NovelToon NovelToon
Bakat Tanpa Batas

Bakat Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Karir
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: airis28

'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!

hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"

"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"

lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?

penasaran?
silahkan di baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kuda gila!

Nafasku tersengal-sengal setelah berhasil kabur dari kejaran Siska. Kini aku sedang bersembunyi di sebuah gang. Aku tidak berani keluar dengan pakaian bangsawan yang mencolok seperti ini!

Sambil mengatur nafas, aku bersandar di dinding.

“Kakak malaikat!”

Aku menoleh pada asal suara, ada seorang anak kecil yang berusia sekitar 5 tahunan menatapku dari depan gang. Aku menaruh jari telunjukku di bibir. Untuk menyuruhnya diam.

“Mama.... disini ada kakak malaikat!” Teriak anak itu.

Hei bocah, aku menyuruhmu diam! Kenapa kau malah makin berisik dan memanggil mamamu? Juga... apa-apaan dengan sebutan kakak malaikat itu? Meski pakaianku putih, tapi aku bukan malaikat!

“Mama.... cepat sini, ada kakak malaikat!” bocah sial*an!!

Dengan panik aku mengambil topeng putih yang terselip di kantong dalam pakaian ini. Lalu melompati tembok yang tingginya 2m. Menuju gang seberang.

(sumber shopee)

Ibu anak itu menghampiri anaknya “ada apa sih?”

“tadi ada kakak malaikat. Tapi udah pergi. Terbang ke sebelah” kata anak itu polos sambil menunjuk ke arah tembok.

“Kau ini ada-ada saja. Sudah, ayo pulang. Kita makan kue” ucap ibu anak itu lembut.

Anak itu masih terdiam menatap tembok tempatku melompat tadi. Dan kemudian akhirnya dia ikut ibunya untuk pergi.

DI seberang tembok aku memegang dadaku. Kembali mengatur nafas. “Untung saja, hampir saja aku keliatan sama orang lain dengan pakaian yang mencolok mata ini. Aku harus sembunyi. Tapi dimana ya?” tiba-tiba aku teringat Fathoni.

Ah benar juga. Ini semua karna pria itu! Lebih baik aku pergi kerumahnya memintanya bertanggung jawab atas nasibku ini! Tapi.... bagaimana caraku untuk pergi ke rumahnya? Karna buru-buru lari, aku lupa membawa hp dan aku bahkan tidak membawa uang sepersen pun. Bagaimana caraku pergi ke rumah William?

Di saat aku tengah berfikir, terdengar suara ribut dari jalanan, aku mengintip dari tembok gang. Ternyata ada kuda putih yang sedang mengamuk dan berlari sambil menabrak apapun yang ada di hadapannya.

Seketika jalanan jadi kacau balau, orang-orang yang memakai sepeda atau motor meninggalkan kendaraannya, dan pergi ke tempat aman. Sedangkan yang naik mobil, berlindung di dalamnya ketakutan. Jalanan seketika menjadi macet, dan terdengar teriakan ketakutan dari segala arah.

“gadis kecil, jangan disana! Cepat pergi!”seseorang berteriak pada gadis smp yang terdiam ketakutan di tengah zabra cross.

Aku melihat kuda yang berlari semakin dekat dekat dengan gadis itu. Sambil menggertakkan gigi, aku berlari ke arah gadis itu, mengabaikan rasa malu yang sedang melandaku. Aku menangkapnya, memeluknya, dan berguling bersama di sisi jalan.

Sambil setengah berlutut di tanah dengan menompang satu tangan, dan tangan lainnya memeluk gadis itu, aku memperhatikan kuda yang sepertinya tidak puas dengan aksiku tadi. Kuda itu kembali mengamuk, meringkik keras sambil menghentak-hentakkan kakinya di jalan beraspal ini.

Kuda itu memandangku sengit, lalu berlari kearahku. Kuda gila!!! Kuda gila ini punya siapa sih???

“kau cepatlah lari cari tempat yang aman” ucapku tanpa menoleh sedikitpun pada gadis ini.

Gadis yang sedari tadi memandang wajahku tersadar dan mengangguk, lalu berlari masuk ke sebuah toko.

Kini tinggal aku dan kuda gila yang sedang berlari ke arahku. Sedangkan orang-orang menonton sambil bersembunyi.

Berfikir... Aku harus berhati-hati dengan kuda ini, jika sampai terinjak olehnya, tulangku pasti patah! Jika aku menarik tali kekang kuda itu dan menahannya hanya dengan kakiku, sepertinya juga mustahil, tenagaku kalah kuat dengan tenaga kuda itu. Berarti satu-satunya cara hanya itu!

Saat kuda itu sampai di dekatku, aku bergerak kesamping, mengambil tali kekang kuda itu, dan melompat ke punggung kuda.

Kuda itu menghentak-hentakkan kakinya, tidak terima, dan berusaha menjatuhkanku.

Aku yang memang sedang kesal dari pagi hari, akhirnya memukul kepala kuda itu. “diam! Aku sedang kesal hari ini! Jadilah kuda yang baik! Dan patuhlah! Kalau tidak, aku akan memukulmu lagi!”

Kuda ini sepertinya faham ucapan manusia, dia mulai diam menurut, meski sambil merengut. Nah... kalau tenang dan jinak seperti ini kan kau terlihat jadi manis.

Prok... prok... prok....

Suara tepuk tangan terdengar dari satu toko, lalu semua orang yang menyaksikan juga mulai bertepuk tangan.

“Hebat sekali anak muda!”

“wah... dia keren!”

“dia seperti pangeran berkuda putih!”

Orang-orang yang hadir mulai memberi apresiasi, memuji dan terus memuji.

“ITU KAKAK MALAIKAT”

suara cempreng ini.... aku ingat, itu adalah suara anak kecil yang melihatku di gang dengan pakaian bangsawan.

Aku terdiam sejenak....

Tunggu!!! Aku kan masih memakai pakaian memalukan yang mencolok ini?? Seketika wajahku memerah, untungnya aku pakai topeng, jadi orang-orang tidak bisa melihat wajah asliku. Tapi tetap saja ini memalukan!

Jepret... jepret.....

Suara dan blitz kamera muncul dimana-mana. Stoppp.... jangan foto!!! Sepertinya ada yang memvidiokan juga deh.

Para orang dewasa mulai mendatangiku, sambil bertanya identitasku, namaku, dan ada yang menyuruhku untuk melepas topengku ini. Seketika aku panik. Bagaimana ini!...

Oh ya, aku kan sedang naik kuda. Suatu ide muncul di pikiranku. Tapi kuda ini milik siapa? Ah... kuda milik siapapun ini, itu urusan nanti, sebaiknya sekarang aku pergi dulu. Soal kuda ini, biar paman Fathoni yang mengurusnya.

Aku menarik tali kekang kuda, dan memacu kuda ini berlari meninggalkan orang-orang yang masih terheran-heran dengan identitasku. Kalian pikir aku akan memberitahu idetitas dan wajahku? Ogah..... terlalu memalukan!!!

Ada 2 orang yang mengejarku, yang satu mengendarai motornya, dan yang satunya di bonceng sambil mengarahkan kamera padaku. Sial!! Apakah mereka wartawan?? Kenapa kebetulan sekali ada wartawan disini?

“Anak muda, tunggu dulu. Kami hanya ingin berfoto denganmu, kami tidak akan membongkar identitasmu”

Kau pikir aku percaya? Apalagi dengan kau yang sedari tadi memegang kamera yang masih menyala ke arahku. Kau pikir aku bodoh? Eh... iya sih dulu aku bodoh. Untungnya sekarang aku jadi pintar.

Aku mengabaikan kedua orang itu “Ayo kuda, perlihatkan padaku kecepatan terbaikmu!” kuda itu meringkik senang, dan berlari semakin cepat.

Untuk sekarang aku tidak boleh langsung ke rumah William, aku harus bisa bebas dulu dari 2 orang ini! Ok, lebih baik pakai jalan memutar.

Aku kembali menarik tali kekang, menuntun kuda berbelok ke kanan, meninggalkan kota. Aku kembali menoleh kebelakang, mereka masih mengikuti. Cih...

Aku terus melaju lurus ke depan. Dan mulai melihat sebuah aliran sungai selebar 2,5m. Memang tempat inilah yang ku tuju!

“kuda, bisakah kau melompati sungai itu?” kuda itu meringkik senang. Kesannya jadi terlihat sombong. Namun dia benar-benar bisa melompati sungai ini dengan mudah. Good job kuda!!

Aku menoleh kebelakang untuk melihat kedua orang yang mengikutiku berhenti di sisi sungai. Bagus... akhirnya aku bisa lepas dari mereka! Sudut bibirku terangkat keatas dengan kemenangan i....

Braakk....

brughh....

Aku yang terbaring di tanah mengerjap-ngerjapkan mataku. Sepertinya kepalaku baru saja terbentur ranting pohon. Hingga aku terjatuh dari punggung kuda.

Si kuda terkikik melihatku di tanah, seperti sedang mengejekku.

Kuda sial*n!!!

1
walk_ing
riki? laki-laki? kalau iya... gue pikir selama ini perempuan 😑
walk_ing
emang, wkwkwkwkwk
walk_ing
siapa lagi, William lah.
walk_ing
prince ini mengingatkan gue sama kudi putih di film Rapunzel. siapa namanya ya, Maximus?
walk_ing: *kuda
total 1 replies
walk_ing
baru nyadar?
walk_ing
lebih baik lah. daripada hanya pakai sarung kek Super Dede, wkwkwkwkwk
walk_ing
bibinya lebih takut halamannya hancur, daripada dia yang hancur, wkwkwkwkwk
walk_ing
wkwkwkwkwk. lengkap sudah. hancur, sirna dan musnah.
walk_ing
nah, ini bukan termasuk dalam kesialan. ini adalah kelalaian. bilang aja selama ini kau lalai
walk_ing
bersyukurlah tidak tinggal kelas.
walk_ing
hal yang patut disyukuri. setidaknya masih bisa masak mie.
Endro Budi Raharjo
tepuk jidat....
Endro Budi Raharjo
krn jarang lihat bola jg.....sy anggap bagus sj
Endro Budi Raharjo
cemburu ya....
Endro Budi Raharjo
maaassss....godain kita dooinnkk
Endro Budi Raharjo
hhhhhh......misi baru
Endro Budi Raharjo
ternyata..cm salah....
Endro Budi Raharjo
wah kok jd amburadul....
Endro Budi Raharjo
kok jd curhat...
Endro Budi Raharjo
potong sj lidahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!