NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Merayap di Atas Neraka

BAM! BAM! BAM!

Pintu baja bunker itu bergetar hebat. Debu beton berguguran dari langit-langit setiap kali hantaman godam menghantam dari luar. Suara teriakan para tentara bayaran terdengar teredam, disusul oleh rentetan tembakan peluru tajam yang berusaha menghancurkan silinder kunci.

Arka memiliki waktu kurang dari tiga puluh detik sebelum baja tebal itu jebol.

Napasnya memburu di balik bau tajam cairan lambung dan darah yang baru saja dimuntahkannya. Ia mendongak, menatap satu-satunya jalan keluar: sebuah kisi-kisi ventilasi berukuran empat puluh sentimeter persegi di sudut langit-langit bunker, tepat di atas lemari arsip baja.

Mengertakkan gigi hingga rahangnya berbunyi, Arka memaksa kakinya yang gemetar untuk melangkah. Ia memanjat laci-laci lemari arsip itu seperti anak tangga. Setiap tarikan otot di perut dan bahunya membuat dada kirinya serasa disayat dengan pisau tumpul. Kain kanvas dari seragam curiannya kembali menarik paksa keropeng luka bakar stadium duanya.

Air mata keluar begitu saja dari sudut mata Arka. Bukan karena cengeng, melainkan karena respons neurologis tubuhnya yang sudah tidak sanggup menahan level rasa sakit yang ekstrem.

Sesampainya di atas lemari, ia mendorong kisi-kisi seng itu dengan kedua telapak tangannya. Berkarat dan macet.

Dorong dengan sudut 45 derajat menuju poros engselnya. Jika gaya gesek statis seng ini melebihi lima ratus newton...

BZZZZT!

Sengatan Neural Feedback langsung membakar dasar tengkoraknya. Pandangan Arka memutih, dan darah segar kembali menetes dari lubang hidungnya.

"Jangan hitung, brengsek!" rintih Arka merutuki otaknya sendiri. Ia mengabaikan kalkulasi dan memukul ujung kisi-kisi itu menggunakan gagang senter taktis curiannya.

KRAK! Seng berkarat itu patah. Arka segera menyelipkan kepala dan bahunya ke dalam lorong ventilasi yang gelap gulita dan berbau debu busuk peninggalan puluhan tahun.

Tepat saat ia menarik pinggul dan kakinya masuk ke dalam kegelapan lorong, terdengar ledakan keras dari bawah.

BRAAAANG!

Pintu baja bunker terlempar dari engselnya, menghantam meja kayu jati hingga terbelah dua. Sinar senter dari senapan serbu menyapu ruangan, membelah kepulan asap mesiu. Empat tentara bayaran berseragam hitam merangsek masuk, menendang pintu yang roboh dengan sepatu bot baja mereka.

"Amankan buku kasnya!" teriak sang komandan, suaranya menggema di dinding beton.

Arka membeku di dalam lorong ventilasi yang sempit. Jaraknya hanya tiga meter tepat di atas kepala mereka. Ruang seng itu begitu sempit hingga Arka bahkan tidak bisa memutar tubuhnya. Ia harus berbaring tengkurap. Jika ia bernapas terlalu keras, seng tipis di bawah perutnya akan bergetar dan menimbulkan suara.

"Komandan! Bukunya robek! Seseorang mengambil jadwal Proyek Genesis!"

"Cari tikus itu! Dia tidak mungkin menguap! Segel seluruh perimeter Blok C!"

Di dalam kegelapan ventilasi, Arka tahu ia harus bergerak menjauh. Namun, merayap berarti ia harus menyeret dadanya di atas lantai seng yang kasar dan dipenuhi tahi tikus serta serpihan karat.

"Kau harus jalan, Bos,"

Arka tersentak pelan. Di depannya, di dalam kegelapan lorong sempit itu, delusinya memproyeksikan sosok Bram yang merangkak memunggunginya. Halusinasi Bram menoleh ke belakang, matanya menyala redup dalam gelap. "Kalau kau diam di sini, mereka akan memanggangmu."

Menelan ludahnya yang terasa seperti pasir, Arka mulai merayap maju menggunakan tarikan siku dan dorongan ujung sepatunya.

Sreeek... Kanvas kemejanya bergesekan dengan seng. Di bawah kain itu, luka melepuhnya tergesek keras. Daging yang belum kering itu kembali terbuka. Arka menggigit punggung tangannya sendiri untuk meredam jeritan yang nyaris meledak dari tenggorokannya. Darah segar merembes menembus kain kanvas abu-abunya, menetes ke lantai seng ventilasi.

Satu sentimeter. Dua sentimeter. Siksaannya terasa seperti keabadian. Rasa perihnya membuat pandangannya berkunang-kunang.

Tiba-tiba, rasa gatal merayap di rongga hidung Arka akibat Neural Feedback sebelumnya. Setetes darah dari hidungnya yang mimisan lolos dari bibirnya, jatuh menembus celah sambungan seng ventilasi tepat di bawah dagunya.

Waktu seakan melambat. Tetesan darah kental itu melayang turun ke dalam bunker...

Tetes.

Darah itu jatuh tepat di atas kertas putih dari sisa *l*edgeryang sedang diperiksa oleh sang komandan di bawah sana.

Komandan itu menatap noda merah yang tiba-tiba muncul di kertasnya. Perlahan, ia menyeka noda itu, mendongak menatap langit-langit, dan melihat debu yang berjatuhan dari sambungan pipa ventilasi.

"Di atap," bisik komandan itu dingin. Ia mengangkat laras senapannya lurus ke atas, mengarah tepat ke bayangan tubuh Arka di balik seng. "Hancurkan langit-langitnya."

Arka membelalak ngeri dalam gelap.

DOR! DOR! DOR! DOR!

Rentetan peluru baja menembus langit-langit beton dan seng tipis dengan suara yang memekakkan telinga. Bunga api meledak di dalam lorong gelap. Salah satu peluru menembus lantai seng hanya satu inci dari telinga kanan Arka, merobek udara panas yang langsung membakar ujung rambutnya.

Lorong sempit itu kini berubah menjadi peti mati.

***

**[AUTHOR NOTE]**Gila! Ini yang namanya ketegangan tanpa ampun! Arka terjebak di lorong ventilasi selebar 40 cm, dada hancur bergesekan dengan seng berkarat, dan sekarang TENTARA BAYARAN MENEMBAKI LANGIT-LANGIT DARI BAWAH! Arka nggak bisa lari, nggak bisa putar balik, cuma bisa merayap di tengah hujan peluru baja! Kalau kalian yang jadi Arka, apa yang bakal kalian lakuin di ruangan sempit begini? Terus baca, karena pelarian dari pelabuhan Sektor 3 ini baru aja dimulai!

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!