NovelToon NovelToon
Patah Hatinya Perempuan

Patah Hatinya Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Menikah dengan Musuhku / Diam-Diam Cinta
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yunita tri maryadi Ramadhan

Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.

Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.

Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18 : Konglomerat

Keesokan paginya, Zianca dan ayahnya sarapan bersama, mereka bangun telat dari biasanya ketika hari libur, hari itu mereka berencana akan membersih-bersihkan ruang kerja ayahnya di lantai dua, karena sudah mulai berantakan dengan berkas-berkas kerja ayahnya.

Zianca memulai dengan membantu ayahnya memilah berkas-berkas lama untuk di susun sesuai tanggal dan bulan ke dalam box khusus yang telah di tuliskan tahunnya agar memudahkan ayahnya saat ingin mencari berkas-berkas lamanya itu.

Sementara ayahnya sibuk memperbaiki rak buku tempel di dinding yang tampak mulai bengkok, ia menambah penopang pada sisi rak agar semakin kuat, koleksi buku ayah Zianca sangat banyak sekali, sebagian buku-buku juga sudah banyak yang di donasikan, tapi ayahnya juga masih rajin membeli buku, sehingga jumlah buku di rumah mereka pun tetap tidak pernah berkurang.

Zianca kini berusaha meraih berkas ayahnya yang ada di kolong lemari, berkas itu tampak tua dan dibungkus amplop yang usang. Saat ingin membuka amplop itu untuk melihat tanggal dan tahun di dalamnya, ayahnya justru segera merampas amplop itu.

"Yang ini jangan !!" Serunya tiba-tiba merebut amplop usang itu sehingga mengejutkan Zianca.

"Ya ampun Pa.. bikin kaget aja.."

"Ma..maaf.. yang ini biar papa aja yang simpan.." ujarnya gugup segera membawa berkas itu turun ke lantai satu, entah dimana ia akan menyimpannya.

Zianca yang tidak curiga atau merasa aneh dengan itupun tetap santai dan kembali melanjutkan aktivitasnya.

Setelah selesai, tak terasa sudah 3 jam mereka berdua membersihkan ruang kerja dan gudang penyimpanan di lantai dua. Kini mereka memutuskan untuk makan siang bersama, sebelum akhirnya istirahat tidur siang. Hanya saat hari libur mereka bisa beristirahat dengan tenang. Di tambah lagi ibunya sedang tidak ada dirumah, setidaknya Zianca tidak mendengar omelannya ibunya hingga besok malam.

Saat terbangun, Zianca di kejutkan oleh getar ponselnya. Di liriknya jam menunjukkan pukul 6 sore, ternyata ia sudah tidur siang selama 3 jam. Ia segera meraih ponselnya di atas meja belajar, ternyata Puput meneleponnya.

"Halo Zi.. lo kemana aja sih??" Gerutunya.

"Baru bangun gue.." jawab Zianca parau.

"Oh.. sorry deh.. gue kira lo kemana.." ujarnya lega.

"Emangnya kenapa??"

"Buruan liat grup sekolah deh.."

"Emangnya ada apa sih??"

"Bokapnya Aaron sponsorin semua biaya liburan kita ke Bali.." jawabnya semangat.

"Hah????? Seriusan lo???" Sontak Zianca langsung sadar.

"Makanya anak-anak pada heboh di grup.."

"Yaudah gue cek dulu.." Zianca segera memutus panggilan teleponnya.

Ia segera memeriksa chat di ponselnya, ada 3 pesan dari Aaron, 15 chat di grup queen dan puluhan chat di grup sekolah mereka.

Si A tampak memforward pesan dari seorang guru ke grup, yang berisi pemberitahuan jika murid kelas 12 tidak perlu membayar biaya liburan mereka karena telah di sponsori oleh orang tua Aaron. Mereka hanya perlu membawa uang saku masing-masing untuk membeli oleh-oleh untuk mereka sendiri.

Perjalanan itu sebenarnya hanya di khususkan untuk anak kelas 12 sebagai acara perpusahan, tetapi jika anak kelas 10 dan 11 ingin mengikutinya, maka hal itu di perbolehkan, sayangnya hampir 90% anak kelas 10 tidak ada yang ikut dan hanya beberapa anak dari kelas 11 yang ikut liburan, termasuk Aaron and the genk. Tentu saja, Aaron berencana pergi karena ia berpikir Zianca pasti ada disana.

Zianca tertegun, dia semakin minder dengan Aaron yang selalu berada di dekatnya. Aaron sudah di jamin pasti anak yang sangat kaya raya, karena biaya yang di keluarkan untuk perjalanan itu sudah di pastikan akan menghabiskan biaya hingga ratusan juta. Zianca kemudian membaca pesan Aaron.

"What r u doin'?" Pada pukul 14.10

"Hello??" Pada pukul 16.18

"Zi.. kamu lagi ngapain??" Pada pukul 17.20

Dia kemudian tertegun sebelum akhirnya membalas pesan Aaron.

"Sorry.. aku baru bangun tidur.." balasnya singkat.

"Ohh.. iya deh.." hanya balasan singkat itu yang tertulis disana.

"Ada apa?" Tulis Zianca

"Ga ada.." Aaron seperti orang lain saat komunikasi melalui chat, dia mengirim pesan, lalu membalasnya dengan singkat, membuat Zianca bingung, Zianca pun tidak lagi membalasnya.

Zianca menghela nafas panjang, dia semakin merasa tidak enak pada Aaron soal Fina kemarin, saat ini memang telah terbukti jika orang tuanya sangat kaya, namun ayahnya pasti tidak akan senang, atau mungkin Aaron akan kena marah oleh orang tuanya karena tau dia telah menghabiskan uang 8 juta itu hanya untuk mentraktir temannya memakan makanan mewah.

Zianca kemudian teringat dengan kotak celengannya di dalam lemari.

****

Ayahnya membuat mi goreng pedas dengan telur mata sapi untuk sarapan mereka pagi itu, sementara Zianca membuat teh hangat sebagai pendampingnya.

"Gimana persiapan ujian kamu minggu depan Zi??" Tanya Ayahnya memulai percakapan.

"Sejauh ini masih aman aja kok pa.." angguk Zianca santai.

"Syukurlah.. terus.. persiapan tes beasiswa kuliah kamu gimana? Kapan kamu mau papa temenin tes toefl nya??"

"Hmm.. kayaknya dalam waktu dekat ini pa.. paling telat habis ujian aja deh.. biar Zizi bisa fokus belajar untuk ujian dulu.." sebenarnya Zianca akan pergi tes itu seorang diri dengan uang tabungannya, ia tau jika biaya toefl itu tidak murah, dan yang pasti, orang tuanya bisa-bisa jadi bertengkar hebat karena tau biaya toefl nya yang tidak murah.

"Oke kalau gitu.. nanti kamu kabarin aja ya, kapan kamu mau pergi.."

"Iya papaku sayang.."

Setelah sarapan bersama, kini mereka bersiap untuk segera berangkat. Ayahnya tengah memanaskan mobilnya sementara Zianc segera membuka pagar besinya. Saat pagar terbuka ia terperangah mendapati Aaron telah memarkirkan mobilnya disana, menunggu Zianca.

"Morning.." sapanya manis.

Zianca hanya tersenyum ramah tidak seperti biasanya, Aaron yang melihat senyuman manis Zianca tampak salah tingkah. Biasanya ia mendapat tatapan sinis Zianca. Melihat itu dari kaca spion mobilnya, sang Ayah segera turun dari mobil, menghampiri mereka.

"Pagi om.." sapa Aaron sopan.

"Pagi.. kamu mau jemput Zianca ya??" Tanyanya ramah.

"Iya om.." angguk Aaron manis.

"Ohh.. yaudah kalian hati-hati ya.." serunya. Sontak Zianca menoleh pada ayahnya, ayahnya bersifat manis dan ramah pada Aaron, padahal biasanya ayahnya tipikal yang sangat ketus dan jutek pada teman cowok Zianca.

Zianca yang sudah mendapat izin itupun segera menyalami tangan ayahnya, lalu segera masuk ke dalam mobil yang mana pintunya telah dibukakan oleh Aaron. Ia pun segera memasang safety-belt dan duduk dengan nyaman, wangi aroma mobil Aaron sangat khas dan nikmat sekali.

Aaron pun segera mengendarai mobilnya menuju sekolah mereka. Zianca yang memangku tasnya tampak sedikit gugup dan gelisah. Ia bingung harus memulai pembicaraan darimana, ia merasa sungkan dan malu dengan sifat Fina kemarin.

1
Erna Sutiyana
sebelum di usir adik Lo udah pergi duluan
Kaka gak ada akhlak
tatata13: bikin emosi emang kk..
total 1 replies
Erna Sutiyana
bukan nya si Aaron ibunya meninggal ya pas lahiran dia
Erna Sutiyana
knp takut keramaian
tatata13: Sebenarnya Aaron dan Zianca itu introvert kak.. tapi mereka harus memaksakan diri buat bergaul.. tapi pas dirumah atau lg sendiri.. mereka bener2 cuma di kamar ndak kadang nggak ngelakuin apa-apa sama sekali..
total 1 replies
Erna Sutiyana
yg nyebelin gini nnti nya yg bakalan bikin kamu kangen zi hehhee
tatata13: coba tebak kak endingnya mereka gimana?? 🤭
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir memberi like. 3 bab dulu ya...
Lina Zascia Amandia
Hai... Kak sy nyicil dua bab dulu ya...
tatata13: kembali lagi ya kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Sy mampir lagi memberi like, semangat, dan Fav.... ayo semangat Kak.... feedback balik ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!