NovelToon NovelToon
Perjalanan Cinta Anak Haram

Perjalanan Cinta Anak Haram

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:288.6k
Nilai: 5
Nama Author: Delis Misroroh

TAMAT ❤️
Boleh baca BROK3N dulu ya.

Misela adalah anak yang lahir di luar pernikahan. Sejak kecil dia selalu di sebut sebagai anak haram. Misela banyak menyimpan trauma bahkan Misela menerima pernikahan dari Rangga yang belum terlalu di kenal.

Siapa sangka Rangga membuat Misela makin terluka terlebih pria itu terlalu menuruti perkataan ibunya.

Namun di saat bersamaan Dzakir seorang ustadz dan dosen tempat Misela kuliah mendekati nya begitu juga Hilman mantan pacarnya.

Akankan Misela menemukan kebahagiaannya?

ikutin terus ya jangan lupa dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delis Misroroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Rujuk?

Sudah dua jam Rangga dan Ibunya menunggu hasil laboratorium. Tapi masih belum ada tanda-tanda hasilnya telah keluar.

Rangga mulai khawatir dan gelisah. Rangga hanya mundar-mandir sejak satu jam lalu.

"Le kamu bisa duduk diem gak sih?" Kata Bu Wardah membentak Rangga.

"Rangga khawatir Bu e kalau Rangga positif bagaimana nasib Rangga kedepannya?"

"Itu sih urusan kamu Le, kan salah kamu bukan salah Bu e. Koe terlalu ***** jadi laki-laki kok sembrono. Emang Bu e ngajarin kamu jadi laki-laki begitu hah?"

"Bu e tuh gimana sih bukannya kasih semangat malah bilang gitu. Kan Rangga udah bilang Rangga itu khilaf. Rangga terlalu sayang dan rindu sama Nindi. Mana Rangga tau Nindi bawa penyakit."

"Udahlah berdoa aja. Bu e juga doain kamu sehat bukan minta kamu sakit Le."

Perdebatan mereka pun berhenti ketika seorang perawat memanggil.

"Atas nama Pak Rangga silahkan masuk."

Rangga dan Bu Wardah langsung masuk ke ruangan yang di maksud perawatan tadi.

"Gimana Dok saya negatif HIV kan?"

"Alhamdulillah Pak Rangga hasil pemeriksaan menyatakan hasilnya negatif. Jadi Pak Rangga tak perlu cemas lagi."

"Alhamdulillah Bu e. Doa Bu e terkabul. Rangga sehat Bu e."

Rangga dan Bu Wardah saling berpelukan.

"Iyo Le Alhamdulillah."

"Ini hasilnya." Dokter itu memberikan sebuah map pada Rangga.

Rangga sangat puas membacanya lalu berpamitan dan pulang ke rumah.

__________

Dua hari sudah berlalu begitu saja. Rangga belum tau kabar Nindi di rumah sakit. Selama dua hari ini yang Rangga pikirkan hanyalah Misela. Pengajuan gugatan cerainya belum juga mendapatkan kabar.

Rangga pun memutuskan untuk pergi menemui Misela karna baru kali ini Rangga merasakan rindu pada Misela.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'a....... Mas Rangga?"

Rangga terkejut melihat Misela sedang duduk berhadapan dengan Hilman di ruangan tamu.

Misela lebih syok melihat Rangga yang berani menginjak kan kaki ke rumahnya.

"Mau apa jauh-jauh kesini Mas?" Tanya Misela.

"Kamu gak nyuruh aku masuk dan duduk?" Jawab Rangga yang masih di ambang pintu.

"Silahkan masuk Mas. Silahkan duduk dimana saja." Kata Misela sambil duduk kembali dan Rangga pun duduk di sebelah Hilman.

"Dia siapa?" Rangga melirik Hilman.

"Kenalkan dia...." Misela belum selesai bicara Hilman sudah menjulurkan tangannya pada Rangga.

"Aku Hilman. Kaka kelas Misela dan guru silat nya. Juga mantan pacarnya." Ujar Hilman dengan tersenyum manis.

"Apa?" Rangga terkejut dengan pernyataan terakhir Hilman.

"Kenapa?" Tanya Hilman.

"Oh enggak-enggak. Kamu pasti tau aku kan?" Jawab Rangga.

"Iya kamu mantan suami Misela kan?" Ucap Hilman dengan penuh tekanan di bagian kata mantan.

"Kami belum resmi bercerai. Dan Misela Mas kesini mau bicara hal serius dengan mu."

"Mau bicara apa Mas?" Kata Misela tanpa menatap Rangga.

"Mas mau bicara tapi tanpa ada mantan pacar mu ini." Rangga melirik Hilman.

"Loh aku kesini mau jenguk Misela dan baru saja datang. Duluan aku lo duduk disini." Hilman membela diri.

"Ini urusan ku dengan istri ku." Rangga terlihat marah.

"Kan kamu sudah talak Misela. Arti nya dia sudah bukan istri mu." Sahut Hilman.

"Talak ku tak berlaku karna Misela sedang masa haid saat itu. Kamu pasti lebih tau kan Misela?" Ucap Rangga kembali.

"Sudah jangan berdebat. Mas Rangga kalau mau bicara tinggal bicara. Ka Hilman tetap disini karna aku gak mungkin ngusir tamu." Kata Misela.

"Denger tuh." Hilman menyilang kan tangannya di dada.

Rangga tak ada pilihan lagi. Dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bicara dengan Misela. Namun sayang Adelia saat itu datang dan marah-marah pada Rangga.

"Rangga? Berani sekali kamu kesini?" Kata Adelia.

"Bunda?" Rangga gelagapan.

"Pergi kamu Rangga. Aku tak sudi lihat wajah mu."

"Bunda maafkan Rangga. Niat Rangga kesini untuk rujuk dengan Misela."

"Apa kamu bilang? Jangan mimpi rujuk dengan anak saya setelah luka dalam dan tangan kamu yang kotor itu bersentuhan dengan wanita lain. Misela menunggu surat cerai mu bukan rujuk mu."

"Tapi Bunda...!"

"Saya bilang pergi dari sini."

"Misela sayang kamu kenapa diam?"

Rangga berlutut dihadapan Misela.

"Mas Rangga aku sudah bilang kalau aku gak akan pernah menerima rujuk mu saat aku pergi dari rumah. Aku terlalu jijik melihat Mas dan Nindi sedang berciuman saat itu. Dan lagi Mas kamu ingat kan tangan mu sudah melayang untuk memukul ku. Jika saat itu tak ku tahan aku pasti sudah menerima tamparan pertama mu. Aku tak akan bisa memulai hubungan kita lagi Mas. Satu kesalahan akan mengundang kesalahan lain. Pergilah Mas sebelum Papi Hanan lebih marah dari pada Bunda."

Rangga tak bisa bicara apa-apa lagi. Perkataan Misela semuanya benar. Kesalahan nya memang sangat fatal saat itu. Rangga pun dengan terpaksa keluar dari rumah itu dan pulang dengan rasa kecewanya.

"Nak kamu yakin gak apa-apa?" Tanya Adelia membelai kepala anaknya.

"Bunda, tak mungkin Misela tak apa-apa. Hati Misela jelas hancur. Tapi Misela gak akan putus asa. Misela yakin ini sudah jalan Allah agar Misela semakin kuat kedepannya."

Hilman di buat haru akan pemandangan yang dia lihat saat itu. Hilman memang sama sekali belum move on dari Misela. Sejak Misela memutuskan hubungan cinta nya Hilman tak pernah berpacaran lagi padahal banyak gadis yang mengantri mendekatinya.

Apalagi Hilman sudah sangat kenal dan berhubungan baik dengan orang tua bahkan Aldian jadi Hilman bertekad untuk memupuk cinta yang sudah lama layu.

"Maaf ya Nak Hilman jadi melihat aib keluarga kami." Ucap Adelia sembari mengusap air matanya.

"Gak apa-apa Bun, Hilman maklum kok." Jawab Hilman dengan ramah.

"Oiya Nak Hilman mau minum apa biar Bunda buatkan?"

"Seperti biasanya aja Bun es teh manis."

"Kalian ngobrol aja ya Bunda kebelakang dulu buatin minum."

Sejak masa sekolah Hilman memang sering berkunjung ke rumah Misela jika Misela sedang pulang dari pesantren nya. Dan saat Hilman berkunjung selalu es teh manis yang dibuatkan oleh Adelia.

"Misela apa yang harus aku lakukan?" Hilman kembali membuka obrolan mereka.

"Maksudnya gimana Ka?"

"Misela kamu pasti tau maksud ku. Aku ingin sekali menghibur mu yang sedang terluka saat ini."

"Maafin Misela Ka. Untuk saat ini dan kedepannya Misela mau fokus dengan skripsi dan Misela juga mau meniti karier dulu Ka."

"Misela aku siap kapan pun jika kamu butuh bantuan ku. Kamu tau itu kan?"

"Iya Ka kalau Misela butuh bantuan nanti Misela hubungi Ka Hilman."

"Terima kasih banyak Misela kamu tak membenci ku."

"Untuk apa aku membenci mu Ka Hilman?"

"Untuk kesalahan pahaman yang lalu."

"Ka Hilman tau aku tak pernah membenci seseorang dalam waktu yang lama kan?"

"Lalu apa kamu juga begitu dengan Rangga?"

"Tentu saja Ka. Saat ini Misela memang sangat membenci Mas Rangga. Bahkan kebencian dan kekecewaan ini amat menyakitkan. Tapi Ka Hilman tau hal itu tak akan mempengaruhi hubungan ke depannya karna Misela sangat mengedepankan hubungan silahturahmi. Jika Misela bertemu dengannya ya tetap bertegur sapa bahkan berteman. Namun tidak dengan hubungan yang lebih. Itu tidak akan pernah terjadi Ka."

"Jadi maksud kamu, bahkan aku juga gak bisa jadi bagian dalam hidup mu lagi?"

"Maaf Ka Hilman, Ka Hilman tau betul sifat Misela kan? Misela selalu berpegang teguh dengan ucapan."

Hilman seketika lemas. Tubuhnya langsung menyandar di bagian belakang kursi. Misela memang orang yang sangat bisa di pegang ucapannya. Namun Hilman akan tetap berusaha karna "Nothing impossible if Allah say Kun faya Kun."

...#####################...

...Jangan lupa jejaknya setelah membaca ya biar author makin semangat up nya ✌️✌️...

1
Yulia
mau dong kk Khimar nya klu bisa😁🤭
delissaa: ini udah lama kak 🙏
total 1 replies
Meyke Joyce Rantung
Jangan2 si Erlina 😅
Meyke Joyce Rantung
Aku fokusnya ke papi Hanan...koq jadi jahat begitu sama Misela..
guntur 1609
jangan blng erina
guntur 1609
egois uminya. maunya dibalik. krn ukurnyab2 tahun lagi suruh suaminya cari oendamping hidup
guntur 1609
calon pelakor
guntur 1609
mampus kau..kenalah kau aids juga rangga..hahahha..perbuatanmu langsung dibayar kontan
guntur 1609
lah bryi hanan sdh tobat....baik berti sldia sama milea
guntur 1609
mksd zakir nanya gtu. krn brti dia tahu kalau kau belum wiki..wiki..
guntur 1609
kok balik lagi misela kerumah papinya..nanti kau dilecehkan lagi..dasar bodoh
guntur 1609
belum tentu nindi yg kau bangga kan. akan membanggakan mu ibunya rangga....kalian saja nanti mngkn nindi itu jalang ygbberkedok gadis baik
guntur 1609
krjsm nya adelia dan xami. tanpa kalian sadari anak kalian yg jadi korban
Nm@
Lanjut kak
Nm@
Akhirnya..... 3M menemukan sekolah
delissaa
good
Sofia Pontoh
Masya Allah..ceritax bagus.. bnyaj pelajaran yg d dapat..Authorx JUARA...👍👍🤗🤗🥰🥰❤❤.. Dzakir dan Misela..pasangan serasi..seia sekata..sehati.. ❤❤🤗🤗🥰🥰❤❤..Lanjut thor..cerita 3 anak kembarx Dzakir dan Misela..🤗🥰🙏
delissaa: terima kasih banyak kak udh maraton baca karya qu 🙏 sehat terus ya 😊
total 1 replies
Sofia Pontoh
Salah alamat si minax yaa..😁😎
Sofia Pontoh
Dzakir suami yg HEBAT..SETIA.. aq sukaa👍👍
Sofia Pontoh
Duuuh..gak tanggung2 permintaan si erlin..mnaa tahaaan berbagi suami..😎🙈
Sofia Pontoh
Masya Allah..barakallah.. bnyak selamat yaa pak Rektor🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!