NovelToon NovelToon
Love Is Deep

Love Is Deep

Status: sedang berlangsung
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Maelani

Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.

Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

SELAMAT MEMBACA

Akhirnya dengan tanpa malu Ikhsan pun ikut serta ke pantai bersama dengan keluarga Vika.

Mungkin jika saat itu suasananya seperti ini Vika akan merasa begitu bahagia, namun tidak dengan saat ini kehadiran Ikhsan malah membuatnya tiba-tiba badamood.

Sepanjang perjalanan ia hanya diam saja sambil sesekali memakan cemilan yang mamanya Ikhsan buat.

Niat awalnya Mama Iren ingin membuat Vika bahagia dengan mengajak Ikhsan ikut serta tapi keadaan malah sebaliknya, Vika terlihat begitu bt dan duduk dibangku paling belakang.

Tiga jam lebih akhirnya mereka pun tiba salah satu pantai dikawasan Carita.

Mereka memang sengaja memilih tempat yang sedikit sepi .

Setelah duduk disalah satu saung yang menghadap langsung ke laut lepas mereka terlihat begitu menikmati liburan ini tapi tidak dengan Vika.

Ia merasa risih karena Ihsan terus saja mencuri pandang.

"Vika ayo kita naik banana boot,kayanya seru" ajak Ikhsan.

"Gak ah, gw takut dan juga gw gak bisa berenang" tolak Vika.

"Oh tenang aja gw bakal jagain loe kok" Ikhsan dengan sangat PD nya menarik tangan Vika.

"San gw gak mau, gw gak berani kalo sampe di ceburin ditengah laut" tolak Vika sambil berusaha melepaskan tangan nya yang di pegang oleh Ikhsan.

Pian pun langsung menghampiri mereka.

"Gak usah naik banana boot, mending kita lomba cari klomang aja siapa yang paling sedikit harus bayarin apapun yang diminta sama yang menang" ucap Pian

Mereka pun setuju untuk berlomba mencari klomang.

Vina yang memang suka bermain air berjongkok di pinggir pantai dan jari-jari nya yang kecil sibuk menyibak pasir dan memungut beberapa klomang yang ia temukan.

Dengan berbekal gelas kecil bekas minuman kemasan ia pun memasukkan klomang yang ia dapat kedalam gelas itu.

Sementara itu Ikhsan sengaja membuat dirinya agar kalah dengan niat agar Vika meminta dibelikan sesuatu olehnya.

"Coba aku tau dari dulu kalau kamu akan secantik ini Vika,sudah dari dulu aku terima cinta kamu" batin Ikhsan dengan pandangan yang tidak lepas dari Vika.

Hembusan angin kencang yang menerpa wajah Vika dan menerbangkan rambut nya membuat nya semakin terlihat cantik Dimata Ikhsan.

Dari kejauhan Mama Iren dan Papa Bagas ternyata sedang memperhatikan Ikhsan yang terus saja memandangi Vika.

"Mah kayanya si Ikhsan mulai suka ya sama Vika, liat aja tuh bukannya cari klomang malah liatin Vika terus" ucap Papa Bagas sambil menyeruput kopi nya.

"Iya, kayanya sih begitu Pah, bairin ajalah itu urusan mereka, kita mah tinggal restuin aja yang penting Vika bahagia" Mama Iren tersenyum saat melihat Vika yang malah asik duduk di pasir sambil membuat istana pasir.

Pian yang melihat sang Kaka sedang bermain pasir datang menghampiri Vika dan ikut bergabung bermain pasir.

Mereka tertawa saat ada ombak datang dan menghancurkan istana yang sudah mereka buat.

Ihsan pun mengabadikan moment saat Vika tertawa bahagia bermain pasir sendirian.

Setelah puas merekam video Vika ia pun ikut bergabung.

Mereka bertiga bermain begitu asik, tertawa dan. bermain air bersama.

Vika yang tadinya tidak suka dengan kehadiran Ikhsan nampak mulai lupa bahkan ia memegang tangan Ikhsan saat berlari dikerja ombak.

Setelah puas bermain mereka pun naik sebentar untuk meminum air kelapa muda dan otak-otak bakar yang sudah dipesan sejak tadi.

"Aduh seneng banget ya kamu main air, kalau sudah cepet dibilas terus ganti baju biar gak masuk angin" ucap Mama Iren saat melihat ketiganya basah.

Setelah puas minum air kelapa, Vika pun pamit untuk segera mandi dan berganti pakaian.

Setelah mereka selesai bergantian pakaian mereka pun makan bersama.

"Tadi Iksan yang kalah ya waktu cari klomang, nah sekarang ayo beliin apapun yang kita mau" ajak Pian begitu bersemangat.

"Iya emang aku yang kalah" jawab Iksan senang.

"Kaka Vika lie mau beli apa?" tanya Pian dengan sangat.

"Belum tau dek, nanti aja kita liat-liat dulu,sekarang kaka laper mau makan dulu yang banyak" tanpa malu-malu Vika pun makan dengan porsi yang lumayan banyak.

"Wah sekarang makannya gak dibatesin ya, gak diet lagi nih.." ucap Pian menggoda Kakanya.

"Sekarang sih gak pake diet lagi dek, ini aja udah dimarahin terus kata nenek kaya gak dikasih makan" jawab Vika dengan mulut masih penuh dengan makanan.

Papa Bagas dan Mama Iren tertawa mendengar penuturan Vika.

"Kata nenek kamu sering ya ngilangin bebeknya, itu bebek betulan hilang atau gimana sih Vik?" tanya Papa Bagas.

Setelah menelan makanan yang ada didalam mulutnya Vika pun tersenyum.

"Dih ditanya malah nyengir" ucap Pian sambil melempar Vika dengan rumput yang ia cabut.

"He ..he maaf ya Papah jadi gantiin bebeknya, sebenernya bebek itu cuma beberapa aja sih yang ketinggalan dan ilang, yang lainnya Vika potong terus dibakar sama temen-temen, enak tau Pah makannya di tengah sawah barengan sama temen-temen pake nasi liwet" jawab Vika sambil tersenyum.

Tiba-tiba saja ia ingat dengan Ujang , sudah beberapa hari ini Ujang tidak menghubunginya.

Vika pun terdiam beberapa saat.

Pain yang tau jika saat ini Kakanya sedang merindukan seseorang langsung menjahili Kakanya.

"Main layangan yuk" ajak Pian saat melihat ada orang yang menjual layangan melintas di dekat mereka.

"Ayo .." ucap Vika sambil turun dari saung.

"Ikhsan yang bayarin ya" teriak Pian sambil tersenyum.

Ikhsan pun langsung turun dan ikut memilih layangan yang ia suka.

Angin pantai yang cukup kencang memudahkan mereka menaikan layangannya.

Papa Bagas hanya tersenyum saat melihat putrinya dengan sangat mudah menaikan layangannya.

"Mah liat tuh si Vika gara-gara tinggal dikampung jadi bisa main layangan ya" Papa Bagas tertawa sambil terus memperhatikan putri nya.

Mama Iren hanya menggelengkan kepalanya.

Setelah puas bermain layangan mereka pun berjalan memasuki satu demi satu warung yang menjual berbagai souvernir.

"Gw kerjain ah, sekali-kali bales dendam" batin Vika.

Setiap warung yang Vika masuki pasti Vika beli biarpun hanya sekedar kalung atau aksesoris kecil.

Setelah lelah berbelanja mereka pun kembali ke saung dengan tangan Iksa yang penuh tentengan belanjaan Vika.

Saat sedang asik minum ada beberapa penjual Pete dan ikan asin serta emping menghampiri mereka.

Vika pun minta dibelikan oleh Ikhsan.

Papa Bagas yang tadinya ingin membayar langsung tidak diperbolehkan oleh Vika.

Iksan pun hanya tersenyum sambil mengeluarkan dompetnya dan membayar belanjaan Vika.

"Aduh San maaf ya, si Vika jadi minta bayarin kamu terus" Papa Bagas merasa tidak enak karena Iksan harus mengeluarkan uang yang lumayan banyak.

"Gak apa-apa Om sekalian belajar jadi kepala rumah tangga" jawab Iksan.

Vika pun langsung memalingkan muka saat ia berkata begitu sambil menatapnya dan tersenyum.

1
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
sindiri terooosss Vik, Kay. Malu hati sendiri tuh si Ikhsan🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Untung si Vika kagak jadi sama si Ikhsan. cowo plinta plintut ngga punya pendirian. Mau aja di porotin abis2, udah gitu pake di marah2in lagi
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Kasiah...diomelin mulu sama pacar. Baru jadi pacar aja, udah ngomel mulu. Gimana kalo udah jadi istri. Makan Hati lo San🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
lo itu cuma terobsesi sama cewek Cantik San, kalo cewek nya ngga cantik mana mungkin mau lo deketin
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Nyesel kan lo sekaran San. Vika ngga cuma cantik Fisik nya sekarang, Tapi Hati nya pun Cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Ngga Usah di Inget Vik, Ambil aja Hikmah nya, karena Perkataan Ikhsan lah akhirnya sekarang kamu jadi kurus, jadi cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
kuat banget ya ikatan Batin Vika sama Mama nya. Untung Vika cepet² datang. Ikhsan egois amat, sana sini mau😣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Bener kata Nenek Dilla. Yang lalu biarlah berlalu Vik. Cuma kok di kenyataan nya susah ya buat jalanin nya🤔🤔🤔
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
ahhh... Sweet banget Aa Ujang Ini. Jadi kepengen di suapin juga😊
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
mungkin bisa jadi kepala sama badanmu misah dech, San😁😁😁
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
keysa sahabat yg baik ya vik, dia selalu jadi temen buat kamu, moga kedepannya kalian tetep bersahabat dg baik
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
pembully an verbal memang menyakitkan, sabar ya vik, harusnya gk usah didengerin tuh omongan sampah semua
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
astagfirullah nih bocil minta dikremes mulutnya, becandanya kelewatan kalik.. bagi cewek tuh ya paling anti klo dikatakan gemuk. sabar vika, aq juga gemuk kok 😅
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
yang pahit jangan diiinget2 ya fik, kan kamu sudah buka lembaran baru. sokkkkk berangkat, biar rasain gimana kangennya sama ujang ps ldr😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kenyang makan baper🤣🤧
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
eah ujang udah mulai mpok cecif😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
bebek e ilang dimasak🤣🤣🤣
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
semogaaa aja vikaaa bs mencintai ujang
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
hayooo nek kawal sampai jadian😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
setuju tuh, ujang bs nerima kamu dalam keadaan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!