil dengannya.

"Baiklah, Dea. Aku tidak akan mengganggumu lagi. Dan ku mohon jangan pernah memutuskan hubungan kerjasama kita karena masalah ini."

"Aku tidak akan memutuskan hubungan kerjasama kita, Arsen. Tapi mungkin Aku tidak akan sepenuhnya menangani kerjasama Kita. Karena aku akan menyuruh Celine untuk menghandlenya." ucap Dea membuat Arsen semakin sedih. Tapi dia harus menerimanya.

Sebenarnya Arsen bukanlah pria yang jahat. Pria ini hanya selalu tertekan oleh kekangen sang ayah. Ayahnya yang berambisi untuk menjadikan perusahaannya menjadi perusahaan nomor satu di seluruh dunia. Menjadikan Arsen selalu menurut apa yang Ayahnya perintahkan yang bertolak belakang dengan hatinya.

Dan sekarang, di saat Arsen mulai mencintai seorang wanita. Dia harus merasakan patah hati yang tidak pernah ia rasakan. Arsen akan menerimanya dengan lapang dada.

Mungkin dia bukanlah jodoh yang Tuhan berikan padanya.

***

Dalam perjalanan pulang, Richi terus aja mengembangkan senyumnya. Istrinya tidak hanya galak, tapi dia juga begitu tegas.

Sementara Dea merasa begitu risih karena Richie terus saja tersenyum sendiri sejak tadi.

"Bisa nggak sih jangan senyum-senyum terus! Bikin mual tau nggak." Dea berucap dengan nada ketusnya.

"I love you, istriku."

1
Noprida Wati
bagus dan menarik
FUZEIN
Cerita ni sgt menarik
FUZEIN
Benci ahhhh perangai ricihhh ni
FUZEIN
Stupid rici
FUZEIN
Kasihan dia....
FUZEIN
Aduh dea...jangan berkeras sangat..padahal sayang kan
FUZEIN
Ermmmm....
Qaisaa Nazarudin
Ini lah sbb nya kenapa Dea gak mau pacaran, Apalagi sampai Menikah..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal aku mmg suka dengan sikapnya uncle Gamal, yg tegas dan berpikir dulu sebelum bertindak,Tentunya bertindak dgn BUKTI bukan dgn omong kosong..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk apa kabar kamu Richie…🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Semoga Richie hidup dengan penyeselannya, waktu mendapatkan Dea dulu aja susah,sekarang udah dapat Dea Richie malah milih percaya mantan dr istrinya sendiri, Dasar BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Katanya udah berjanji saling percaya, kenapa disini Richie malah tdk percaya dgn istrinya sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku setuju dgn kata2 Hye Jin.. Karena apa yg dibilang Hye Jin mengenai Dea itu adalah benar kenyataannya,
Qaisaa Nazarudin
Dea terlalu keras kepala ckck,,lama2 aku enek dgn sikapnya Dea..
Qaisaa Nazarudin
Nekat banget dia masih ngejar2 Richie 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti mantan tunangannya Richie kan? Baru sampai dia ke singapura,,
Qaisaa Nazarudin
Nagus Richie, Aku menyokong mu, Dea itu gengsi nya terlalu tinggi,
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga ada udang di sebalik mi ayam,,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan ngotot banget, Hati gak bisa dipaksa, Dari awal kamu sudah tau Richie tdk mencintai kamu dan dia mencintai wanita lain, kenapa kamu malah ngebet banget maksa Richie, Nah sekarang terima aja kenyataannya..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, mmg saat dan waktu yg sesuai untuk mu Richie,,Nenek mu juga udah gak bisa berbuat apa2 👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!