NovelToon NovelToon
Falling In Love (The Series)

Falling In Love (The Series)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: mommy Eng

Novel ini bergenre Romantis Dewasa. Ada banyak kisah yang membutuhkan kebijaksanaan dari para pembaca.

Bacaan yang memang dikhususkan bagi pembaca dewasa yang telah mengerti arti dari 21+.


🍂🍂🍂

Mengisahkan tentang sebuah perjalanan cinta dari empat sekawan. Dipenuhi dengan cerita dewasa, action, intrik serta banyolan menggelitik.

Bahwa kita sebagai manusia, jelas akan berperang melawan ujiannya masing-masing.



.

.

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Eng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Transplantasi Kornea

Bab 18. Transplantasi Kornea

^^^" Tak ada rasa yang lebih luhur dari rasa kasih sayang kepada kita kepada sesama!"^^^

...🍂🍂🍂...

.

.

.

Pandu tersenyum saat melihat paper bag yang kini ia genggam. Bukan dari si pemberi, namun dari yang menyerahkan.

Namun, seberkas cahaya getir menyelinap ke hatinya. Bukan itu yang jadi tujuan hidupnya saat ini. Melainkan adiknya. Adiknya yang malang karena kini tak bisa melihat.

Ia menarik gas motornya dengan kecepatan maksimal. Pria itu sampai di rumahnya hanya dalam waktu lima menit. Benar-benar badas.

" Sory Ji, kita langsung berangkat sekarang aja atau gimana?" Pandu dengan raut penuh penyesalan dan langkah tergesa- gesa menemui sahabatnya yang terlihat ngopi bersama ibunya.

Ajisaka menatap Pandu yang tergopoh-gopoh, memindai tampilan sahabatnya yang terlihat tak biasa.

" Ganteng banget dari mana kamu Ndu?" bukannya menjawab, pria bermata sipit itu malah kini balik mengajukan pertanyaan.

" Baru dari rumahnya Lik Tamaji, gak taunya di mintai Bu Asmah buat jemput saudaranya di stasiun!" Ucap Pandu seraya melempar punggungnya ke kursi babut di samping ibunya.

Ambarwati kemudian menceritakan kepada Ajisaka tentang Bu Asmah yang menelponnya beberapa jam yang lalu. Ajisaka mengangguk paham.

" Orang tua, daya ingatnya sudah menurun!" sahut Aji usai mendengar cerita dari Ambarwati.

" Ya sudah, ibuk tinggal nampi beras dulu ya. Si Pandu kan udah datang, kamu udah makan belum Ndu. Kalau belum, ajak Aji makan. Ibu masak sambal sama goreng lele itu di belakang!" ucap Ambarwati seraya bangkit dari duduknya.

" Makasih Bu, tadi Aji baru aja makan!" sahut Aji mengangguk sopan.

Seketika Pandu bingung, mana mungkin dia menceritakan pergi bersama Fina. Bisa habis di bully dia sama si Aji.

" Entar aja buk, belum lapar!" dalam waktu kurang dari 24 jam, ia sudah dua kali berbohong. Jelas itu bukan dirinya.

" Jadi gimana?" tanya Pandu antusias.

" Kita tanya dulu, dia temannya saudaraku. Masalah biaya atau gimana- gimananya, nanti kita bisa tanya disana!" sahut Aji.

Ya, sikap Ayu yang kerap mengurung diri agaknya mengusik diri Pandu. Sebagai kakak, tentu ia harus mengupayakan yang terbaik yang dia bisa.

.

.

Pandu duduk di samping Ajisaka yang kini mengemudikan mobilnya. Ia melipat kedua tangannya ke belakang, dan memejamkan matanya sejenak. Merasa letih sekali.

" Kamu kayak capek banget Ndu!" ucap Aji.

" Lumayan, tapi sebenarnya aku cuma kepikiran Ayu Ji. Jadi ngerasa jadi kakak yang gak berguna tiap lihat dia nangis di kamar!" ucapnya menghembuskan napas pasrah.

" Sabar, ujian kamu lagi datang. Dan orang yang sedang ujian, pasti mau naik kelas!" sahut Ajisaka menyemangati.

" Makasih Ji, makasih ya. Kamu mau terus aku repotin!" Pandu melempar pandangannya ke arah Ajisaka.

" CK, aku gak suka kamu begini. Jadi ingat si Sakti aku!" Ajisaka terkekeh.

Mereka berdua tergelak demi mengingat Sakti, yang acapkali bertingkah lebay bak di film telenovela.

...🍂🍂🍂...

Aji dan Pandu kini sudah berhenti di sebuah rumah yang terbilang bagus. Rumah bertuliskan nama dan gelar seroang dokter spesialis mata itu, terlihat sepi.

...dr. Andik Heru, SpM...

Aji menekan bel rumah itu, dan dalam dua kali dentangan, muncul wanita paruh baya yang tergopoh-gopoh menyambut kedatangan mereka berdua.

" Iya mas, ada yang bisa di bantu?" ucap wanita beruban itu.

" Dokter Andik nya ada? saya sudah janjian sama beliau hari ini, bilang dari Ajisaka!" ucap Aji pada wanita itu. Pandu hanya diam sambil melipat kedua tangannya.

" Oh mas Aji, mari bapak sudah menunggu di dalam!" jawab wanita itu sumringah.

Mereka berdua lantas mengekor di belakang wanita yang kini menjadi navigator atau penunjuk jalan dadakan.

.

.

Pandu

Rumah itu terlihat mengkilat. Dari pandangannya, rumah dokter tidak ada yang tidak bagus. Rata-rata bersih dan mengkilap.

Usai berjalan beberapa langkah, ia melihat seorang pemuda yang usianya hampir sepadan dengan dirinya. Tapi, jika di tilik dari usianya pria itu lebih dewasa dengan menunggu di ruang tengah.

" Selamat Pagi dokter Andik!" sapa Ajisaka kepada seorang pria muda yang mengenakan kacamata itu.

" Eh, mas Ajisaka ya. Mari- mari silahkan duduk!"

Pria itu ramah rupanya, tidak seperti yang ia bayangkan. Mengingat pria bergelar dokter itu kaya dan sudah pasti identik dengan sikap arogan. Namun, agaknya ia salah menyimpulkan.

" Ini Pandu, yang saya ceritakan kemaren. Ndu, ini dokter Andik. Beliau temannya si Hendra!" ucap Aji memperkenalkan dirinya kepada kepada dokter dengan kulit bersih itu.

" Andik!"

" Pandu!"

Mereka berdua saling berjabat tangan.

" Jadi apa yang bisa saya bantu?" pria berkacamata itu berbicara sangat santai dan lugas, mereka kini duduk di ruangan tengah dengan dominasi warna monokrom yang menajdi penegas kemewahan.

" Saya memiliki adik yang saat ini mengalami kebutaan pasca tabrak lari!" Pandu mulai menerangkan maksud dan tujuannya datang ketempat itu.

Hati Dokter Andik agak nyeri mendengar hal itu. Mengapa masih ada orang tak berperikemanusiaan di rezim yang kian maju ini.

" Apa kasus seperti itu masih memiliki harapan untuk melihat?" ucap Pandu menambahkan. Mimiknya terlihat serius.

Dokter Andik tersenyum, " Sudah berapa lama?"

" Kurang lebih dua tahun ini!" jawab Pandu kian serius. Aji hanya menjadi pendengar disana, pembicaraan benar-benar di dominasi oleh Pandu dan Dokter Andik.

" Apa kelenjar air matanya masih berfungsi? maksud saya apa adik anda masih bisa mengeluarkan air mata saat dia menangis?"

Pandu mengangguk seketika " Bisa Dok!"

" Kemungkinan adik anda mengalami trauma pada kornea saat mengalami kecelakaan. Cedera di kepala bisa menyebabkan berbagai komplikasi salah satunya kehilangan penglihatan"

Mereka berdua masih tekun mendengarkan pembicaraan informatif dari dokter Andik.

" Hal itu terjadi karena syaraf yang berperan dalam proses penglihatan seperti retina atau kornea turut mengalami cedera. Bisa jadi karena benturan yang terlalu keras"

" Lalu harus bagaimana dok, maksud saya apa ada jalan untuk sembuh?" Pandu mendadak perasaannya campur aduk.

Dokter itu tersenyum " Transplantasi kornea!" ucapnya mantap.

Aji dan Pandu saling menatap, tak mengerti maksud dokter itu.

" Donor mata adalah pengambilan anatomi mata, untuk di berikan kepada orang lain yang membutuhkan. Sementara kornea adalah bagian mata yang dibutuhkan untuk dapat melihat degan jelas!"

" Prosedurnya, ahli bedah akan menggantikan kornea yang rusak dengan kornea yang sehat dari pendonor!"

Kini mereka berdua mengangguk paham. Dokter itu menerangkan dengan begitu rinci.

" Boleh saya tahu besaran biaya yang musti di keluarkan ya Dok?" Pandu tentu ingin tahu, meski ia saat ini masih kesulitan untuk mencari biaya untuk adiknya.

" Biayanya berkisar 55 juta hingga 100 juta!" tukas dokter Andik.

Meski wajah Pandu terlihat tenang saat mendengar jumlah nominal yang di sebut, tapi hatinya begitu tersambar kala itu. Dari mana ia bisa mengumpulkan uang sebanyak itu.

" Tapi masih ada satu hal penting lainnya!" ucap dokter Andik.

" Apa dok?" ucap Pandu mengernyitkan dahinya.

" Pendonor kornea hanya bisa dari orang yang baru meninggal, dan beliau bersedia untuk memberikan organ vitalnya itu untuk di donorkan!"

"Karena satu kornea untuk satu mata, kita tidak bisa mengambil kornea dari orang yang masih hidup!"

Kilat tiba-tiba serasa menyambar meski tanpa hujan apalagi mendung. Pandu seketika bak kehilangan harap. Itu artinya ia akan mengalami kesulitan untuk bisa membuat adiknya bisa melihat kembali.

" Ayu!" detik itu juga ia menyebut nama adiknya seraya memejamkan matanya.

.

.

.

1
Teh Adhe
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Teh Adhe
Apa iya nanti Sakti jalan bareng Dita?
Lupa aku jalan ceritanya. ...
Teh Adhe
Kok bisa cuma like like like doang, tanpa di baca mom?
Aku kan memang jarang koment
Teh Adhe
Bismillaah ...
Aku adalah pembaca setia novel2 karya Mommy Eng, semua karyanya bagus2.
Dan demi melihat rating novel ini belum belum dapat Bintang LIMA, aku tergerak untuk mendorong siapapun yang sedang membaca novel ini, agar berkenan kiranya untuk membantu karya Mommy Eng ini, memberi penilaian sangat baik setulus tulusnya, yaitu klik Bintang LIMA.
Bismillaah ..., semoga terus Bintang LIMA, aamiin.
Koko Milo
Luar biasa
Irawati Soetojo
Suka gaya penulisanmu Thor...mengalir spt nyata.....
www.ok
mampir kaks
melting_harmony
Luar biasa
yhoenietha_njus🌴
wah bukan tempatnya mas Abhi ternyata ferguso...si Sakti mandraguna lagi cling di negri yang nun jauh disana
yhoenietha_njus🌴
wah perkebunannya mas Abhi nih...hehehe
yhoenietha_njus🌴
Sak kalo mo jual bawang noh jauh jauh kan kena mataku ini jadi pedih...hiks hiks😢😢
yhoenietha_njus🌴
butuh pelampiasan iki si Sakti ngurangi unek unek😅😅
yhoenietha_njus🌴
siapapun jodoh si Sakti yang penting bahagiyaaaaahaha...
yhoenietha_njus🌴
anak anak emang ga ada bosennya klo berantem dari orok sampe gede...tapi itulah arti kerukunan..😊😊
yhoenietha_njus🌴
ya benul karyamu memang layak biar ad yang kata kaya ikan terbang tapi aq tetep syuka...poling in lope mah pokokna...😙😙😙
yhoenietha_njus🌴
jangan sampe ada cinta segi jajaran genjang apalagi segitiga sama sisi klo sama aq bolehlah Sak...itu si Rara kasih Yudha aja😎😎
yhoenietha_njus🌴
saya suka saya suka...Padi is the best👍👍
yhoenietha_njus🌴
haduh maaak aq banget itu klo sama anak q....pulang sekolah hape pulang ngaji hape makan hape untung hapenya ga ikut kemakan😤😤pokoknya wes bikin darting
yhoenietha_njus🌴
novelmu ga ada yang mengecewakan Mom....lope u puuullllll
😙😙😙😙
yhoenietha_njus🌴
waah jangan2 Bayu bapaknya Pandu...hhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!