NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ayu

rima yang baru saja patah hati tiba tiba saja harus menikah dengan calon kakak iparnya..
semua itu demi menyelamatkan nama baik keluarga..
akankah rumah tangga mereka berakhir bahagia..?

selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

merajuk

" Brukkk!!" terdengar suara barang jatuh dari dalam kamar, Rendra yang sedang menyiapkan piring, kaget dan langsung berjalan ke arah kamar.

"kenapa Rim?!" Rendra khawatir, ia melihat rima yang berdiri sempoyongan, di sebelahnya ada beberapa barang yang jatuh,

" maaf mas.. aku mau ambil baju, tapi malah jatuhkan barang.. " kata Rima sambil mengerjap ngerjapkan matanya, kepalanya masih pening.

" Baju apa, biar ku ambilkan.." Rendra mengendong Rima dan membaringkannya kembali ke tempat tidur.

" Biar aku yang ambil sendiri mas.." kata Rima malu,

" apa? celana sama bra?"tanya Rendra seakan mengerti melihat ekspresi Rima.

" Iya mas.." jawab Rima menunduk,

" mau mandi? biar ku siapkan air hangat.. tapi jalan saja masih tidak benar apa sudah bisa mandi?" tanya Rendra serius

" lagi pula kenapa infus di lepas segala,

tunggu sampe benar benar pulih seharusnya.. " Rendra ngomel, ia masuk ke kamar mandi, menyiapkan air hangat,

tak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi.

" Biar ku bantu mandi" kata Rendra dengan wajah datar dan biasa saja,

sontak Rima kaget dan malu, bagaimana bisa Rendra berinisiatif membantu mandi, ini terlalu memalukan untuk Rima,

" kenapa? toh aku sudah melihat semuanya.." imbuh Rendra ketika menyadari ekspresi Rima yang saking malunya tidak bisa menjawab.

" Mas???!" Rima saking malunya juga kesal, ia melotot agar rendra mengurungkan niatnya.

" Aku ini sakit mas.. ??!" suara Rima lirih namun penuh penekanan.

" Memangnya apa yang mau kulakukan pada orang sakit? katakan? apa aku mau mengambil kesempatan dalam kesempitan? kalau aku mau malam pertama aku sudah memintanya, justru karna aku menghargaimu, aku tidak akan menyentuhmu tanpa ke ikhlasanmu, bukankah sudah pernah ku katakan..

apa itu omong kosong menurutmu?" suara dan ekspresi Rendra tiba tiba berubah tidak bersahabat.

" Yah.. memang aku ini harusnya tau diri, aku hanya seorang pengganti dan seorang yang tidak di inginkan" setelah mengatakan itu rendra berbalik dan berjalan pergi keluar kamar.

Dua hari berlalu, Rendra sangat hebat berakting menjadi kulkas, dingin dan sombong, tidak menyapa,

tidak membantu Rima dalam hal apapun,

ia menyuruh pembantu yang biasanya pulang untuk menginap seminggu ini, khusus untuk membantu Rima dalam hal mandi dan lainnya.

Sementara Rima merasa kikuk.. ia tidak tau bagaimana mengawali berbicara dengan Rendra, ia ingin minta maaf tapi Rendra selalu menganggapnya manusia transparan ketika lewat, sok tidak mengenal dan terlihat..

" Bisa bisanya dia ngambek sampe seperti itu? apa benar usianya sdh lebih dari 30 tahun.." gerutu Rima dalam hati, Rima tau dirinya sudah menyakiti hati Rendra, seharusnya ia tidak berkata seperti itu ketika Rendra menawarkan bantuan, kalau memang mau menolak harusnya ia menolak dengan baik tanpa sedikitpun prasangka buruk pada Rendra..

dan bukannya harusnya Rendra yang lebih pantas marah ketika datang..

Rima terus saja bimbang,

bahkan ketika duduk di ruang bacapun ia tidak membaca buku tapi melamun,

cukup lama ia terdiam menatap kebun belakang.. hingga akhirnya ia mendengar suara seseorang sedang menceburkan dirinya ke air.

" Astaga.. dia pamer roti sobeknya lagi,

dia kira itu bagus untuk kesehatan mataku apa" Rima menggerutu dalam hati,

lalu menutup matanya dengan buku,

ia merebahkan tubuhnya di atas kursi panjang, hingga tanpa sadar ia tertidur sampai malam.

" kok saya nggak di bangunkan?" tanya Rima pada asisten rumah tangganya,

" saya takut ganggu mbak Rima, soale nyenyak mbak e tidurnya.." jawab si asisten sopan.

" Makanannya sudah siap mbak, pesannya mas Rendra mbak makan sendiri saja karena mas Rendra ada urusan di luar.."

mendengar itu hati Rima terasa sedikit tidak enak.

Setelah makan Rima berjalan jalan di taman kecil depan rumah, menikmati cahaya lampu hias yang sengaja Rendra letakkan di depan dan samping samping rumah, kondisi rima sudah membaik, kepalanya yang terbentur sudah tidak benjol dan terasa sakit lagi,

tekanan darahnya pun sudah kembali normal.

Sehingga tidak ada pening yang menyiksa.

" Tuing!" suara chat masuk

" apa kau baik baik saja?" Gita ternyata yang mengirim pesan.

" Ya,aku sudah sehat.. "

" baguslah, besok aku dan anak anak kesana, oh iya.. tau dokter baru yang kataku ganteng itu?"

" siapa??"

" yang ikut seminar denganmu dan Yogi itu, dokter Hendri.. dia menolongmu saat itu,"

" menolong bagaimana? Yogi bilang Tafa yang mengendongku?"

" ya memang tapi atas perintah dokter Hendri,

kalau tidak Rafa hanya akan memelukmu dan menangisimu, nggak tau otaknya dimana si Rafa itu!"

Rima diam sejenak, tidak membalas.. entah apa yang ada di pikirannya..

" Rim?? halooo..!"

" eh iya iya.." Rima terbata bata

" asik donk, bulan madu terus.. ngidam nih bentar lagi.."

" huss lambemu!"

Gita ngakak, jarang jarang Rima ngegas begitu,

" eh serius ini serius, kamu nggak akan kembali ke Rafa kan Rim??"

rima diam, itu pertanyaan yang tidak pernah Rima pikirkan

"kok bertanyamu seperti itu Git?"

" habisnya.. sepertinya tidak bisa move on dari Rafa, Rafa itu ganteng ya ganteng, cuman pas pembagian otak dia telat jadinya cuman dapat setengah!"

" kami sudah sama sama menikah Git, tidak mungkin.. 7 tahun bukan waktu yang sebentar, bohong kalau aku bisa melupakannya dalam sekejap.. aku butuh waktu Git.. aku tidak mau melihat Rafa lagi, karna tubuhku selalu gemetar setiap melihatnya,

marah dan kecewa yang tidak bisa ku luapkan menggerogoti hatiku.."

" ah.. kok jadi sedih..

pokok ya aku besok kesana ya, oh iya.. salam dari dokter Hendri lekas sembuh dan kembali bekerja katanya.. "

" iya git.. makasih ya.."

dan berakhirlah chat mereka,

melihat jam sudah menunjukkan jam 10 malam Rima masuk ke dalam rumah,

ia heran tidak biasanya Rendra begini,

apa kemarahannya belum reda.. pikir Rima, sudahlah.. Rima masuk ke dalam kamarnya,

merebahkan dirinya dan memejamkan matanya.

Jam setengah sebelas malam, Rendra baru saja pulang, asisten membukakan pintu rumah.

" Rima sudah tidur?" tanya Rendra sambil menaruh kunci mobilnya di atas meja,

" baru saja masuk kamar, tadi lama jalan jalan di taman depan mas.." jelas asistennya,

" ya sudah, sampean kunci pintunya terus tidur, besok pulang sore saja nggak usah nginap.. toh Rimanya sudah sehat.." kata Rendra dengan wajah yang lelah sekali.

" Nggeh mas.." jawab asisten itu lalu pergi.

Rendra duduk agak lama di ruang tengah,

ia berfikir dan berfikir bagaimana harusnya ia bersikap pada istri kecilnya itu,

hingga akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kamar Rima,

maksud hatinya ingin bicara.. namun Rima sudah tertidur lelap dengan handphone menyala di tangannya, sepertinya main game lalu ketiduran.

Rendra mengambil handphone itu, maksud awal ingin meletakkan di atas meja, namun ia tak sengaja menemukan chat Rima dan Gita.

Rendra membacanya satu persatu,

termasuk kalimat Rima yang bohong jika ia bisa melupakan Rafa dengan mudah.

Rendra diam terhenyak.. lalu ia menghelas nafas berat.

Ia merasa sudah tidak bisa mengubah keadaan..

Di taruhnya handphone rima di atas meja rias dan berbalik keluar kamar.

"Aku ingin membawamu bersamaku.. tapi kemanapun ku bawa, Rafa akan selalu membayangi mu.. jadi,

apa sebaiknya aku seterusnya meninggalkanmu sendiri.." keluh Rendra merebahkan dirinya di sofa ruang tengah.

1
TongTji Tea
kalo aku Rima ngamuk kue ku di kasih ke orang 😂😂.Enak aja kue2 manis ,lezaat masak di kasih orang cuma karena cemburu.nggak banget Rendra ini .*ngiler bayangin black forest sama triple Choco cake🤤
TongTji Tea
ya bener ini .. perasaan seperti inilah yang natural ada.7 tahun itu bener2 tidak bisa hilang gitu aja ,seberapa besar kecewamu tapi memang tidak mudah melupakan
ione
Luar biasa
Kg Mughni Siddiq
luar biasa
Febiarti Harlenia
sedikit masukan istighfar ka harusnya bukan maa syaa Allah.
Febiarti Harlenia: sama2
total 2 replies
Ersa
Luar biasa
Cornelia Titirloloby
sangat bagus ceritanya.
tdk ulang2
Mrs. Labil
😭😭😭😭😭😭
Arka Abian
aku fans banget sama cerita k'Ayu
ayuningdianti: makasih kak..
total 1 replies
🌺tyy
Luar biasa
PUJIWIDODO 18
luar biasa
Amara Agustina
aku sdh baca 2 kali kak..dan hasilnya tetep mewekk😢😢😢
Ani Triyanti
ceritanya kadang loncat, setelah baca lama baru paham beda waktu. kasih tanda dong biar ga bingung
zay
Keren,Indonesia banget...
Semangat & lanjut berkarya thor...
viva vorever
novel kedua yg kubaca ,cerita dan alurnya keren,nggak melulu halu,mengalir seperti kehidupan sehari2,tpi daya tarik ceritanya benar2 nyampe kehati
aqila
😭😭😭😭😭
viva vorever
komunikasi mmg senjata terampuh utk meredakn kesalah pahaman,klo rendra ragu2 untungnya rima yg maju utk membuka komunikasi diantara keduanya
viva vorever
novel kedua yang kubaca dari semua karyamu thor, ceritamu bagai magnet yg terus menarikku utk membacanya...salam kenal kakak😘😘
ayuningdianti: dalam kenal terimakasih..😊
total 1 replies
Alwie Yahya
uu pengantin lama😅
Sartika Thika
sumpah ceritanya bikin baper,baru kali sy membacanya trllu trbawa emosi,seolah2 sy ikut di dalam cerita itu..😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!