NovelToon NovelToon
Garis Adat Pernikahan

Garis Adat Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan
Popularitas:63.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs.Kang Chi

Jodoh, Kematian, Kebahagian, Kecelakaan di tangan Allah SWT. Tapi manusia dengan kuasanya, berbuat seperti kehendak Tuhan, mengatur perjodohan. Yang terlahir lebih dulu harus menikah lebih dulu.

Seorang lelaki memakai koko putih dengan celana panjang duduk dikursi dengan sopannya berhadapan dengan ayah dari seorang wanita. Lelaki itu dengan ramahnya membuka suaranya.

" Bapak, kedatangan saya kemari untuk melamar anak bapak!"

" Nak, bapak tidak menolak lamaranmu, tapi bapak berikan kamu pilihan, jika kamu ingin menikah cepat silahkan menikahi kakaknya, jika bisa menunggu kalian tunangan saja dulu." Ucap lelaki yang sudah sedikit beruban dengan pakaian berbatik.

Lelaki dihadapannya tampak menatap tidak percaya dengan ucapan ayah dari si wanita yang tertunduk tampak menahan air matanya.

Apakah yang akan dipilih lelaki ini? Menikahi kakaknya atau tetap menikahi adiknya dengan menunggu pernikahan kakak dari wanita yang disukainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curi Pandang

Diruang salon, dua wanita sedang dikeringkan rambutnya karena baru saja mereka keramas, Haya yang sedang menatsp layar ponselnya tersenyum membuat Mia temannya keheranan.

"Pesan dari siapa tuh?" Goda Mia.

"Daiyan bilang mau jemput aku kesini soalnya kita mau fitting baju," jawab Haya malu-malu.

"Cieeee, oke deh kalau gitu pergilah. Tapi aku pesan kamu jangan tremor kalo lagi sama Daiyan!" Kata Mia sambil tertawa.

Haya tersipu, mengingat dirinya masih gemeteran kalau dekat dengan Daiyan, dan yang menyadari sikap Haya seperti itu hanya Mia. Padahal orang mengenal Haya wanita yang tangguh, tegas, dan galak.Tapi mereka tidak kenal Haya, bahwa Haya yang mendapat julukan Ratu Macan juga punya sisi lemah.

*****

Sore itu, mobil mercedes putih terparkir depan rumah Pak Ansori. Haya keluar dari mobil berbarengan dengan Daiyan. Mereka langsung menyalami Ibunya Haya yang sedang menyapu di halaman depan.

"Kalian pulang bareng?" tanya ibu.

"Iya tadi habis fitting baju." Jawab Daiyan ramah membuat Haya senang melihat sikap Daiyan.

"Oh begitu, ya sudah ke dalam dulu sekalian makan malam bareng ya nak!"

" Emm.. Tidak u.."

" Ayolah Daiyan, jangan nolak ajakan calon ibu mertua!" Kata Hata sambil tersenyum.

" Iya nak sesekali loh, sebelum kalian dipingit!" Kata ibu nimbrung merayu Daiyan.

Mau tidak mau Daiyan pun mengiyakan ajakan tersebut, selesai sholat magrib berjamaah dirumah pak Ansori, semuanya langsung berkumpul di meja makan untuk menyantap hidangan makan malam. Haya duduk disamping Daiyan sementara Raniyah lagi-lagi duduk didepannya.

" Maaf nak Daiyan cuma ini yang ada dirumah ibu, masakan sederhana." Kata Ibu.

" Tidak apa ibu, sama kok seperti dirumah saya juga!" Sahut Daiyan.

" Terima kasih loh nak Daiyan sudah mau ikut makan malam bareng kami disini."

" Ini bukan apa-apa Pak, sudah seharusnya saya membiasakan diri disini." Kata Daiyan dengan ramah sambil sesekali mencuri pandang ke arah Raniyah yang terlihat cuek dan biasa saja dengan kehadiran Daiyan.

"Bisa-bisanya dia sangat tenang dan seolah tidak ada yang terjadi kemarin!" Geuru Daiyan dalam hatu.

" Dai!!" Seru Haya membuat Daiyan tersadar, rupanya sedari tadi Haya menawarinya sayur karedok.

"Ah boleh sedikit saja!" Kata Daiyan seperti salah tingkah, Haya sedikit kesal dia pun menaruh sesendok karedok kacang panjang dipiring Daiyan.

Raniyah tersenyum sinis, membuat Daiyan merasa tersingung, dia menatap tajam pada Raniyah yang berada didepannya. Dengan tenangnya Raniyah cuek dengan sikap Daiyan, dia sibuk mengisi piringnya dengan lauk pauk.

Setelah berdoa bersama, mereka yang berada di ruang makan pun menyantap masakan itu, Pak Ansori beberapa kali menanyakan beberapa hal pada Daiyan, dengan sopan Daiyan menjawabnya.

" Kami sempet mikir kamu bakal lamar Rani, karena sebelumnya Rani bilang begitu waktu itu, " Celetuk Kak Radit membuat suasana menjadi sedikit tegang.

Daiyan melirik ke arah Raniyah yang sepertinya terkejut, tapi dia kembali lagi bersikap biasa saja. Daiyan melemparkan senyuman kepada Radit, dia berpikir jawaban yang tepat untuk menjawabnya.

" Yah tapi kami senang kamu melamar Haya!" Timpal Pak Ansori menjawab lebih dulu membuat Daiyan sedikit tenang.

" Perempuan juga punya hati, jangan seenaknya!" Ketus Kak Radit tampak emosi.

" Raditt!!" Tegur Pak Ansori.

" Waktu itu hanya salah paham, kita tidak perlu membahasnya disini!" Kata Raniyah yang sedari tadi diam saja.

Daiyan menatap Raniyah, tapi Raniyah tampak tenang dan kembali menyantap masakanya, Daiyan tersenyum samar. Sementara, Haya terdiam saja dan menelan masakannya dengan perlahan.

" Misting warna toska itu punya siapa Ran?" Tanya kakak iparnya, isteri dari kak Radit berusaha mencairkan suasana.

" Oh itu, ada yang ngasih makanan waktu di sekolah!" Sahut Raniyah tersenyum ke arah Kakak Iparnya.

Daiyan melirik ke arah Raniyah yang makan dengan tenang, lalu melihat ke arah washtafel yang ada misting warna toska. Haya yang memperhatikan sikap Daiyan yang tampaknya tidak merasakan kehadiran dirinya disampingnya, karena sedari tadi Daiyan terus memperhatikan Raniyah.

" Jadi ada yang ngedeketin kamu? Pak Rasya bukan?" Tanya Haya langsung sambil melihat raut wajah dingin Daiyan dari samping.

"Bukan kak," Jawab Raniyah singkat.

" Kalau pak Rasya yang deketin kamu, kamu nikah bareng sama kakak aja ,kan Pak Rasya sudah cukup umur!" Celetuk Haya.

" Gak bisa Haya, dalam satu tahun tidak boleh kaka beradik menikah ditahun yang sama!" Timpal Ibu bersuara.

" Wah Ran Ran! Kamu memang harus teruuus nunggu, gak adil banget buat kamu!" Celetuk Kak Radit.

"Ekhemm!! Nak Daiyan bagaimana kabar orang tuamu, kami belum sempat ngobrol lagi!" Kata Pak Ansori mengalihkan pembicaraan.

" Alhamdulillah pak baik. Mamah sama papah sedikit sibuk" Jawab Daiyan sambil tersenyum.

"Oh begitu, pasti kerja dikantoran sangat sibuk. Nak Daiyan ini berapa bersaudara toh?"Tanya Pak Ansor.

" Dua pak, adik saya perempuan lagi kuliah di Jepang," Balas Daiyan.

"Wah.. Masya Allah." Kata Pak Ansori yang dibalas senyuman singkat oleh Daiyan.

Haya terus saja mencuri-curi pandang ke arah Daiyan yang berada disampingnya, membuat ibunya mengulum senyumannya.

" Haya kayaknya udah ngebet banget nikah sama kamu, nak Daiyan." Ucap Ibu Haya.

" Ibuu." Kata Haya malu sambil tertunduk Daiyan pun menoleh dan tersenyum.

Raniyah sendiri diam saja menikmati obrolan di meja makan sore itu, dia fokus menikmati makan malamnya dan mendengarkan obrolan itu, dalam hati Ibunya sadar ada yang tidak biasa dengan Raniyah yang lebih pendiam saat makan malam itu.

"Rani?" Panggil ibunya.

" Iya bu?" Kata Raniyah menoleh.

" Bawakan buah mangga dibelakang sekalian kupasin ya!" Kata ibunya yang melihat Raniyah sebenarnya tidak nyaman dengan makan malam itu.

" Ya ibu." Kata Raniyah yang sudah selesai makan langsung membawa piringnya dan pergi ke dapur.

" Bu, aku ke belakang bantu dede kupas buahnya," Ujar kakak Ipar langsung bangkit dan pergi ke belakang.

Di dapur sana, Raniyah dan kakak iparnya memgupas buah mangga, Raniyah tampak sedikit melamun, kakak ipar pun merebut pisuanya dna menaruhnya, dia tahu adik iparnya ini sedang tidka baik-baik saja.

" Kaka paham, tapi cobalah bersikap seperti tidak terjadi apa-apa Rani."

"Rani udah berusaha Kak, tapi Rani bawaannya sebel sama kak Daiyan! Rani pengen banget marah-marah ke dia! Rani pikir dia ngomong serius waktu itu! Ternyata boong! Kesel!!" Cerocos Raniyah, sedangkan kakak iparnya entah kenapa malah memberikan kode agar Raniyah berhenti bicara.

" Kenapa kak?" Tanya Raniyah keheranan dan kakak iparnya pun memberikan kode dengan matanya. segera Raniyah berbalik rupanya Daiyan sudah berdiri dibelakang.

Raniyah langsung memutar bola matanya, " Saya mau cuci tangan!" Kata Daiyan Raniyah langsung menunjukan ke arah washtafel.

" Kan ada di ruang makan kenapa kesini!" Gerutu Raniyah kesal.

" Rani!" Tegur kakak Iparnya.

" Ya kak," Kata Raniyah.

" Ya sudah kakak ke depan bawa buah-buahanya, kamu cuci tangan sana!" Suruh Kakak Iparnya.

Raniyah langsung melangkah ke arah washtafel dia, sementara Daiyan masih belum pergi dan terus memperhatikan Raniyah, dalam hati Raniyah mengutuk sikap Daiyan yang bisa bikin dirinya salting.

" Kak Daiyan sudah kan cuci tangannya! Atau kak Daiyan mau cuci piring?" Kata Raniyah dengan wajah kesal sambil mengelap tangannya.

" Kamu masih kesel?" Tanya Daiyan dengan wajah datar.

" Ya jelaslah! Kesel banget kak! Kebetulan kak Daiyan tadi ada jadi aku tidak perlu mengulang lagi sumpah serapahku!" Cerocos Raniyah tapi malah dibalas senyuman manis oleh Daiyan, seketika Raniyah menghela nafasnya.

"Orang ganteng emang paling jago bikin marah menguap lagi! Dasar menyebalkan!" Gerutu Raniyah dalam hatinya.

Raniyah pun melangkah hendak meninggalkan Daiyan, tapi Daiyan dibelakangnya berkata, " Jadi kamu sangat ingin menikah denganku!" Sontak Raniyah berbalik emosinya naik lagi.

" Wah Kak Daiyan ternyata anda over kepedeaan!" Kata Raniyah kesal dan langsung berlalu rasanya tidak ada kata habisnya berdebat dengan Daiyan , namun disana Daiyan tersipu melihat sikap Raniyah.

" Ahsan kamu bilang Raniyah itu lembut, tapi ternyata anaknya sangat apa adanya, menarik!" Kata hati Daiyan tersenyum.

#Bersambung....

1
minarni 0714
Luar biasa
Win26
iki sing goblok sopo, selalu raniyah jadi korban
marun
haya ini kok ngeselin ya. pantesan daiyan g mau
marun
pusing amat yak jadi rania. itu kakak2nya jg pada semaumau gitu ma rania
marun
boleh juga nih g usah olahraga pake susuk aja ya jes
Wu Shi Des
lah, Thor GK rela aq jaya bahagia
Alfatihah
dilanjut thorrr ...msih setia menunggu lanjutannya thorrr
Alfatihah
apakah tamat thorrr
Sri Kusniati
kemana thor dah lama gak up
Mrs.Kang Chi: iya suka lupa nulis, lagi ada kesibukan didunia nyata guys
total 1 replies
Sri Kusniati
lanjut thoe
atin p
👍👍 mantabbb pak Dokter....
suha suharni
akhirnya daiyan dan raniyah bersatu,semoga kedepannya bahagia selalu.dan punya anak sendiri.sipelakor jaya di tendang aja jauh2 Thor,semangat selalu Thor 👍😘💖
suha suharni
dikit banget dah hbs, semangat dong Thor,bkin yg banyak cerita,x.
Mrs.Kang Chi: iya iya deh
total 1 replies
atin p
wkwkwk..pak Dokter ..ngrecep y...mau belah duren
Mrs.Kang Chi: hahaha
total 1 replies
Sri Kusniati
thor lama bgt br up
Mrs.Kang Chi: suka lupa aku tuh hahaha sorry
total 1 replies
Win Da
😂😂😂😂😂😂😂😂 seneng bgt uda lqnjut lagi. ditunggu yang nanti malam nya mrs.🥰🥰
Mrs.Kang Chi: makasih ya udah setia. eaaa nunggu yg hot2 ya
total 1 replies
Sri Kusniati
thor kok lama bgt br up
Ra
tamatin aja thorr udah pda lupa ini
Mrs.Kang Chi: ekwkwkkwk
total 1 replies
Win Da
makasih up nya. jangan lama2... kami sudah rindu 🥰🥰
Alfatihah
g ada terusannya kah ????
Mrs.Kang Chi: sorry lupaa lanjut aneee hahaaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!