NovelToon NovelToon
Akhirnya Ku Menemukan Mu

Akhirnya Ku Menemukan Mu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: Tarti

Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku

Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku

Sepasangan kekasih yang harus terpisah karena keadaan. Namun, dengan berbagai cobaan yang datang, akhirnya mereka di pertemukan kembali dan di satukan dengan keadaan yang berbeda pula.

Raditya Purnomo ♥️ Winda Wulandari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Winda menarik nafas panjang di depan pintu ruangan Radit. Ini hari pertama dia membuat sarapan pagi untuk Radit. Winda mengetuk pintu.

Tok !!!

Tok !!!

Tok !!!

"Masuk !!!"

Winda terkejut mendengar suara atasannya. Dia tak menyangka Radit datang lebih awal. Dia pikir bisa nya itu belum datang. Winda membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan. Terlihat Radit sedang duduk menghadap ke arah laptopnya.

"Permisi, pak. Ini sarapan buat bapak."

"Letakkan di meja."

Radit masih fokus dengan laptopnya. Winda meletakkan nampan box nasi dan segelas air putih di meja. Pagi itu dia membuat nasi goreng untuk Radit.

"Saya permisi, pak."

Winda melangkah menuju pintu.

"Tunggu."

Winda menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Radit.

"Ya, pak. Ada yang bisa saya bantu lagi?"

"Kamu tunggu dulu. Saya akan mencoba dulu makanan ini. Jika enak, kamu boleh keluar dari sini. Tetapi jika tidak enak, saya akan tambah persyaratan nya."

Winda terdiam. Dia berdoa dalam hati semoga Radit menyukai masakannya. Radit membuka box tempat makanan itu. Bau sedap dari nasi goreng membuatnya sangat kelaparan. Sesuap demi sesuap nasi goreng itu pun habis. Selesai makan, Radit menatap Winda.

"Ternyata kamu pintar masak ya. Nasi goreng ini enak. Tapi saya tidak mau setiap hari makan nasi goreng."

"Maksud bapak?"

"Ya kamu harus buatkan saya sarapan berbeda setiap harinya. Kamu mengerti?"

Winda yang terkejut mendengar permintaan Radit, hanya bisa mengangguk. Dia pasrah dengan persyaratan dari atasannya itu. Dengan langkah gontai dia meninggalkan ruangan Radit. Sementara itu, Radit tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya dia bisa menikmati kembali makanan yang pernah dia makan sewaktu di warung pak Kirno.

####

Selesai membuat sarapan untuk Radit, Winda kembali ke kamarnya. Dia kembali merebahkan badannya ke tempat tidur. Septi yang heran. segera menemui Winda di kamarnya.

"Winda, kamu Kenapa?"

"Gak tau ni mbak. Lagi meriang kayaknya nih"

"Merindukan kasih sayang maksudnya?"

"Ih, mbak Septi."

Winda tersipu malu. Septi meraba kening Winda.

"Demam kamu Win."

Septi keluar kamar Winda dan kembali membawa obat penurun panas dan sarapan..

"Kamu sarapan dan minum obatnya. Gak apa-apa kan aku tinggal kamu sendirian?"

"Gak apa-apa, mbak. Oh iya minta tolong nitip sarapan untuk pak Radit ya. Minta tolong juga sampaikan ke pak Seno bahwa hari ini aku gak masuk kerja."

"Iya. Nanti aku sampaikan. Aku berangkat ya. Assalamualaikum..."

"Terimakasih, mbak. Waalaikumssalam. Hati-hati di jalan."

Septi mengangguk lalu bergegas meninggalkan Winda. Sepeninggal Septi, Winda memakan sarapan yang di bawakan oleh Septi tadi dan meminum obatnya. Karena pengaruh obat, Winda pun terlelap.

Septi menuju ruangan Radit, dan mengetuk pintu nya. Tetapi tak ada jawaban. Ketika Septi membuka pintu, dia tak mendapati Radit di dalamnya. Dia pun kembali ke pantry. Setelah menunggu satu jam lamanya, Septi datang ke ruangan Radit. Dia mengetuk pintunya.

"Masuk." terdengar suara Radit dari dalam. Septi membuka pintu dan masuk ke dalam.

"Permisi pak.."

Radit mendongak ke arah pintu.

"Ya, ada apa?"

"Ini saya mengantarkan titipan dari Winda. Sarapan untuk bapak."

"Kok kamu yang antar? Kemana Winda?"

"Winda di rumah, pak. Hari ini di minta izin untuk tidak masuk kerja."

"Kenapa?"

"Winda lagi kurang enak badan, pak. Dia sedang demam."

Radit terkejut mendengar perkataan Septi. Tapi dia berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya itu dari Septi.

"Ya sudah kamu boleh keluar."

"Permisi, pak."

Setelah meletakkan tempat nasi dan juga piring sendok di meja, Septi segera keluar ruangan. Radit termenung memikirkan keadaan Winda. Dia ingin menelfon Winda, tetapi di urungkannya. Dia tak mau gegabah dan berpura-pura tidak tau tentang keadaan Winda. Dia pun segera membuka tempat nasi yang di bawakan oleh Septi tadi. Bau aroma kuah soto ayam menguar. Disaat Radit hendak makan, saat itulah Vika masuk ke dalam ruangannya membawa berkas. Dia terkejut melihat Radit yang sedang makan.

"Lho Dit, kamu lagi makan?"

"Iya, kak."

"Kamu beli di mana?"

"Kakak mau coba? Nih..."

Radit menyerahkan sendok kepada Vika. Vika menerima dan mencoba soto hasil masakan Winda.

"Ih, ini enak banget. Kamu beli di mana?"

"Gak beli."

"Terus?"

",Ada yang masakin buat aku."

"Siapa?"

"Kekasih hati ku."

"Winda maksud kamu?"

"Iya. Siapa lagi."

"Wah, ternyata bisa masak dia ya. Mama harus tau nih."

"Maksud kakak?"

"Suatu saat nanti kakak akan ajak dia ke rumah untuk di kenalkan ke mama. Supaya mama tau calon menantunya ini."

Radit hanya tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia pun melanjutkan sarapannya setelah Vika memberikan berkas dan keluar dari ruangannya.

####

Sudah dua hari Winda tidak masuk kerja karena badannya belum sehat.Saat sedang menonton televisi, tiba-tiba ponsel Winda berdering. Ketika tau siapa yg menelfon, wajah Winda berseri-seri. Dua segera mengangkat telfonnya.

"Assalamualaikum, mas."

"Waalaikumssalam, dek. Apa kabar kamu?"

"Alhamdulillah baik, mas. Mas Gito sendiri bagaimana?"

"Baik. Oh iya aku dengar dari Adi, kamu lagi sakit? Sakit apa?"

"Iya. Kemarin mas Adi telfon. Mungkin kecapekan aja sih."

"Jangan terlalu capek kerja. Kalau kamu sakit aku ikutan sedih. Maaf ya, aku gak ada di sampingA kamu buat jagain."

"Iya gak apa-apa. Hmmm... Mas..."

"Iya ada apa?"

"Video call dong. Aku kangen sama mas Gito. Memangnya mas gak kangen sama aku?"

"Kalau gak kangen aku gak telfon kamu."

"Cuma telfon. Video call..."

Suara Winda mulai merajuk. Di ujung telfon, Gito yang tak lain adalah Radit, menghela nafas.

"Aku juga kangen sama kamu tapi maaf ya aku belum bisa video call sama kamu."

"Tuh kan. Pasti ada yang mas Gito sembunyikan. Mas Gito udah punya pacar lagi kan di kampung. Ngaku aja deh mas...."

Nada suara Winda mulai meninggi. Antara rasa rindu, kesal dan juga cemburu jadi satu dalam hatinya.

"Eh, bukan begitu. Sumpah, aku gak punya pacar yang lain. Hanya kamu yang selalu di hati ku. Kamu percaya kan sama aku?"

"Apa yang bisa aku percayai dari mas Gito?"

"Coba kamu dengar lagu ini. Semoga setelah mendengar lagu ini, kamu tidak berfikiran buruk lagi tentang aku."

Gito pun menyanyikan sebuah lagu dengan di iringi petikan gitarnya. Lagu yang mewakili perasaan Gito saat ini.

Bersabarlah, sayang, aku akan pulang

Jangan dengarkan gosip murahan tentang aku

Berjanjilah, sayang, 'tuk selalu setia

Meski 'ku tak selalu di sampingmu

Tak usah menangis meratapi aku

Tak perlu kau berpikir 'ku meninggalkanmu

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan?

Malam-malam panjang setiap tidurku selalu kesepian

Mana mungkin selimut tetangga

Hangati tubuhku dalam kedinginan?

Malam-malam panjang setiap tidurku selalu kesepian

Bersabarlah sayang, aku akan pulang...

1
Hap£!π
bagus ka, alur cerita dg konflik ringan jd bacby santai enak g pk emosi/Facepalm/
Tarti Rizky: terimakasih atas apresiasinya. terimakasih pula sudah mampir untuk baca. semoga terhibur
total 1 replies
Wina Winarsih
tetap semngat yaa Thor 🥰
Wina Winarsih
jadi penasaran Winda Nerima lamaran Radit gak yah 🤗lanjut Thor 🥰
Wina Winarsih
lanjut kak seru juga
Wina Winarsih
Terharu baca novel ini, semangat terus ya ka Thor 🥰
ria
galau nich mas radit
Jejak SND
bom like mendarat dari Jodoh Cinta Pertama kak
Tarti Rizky
terimakasih kak atas apresiasinya. Alhamdulillah jika suka
Reni Apriliani
Terimakasih thor ceritanya.. syukaaa ❤❤❤
meluncur ke cerita lainnya
Zia
aku hadir bawa boom like kak, jangan lupa mampir di karyaku ya "my husband is his uncle" 🤗
Nur Jannah
radit yg katanya lagi sakit pasti adalah gito yg menyamar deh,🤔🤔🤔
yetege
trimakasih..telah up..selamat tahun baru..semoga d tahun baru ini tambah banyak pembacaya semangat
Tarti Rizky: aamiin.
total 1 replies
Tarti Rizky
terimakasih kakak. selamat tahun baru untuk kakak
Nak Wi
lanjut semangat thor di taun baru ini 👍
yetege
next Thor semangat 💪❤️
yetege
next Thor semangat 💪💪❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 👍🏻💕
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!