⚠️ Warning..!! Rate 21++
"pelan pelan tuan, saya sedang hamil"
"A..APAA.. MAKSUDMU?"
"siapa yang telah menanam benih di rahimu?
"apa maksud tuan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rieda mustafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. kilas balik
**Abaikan Typonya 😊
Happy Reading
🌷🌷🌷🌷🌷**
"Jim.. sambut mempelai wanitanya dan bawa kesini" suara Tania yg menyadarkan Jimmy akn kebodohanya.
"Baik nyonya" siap Jimmy
Jimmy melangkah mendekati Bella
"Cica.."
Bella langsung mendongak. Mencari orang yg telah menyebut namanya dengan nama sayangnya. Begitu terkejutnya Bella melihat pria yg ada di depanya. "Arvano" ucap Bella
Tak ingin terlihat bodoh Jimmy langsung menggandeng tangan Bella. Jimmy menyerahkan tangan Bella ke Ansel.
Bella betul betul tak kuasa menahan air mata nya. Pria yg sangat di rindukan kini ada di depannya. Namun Bella sudah tak bisa memeluknya ataupun melepas rindu.
Begitu juga dngn Jimmy. Jimmy menyesali masa yg dia sia siakan. Tanpa mencari keberadaan wanita yg pernah singgah di hatinya.
Sumpah janji suci sudah selesei. Kini Bella dan Ansel semobil. Dan Jimmy sebagai sopir mereka.
Di dalam mobil. Tidak ada obrolan ataupun kata kata mesra dari pasangan pengantin ini.
Jimmy tau pernikahan mereka bukan di dasari karena cinta. Tapi janji yg di icapkan di depan jenazah papi Bella.
Sampai di hotel. Jimmy langsung membuka pintu untuk keduanya. Bella mnyentuh jari Jimmy. Memberi kode bahwa dia sangat merindukan Jimmy. Sedangkan Jimmy hanya mampu menatap. Tak bisa membalas sentuhan jari Bella.
"Maaf.." ucap Jimmy lirih.
Membuat Bella lemas seketika."sudah hilangkah rasa cintamu padaku Ar?" Tanya Bella dalam hati
Bella melangkah mendekati Ansel. Ternyata di dalam sudah banyak saudara saudara yg hadir.
\*\*\*\*\*\*\*\*
5 tahun kemudian
Seorang anak kecil yg tertabaring di rumah sakit langgananya. masih berjuang untuk hidupnya. Seorang anak laki laki berusia 4 tahun menderita kelainan jantung. Dia harus mendapat pencakokan jantung agar bisa hidup normal bersama keluarganya.
"Undaa.. kapan kak ello cembuh?" Tanya sang adik wanita yg bernama sellin.
"Kak ello pasti sembuh dek. Kita doakan kak ello ya. Jangan putus asa dalam doa doa kita" jawab bunda
"Hallo anak ayah.." "ayah Lei datang unda" balas Sellin lalu berlari ke dalam pelukan pria yg di panggil ayah.
Yaa Reinard adalah pria yg telah di panggil ayah oleh Sellin dan Sello. Reinard yg dulu menolong Yuki saat ingin melahirkan. Dan sampai sekarang diapun masih selalu ada buat keluarga Yuki.
\*\*\*\*\*
Flashback
Pertemuau Reinard dan Yuki.
Saat Yuki keluar dari kantor papanya. Dan ingin makan siang bersama beberapa karyawanya. Tiba tiba perut Yuki merasa mulas dan nyeri.
Yaa waktu itu kehamilan Yuki sudah memasuki usia 9 bulan. Bibiknya sudah melarang untuk tidak ke kantor, namun Yuki menolak. Dengan Alasan biar lahiran kedua bayi kembarnya bisa berjalan dengan lancar kalo sering gerak.
Alhasil saat makan siang di restorant tiba tiba perut Yuki merasa kram. Dan seperti akan melahirkn. Berjalan pun Yuki jadi tak sanggup karena sakit yg tiba tiba datang.
Dan saat Yuki dan beberapa karyawan panik. Reinard datang dengan seorang wanita. Mungkin kekasihnya.
"Mas.. tolongin bos kami mas. Sepertinya beliau akn melahirkan" ucap salah satu karyawanya
Reinard yg belum pernah menghadapi wanita hamil hanya menatap sekilas. Namun saat melihat wajah Yuki yg seperti kelelahan jadi tak tega.
"Sayang.. udah yuk kita makan aja. Biar di tolong sama orang lain" ucap Felisa kekasih Reinard.
"Tidak sayang.. aku harus menolongnya kasian." Jawab Rei
"Ishh.. nyebelin banget sih kamu Rei. Kamu lebih milih wanita yg tida ada hubungan apa apa sama kamu. Di banding sama aku" jesal Felisa
Namun Rei tak menghiraukan ucapan Felisah. Rei lebih kasihan sama wanita hamil dan bayinya..
Rei langsung mengangkat Yuki kedalam mobil Rei. Dan Rei langsung membawa kerumah sakit.
Benar saja sampai rumah sakit Yuki langsung di tangani oleh dokter.
"Pak.. silahkan masuk dan beri semangat untuk istrinya. Biar ada kekuatan" ucap salah satu perawat.
Rei pun garuk garuk kepala yg tak gatal. "Saya.." ucapan Reinard di potong oleh salah satu perawat.
"Bapak.. biar istrinya jadi lebih semangat. Kasian loh jika tak di dampingi, apalagi ini adalh bayi kembar, dan baru pertama melahirkan." Ucapnya lagi
Ahirnya Rei pun masuk dan dudu di samping Yuki.
"Pak.. pegang tanganya beri dia kekuatan"
Reinard pun langsung mengikuti apa yg di peritahkan dokter.
Dan merasa ada yg memberi kekuatan. Yuki pun merasa tidak sendiri. "Ternyat masih ada orang baik yg peduli" ucap Yuki dlm hati
"Ayokk buk.. kepala bayinya sudah kelihatan. Jangan menyerah buk" ucap Dokter
Melihat Yuki yg kelelahan Rei pun jadi tak tega.
"Ayao sayang.. yg kuat sayang demi anak kita" ucap Rei yg tiba tiba. Membuat dokter dan beberapa perawat tersenyum.
Yuki yg tidak mengenal pria itu pun tak peduli apa yg di ucapkan. Sambil mengejan Yuki menggigit punggung tangan Rei yg memberi kekuatan dengan sangat keras.
"Aakhh.... owekk oweekk.."
Bersamaan dengan teriakan kesakitan Rei dan Yuki serta tangisan dua bayi yg lucu. Membuat Yuki lega.
Hanya butuh waktu 10 menit 2 bayi kembar itu lahir. Dengan bobot yg sama sama normal.
Rei langsung berjalan keluar. Dan menunggu proses pembersihan ibu setelah melahirkan.
Ternyata sejak pagi Yuki sudah merasakan sakit perut. Dan ternyata sudah mulai pembukaan. Di rumah sakit pun pembukaam sudah 10. Dan ahirnya dengan cepat bisa lahiran normal.
Mendengar tangisan bayi. Hati Rei terharu. Dia sangat menyukai anak anak.
"Pak silahkan di tunggu istrinya. Hibur biar gak terjadi baby blus" ucp dokter lagi
Dan Rei pun tak menolak. Rei langsung masuk dan tersenyum pada Yuki.
Yuki merasa malu saat di lihat pria yg tak di kenak. "Maaf yaa.. sudah membuatmu sakit" ucap Yuki
Rei hanya tersenyum manis "tak masalah... ohh iya suamimu ke mana kenapa gk menemanimu?" Tanya Rei
Rei jadi menyesal melihat raut wajah Wanita yg di depanya. Seperti ada luka yg tak bisa di obati.
"Maaf jika pertanyaanku membuat lukamu kembali sakit" ucap Rei
Yuki hanya mengangguk.
"Siapa namamu?" Tanya Rei lagi.
"Yuki" jawabnya
Sedangkan Rei juga mengenalkan dirinya. "Aku Reinard. Panggil saja Rei" ucapnya lagi
Yuki mengangguk.
Dokter datang dengan membawa 2 bayinya.
"Ibu.. silahkan bayinya bisa di peluk dan bisa di latih untuk menyusu" ucap perawat.
"Bapak.. bisa bantu urut payudara istrinya. Biar bisa lancar" titah perawat
Mendengar ucapan perawat itu. Yuki dan Rei saling berpandangan.
"Ohh iya sus" jawab Rei semangat.
Mendengar jawaban Rei sontak mata Yuki melotot "haah..!" Sambil ternganga tak percaya.
"Kalo begitu kami tinggal dulu ya pak. Buk" pamitnya
Mereka berdua pun mengangguk.
"Yuki sedang berusaha membuka kancing baju atas. Namun sangat sulit. Sedang baby yg dalam pangkuan Yuki bibirnya seperti minta sesuatu.
"Sebentar sayang.." ucap Yuki. "Ini kenapa sihh susah banget" keluh Yuki.
Mendengar keluhan Yuki. Rei pun bermaksud membantu. Namun Yuki menolak. "Jangan pegang pegang" kesal Yuki.
"Apa kamu tidak kasihan dengan 2 bayimu sudah kehausan?" Tanya Rei.
"A.. aku bisa.." sebelum selesei bicara Rei pun langsung membantu membuka kancing bajunya yg atas.
...***Bersambung***...
benar hipersex tuh engsel pintu😂😂😂