NovelToon NovelToon
Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang

Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: AnaDww

Dinginnya malam di puncak musim dingin menampar Gu Mingyue dengan kenyataan yang kejam. Alih-alih kehangatan, sang suami justru menyuguhkan cawan berisi racun demi bisa bersanding dengan perempuan lain. Di ambang kematiannya yang tragis, Mingyue menyadari bahwa ketulusannya selama ini hanyalah sebuah kesia-siaan.

Kini, takdir memberinya kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, Gu Mingyue bersumpah demi sisa napasnya: ia tidak akan pernah lagi menjadi istri penurut yang mencintai Adipati Yu'an, Zhao Yuchen.

Langkahnya kali ini membawa Mingyue bertemu dengan Shen Mufeng—Jenderal Perang Penakluk Utara yang terkenal dingin, tegas, tajam, dan anti-wanita. Menolak mengulang tragedi yang sama, Gu Mingyue membulatkan tekad: ia akan menikahi sang Jenderal Agung dan membiarkan mantan suaminya hancur dalam penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnaDww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh—Menyeret Takdir Ke Arah Berbeda

Sisa napas keduanya masih memburu, memenuhi ruang peristirahatan samping yang remang. Di bawah temaram kelambu, Zhao Yuchen baru saja mendongakkan kepala ketika sebuah gedoran keras menghantam pintu hingga terbuka lebar.

Derap langkah kaki dalam jumlah banyak segera memenuhi ruangan. Zhao Yuchen membeku. Wajahnya seketika kehilangan warna saat mendapati begitu banyak pasang mata berdiri di ambang pintu. Di sisinya, Gu Lian menjerit pelan dan buru-buru menarik selimut untuk menutupi dirinya.

"Apa-apaan ini?!" Suara Jenderal Besar Gu menggelegar, membuat seluruh ruangan seketika sunyi. Wajahnya memerah dipenuhi amarah. "Semua prajurit, alihkan pandangan kalian!"

Para prajurit yang semula membeku segera menundukkan kepala dan berbalik sesuai perintah.

Dunia Jenderal Besar Gu seolah runtuh dalam sekejap. Putri yang selama ini ia banggakan kini tertangkap dalam sebuah skandal bersama pria yang telah dijodohkan dengan putri sulungnya.

Wajah Selir Lin memucat. Dengan tangan gemetar, ia menyambar hanfu milik Gu Lian yang tergeletak di lantai, lalu bergegas menutupi putrinya yang menangis ketakutan.

Keheningan yang menyelimuti ruangan terasa jauh lebih mencekam daripada teriakan mana pun. Dalam sekejap, nama baik Keluarga Gu telah tercoreng oleh sebuah skandal yang mustahil disembunyikan.

"Zhao Yuchen, aku menjadikanmu tamu terhormat di sini!" bentak Jenderal Besar Gu. Tatapannya nyalang dengan kemarahan yang nyata. "Tapi kau malah berbuat tak senonoh!"

Pandangannya beralih ke arah Gu Lian yang menundukkan kepala, menahan tangisnya. "Dan kau Lian-er, dia adalah calon tunangan kakakmu!" teriaknya kian marah.

Seluruh rencana politik yang telah ia susun selama bertahun-tahun seakan runtuh malam itu. Zhao Yuchen seharusnya menjadi menantu bagi putri sulungnya, mengikat kekuatan Keluarga Zhao dengan garis keturunan bangsawan yang dimiliki Gu Mingyue. Kini, semua perhitungan itu hancur oleh kebodohan dua orang di hadapannya.

"Suamiku..." Ucapan Selir Lin terputus ketika tangan Jenderal Besar Gu terangkat tinggi.

"Seperti inikah kau membesarkan putrimu?"

Selir Lin membeku. Ia menatap suaminya yang wajahnya memerah padam akibat murka. "Bu-bukan seperti ini, pasti ada kesalahpahaman."

Jenderal Besar Gu menatap tajam pasangan tak senonoh itu. "Ini kesalahpahaman?!"

"A-ayah, aku di... dijebak," suara Gu Lian yang lembut tertahan oleh isaknya.

"Dijebak dan kalian menikmatinya sampai tidak sadar ada penyusup?!" teriak Jenderal Gu kesal dan penuh amarah.

Suara derap langkah kaki terdengar mendekat dengan memburu. Napasnya terdengar kacau saat Gu Mingyue berlari masuk. Wajah dan penampilannya tampak berantakan. Detik berikutnya, ia menjerit tertahan sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan. Matanya membelalak kaget.

"Kakak Zhao..." cicitnya pelan.

Gu Mingyue meneteskan air matanya, wajahnya memerah dengan isakan dan dada yang naik turun dengan ritme cepat. "Ka-kalian berbuat seperti ini?"

"Ah-Yuan..." Suara ayahnya mendadak melemah saat membalikkan tubuh Gu Mingyue agar terhindar dari pemandangan tak senonoh tersebut.

"Semua keluar! Dan kau, Zhao Yuchen, Gu Lian! Cepat pakai kembali pakaian kalian!"

Tak butuh waktu lama setelah semua orang membalikkan tubuh, ruangan itu kini tertutup rapat dan hanya menyisakan anggota keluarga internal. Mereka telah berpakaian dengan layak.

Bughhtt!

Suara debum lutut yang menghentak lantai terdengar keras. Zhao Yuchen dan Gu Lian kini tengah berlutut bersimpuh di hadapan Jenderal Besar Gu. Ruangan itu kini hanya menyisakan Jenderal Besar Gu, Selir Lin, Gu Mingyue, serta pasangan tak senonoh ini.

"Apa yang kalian perbuat malam ini?!" teriak sang Jenderal Besar dengan kemurkaan yang nyata. Otot rahangnya menonjol tegang dengan mata melebar merah.

"Semua kesalahan ada pada saya. Mohon Jenderal menghukum saya seorang," ucap Zhao Yuchen pelan, menundukkan kepala seolah-olah sedang menjadi pahlawan yang melindungi wanita pujaannya.

Gu Mingyue segera menutup wajahnya menggunakan sapu tangan bersulam bunga yang dibawanya. Namun, di balik kain sutra tersebut, seulas senyum keji justru terangkat tinggi di sudut bibirnya.

"Kakak Zhao..." cicit Gu Lian samar, jemarinya bergerak memegang paha Zhao Yuchen dengan tubuh gemetar.

Gu Mingyue menurunkan sedikit sapu tangannya, lalu menatap sang ayah dengan sisa air mata palsu yang begitu meyakinkan. "A-Ayah, kurasa... kita harus menikahkan mereka."

"Tapi, Ah-Yuan..." Suara sang Jenderal menggantung saat melihat putri sulungnya kembali terisak.

"A-Ayah, Ah-Yuan tidak bisa menikahi seseorang yang telah meniduri adinda..." Suara Mingyue tercekat parau. Matanya memerah, sementara sapu tangannya sibuk menyeka air mata palsu yang terus mengalir deras.

Ruangan itu kembali diliputi keheningan.

Jenderal Besar Gu mengepalkan kedua tangannya begitu kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol tegang. Untuk pertama kalinya malam itu, ia tidak mampu membantah ucapan putri sulungnya.

"Suamiku, ku... kurasa Mingyue-er ada benarnya," sela Selir Lin, mencoba menyelamatkan masa depan putrinya di tengah situasi pelik ini.

Tatapan sang Jenderal beralih dari Zhao Yuchen ke Gu Lian, sebelum akhirnya jatuh pada Selir Lin. Pria paruh baya itu menutup matanya sesaat dengan alis yang masih menyatu erat. Detik berikutnya, satu tamparan keras mendarat telak di wajah Selir Lin yang berdiri di sampingnya dengan tubuh gemetar dingin.

Plakkk!

"Ini semua karena kau tak bisa mendidik anakmu!" teriak Jenderal Gu meluapkan sisa kekesalannya.

"A-Ayah..." Gu Mingyue segera memegang lembut tangan ayahnya yang baru saja digunakan untuk menampar Selir Lin.

"Lian-er adalah putri Keluarga Gu. Demi menjaga nama baik keluarga, Ah-Yuan rela melepaskan Kakak Zhao agar dia bertanggung jawab kepada adinda." Ia meremas pelan lengan ayahnya. "Karena skandal seperti ini bisa saja menyebar luas dengan cepat, Ayah."

Jenderal Besar Gu membeku sesaat. Ucapan Gu Mingyue langsung menusuk tepat pada kekhawatiran terbesar sang ayah. Tatapannya kembali beralih dingin ke arah Zhao Yuchen dan Gu Lian yang masih menunduk pasrah di atas lantai.

"Bawa Gu Lian kembali ke kamarnya! Kurung Zhao Yuchen di dalam ruangan ini. Kita akan membahas masalah ini besok pagi setelah kedatangan Tuan Besar Zhao!" ucap Jenderal Gu telak.

Sang Jenderal Besar segera menarik lengannya dari genggaman Mingyue, lalu berbalik berjalan keluar dari ruangan. Suara hentakan langkah kakinya terdengar berat, menggema di atas lantai kayu paviliun, menyisakan ketegangan yang perlahan menguap.

Gu Mingyue melirik sekilas ke arah pasangan di atas lantai itu. Di sudut sana, Selir Lin yang wajahnya memar tengah menangis sambil membantu putrinya berdiri. Mingyue sengaja memberikan satu tatapan sedih dan kecewa yang dibuat-buat, sebelum akhirnya melangkah pergi mengikuti jejak ayahnya.

Angin musim semi berembus pelan masuk ke dalam ruangan, mengiringi langkah ritmis Gu Mingyue bersama kibaran hanfu-nya. Ia kembali menyembunyikan sapu tangan di balik lengan pakaiannya yang lebar.

Saat keluar, tampak tubuh tegap Jenderal Besar Gu tengah berdiri di depan paviliun. Di area halaman, perhatian sang Jenderal teralih pada seseorang yang baru saja diringkus oleh para prajurit kediaman.

"Li'er," panggil Mingyue pelan pada pelayan setianya. Gadis itu segera mendekat.

"Iya, Nona?"

"Siapa dia?"

"Hamba dengar dia adalah penyusup yang tertangkap di halaman belakang, sungguh kebetulan sekali, Nona."

Gu Mingyue mengernyit lembut. Sebuah kebetulan yang seolah terasa terlalu pas di malam yang kacau ini. Gadis itu mengangkat pandangannya perlahan.

Di kejauhan, seorang pria berpakaian hitam dipaksa berlutut oleh beberapa prajurit. Kedua tangannya terikat ke belakang, sementara wajahnya tertutup kain hitam. Meski begitu, tubuhnya tetap tegak, tanpa sedikit pun menunjukkan kepanikan.

Mingyue menyipitkan mata.

Dia benar-benar penyusup... atau seseorang yang sengaja membiarkan dirinya tertangkap?

...----------------...

1
Ana Dww
Hai semua, ini adalah karya pertamaku dengan tema pembalasan wanita bergenre Fantasi Kelahiran Kembali.

Iseng aja bikin karena lagi suka nonton drachin 🦭

Semoga kalian menyukainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!