NovelToon NovelToon
TIARA

TIARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:280.6k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya

Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas

Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.

Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.

Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya

Penasaran dengan kisah mereka?

Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir saja'

...Menjadi orang baik itu sangat susah...

...karena baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain...

" Selamat siang silakan, ada yang bisa kami bantu nyonya" Adalah Lena yang mempersilahkan tamunya itu masuk ke dalam toko.

Tiara yang sedang melakukan vidio call dengan sang suami hanya menoleh sekilas. Dia sangat penasaran dengan fokus pandangan sang suami di sebrang sana. Ingin rasanya dia bertanya ketika melihat reaksi yang ditunjukkan suaminya itu, namun sebelum niatnya terwujud, panggilan telah diputuskan secara sepihak oleh sang suami.

Tiara bergeming memandangi benda pipih ditangannya yang telah padam layarnya.

" Ada apa dengannya?" Gumamnya

Baru iya menyentuh kembali benda pipih itu, niatnya untuk menghubungi balik sang suami namun urung dia lakukan, melihat Nara sedang kerepotan membujuk boneka imutnya yang sedang menangis.

Tiara memilih untuk keluar dari tokonya dan masuk kedalam ruangannya yang terletak disamping toko. Dimana Nara dan sang putri sedang berada.

" Uluh-uluh sayangnya mama sudah bangun iya? kenapa mengamuk hem. Panas iya apa bosan hem" Tiara nampak berbicara pada sang buah hati yang kini telah beralih ke gendongannya.

Bayi mungil itu nampak memgamuk, menangis dengan kencang sampai seluruh kulitnya memerah. Tiara mencoba membujuknya, membawa berjalan-jalan memutari ruangannya. Dan akhirnya terduduk di taman belakang sambil menyusui sang putri.

" Jangan terlalu jauh dari istriku dan anakku Nara, tetap berada didekat mereka sampai aku datang"

Adalah pesan yang dikirim Bram beberapa menit lalu. Nara yang awalnya tidak mengerti kenapa tuan mudanya mengirim pesan demikian mencoba memindai sekitar.

Nampak beberapa pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Tiara bercengkrama tak jauh darinya. Menoleh sesaat ke arah Lena, namun yang dicarinya tidak nampak batang hidungnya.

Toko yang siang ini kembali ramai karena bertepatan dengan jam makan siang para karyawan kantor dan anak-anak kuliahan yang sedang beristirahat.

" Don, ada apa?"

Nara bertanya pada Doni menggunakan bahasa isyarat mata, Doni hanya memberi kode agar Nara tetap ditempat. Nara berdecak karna rasa pebasarannya makin tak terbendung.

" Selalu begitu, awas kau nanti ya" Gumam Nara seraya melotot ke arah Doni yang duduk tak jauh dari taman sebelah ruang pribadi Tiara. Disebut ruang karna memang tidak menyerupai kantor, bukan meja penuh berkas dan laptop namun yang ada disana layaknya kamar pribadi.

Doni hanya tersenyum menanggapi respon Nara, sangat lucu menurutnya. Doni dan Nara tidak pernah akur selama ini, ada saja hal yang membuat mereka berdebat.

" Sialan " Umpat Nara kesal, yang mana hal itu membuat Doni semakin tersenyum lebar.

Sementara itu di dalam toko nampak Lena masih sibuk menemani tamunya.

" Saya mau sesuatu yang paling spesial nanti di hari ulang tahun saya," Ungkap seorang wanita muda dengan pogahnya sambil membuka-buka buku menu yang ada ditangannya.

" Kami akan berusaha sebisa kami nyonya" Jawab Lena sopan

" Bos kalian mana? kenapa bukan dia sendiri yang melayani kami"

"Menyebalkan, sebenarnya dia ini mau pesan, beli atau hanya mau lihat-lihat menu saja? dari tadi tidak ada kejelasan" Lena bergumam dalam diamnya. Namun ketika dia melihat beberapa anak buah Doni yang memang berjaga disana dalam keadaan siaga di posisi mereka, Lena meneliti sekitar dengan matanya.

" Sial!!, kenapa sepagi ini sudah macet" Gerutu Bram

Kemacetan disaat jam makan siang sudah sangat wajar, namun menjadi sangat menjengkelkan jika terjadi di waktu kita sedang terburu-buru.

Sementara itu di toko Tiara, sempat terjadi drama sedikit. Lilia yang mengaku sedang hamil sekarang ini menangis karna sponge cake yang dia mau sudah habis terjual. Setelah dibujuk dengan berbagai alasan akhirnya dia mau menggantinya dengan blackfores cake untuk sementara. Dia masih menginginkan sponge cake, alhasil Lena menjanjikan besok pagi sesaat setelah kue matang akan mengabari Lilia langsung.

Sementara Lilia sedang menikmati cake nya, nyonya Amel berkeliling toko sambil menikmati suasana toko yang dibuat mirip cafe itu. Dekorasi yang dibuat sesuai selera anak muda kekinian beserta fasilitas yang disediakan membuat pengunjung semakin betah berlama-lama disana. Selain menikmati menu yang disediakan tentunya.

Saat berkeliling itu tanpa sengaja nyonya Amel menangkap bayangan Doni yang sedang berjalan ditaman samping. Karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya nyonya Amel pun melanglahkan kakinya kearah Doni tadi menghilang. Namun baru beberapa langkahnya terhenti.

" Maaf nyonya, area ini tidak diperuntuknya buat pengunjung. Mohon maaf silakan nyonya kembali ke toko" Ucap salah satu anak buah Doni yang memang sedang mengawasi segala pergerakan nyonya Amel.

" Tadi aku melihat seorang kenalan yang melintas disini makanya aku mengejarnya." Kilah nyonya Amel

" Mungkin anda salah mengenali orang nyonya"

" Huu, baiklah. Tidak boleh masuk ya tidak masuk, begitu saja kok repot." Nyonya Amel berlalu sambil menghentakkan kakinya

Sementara Doni yang berdiri tak jauh dari tempat itu sedikit tersenyum tipis, karena anak buahnya berhasil mengusir nyonya Amel dari sekitaran ruang pribadi Tiara.

Sebenarnya tadi tanpa sengaja Doni melihat nyonya Amel yang sedang memandang ke arahnya, karena itu dia menginstruksikan anak buahnya untuk berlalu lalang seolah jadi pengunjung untuk memudahkan dirinya berpindah tempat. Belum saatnya dia dan Sam bertemu langsung dengan mantan bosnya itu.

" Bukannya itu tadi anak buah si Sam kan, aku tidak salah liat. Tapi mengapa dia ada disini? apa hubungannya dengan Tiara? apa dia sekarang bekerja untuk Tiara? lalu dimana Sam, dia pasti tau dimana bajingan itu sekarang berada. Aku tidak percaya mereka ikut menghilang bersama Sasya." Nyonya Amel bergumam dengan pemikirannya sendiri.

Bram yang baru saja sampai ditoko sang istri langsung menuju ruang pribadi Tiara. Dia tersenyum melihat anak buahnya yang sedang bersiaga namun tetap berrsikap seperti pelanggan toko. Doni yang melihat Bram langsung mengangguk penuh hormat, Bram hanya memberi kode agar tetap berada ditempat dan waspada.

Bukan hal berlebihan, karena beberapa waktu lalu setelah pernikahan Lilia dengan Dion, nyonya Amel menjalin kerja sama dengan seseorang yang mampu berbuat jahat kepada orang lain demi tercapainya tujuan mereka. Bram tidak mau mengambil resiko terhadap anak dan istrinya. Belum saatnya orang tau bahwa Tiara adalah Sasya.

Senyum Bram mengembang melihat dua wanita kesayangannya sedang bercanda dalam ruangan. Boneka imut Camelia yang baru bisa berguling-guling, tertawa keras melihat sang mama yang melakukan ciluk bah.

" Maafkan papa nak, papa belum bisa mempertemukanmu dengan ayah kandungmu saat ini. Terlalu banyak resiko yang harus kamu hadapi nantinya jika bertemu ayahmu sekarang. Dia ada diluar, sangat dekat dan mungkin kamu bisa merasakan kehadirannya." Bram mendesah pelan

Ya, Dion saat ini pun sedang berada ditoko Tiara. Dia datang karena rengekan Lilia menginginkan sponge cake.

Semua butuh waktu dan proses. Tidak ada yang instan didunia ini termasuk Cinta.

TO BE CONTINUE

1
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
tiaranya hamidun bram
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
nara anak kandung pak andrew yg di cari
Abcdefghiloveyou⏤
Semangat KK😍😍
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
duh ...galpok Karo fotene, guanteng😍😍😍
ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ🍒⃞⃟🦅
udah part 2 aja semangat ante ry
Chika£Hiats
Bahagianya kakek Andrew mempunyai cucu kembar😚
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁

Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Chika£Hiats
Qeenan lucu n pinter banget 😚😘
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
jois Jody.....jodoh gak yo
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
so sweetttt ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
AndreaLeOny
Cerita yang bagus dan menarik. Semangat berkarya Thor sukses selalu 💪😚
Ony6
Cerita yang bagus dan menarik, enak untuk dibaca. Suka sama tokoh Bram yang begitu tulus mencinta Tiara😚
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
sabar ya Mark, lope lope deh buat mu❤️❤️❤️❤️
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
moga sll sehat Nara, bocil ...gemesin😍😍😍
𝔄𝔰 ⁸
like
𝓢𝓸𝔂 𝓱𝓮𝓻𝓶𝓸𝓼𝓪
lagi kak
𝓢𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓶𝓾
next
ℱera 𝓢 ℰ
lanjut
ℱioℰ²
good 👍
ℱiaℰ¹
🤗
𝐒𝐡𝐚𝐡𝐢𝐫𝐚
like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!