NovelToon NovelToon
Married By Accident

Married By Accident

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ririn Puspitasari

Devan Pramudya, pemuda tampan ini harus terpaksa menyaksikan perbuatan tak senonoh calon istrinya tepat di depan mata. Pernikahan yang beberapa hari lagi akan digelar terancam batal.

Rina yang tak ingin anaknya mendapatkan reputasi buruk dan mencoreng nama perusahaan itu, mendesak Devan untuk tetap melanjutkan pernikahan.

Arabella Maharani, gadis penjual susu kedelai ini tak sengaja menabrak mobil Devan. Alhasil, mobil tersebut memiliki kerusakan membuat Arabella harus bertanggung jawab.

"Menikahlah denganku!" seru Devan.

"Apakah kau gila? Aku menabrak mobilmu. Apakah otakmu juga ikut mengalami kerusakan?!" ketus Bella.

"Bukankah ini tawaran yang langka, Nona? Banyak wanita yang ingin mendapatkan tawaran ini. Lagi pula jangan sok jual mahal! Tampangmu sama seperti botol susu yang kau bawa," ucap Devan sinis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Terlilit Hutang

"Hah? Aku?" Devan tertegun. Ia benar-benar tak mengerti apa yang diucapkan oleh Bella barusan.

"Hmmm ...."Bella mengangguk.

Devan hanya mengendikkan bahunya tak menggubris kata-kata yang keluar dari mulut Bella. Pria itu berjalan menuju lemari pakaian. Ia mengambil jas kantornya yang berwarna navy dipadukan dengan kemeja berwarna putih dan disatukan dengan dasi warna hitam bermotif.

"Sebagai imbalannya, aku akan menjadi gadis anggun seperti yang mama mertua harapkan,"tutur Bella.

Devan tersenyum remeh. Memang tidak ada yang gratis bagi Bella. Bahkan jika bisa, ia bernapas pun harus dibayar.

"Tapi aku tidak melakukannya. Apakah mama? Tapi apa yang mama rencanakan. Bukankah ia tidak terlalu suka jika aku menikah dengan Bella," batin Devan.

"Kau akan pergi ke kantor hari ini?" tanya Bella melayangkan pandangannya pada Devan yang sudah rapi dengan setelan kantornya.

"Iya. Aku orang yang sibuk, tidak ada waktu untukku bersantai," timpal Devan seraya memasang arloji di lengan kirinya.

"Aku kira setelah menikah, kau akan memiliki waktu libur," gumam Bella.

"Apakah kau mengharapkan waktu berbulan madu bersamaku?" tanya Devan.

"Ya, setidaknya aku bisa jalan-jalan gratis tanpa harus mengeluarkan biaya." Bella beranjak dari tempat tidurnya. Ia merapikan seprai kasur dan kembali menata ulang bantal serta selimut yang berantakan.

"Kakimu sudah tidak sakit lagi?"

"Iya, aku sudah bisa berjalan seperti biasanya."

"Lekaslah mandi, mama mungkin sudah menunggu di bawah untuk sarapan bersama." Devan kembali melihat penampilannya di cermin. Pria tersebut menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Aroma coklat pun menyeruak di ruangan tersebut. Bella sangat menyukai aroma parfum Devan yang terkesan manis.

Setelah semuanya selesai, Devan langsung keluar dari kamarnya. Bella yang sedari tadi mematung menatap Devan langsung tersadar. Gadis itu pun bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

....

Di ruang makan, Devan dan ibunya tampak sangat santai dan tenang menikmati makanannya. Bella melirik keduanya secara bergantian. Entah mengapa ia benar-benar merasa canggung seketika berada di rumah ini.

Sewaktu ia di rumah dulu, Bella menikmati makanannya sembari mengobrol dengan ibunya. Namun, saat berada di sini, hanya terdengar dentingan suara sendok dan piring yang beradu. Mereka tak berucap apapun yang membuat Bella semakin sungkan untuk menambah makanannya lagi.

Rina dan Devan menyudahi makannya. Ia menyeka mulutnya dengan menggunakan tisu. Bella pun juga ikut meletakkan sendok dan garpu yang ada di tangannya.

"Sudah selesai? Makananmu belum habis sepenuhnya?" tanya Devan.

"Ah ini, aku sebenarnya tidak terlalu banyak makan," timpal Bella berbohong.

"Asal kau tahu, aku di rumah bahkan menghabiskan dua piring nasi. Sungguh aku benar-benar merasa canggung berada di sini," batin Bella.

"Aku berangkat, Ma." Devan beranjak dari kursinya.

"Kau, tetaplah di sini bersama mama," tukas Devan menatap Bella.

Bella mengangguk patuh. Hanya sekedar menghormati mertuanya yang ada bersamanya saat ini. Devan pun segera meninggalkan keduanya.

"Ayo kita ke ruang baca!" titah Rina beranjak dari duduknya, berjalan terlebih dahulu. Bella pun mengikuti langkah kaki mertuanya itu.

Setibanya di sana, ia kembali melihat Mayang yang sudah menunggu kedatangan mereka di ruangan tersebut.

Mayang berjalan menghampiri Bella dengan membawa setumpuk buku.

"Apalagi ini?" batin Bella.

"Duduklah," ujar Rina mempersilahkan menantunya untuk menempati kursi kosong yang ada di hadapannya.

"Mayang, keluarlah sebentar. Ada hal penting yang harus ku bicarakan pada menantuku," sambung Rina melayangkan pandangannya ke arah pelayan tersebut.

"Baik, Nyonya." Mayang pun melangkah pergi meninggalkan keduanya.

Sepeninggal Mayang, Rina menatap lurus ke arah Bella. "Menantuku, aku tahu mungkin permintaanku sedikit egois. Namun, aku harap kau dapat membantuku."

"Bantu apa, Ma?" tanya Bella.

"Tolong buat anakku untuk jatuh cinta kepadamu."

Bella langsung membulatkan matanya. Ia menatap mertuanya itu dengan rasa tak percaya.

"Ta-tapi bagaimana caranya, sedangkan Devan, dia ...."

"Gay?" Rina langsung menyela ucapan menantunya.

"Mama tahu tentang itu?" tanya Bella.

"Baru-baru ini. Aku tak sengaja mendengar pembicaraanmu melalui telepon. Aku merasa menjadi orang tua yang gagal mendidik anaknya." terlihat gurat kecemasan di wajah cantik mertuanya itu.

"Sebelumnya, ia memiliki tunangan. Namanya Nadia, gadis ini memang tidak dipublikasikan langsung ke media. Rencananya Devan akan menggelar pers serta memperkenalkan Nadia pada publik. Namun, sangat disayangkan Devan membatalkan pernikahan tersebut. Ya, mungkin karena gadis itu sudah tahu sebenarnya Devan seperti apa," papar Rina. Wanita itu meraih tangan Bella, menggengamnya dengan erat.

"Mama tidak tahu, bagaimana cara Devan menjadikanmu sebagai penggantinya. Namun, terlepas dari apapun itu, mama berharap besar agar kau bisa mengembalikan Devan ke jalan yang benar," ucap Rina panjang lebar.

Bella hanya termangu menatap mertuanya. Entah bagaimana ceritanya jadi bisa serumit ini. Padahal Bella sudah mempersiapkan semuanya, ia menconteng tanggal pertama ia sah menjadi suami istri. Bella berharap agar secepatnya untuk bercerai dari Devan dan menikah dengan pria yang ia cintai.

"Kemarin mama meminta orang suruhan mama untuk menemui ibumu. Mama dengar ibumu memiliki sebuah usaha kecil-kecilan. Maka dari itu, mama ingin membuatkannya tempat berjualan khusus agar lebih leluasa," papar Rina.

"Jadi ... mama yang melakukan itu?" tanya Bella.

Rina mengangguk seraya menarik segaris senyum di bibirnya. "Baru kali ini aku melihatnya tersenyum," batin Bella.

"Bagaimana? Kau bisa kan membantu mama untuk menyembuhkan Devan?" tanya Rina memastikan.

Cukup lama Bella berpikir untuk memutuskan semua itu. Namun, jika ia tidak membantu mertuanya ini, maka ia merasa tak enak hati karena Rina telah membantu ibunya dengan memberikan fasilitas pada ibunya dari segi hunian.

Perlahan Bella pun menganggukkan kepalanya. Ia memang tak ingin terlalu lama terlibat dengan Devan. Namun, ia tak bisa berbuat banyak. Selain berhutang pada Devan, kini Bella juga berhutang pada Rina.

"Ya Tuhan, kenapa aku menjadi dililit hutang seperti ini," batin Bella menjerit.

Di lain tempat, Devan memanggil Joko untuk datang ke ruangannya. Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. Joko pun muncul dari balik pintu tersebut.

"Kenapa Pak Devan memanggil saya?" tanya Joko.

"Apakah kau yang mengatakannya pada ibuku?" Devan kembali bertanya. Tak heran, hobi pria itu memang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan yang lainnya.

"Maaf, Pak. Saya kurang mengerti," timpal Joko seraya tersenyum kikuk. Ia melihat aura yang beda pada atasannya hari ini.

"Gay. Kau yang menyebutku pria gay bukan?"

"Saya tidak menyebutnya seperti itu, Pak. Kemarin saya bertanya tapi Pak Devan tidak menampiknya," tutur Joko.

Devan memijat keningnya. Memang awal dari semua ini adalah pertanyaan bodoh asistennya. Tapi, bukan berarti Joko harus membenarkan semua itu.

"Joko Wahyudin!" seru Devan.

"Maaf Pak. Tapi yang benar nama saya itu Jocho Anderson. J-O-C-H-O pakai C dan H bukan pakai K," jelas Joko menjabarkan namanya yang rumit, serumit hidupnya.

"Terserah apapun namamu, satu hal yang harus kau tahu Joko. Aku bukanlah seorang gay! Aku tidak gay!" ucap Devan penuh penekanan.

"Ah ... yang benar Pak? Mungkin Pak Devan sedang bercanda," gurau Joko yang sempat melemparkan guyonan pada Devan.

"Astaga," gumam Devan frustasi.

"Keluar kau! Keluar dari ruanganku sekarang!!"

Mendengar teriakan atasannya yang cukup memecahkan gendang telinga, membuat Joko langsung lari terbirit-birit meninggalkan ruangan tersebut.

Joko menutup pintunya, ia pun tersandar di dinding sembari mengelus dadanya. "Huh! Semoga saja Pak Devan tidak memecatku," gumam Joko.

Bersambung...

Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya jika ada.

Yang belum favorit, yuk difavoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbarunya~

Ig : ayasakaryn24

1
Bali Loka Entertainment
Luar biasa
H
😂😂😂
Erina Munir
penasaran juga nih bacanya...
Erina Munir
puas thor bacanya aku...tq othor karyanya bagus banget ada lucu2nya jdi bacanya ga capek...👍👍
Erina Munir
joko bner2 calon suami yg baik...berbahagialah ine...devan blom tau ya...klo wanita umumnya sebelum nikah tdk cerewet tpi setelah nikah n punya anak memang hrs cerewet karnabtanggung jawabnya udh mulai banyak...
Erina Munir
😆😆😆😆😆 aya2 wae devan...kangenlah sama joko...inget makan supermi waktu duluu
mom'za
baru kali ini baca novel,asistennya lemot bin somplak/Joyful/
Rosana Manalu
joko lucu
Sri Udaningsih Widjaya
Bagus ceritanya thor
IG: Ayasakaryn24: terima kasih kk❣️
total 1 replies
Anonim
Cakepan nadia dr pd bella
Dede Suryani
dasar bos eror
Ruzita Ismail
Luar biasa
Dede Suryani
dasar
Nurhayati
ga ada kisah ferdy
Nurul Syahriani
Makanya jangan main rahasia rahasia dari suami
Nurul Syahriani
Dari banyak nya novel Ceo dan asisten yg aku baca. Hanya di novel ini asisten ceo nya kismin, gak punya mobil gak tinggal di apartemen
Iponk
emang udah lewat ya masa nifasnya...
Iponk
naah ini bener joko, ngomong buat dirinya sndiri
Iponk
devan ituuuu
Iponk
niat banget mama rina ngerjain anaknya..wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!